Anda di halaman 1dari 3

CHAPTER 2

Pendekatan manajemen stakeholder dapat didefinisikan sebagai cara


mengamati dan menjelaskan secara analisis bagaiman berbagai unsur dipengaruhi dan
mempengaruhi: keputusan dan tindakan bisnis. Pendekatan ini memetakan hubungan
hubungan yang terjalin dalam kegiatan bisnis, umumnya memperlihatkan siapa saja
yang memiliki kepentingan, terkait dan terlibat dalam kegiatan bisnis.
Suatu dasar pemikiran adalah semua pihak yang berkepentingan dalam suatu
kegiatan bisnis terlibat didalamnya karena ingin memperoleh keuntunga, maka hak
dan kepentingan mereka harus dipenuhi dan dijamin. Yang menjadi daya tarik adalah
stakeholder sama dengan prinsip no barm, pendekatan ini pun memperlihatkan secara
tepat bahwa pendekatan ini pada akhirnya ditempuh demi kepentingan perusahaan
yang bersangkutan. Dua kelompok stakeholder yaitu kelompok primer dan kelompok
sekunder. Kelompok primer terdiri dari pemilik modal atau saham, kreditur, pemasok,
konsumen, penyalur dan pesaing atau rekanan. Kelompok sekunder terdiri dari
pemerintah setempat, pemerintah asing, kolompok sosial, media masa, dan kelompok
lainnya.
Pendekatan stakeholder merupakan cara yang pragmatis dalam mendefinisikan
dan memahami beberapa pesaing dalam hal politik, sosial, hokum ekonomi dan moral
pada banyak konstitusi. Sebelumnya perlu dilakukan analisis stakeholder, Analisis
stakeholder merupakan suatu metode analisis dimana tidak ada prinsip-prinsip etika
yang ditentukan atau aturan tanggung jawab yang menjadi serangkaian langkahlangkah yang ditujukan agar:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Membuat daftar kategori stakeholder


Membuat daftar stakeholder yang bekerjasama
Menilai sifat masing-masing stakeholder yang berpengaruh
Menilai sifat masing-masing stakeholder yang kuat
Membangun matriks prioritas stakeholder
Mengembangkan strategi dan taktik khusus
Memantau pergantian pihak yang bekerjasama

Salah satu tujuan dari analisis stakeholder adalah untuk mengelola stakeholder
serta menjadi alat bantu untuk membantu mengidentifikasikan dan membuat
pengelompokan serta memformulasikan keterlibatan mereka secara optimal.
Tanggungjawab moral merupakan wilayah professional sebagai salah satu fungsional
yang tujuannnya adalah untuk menganalisis stakeholder serta mendorong dan
mempersiapkan para manajer organisasi agar dapat mengartikulasikan tanggung

jawab moral mereka sendiri serta tanggung jawab perusahaan terhadap bagian mereka
yang berbeda. Analisis stakeholder memfokuskan pada perhatian organisasi dan
pengambilan keputusan moral pada proses peristiwa eksternal. Yang menjadi bidang
fungsional dan ahli meliputi :
1.
2.
3.
4.
5.

pemasaran
penelitian dan pembangunan
pabrik
hubungan masyarakat
manajemen sumber daya manusia

Tiga pendekatan isu umum sebagai kerangka kerja dan dua metode manajemen
krisis yang digunakan untuk pemetaan dan mengelola masalah sebelum dan sesudah
terjadinya krisis dalam suatu perusahaan.
1. 6 langkah manajemen isu, merupakan pendekatan sederhana yang digunakan
suatu perusahaan dalam suatu organisasi untuk memahami, mengelola dan
mengendalikan lingkungn internal mereka, langkah langkah dalam pendekatan
ini diantaranya :
a. melihat dan mengidentifikasi isu- isu lingkungan
b. menganalisis masalah
c. memberi prioritas dan peringkat pada setiap isu
d. menyusun strategi
e. menanggapi masalah dan mengimplemnatsikan
f. evaluasi dan memonitoring isu
2. 7 tahap proses pengembangan isu, dalam pendekatan ini isu diyakini
memiliki siklus perkembangan, tahap siklus ini disarankan untuk melacak
masalah:
a. timbulnya rasa kebutuhan
b. pengembangan dari luputan media
c. kepentingan terhadao kemajuan dan pembangunan yang momentum
d. kebijakan yang diadopsi oleh politik terkemuka
e. pemerintah federal memberikan perhatian pada masalah tersebut
f. isu berkembang menajdi kebijakan dan peraturan perundang-undangan
g. isu dan kebijakan masukan litigasi
3. 4 Tahap issue life cycle, merupakan isu isu berkembang dari harapan sosial
control sosial melalui langkah-langkah sebagai berikut :
a. harapan sosial
b. isu-isu politik
c. perundang-undangan
d. control sosial
4. Pendekatan sebelum krisis, dalam model initerdapat empat tahap terjadinya
sebelum krisis :
a. prodromal, yaitu tahap peringatan
b. akut, tahap dimana kerusakan telah dilakukan
c. kronis, fase penyelesaian

d. terselesaikan, tahap krisis manajemen


5. pendekatan melalui akomodasi, lima fase respon sosial perusahaan terhadap
krisis yang berkaitan dengan produk yang tidak aman, atau maanjemen krisis
produk meliputi.
a. reaksi, dimana krisis telah terjadi
b. pertahanan, perusahaan mengalami kewalahan atas perhatin public
c. wawasan, waktu dimana sudah mengalami puncaknya
d. akomodasi, mengatasi tekanan dari public
e. agen, perusahan berusaha untuk memahami penyebab