Anda di halaman 1dari 29

Laporan Jaga

Sabtu, 28 November 2015


DPJP:
dr. Sigid Kirana Lintang Bhima, Sp.KF

Residen Jaga:
dr. Ike
dr.Elis

Pendahuluan
Atas permintaan tertulis dari Kepolisian Negara Republik Indonesia
Daerah Jawa Tengah Resor Kota Besar Semarang melalui suratnya
tanggal 28 November 2015 Nomor Polisi: XXX Diduga meninggal
karena mati mendadak.

Identitas Umum Jenazah

Jenis kelamin : laki-laki


Umur : kurang lebih enam puluh tahun
Berat badan : empat puluh dua kilogram
Panjang badan : seratus lima puluh
sentimeter
Warna kulit : sawo matang
Warna pelangi mata : warna hitam
Ciri rambut : warna hitam, ikal, pendek
Keadaan gizi : kesan gizi cukup (indeks
massa tubuh delapan belas koma enam
kilogram per meter persegi

Identitas Khusus Jenazah

Tato : tidak ada


Jaringan parut : terdapat beberapa jaringan parut
hampir pada seluruh permukaan tubuh. Bentuk tidak
teratur, batas tidak tegas, warna lebih gelap dari kulit
sekitar. Jaringan parut terbesar pada tungkai atas
kanan sisi belakang batas teratas dua puluh dua
sentimeter di atas lipat lutut kanan, batas terbawah
delapan sentimeter di atas lipat lutut kanan, dengan
ukuran panjang lima belas sentimeter, lebar enam
sentimeter. Jaringan parut terkecil pada tungkai bawah
kiri sisi depan dengan titik pusat tiga belas sentimeter
dibawah lutut kiri, dengan ukuran panjang dua
sentimeter lebar satu koma sembilan sentimeter.

Cacat fisik : tidak ada


Tanda lahir : tidak ada
Penutup jenazah : tidak ada
Tahi Lalat : terdapat beberapa tahi lalat hampir
pada seluruh permukaan tubuh dengan tahi lalat
terbesar terdapat di tungkai bawah kiri dengan
titik pusat dua koma lima sentimeter di bawah
lipat siku kiri, bentuk bundar, dengan diameter
nol koma lima sentimeter, batas tegas, warna
coklat kehitaman, perabaan lebih menonjol dari
permukaan kulit sekitar.

Pakaian korban

Sebuah kaos lengan pendek, warna coklat, bahan


katun, merek GIARDINO, ukuran L. Pada bagian
belakang kaos terdapat tulisan ROMANZA wedding
consultant & event organizer.
Sebuah celana panjang, warna hijau lumut, bahan
katun, merek TOP IN FASHION, tanpa ukuran.
Terdapat kotoran pada celana bagian dalam. Terdapat
tiga buah kantong, dua kantong di bagian samping
kanan dan kiri, satu kantong di bagian belakang. Pada
kantong bagian depan samping kiri terdapat uang
kertas satu lembar nominal sepuluh ribu rupiah, satu
lembar nominal lima ribu rupiah, sebelas lembar
nominal dua ribu rupiah

Pakaian Korban

Temuan Yang Berkaitan dengan


Waktu Kematian

Lebam Mayat :terdapat pada tengkuk, punggung,


pinggang, bokong, tungkai atas, tungkai bawah;
warna merah keunguan; tidak hilang dengan
penekanan.

Kaku Mayat : terdapat di seluruh


tubuh, dapat dilawan

Pembusukan : Tidak Ada

Temuan dari Hasil Pemeriksaan Bagian


Luar Tubuh

1. Permukaan Kulit Tubuh


Kepala
Daerah Berambut
Tidak ada kelainan
Wajah
Tidak ada kelainan
Leher
Tidak ada kelainan
Bahu
Tidak ada kelainan
Dada
Tidak ada kelainan

Punggung
Tidak ada kelainan
Pinggang
Tidak ada kelainan
Perut
Tidak ada kelainan
Bokong
Tidak ada kelainan
Dubur
Tidak ada kelainan

Anggota Gerak Atas


Kanan
Tidak ada kelainan
Ujung jari dan jaringan di
bawah kuku tampak pucat

Kiri
Tidak ada kelainan
Ujung jari dan jaringan di
bawah kuku tampak pucat

nggota Gerak Bawah


Kanan
Tidak ada kelainan
Ujung jari dan jaringan di
bawah kuku tampak pucat

Kiri
Tidak ada kelainan
Ujung jari dan jaringan di
bawah kuku tampak pucat

2. Bagian tubuh tertentu


Mata

Alis mata : warna hitam, tidak ada kelainan.


Bulu mata : warna hitam, tidak ada kelainan.
Kelopak mata : tidak ada kelainan
Selaput kelopak mata : tampak pucat
Selaput bening mata : tampak lingkar penuaan penuh
Selaput biji mata : tidak ada kelainan
Manik mata : bentuk bundar, dengan garis tengah lima
millimeter, kanan sama dengan kiri, tidak ada kelainan
Pelangi mata : warna hitam, tidak ada kelainan.

Hidung
Bentuk hidung: tidak ada kelainan
Permukaan kulit hidung: tidak ada kelainan
Lubang hidung: tidak ada kelainan

Telinga
Bentuk telinga: tidak ada kelainan
Permukaan daun telinga: tidak ada kelainan
Lubang telinga: tidak ada kelainan

Mulut

Bibir : tampak pucat


Selaput lendir mulut : tidak ada kelainan
Lidah : tidak ada kelainan
Langit langit mulut: tidak ada kelainan

Gigi Geligi

Rahang atas
Kanan : tidak ada gigi.
Kiri : tidak lengkap. Terdapat sisa gigi geraham belakang
kedua
dan ketiga.

Rahang bawah
Kanan : tidak lengkap. Gigi seri pertama dan gigi geraham

belakang pertama sisa akar. Gigi geraham depan kedua, gigi


geraham belakang kedua, gigi geraham ketiga tidak ada.
Kiri : tidak lengkap. Gigi seri pertama sisa akar. Gigi geraham
depan kedua, gigi geraham belakang pertama, gigi geraham
belakang kedua, gigi geraham belakang ketiga tidak ada

Alat Kelamin

Pelir : sudah disunat, tidak ada kelainan


Kantung pelir : teraba dua buah biji pelir
pada kantung pelir

2. Tulang - Tulang

Tulang Tengkorak : tidak ada kelainan


Tulang wajah : tidak ada kelainan
Tulang Belakang : tidak ada kelainan
Tulang Tulang Dada : tidak ada kelainan
Tulang Tulang Panggul : tidak ada kelainan
Tulang Anggota Gerak : tidak ada kelainan

Kesimpulan

Berdasarkan temuan-temuan yang didapatkan dari


pemeriksaan atas jenazah tersebut maka saya
simpulkan bahwa telah diperiksa jenazah adalah
seorang laki-laki, umur kurang lebih lima puluh
tahun, kesan gizi cukup. Dari pemeriksaan luar tidak
didapatkan tanda-tanda kekerasan. Sebab kematian
tidak dapat ditentukan dari pemeriksaan yang telah
dilakukan sesuai permintaan penyidik.

TINJAUAN PUSTAKA

Definisi Sudden Death


Menurut WHO:
Kematian yang terjadi dalam 24 jam setelah muncul gejala.
Namun pada kasus-kasus forensik, sebagian besar kematian terjadi
dalam hitungan menit atau bahkan detik sejak gejala pertama
timbul.
Kematian tidak terduga.
Tidak ada unsur trauma dan keracunan.
Tidak ada tindakan yang dilakukan sendiri yang dapat
menyebabkan kematian.
Kematian disebabkan penyakit yang gejalanya tidak jelas atau
gejala terjadi mendadak, lalu korban mati.

Etiologi
Sistem
Kardiovaskular
Sistem
Pernapasan
Sistem Susunan
Saraf Pusat

Sistem
Gastrointestinal

Penyakit jantung hipertensi, kardiomiopati,


miokarditis, perikarditis, penyakit jantung
reumatik, infark miokardia
Asfiksia, Pneumothorak,
emboli pulmonal

asma

bronkiale,

Edema serebral, hipertensi

Ulserasi duodenal atau gaster,


varises esofagus, perdarahan
akut pankreatitis

Sklerosis/Trombus
Aliran darah ke jantung menurun

Iskemia pada jaringan otot janttung


Iskemia pada jaringan otot janttung
Metabolisme Anaerob

Hipoksia Seluler

Timbunan Asam Laktat


meningkat

Kontraktilitas menurun

COP turun
Fatique

Intoleransi
aktivitas

Nyeri

Cemas

Gangguan Perfusi Jaringan

Kegagalan
pompa jantung
Gagal Jantung

Autopsi Pada Kasus Sudden Death


Tanpa
autopsi

Autopsi
Dianggap wajar

Dugaan unsur
kriminal atau
kelalaian

Autopsi :
Pemeriksaan terhadap tubuh mayat, meliputi pemeriksaan terhadap bagian luar
maupun dalam.
Tujuan:

menemukan proses penyakit dan atau adanya cedera

melakukan interpretasi atas penemuan-penemuan tersebut

menerangkan penyebab kematian

mencari hubungan sebab akibat antara kelainan-kelainan yang ditemukan


dengan penyebab kematian

Autopsi Pada Kasus Sudden Death


Keadaan
mencurigakan,
seperti tanda
kekerasan

Kadang kematian mendadak disebabkan penyakit


dapat dipacu kekerasan yang disengaja, tanpa
meninggalkan tanda pada tubuh korban.

Umur korban

Menentukan perlu diautopsi atau tidak.


Mati mendadak jarang pada usia muda, curigai ada
unsur kriminal.

Permintaan
keluarga

Autopsi
dilakukan
atas permintaan
keluarga,
yang ingin mengetahui sebab kematian korban.
Untuk kepentingan asuransi.

Analisa Kasus

Pada mayat hanya dilakukan pemeriksaan luar:


Tidak didapatkan tanda-tanda kekerasan.
Didapatkan keadaan gizi cukup, selaput bening mata tampak
lingkaran penuaan, ujung jari dan jaringan bawah kuku
tampak pucat. Sehingga dari tanda ini kami simpulkan
jenazah meninggal mati mendadak.

SEKIAN
dan
TERIMA KASIH