Anda di halaman 1dari 25

Rhinitis vasomotor

by: Nurul Aini Yudita

ANATOMI HIDUNG
Hidung

Luar (Nasus Eksternus)

DEFINISI
Rhinitis vasomotor adalah suatu keadaan
idiopatik yang didiagnosis tanpa adanya infeksi,
alergi, eosinofilia, perubahan hormonal, dan
pajanan obat.

SINONIM
Vasomotor

catarrh, vasomotor rinorrhea,


nasal vasomotor instability, non-allergic
perennial rhinitis.

EPIDEMIOLOGI
30-60%

dari kasus rinitis


> wanita dewasa
Dekade ke 3-4.

ETIOLOGI
Etilogi

pasti rinitis vasomotor belum


diketahui dan diduga akibat gangguan
keseimbangan sistem saraf otonom yang
dipicu oleh zat-zat tertentu. 6,7,8

FAKTOR RISIKO
Beberapa

faktor yang mempengaruhi


keseimbangan vasomotor : 8
Obat-obatan,
Faktor

fisik,
Faktor endokrin,
Faktor psikis.

PATOFISIOLOGI
1.
2.
3.
4.

Neurogenik (disfungsi sistem otonom)


Neuropeptida
Nitrit Oksida
Trauma

Simpatis:

nonadrenalin & neuropeptida Y


fungsi: vasokonstriksi dan sekresi

Parasimpatis:

asetil kolin
fungsi: vasodilatasi, sekresi kongesti

Pada hidung normal, simpatis lebih dominan

Neurogenik
Rhinitis Vasomotor

Parasimpatis dan simpatis

Dilatasi arteriola & kapiler + permeabilitas kapiler

Transudasi cairan, edema, & kongesti

GEJALA KLINIS
Keluhan

bersin-bersin tidak begitu


Tidak terdapat rasa gatal di hidung dan
mata.
Gejala dapat memburuk pada pagi hari
waktu bangun tidur oleh karena adanya
perubahan suhu yang ekstrim, udara
lembab, dan juga oleh karena asap rokok dan
sebagainya.1
Dapat dijumpai keluhan adanya ingus yang
jatuh ketenggorok (post nasal drip).

Berdasarkan

gejala yang menonjol,


kelainan ini dibedakan dalam 3
golongan, yaitu :
Golongan

bersin (sneezers),
Golongan rhinorea (runners),
Golongan tersumbat (blockers).

Pemeriksaan Rhinoskopi
Rinoskopi

anterior tampak gambaran


klasik berupa edema mukosa hidung,
konka hipertrofi dan berwarna merah
gelap / merah tua dapat pucat.
Permukaan konka dapat licin / berbenjol
(tidak rata).
Pada rongga hidung terdapat sekret
mukoid, biasanya sedikit.

Pemeriksaan Tambahan
Test

curik kulit biasanya negatif, serta


kadar Ig E total dalam batas normal.

Diagnosis Banding
Pembanding

Rhinitis Alergi

Rhinitis Vasomotor

Mulai serangan

Belasan tahun

Dekade ke 3 4

Riwayat terpapar allergen Riwayat terpapar allergen (-)


Etiologi

(+)
Reaksi Ag-Ab terhadap

Reaksi neurovaskuler

rangsangan spesifik

terhadap beberapa
rangsangan mekanis atau
kimia, juga faktor psikologis

Gatal & bersin

Menonjol

Tidak menonjol

Pembanding

Rhinitis Alergi

Rhinitis Vasomotor

Gatal di mata

Sering dijumpai

Tidak dijumpai

Test kulit

Positif

Negatif

Sekret hidung

Peningkatan eosinofil Eosinofil tidak


meningkat

Eosinofil darah

Meningkat

Normal

Ig E darah

Meningkat

Tidak meningkat

Neurektomi n.

Tidak membantu

Membantu

vidianus

Penatalaksanaan
Terapi konservatif

Menghindari stimulus/ faktor pencetus.

Berdasarkan

Golongan

gejala yang menonjol:

bersin (sneezers) antihistamin dan


glukokortikosteroid topical.
Golongan rhinorea (runners), anti kolinergik
topikal.
Golongan tersumbat (blockers),
glukokortikosteroid topikal dan vasokonstriktor
oral.

Pengobatan simtomatis:
- Obat-obatan dekongestan oral
- Cuci hidung dengan larutan garam fisiologis
- Kauterisasi konka hipertrofi dengan larutan
AgNO3 25% atau triklor-asetat pekat

- Kortikosteroid topikal 100-200 mikrogram, dapat


ditingkatkan sampai 400 mikrogram sehari

Penatalaksanaan
Terapi Operatif
Simptom

Jenis terapi

Obstruksi hidung Reduksi konka

Prosedur
- Kauterisasi konka (chemical atau
electrical)
- Diatermi sub mukosa
- Bedah beku (cryosurgery)

Reseksi konka

- Turbinektomi parsial atau total


- Turbinektomi dengan laser (laser
turbinectomy)

Rinore

Vidian neurectomy Eksisi nervus vidianus


Diatermi nervus vidianus

Komplikasi
Sinusitis
Eritema

pada hidung sebelah luar


Pembengkakan wajah

Prognosis
Bervariasi

(membaik

tiba-tiba

atau

resisten)
Golongan obstruksi lebih baik dari pada
rhinore.

TERIMA KASIH