Anda di halaman 1dari 2

Judul

: Indikator kota hijau

Nama

: Angela Monalisa Kurniawan

NPM

: 1506728655

Data Publikasi : Pelajaran dari Kota Hijau Vaexjoe di Swedia http://www.antaranews.com/berita/415885/pelajaran-dari-kota-hijau-vaexjoe-diswedia diakses 25 Januari 2014.
Peta Konsep

Gambar 1. Peta konsep mengenai indikator kota hijau dengan contoh Kota Vaexjoe, Swedia.

Uraian singkat peta konsep:

Kota Vaexjoe di Swedia merupakan salah satu kota yang disebut-sebut sebagai kota terhijau di dunia. Kota hijau di sini

mengindikasikan bahwa kota tersebut merupakan kota yang ramah lingkungan.


Berbagai hal yang membuat Kota Vaexjoe berani mempromosikan dirinya sebagai kota hijau, antara lain: penggunaan energi terbarukan,

transportasi bersih, konservasi energi, dan tujuan-tujuan hijau dari Kota Vaexjoe.
Proyek penghijauan berawal dari berhasilnya proyek pemulihan Danau Trummen yang amat tercemar akibat limbah industri kain pada
abad ke-18. Berhasilnya proyek ini menjadi katalis bagi proyek-proyek hijau lain yang lebih ambisius dan mengawali kisah Kota Hijau
Vaexjoe. Kota ini telah mengumumkan rencana untuk mengurangi bahan bakar fosil pada 2030 dan mengurangi separuh emisi karbon
dalam waktu kurang dari dua dekade sebelum pemberitaan mengenai pemanasan global menjadi marak. Rencana kota didukung oleh
masyarakat dengan adanya petani yang bergerak ke sistem organik, pengurangan penggunaan kertas dari masyarakat, dan beralihnya

masyarakat ke penggunaan sepeda dan transportasi publik.


Penggunaan energi terbarukan di kota ini diimplementasikan dengan pendaurulangan segala jenis limbah dan makanan busuk menjadi
energi. Hal ini mendukung adanya transportasi bersih karena menggunakan bahan bakar nonfosil. Sedangkan, konservasi energi

dilakukan dengan adanya jenis rumah positive house yang dikembangkan di kota ini.
Sayangnya, keterikatan warga pada mobil yang menggunakan bahan bakar fosil masih menghambat upaya untuk mencapai tujuan kota,
yaitu meninggalkan penggunaan bahan bakar fosil.