Anda di halaman 1dari 3

Zaharul Luthfi Zakiyah/13960

Peran Perlindungan Tanaman dalam Mendukung Kedaulatan Pangan


Menghadapi MEA
(Dr. Ir. Dwi Iswari.M. Sc.)

Berdasarkan UU Pangan No. 18 Tahun 2012, bahwa tujuan kebijakan adalah


mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap sumber-sumber dari luar dan
meningkatkan produktivitas dan produksi tanaman pangan. Dalam menghadapi
MEA, Indonesia harus kemandirian pangan. Kemandirian pangan adalah
kemampuan untuk memproduksi beragam pangan dengan memanfaatkan sumber
daya alam, sumber daya manusia, sumber daya ekonomi dan kearifan local secara
bermartabat. Salah satu upaya pemerintah mencapai kemandirian pangan yaitu
dengan program UPSUS PAJALE (Upaya Khusus Padi Jagung Kedelai).
Namun, masalah utama Indonesia yaitu : ketergantungan terhadap beras,
pertumbuhan permintaan pangan lebih cepat dari penyediaan, ancaman global
warming, serta adanya impor pangan, distribusi, mutu dan keamanan pangan.
Beberapa masalah telah ditemukan jawabannya, seperti masalah distribusi diatasi
dengan pembuatan tol laut misalnya mengembangkan ternak sapi ke NTB, NTT.
Selain itu, masalah mutu dan keamanan pangan diatasi dengan perbaikan lahan,
penggunaan tanaman sehat serta residu pertisida.
MEA atau Masyarakat Ekonomi ASEAN adalah suatu bentuk integrasi ekonomi
ASEAN yang diwujudkan melalui system perdagangan bebas antara negaraa-negara
anggota ASEAN, sehingga ancaman yang dialami Indonesia berkaitan dengan
perlindungan tanaman adalah masuknya OPT baru ke Indonesia melalui produk
impor, sedangkan tantangan yang dihadapi Indonesia adalah meningkatnya daya
saing. Untuk menghadapi MEA maka dilakukan beberapa langkah yaitu : Pertama,
Harmonisasi dalam bentuk peraturan-peraturan, tindakan karantina, standar mutu
produk, standar laboratorium, proses produksi (gap), sertifikasi kebun-kebun GAP,
dan lambing sertifikasi. Sedangkan yang kedua adalah meningkatkan kerjasama
lingkup Negara-negara anggota ASEAN. Di samping KEMENTAN juga melakukan
kegiatan strategis bernama UPSUS PAJALE dengan bentuk-bentuk sebagai berikut :
peningkatan produksi padi, Seribu Desa Mandiri Benih,pengembangan padi organik,
fasilitasi prasarjana pertanian, fasilitasi sarana prapanen, fasilitasi sarana
pengendalian. Penerapan teknologi (tanaman padi sistem Jarwo atau Jajar Legowo,
Haston dan SRI).
Dalam menghadapi MEA dan kaitannya dengan perlindungan tanaman adalah
sasaran pengamanan produksi dari OPT yaitu : menjaga produktivitas pagi bertaraf
tinggi, meningkatkan mutu produk, kualitas lingkungan terpelihara, efisiensi biaya
sehingga pendapatan petani meningkat, serta kaitannya dengan kesejahteraan
petani. Oleh karena itu, disusunlah strategi perlindungan tanaman dengan konsep

PHT (Pengendalian Hama Terpadu) sesuai Kebijakan Perlindungan Tanaman Tahun


1992 pada UU No. 12 Tahun 1992 dan UU No. 6 Tahun 1995.