Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Penyu merupakan reptil yang hidup di laut serta mampu bermigrasi
dalam jarak yang jauh di sepanjang kawasan Samudera Hindia, Samudra
Pasifik dan Asia Tenggara. Keberadaannya telah lama terancam, baik dari alam
maupun kegiatan manusia yang membahayakan populasinya secara langsung
maupun tidak langsung.
Penyu juga telah terbukti sebagai hewan yang sangat rumit untuk
dikelola. Hal ini diantaranya disebabkan oleh pertumbuhannya yang lambat,
lambatnya usia matang kelamin, perbiakan yang tidak terjadi setiap tahun,
tingkat kematian yang tinggi pada penyu muda, penyebaran tukik di laut,
migrasi yang jauh antara tempat mencari makan dan tempat peneluran,
kebiasaan untuk bertelur di lokasi yang sama, serta ketergantungan perbiakan
terhadap suhu tertentu
Pergeseran fungsi lahan yang menyebabkan kerusakan habitat pantai dan
ruaya pakan, kematian penyu akibat kegiatan perikanan, perubahan iklim,
penyakit, pengambilan penyu dan telurnya serta ancaman predator merupakan
faktor-faktor penyebab penurunan populasi penyu. Selain itu, karakteristik
siklus hidup penyu sangat panjang . Guna memastikan keberlangsungan hidup
penyu di alam, maka dibutuhkan perlindungan khusus dan harus dimonitor
keberadaannya dalam jangka panjang. Oleh karena itu, dalam hal ini yang
dimaksud melestarikan adalah melakukan upaya untuk mencegah kepunahan
dan mempertahankan populasi. Upaya pencegahan dilakukan dengan

meminimalisir faktor-faktor yang mengancam dan menyebabkan menurunnya


populasi, sedangkan upaya mempertahankan populasi dilaksanakan dengan
membangun suatu kawasan konservasi untuk menciptakan habitat yang aman
dengan cara mengidentifikasi faktor fisis yang mempengaruhi peneluran
penyu.
1.2 Perumusan Masalah
Perubahan iklim dan beragam bencana yang terjadi saat ini sangat
memprihatinkan. Dampak yang terjadi sangat beragam termasuk perubahan
pantai di beberapa daerah. Sebagian daerah menjadi berkurang akibat adanya
erosi dan abrasi laut yang sangat cepat, namun ada juga daerah yang menjadi
bertambah dengan tingginya laju sedimentasi. Pada kawasan konservasi Penyu
lekang (Lepidochelys olivachea) di Taman Nasional Alas Purwo, keberadaan
pantai sebagai lokasi pendaratan Penyu lekang (Lepidochelys olivachea) yang
akan bertelur menjadi kunci dalam kegiatan konservasi Penyu lekang
(Lepidochelys olivachea).
1.3 Tujuan
Secara rinci tujuan penelitian ini dijabarkan sebagai berikut:
1) Mengetahui perubahan luas pantai Ngagelan sebagai habitat peneluran
Penyu di Taman Nasional Alas Purwo.
2) Mengetahui parameter fisika kimia pada habitat Peneluran Penyu di
Taman Nasional Alas Purwo.
3) Mengetahui hubungan antara perubahan luas pantai ngagelan terhadap
jumlah sarang penyu yang ditemukan di Pantai Ngagelan
1.3 Manfaat
Penelitian diharapkan dalam jangka pendek adalah diketahuinya
hubungan perubahan luas pantai di pesisir Taman Nasional Alas Purwo
terhadap kegiatan konservasi Penyu Lekang (Lepidochelys olivachea). jangka
panjang adalah untuk melakukan pendugaan dampak perubahan luas Pantai
Ngagelan terhadap kawasan konservasi Penyu Lekang (Lepidochelys
olivachea).