Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH AKTINO DAN HIDRO

INFRA RED BAGIAN III

Oleh :
NAMA KELOMPOK :
1. Ridwan Al amudi
2. Gunawaan kristanto
3. Fransiska maria
4. Marisa therini letsuwati
5. Okta vyani p

PROGRAM STUDI AKADEMI FISIOTERAPI


UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA
2016

IR / Infra Merah
Sinar infra merah (infra red) adalah pancaran gelombang
elektromagnetik dengan panjang gelombang 7.700 4 juta . Selain berasal
dari matahari, dapat pula diperoleh secara buatan dari bantalan listrik dan
karbon pendek, dengan penjelasan fisika dibagi menurut panjang gelombang
dan tipe sebagai berikut :
Klasifikasi sinar IRberdasarkan panjang gelombang

Gelombang panjang (non penetrating)

Panjang gelombang diatas 12.000 sampai dengan 150.000 . Daya


penetrasi sinar ini hanya sampai pada lapisan superfisial epidermis, yaitu
sekitar 0,5 mm.

Gelombang pendek (penetrating)

Panjang gelombang antara 7.700 12.000 . Daya penetrasi lebih dalam


dari gelombang paanjang, yaitu sampai jaringan sub kutan kira-kira dapat
mempengaruhi secara langsung terhadap pembuluh darah kapiler,
pembuluh lymphe, ujung-ujung syaraf dan jaringan lain dibawah kulit.

Klasifikasi sinar IR berdasarkanpanjang gelombang berdasarkan


tipe:

Tipe A : panjang gelombang 780 1.500 mm, penetrasi dalam

Tipe B : panjang gelombang 1.500 3.000 mm, penetrasi dangkal

Tipe C : panjang gelombang 3.000 000 mm, penetrasi dangkal

Klasifikasi sinar IR berdasarkan macam generator IR

Non luminous

Hanya mengandung IR saja, sedang luminous generator disamping IR


juga sinar visible dan ultra violet. Oleh karena itu pengobatan dengan non
luminous disebut dengan Infra Red Radiation

Luminous

Pengobatan dengan luminous generator sering disebut dengan Radiant


Heating. Istilah tersebut sebetulnya kurang tepat, oleh karena keduaduanya mengandung prosentase IR yang paling banyak bila dibanding
dengan sinar-sinar yang lainnya.
A. Efek Fisiologis dan Terapeutik Infra Red
1. PENGARUH TERHADAP JARINGAN

a. Perubahan panas (temperatur) dapat menimbulkan reaksi lokal pada


jaringan misalnya, (1) meningkatkan metabolisme sel-sel lokal 13% tiap
kenaikan temperatur lb, (2) meningkatkan vasomation sphinther
sehingga timbul homostatik lokal dan akhirnya terjadi vasodilatasi lokal.
Reaksi general, mungkin dapat terjadi kenaikan temperatur, tetapi perlu
diingat EEM 2450 MHz penetrasinya dangkal ( 13 cm) dan aplikasinya
lokal. Consersual efek, timbulnya respon panas pada sisi kontra lateral
dan segment yang sama (Sujono, 2002). Penetrasi dan perubahan
temperatur lebih terkonsentrasi pada jaringan otot sebab jaringan otot
lebih banyak mengandung cairan/daerah.
b. Jaringan ikat
Meningkatkan elastisitas jaringan ikat 5-10 kali lebih baik seperti
jaringan/collagen, kulit, otot, tendon, ligamen dan capsul sendi akibat
menurunnya viskositas matrik jaringan, tetapi terbatas pada jaringan ikat
yang letak kedalamannya 3 cm (Sujono, 2002).
c. Jaringan otot
Selain meningkatkan elastisitas jaringan otot, juga menurunkan tonus
otot lewat normalisasi nocisensorik kecuali hipertonik otot akibat emosional.
d. Jaringan saraf
Misalnya: meningkatkan elastisitas pembungkus jaringan saraf,
meningkatkan nerve conduction (konduktivitas saraf) dan meningkatkan
ambang rangsang/ theshold.
2. Efek FISIOLOGI

a. Penyembuhan luka dapat meningkat proses respirasi jaringan secara


fisiologis.
b. Nyeri, hipertropi, gangguan vaskularisasi, dapat menurunkan, nyeri,
normalisasi tonus otot lewat efek sedatif, perbankan sistem metabolisme.
c. Kontraktur jaringan lemah, dengan peningkatan elastisitas jaringan lemak
maka dapat mengurangi proses kontraktur jaringan.
d. Gangguan konduktifitas dan trashold jaringan saraf, apabila elastisitas
dan trashold jaringan saraf semakin pula, prosesnya lewat efek fisiologik.
3. Efek-efek yang lain
Efek umum misalnya merasa lemah badan, pusing mengantuk.

4. Efek terapeutik
Sesuai dengan hukum VANTT HOFF bahwa suatu reaksi kimia akan
dapat dipercepat dengan adanya panas atau kenaikan temperatur akibat
pemanasan. Proses metabolisme meliputi perbaikan peningkatan pemberian
oksigen dan nutrisi kepada jaringan, begitu juga pengeluaran sampahsampah pembakaran. Secara garis besar dapat disebutkan sebagai berikut:
1) Relief of pain ( mengurangi/menghilangkan rasa sakit )
Penyinaran IR merupakan salah satu cara yang efektif untuk
mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri. Mild heating utk sedatif sensoris
yang berada pd superfisial. Stonger heating utk mengurangi nyeri dgn

mekanisme counter iritasi pengurangan zat P dari sisa-sisa metabolisme,


dgn sinar memperlancar sirkulasi darah, maka zat P akan terbuang. Nyeri
akaibat pembengkakan, dengan sinar IR nyeri dapat mengurangi
pembengkakan, sehingga nyeri jg akan berkurang. Dengan adanya
Vasodilatasi akan meningkatkan effek sedative dan menurunkan batas
ambang rasa nyeri.
2) Muscle relaxation ( relaksasi otot )
Relaksasi akan mudah dicapai bila jaringan otot tersebut dalam
keadaan hangat dan rasa nyeri tidak ada. Radiasi IR disamping dapat
mengurangi rasa nyeri, dapat juga menaikkan suhu/temperatur jaringan,
sehingga bisa menghilangkan spasme otot dan membuat otot relaksasi.
3) Increased blood supply ( meningkatkan suplai darah )
Adanya kenaikan temperatur akan menimbulkan vasodilatasi, yang akan
menyebabkan terjadinya peningkatan darah ke jaringan setempat, hal ini
terutama terjadi pada jaringan superfisial dan efek ini sangat bermanfaat
untuk menyembuhkan luka dan mengatasi infeksi di jaringan superfisial.
Dengan demikian maka sinar IR ini sangat membantu meningkatkan suplai
darah kejaringan yang diobati.
4) Menghilangkan sisa-sisa hasil metabolisme ( Elimination of Waste
Products )

Penyinaran di daerah yang luas akan mengaktifkan glandula


psudoifera (kelenjar keringat) di seluruh badan, sehingga dengan demikian
akan meningkatkan pembuangan sisa-sisa hasil metabolisme melalui
keringat. Pengaruh ini sangat bermanfaat untuk kondisi arthritis, terutama
yang mengenai banyak sendi.
A. Metode Penggunaan
Pada dasarnya metode pemasangan lampu diatur sedemikian rupa
sehingga sinar yang berasal dari lampu jatuhnya tegak lurus terhadap
jaringan yang diobati, baik untuk lampu luminous maupun non luminous.
Jarak penyinaran untuk lampu non luminous antara 45 60 cm, sedangkan
lampu luminous antara 35 45 cm. Jarak ini bukanlah merupakan jarak yang
mutlak, karena masih dipengaruhi oleh toleransi penderita atau besarnya
watt lampu.
a. Indikasi dan Kontra indikasi IR
1. Indikasi IR

Kondisi peradangan setelah sub akut ( contusio, muscle strain, muscle


sprain, trauma sinovitis),

Arthritis ( rheumatoid arthritis, osteoarthritis, myalgia, lumbago,


neuralgia, neuritis),

Gangguan sirkulasi darah ( thrombo angitis obliterans, trombopleblitis,


raynolds disease),

Penyakit kulit ( folliculitis, furuncolosi, wound ),

Persiapan exercise dan massage

2. Kontra indikasi IR

Daerah dengan insufisiensi pada darah,

Gangguan sensibilitas kulit,

Adanya kecenderungan terjadinya perdarahan

B. Pemanasan dengan Sinar Infra Red (IR)


a. Persiapan alat
Persiapan alat yang dilakukan meliputi, persiapan lampu seperti
pemanasan alat selama 5 menit, alat pengatur waktu selama 15 menit.
b. Persiapan pasien
Sebelum dilakukan terapi infra red pasien dilakukan tes sensibilitas
kulit terlebih dahulu untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan seperti
luka bakar. Tes sensibilitas dapat dilakukan dengan tes panas dingin agar
terapis mengetahui apakah pasien mempunyai gangguann sensibilitas kulit
atau tidak sebelum diberikan terapi. Lalu Pasien diposisikan senyaman

mungkin, dalam kasus ini minta pasien untuk tengkurap dengan kepala di
atas bantal dan wajah menghadap ke sisi kanan.
c. Pelaksanaan terapi
Lampu infra red diposisikan tegak lurus pada leher dengan jarak
sekitar 35-45 cm dari kulit. Atur waktu pada pengatur waktu selama 15
menit lalu lampu dihidupkan. Tanyakan pada pasien apakah terasa panas
atau hangat. Jika terasa panas maka lampu infrared dapat dijauhkan atau
ditambah jaraknya.

Pertanyaan pada saat diskusi


1. Rosa : pada prosedur aplikasi, mengapa uji sensitifikasi dilakukan
dengan tabung ? alasannya?
Jawaban ; karena tabung digunakan untuk menampung air panas
dan air dingin yang akan didekatkan ke pada pasien dan jika
pasien dapat membedakannya maka sensitifitas pasien bagus.
2. Ayu : kapan fisioterapi menggunakan dosis mild heating dan strog
heating ?
Jawabannya : penggunaan mild heating dan strong heating
tergantung pada tujuan dan aktualitas dari penyakit yang
diderita. Jika bertujuan untuk efek relaksasi maka dapat
digunakan mild heating dan jika efeknya membuat counter iritasi
maka dapat digunakan strong heating. Selain itu tergantung
kepada aktualitas penyakitnya. Jika penyakitnya sudah kronik

maka dapat digunakan strong heating dan jika aktualias


penyakitnya sub akut maka dapat digunakan mild heating.
3. Irene : dalam aplikasi penyakit asthma, katanya infra merah tidak
efektif. Jelaskan kenapa bias tidak efektif ?
Jawaban : penyakit asthma adalah penyakit penyempitan
bronkus yang penyebabnya dapat berupa bronkho konstriksi,
inflamasi pada bronkus, dan sekresi mucus yang berlebihan
sehingga menambah sempit bronchus.
Sedangkan pada aplikasi infra merah, daya penetrasi hanya
sampai pada daerah superficial sehingga tidak dapat
menghilangkan semua penyebab dari penyakit asthma tetapi
hanya dapat membuat otot- otot pembantu pernapasan menjadi
rileks sedangkan penyebabnya tidak hilang. Karena itu infra red
tidak efektif untuk penyakit asthma tapi bisa digunakan obatobat anti inflamasi, brnkho dilatasi dan obat pengencer dahak
(mukolitik)
4. Risma : kenapa bisa terjadi pusing pada saat penyinaran dengan
infra red ?
Jawaban : karena adanya efek psikosomatik sehingga pasien
merasa pusing karena biasanya sebelum terapi pasien sudah
merasa takut.
5. Vina : Kenapa pada saat terapi sinar infra red dapat terjadi
menggigil ?
Jawaban : karena adanya efek psikosomatik sehingga pasien
merasa menggigil karena biasanya sebelum terapi pasien sudah
merasa takut akibat pikirannya dia sehingga otak merespon
sehingga terjadi menggigil.

6. Maria : Apakah penyinaran non luminous itu ? apa juga efeknya ?


Jawaban ;
- generator non lominous adalah Hanya mengandung IR saja,
sedang luminous generator disamping IR juga sinar visible dan
ultra violet. Oleh karena itu pengobatan dengan non luminous
disebut dengan Infra Red Radiation.
-Efeknya yaitu sebagai berikut :
1. Meningkatkan proses metabolisme,
2. Vasodilatasi pembuluh darah,
3. Pigmentasi,
4. Pengaruh terhadap syaraf sensoris,
5. Pengaruh terhadap jaringan otot,
6. Destruksi jaringan,
7. Menaikkan temperatur tubuh,
8. Mengaktifkan kerja kelenjar keringat.
7. Dewi : apakah yang dimaksud insufisiensi pada nagian kontra
indikasi dan dimana letaknya ?
Jawaban : insufisiensi adalah suatu gangguan pada tubuh yang
berhubungan dengan gangguan peredaran darah. Seperti contoh
gangguan jantung koroner dll sehingga merupakan kontra
indikasi pada penyinaran infra merah.

8. Monika : bagaimanakah rupa reflector semi serkuler ?


Jawaban : reflector semi serkuler adalah reflector yang berupa
lingkaran setengah bola sehingga penetrasinya bias lebih luas.
9. Nata : efek dari infra merah yaitu menghilangkan sisa-sisa
metabolism pada tubuh terutama pada pasien arthritis yang
mengenai banyak sendi ? mengapa demikian ?
Jawab :karena sendi miskin akan pembuluh darah sehingga
untuk mengeluarkan sisa metabolism maka dikeluarkan dari
keringat sehingga infra merah sangat cocok digunakan.