Anda di halaman 1dari 12

Politeknik Negeri Semarang

Prodi Teknik Telekomunikasi

Jurusan Teknik Elektro


Praktek Elektronika Telekomunikasi

JOBSHEET 1
LAPORAN PRAKTEK
ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI

Disusun oleh:
Fandi Setio K / TK2C ( 08 )

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
2014

Politeknik Negeri Semarang


Prodi Teknik Telekomunikasi

Jurusan Teknik Elektro


Praktek Elektronika Telekomunikasi

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI...............................................................................................................2
A. Tujuan...................................................................................................................3
B. Dasar Teori...........................................................................................................3
C. Alat dan Bahan.....................................................................................................6
D. Langkah Percobaan..............................................................................................6
E. Data Hasil Percobaan...........................................................................................8
F. Analisis Data dan Perhitungan.............................................................................9
G. Jawaban Pertanyaan dan Tugas ..........................................................................10
H. Kesimpulan..........................................................................................................12

Politeknik Negeri Semarang


Prodi Teknik Telekomunikasi

Jurusan Teknik Elektro


Praktek Elektronika Telekomunikasi

PERCOBAAN - 1
PENGUAT TAK MEMBALIK
(NON INVERTING AMPLIER)

A.

Tujuan
Setelah melaksanakan praktikum, menyusun rankaian, memeriksa rangkaian dan
menganalisa data diharapkan mahasiswa dapat :
a. Menggunakan IC operasional amplifier, sebagai penguat tak membalik dengan
perolehan (gain) tinggi.
b. Menghitung nilai komponen yang diperlukan untuk rangkaian penguat tak
membalik
c. Memperhitungkan dan mengukur penguatan, dan frekuensi cross over pada
kurva respon frekuensi.
d. Merancang rangkaian operasional amplifier sesuai dengan kebutuhan.

B. Dasar Teori
Prinsip Dasar Penguat Operasional
Penguat operasional yang ideal memiliki sifat-sifat :

Open loop Voltage gain

: AV

= ~

Input Impedance

: ZIN

= ~

Output Impedence

: ZOUT = 0

Input offset Voltage

: VIN

Input bias current

: IB

Input offset current

: IIN

= 0

IB1 IB2
0
2
= IB1 - IB2 = 0

Rangkaian Inverting (Membalik)


Inverting untuk konfigurasi dimana masukan positip menghasikan keluaran negatip
atau masukan negatip menghasilkan keluaran positip. Rangkaian dari penguat
operasional inverting ditunjukkan dengan gambar berikut ini:

Politeknik Negeri Semarang


Prodi Teknik Telekomunikasi

Jurusan Teknik Elektro


Praktek Elektronika Telekomunikasi
Rf

+ Vcc
R1

Vin

Vout

- Vcc

Gambar 1.1 Rangkaian Penguat Membalik (Inverting)


Bila suatu tegangan DC (+V IN )dipasang pada masukan (-) lewat tahanan R1, maka
arus I akan mengalir seperti terlihat pada gambar 12. Arus dikendalikan oleh Op-Amp
sedemikian rupa sehingga tegangan jatuh pada R 1 = VIN hal ini di mungkinkan karena
disini digunakan teori pengendalian dengan feed-back negatip (Tahanan Rf sebagai
elemen feed-back negatip). Bila tegangan pada input dan + kecil maka Op -Amp
akan mengoreksi sedemikian rupa sehingga selisih VIN - dengan VIN + sama dengan
nol. Dengan demikian berlaku persamaan:

VIN = I.R1

Oleh karena arus I besarnya sama, maka

VOUT

VOUT = -I.Rf.

Rf
VIN
R1

Gain Op-Amp dengan konfigurasi inverting adalah :

VOUT Rf

VIN
R1

tanda negatip disini menyatakan berbalik polaritas atau antara masukan dan keluaran
berbalik fasa 180, bila ditinjau dengan sinyal sinusoida.
Rangkaian Non Inverting (Tidak Membalik)
Non-Inverting untuk konfigurasi dimana masukan positip menghasilkan keluaran
positip. Atau masukan negatif menghasilkan keluaran negatif. Seperti halnya pada
rangkaian inverting, disinipun akan ditunjukan rumus gain dari rangkaian ini.

Politeknik Negeri Semarang


Prodi Teknik Telekomunikasi

Jurusan Teknik Elektro


Praktek Elektronika Telekomunikasi
Rf

+ Vcc
R1

Vout

Vin
-

- Vcc

Gambar 1.2. Rangkaian Non-Inverting


Tegangan positip VIN dihubungkan ke terminal masukan (+) Op-Amp, seperti halnya
pada rangkaian inverting beda tegangan pada masukan (-) dan (+) adalah sama dengan
0(nol), sehingga tegangan masukan sama dengan tegangan jatuh pada R1 dan
tegangan keluaran akan sama dengan tegangan pada R1 ditambah dengan tegangan
pada Rf. Untuk itu berlaku rumus hubungan antara masukan dan keluaran sebagai
berikut:
VIN

= I.R1

VOUT = I(R1 +Rf)

VOUT

R1 Rf
VIN
R1

VOUT R1 Rf
Rf

1
VIN
R1
R1

Gain Op-Amp

Rangkaian Voltage Folower

+ Vcc

Vout

Vin
-

- Vcc

Gambar 1.3. Op-Amp sebagai Voltage Folower


5

Politeknik Negeri Semarang


Prodi Teknik Telekomunikasi

Jurusan Teknik Elektro


Praktek Elektronika Telekomunikasi

Untuk dapat menganalisa dengan mudah kita berikan harga ekstrim pada rangkaian
gambar 1, yaitu dengan mamasang Rf = 0 dan Ri = ~. Pada kondisi ini (lihat gambar
3) Ri seolah terputus dan Rf hubung singkat, sehingga didapatkan persamaan:

VOUT
Rf
0
1
1 1
VIN
Ri
~

Jadi penguatan tegangan (gain) dari rangkaian ini = 1 dan polaritasnya tidak terbalik
antara masukan dan keluaran. Rangkaian ini sering juga disebut dengan rangkaian
penyangga (buffer)

C. Alat dan Bahan yang Digunakan


a. IC MC 3403
b. Resistor 1K (1), 100K (2), 22K (3).
c. Kapasitor 0,001F
d. CRO
e. Generator Fungsi 10 Hz s/d 1 MHz
f. Multimeter Analog & Digital
g. Catu Daya 15 Volt

D. Langkah Percobaan
1. Siapkan catu daya ( Power Supply).
2. Pastikan catu daya pada kondisi OFF dan pengatur tegangan pada posisi minimum.
3. Hubungkan catu daya dengan tegangan jala-jala.
4. Buat rangkaian seperti berikut:

Politeknik Negeri Semarang


Prodi Teknik Telekomunikasi

Jurusan Teknik Elektro


Praktek Elektronika Telekomunikasi
C1 0,001uF

R2

22K

IC 3403
+15 Volt
(2)

(4)
(1)

R3 1K

(3)

Vin

Vout

(11)
- -15 Volt

R1 22K

R4 22K

Gambar 1 4. Rangkaian untuk percobaan 1 (Rangkaian Non-Inverting)

1. Berikan sinyal kecil ke input (kira-kira 100mVp-p). Catatlah gain dari penguat.
2. Hubungkan keluaran penguat dengan masukan horizontal osiloskop, untuk melihat
bentuk lisayuous. Gantilah R1 dan R2 dengan resistor sebesar 100K. Catatlah
apa yang terjadi.
3. Dengan mengganti nilai C1, buatlah agar penguat mempunyai frekuensi cross
over pada frekuensi tinggi sbesar 12 KHz. Catat besarnya kapasitor tersebut.
4. Ubahlah rangkaian menjadi penguat pengikut yang membalikkan sinyal. Tentukan
pergeseran fasa antar masukan dan keluaran. Ukur gain penguat.

Politeknik Negeri Semarang


Prodi Teknik Telekomunikasi

Jurusan Teknik Elektro


Praktek Elektronika Telekomunikasi

E. Data Hasil Percobaan


Lembar Kerja
1. Pengamatan I
Sinyal input 100mV , hasil Gain
R1

= 22K

R2

= 22K

= 12KHz

V/div = 5 V
T/div = 0,1 ms
Vout = 4,382 V (Digital)
= 4,4 V (Analog)
Vin

= 3,621 V (Digital)

Vout

= 3,7 V (Analog)

Gain = Vout

Gain (dB) = 20 log 1,2101

Vin

= 1,6564 dB

= 4,382
3,621
= 1,2101 kali
2. Pengamatan II
Gambar Lisayous
(belum melakukan pengamatan)
3. Pengamatan III
R1 dan R2 diganti 100 K
R1

= 100K

R2

= 100K

= 12 KHz

V/div = 5 V
T/div = 0,1 m/s
Vout = 4,412 V (Digital)
= 4,5 V (Analog)
Vin

= 3,326 V (Digital)
= 3,4 V (Analog)

Politeknik Negeri Semarang


Prodi Teknik Telekomunikasi

Gain = Vout

Jurusan Teknik Elektro


Praktek Elektronika Telekomunikasi

Gain (dB) = 20 log 1,326

Vin

= 2,4508 dB

= 4,412
3,326
= 1,326 kali

4. Pengamatan IV
Ganti C1 , besarnya C1 saat fC = 12 KHz adalah
(belum melakukan pengamatan)

F. Analisa
Dari percobaan ini alat yang kami gunakan sedikit bermasalah sehingga kami
mengalami kesulitan dalam mengamati percobaan, kemudian kami bisa mengatasi
masalah tersebut dan mendapatkan data yang ada pada lembar kerja diatas. Setelah
kami amati kembali, ternyata ada ketidak sesuaian antara perhitungan teori dengan
data di atas.
Data perhitungan secara teori:
Pengamatan I
R1 = Rin = 22 Kohm ; R2 = Rf = 22 Kohm
Av = (Rf / Rin) + 1
= (22 / 22) + 1
= 2 kali
Pengamatan III
R1 = Rin = 22 Kohm ; R2 = Rf = 22 Kohm
Av = (Rf / Rin) + 1
= (22 / 22) + 1
= 2 kali

Disini terlihat data yang kami dapatkan dari percobaan tidak menghasilkan
penguatan sebesar 2 kali yang sesuai dengan teori yang dimana nilai resistor Rind an
Rf pada rangkaian sama, maka besarnya penguatan tegangan adalah 2 kali dan
memiliki fasa yang sama dengan sinyal input.
9

Politeknik Negeri Semarang


Prodi Teknik Telekomunikasi

Jurusan Teknik Elektro


Praktek Elektronika Telekomunikasi

G. Pertanyaan dan Tugas


A. Tugas
1. Rancanglah dau sistem penguat yang , keduanya memiliki dua masukan yang
sama tetapi keluarannya berbeda fasa 180, dan kedua keluarannya mempunyai
amplitudo yang sama. Kedua penguat tersebut memiliki titik roll off pada 3
KHz. Hitunglah gain dalam dB dari kedua penguat tersebut.
Jawab :

Sistem penguat pertama

Av = (159 / 53) + 1 = 4 kali atau Gain : 20 Log 4 = 12,041 dB

Sistem penguat kedua

Av = 159 / 53 = 3 kali atau Gain = 20 log 3 = 9,542 dB

10

Politeknik Negeri Semarang


Prodi Teknik Telekomunikasi

Jurusan Teknik Elektro


Praktek Elektronika Telekomunikasi

B. Pertanyaaan
1. Jika anda menggunakan IC linier opamp sebagai penguat non-inverting, sinyal
masukan diumpankan ke kaki
Jawab : Sinyal masukan d umpankan ke kaki positif (3,5,10,12), disesuaikan
dengan rangkain yang digunakan pada IC.

2. Pada penguat non-inverting, jika resistor umpan balik R2 = 100 Kohm, dan R1
= 1 Kohm, maka pengauatn dari penguat tersebut akan sama dengan ..
Jawab : -D1 : Rf = R2= 100 Kohn

; Rin = R1 = 1 Kohm

-D2 : Av ?
-D3 : Av = (Rf / Rin) + 1 = (100 / 1) + 1 = 101 kali
3. Jika R1 = R2 = 10 Kohm dan Vin = 1 Volt maka Vout = .
Jawab : - D1 : R1 = R2 = 10 Kohm ; Vin = 1 Volt
- D2 : Vout ?
- D3 : Vout = ( (Rf / Rin) + 1) . Vin
= ( (10 / 10) + 1) . 1
= 2 Volt

4. Jika R1 = R2 = 100 Kohm dan R3 = R4 = 10 Kohm, dan berapa penguatan


total rangkaian?
Jawab : I3 = (VinVc)/ 10K I4 = Vc/10K
I3 = I4

Vin = 2Vc
I1 = -I2
I1 =

I2 =
=

Vo = 2Vc
Vc =
11

Politeknik Negeri Semarang


Prodi Teknik Telekomunikasi

Jurusan Teknik Elektro


Praktek Elektronika Telekomunikasi

Vin =
Vin = Vo

5.

Jika diumpankan sinyal berupa pulsa positif pada rangkaian dalam percobaan,
maka kerluarannya akan
Jawab : Berupa pulsa positif pada rangkaian dalam percobaan, maka
keluarannya berupa pulsa positif pula. Karena rangkaian dalam percobaan ini
merupakan rangkaian tidak membalik (non inverting amplier). Jadi, hasilnya
akan sama.

H. Kesimpulan

Penguat tak membalik akan menghasilkan keluaran sama dengan


masukan kita beri contoh jika masukan bernilai positif maka
pengeluarannya pun positif begitu pula jika masukan bernilai negative
maka pengeluarannya bernilai negative.

Jika Rf besar maka penguatannya pun bernilai besar

Input dan output rangkaian penguat non inverting menghasilkan fase


yang sama

Jika ada perbedaan antara penghitungan secara teori dengan hasil data
maka kemungkinan besar dikaranakan kesalahan manusia atau alat yang
digunakan telah rusak atau tidak berfungsi dengan baik.

12