Anda di halaman 1dari 6

Peralatan Pencegah Polusi

Dan Pencemaran Laut


Denny Akbar Nurhadyansyah / NRP. 4214105010

TEKNIK SISTEM PERKAPALAN


FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA

1. Oily Water Separator (OWS)


Oily Water Separator (OWS) adalah pesawat yang mampu memisahkan air dari air
buangan yang mengandung minyak sampai hasil pemisahannya mencapai kurang
dari 15 ppm.
Bagin-bagian dan fungsi OWS yaitu :

Blige Pump, berfungsi sebagai penghisap air got


Bilge Separator ( Stage I ), berfungsi sebagai tabung pemisah air got dengan
minyak.
Coaliser ( Stage II ), berfungsi sebagai penampungan air got yang di pisah
oleh bilge separator dari endapan minyak.
Disk ( Lempengan-lempengan ), berfungssi sebagai alat pemisah air got
dengan minyak karena perbedaan berat jenis
Piston valve, berfungsi sebagai katup untuk mengalirkan air isap yang
terpisah yang dimana minyak air kotor masuk ke Sludge tank.
Selenoide Valve, berfungsi sebgai pengatur aliranair got, bekerja atas dasar
kiriman sinyal dari minyak air kotor ( centra unit )
Sludge Oil Tank ( tangki minyak air kotor ), berfungsi sebagai penampungan
minyak air kotor.
Filter, berfungsi sebagai penyaringan yang berada di coaliser ( stage II ).

Prisip dan Kerja OWS :


Air got dihisap oleh Bilge pump diteruskan ke bilge separator ( stage II ) yang
bercampur dengan minyak. Gravity Disck dalam bilge separator yang berputar
secara sentrifuse oleh motor penggerak yang mengakibatkan memisahnya bagianbagian berat dengan lain-lainnya yang ringan. karena pengaruh berat jenis antara
air got dengan minyak kotor, maka minyak kotor terlempar bagian atas, sedangkan
bagian air got terlempar kebawah ( pengaruh sentrifugal ). minyak tersebut akan
mengirim sinyal ke unit control mengakibatkan selenoide valve bekerja, membuka
membran piston valve, sehigga minyak kotor masuk ke sludge tank,s sedangkan air
got masuk ke coaliser ( stage II ) . ke fillter naik keatas sisi kananmembalik menurun
kebawah lewat filtter ke sisi kiri. konsentrasi air got dapat di monitor menggunakan
OPM ( Oil Pollution Monitor ) bila konsentrasi menunjukan 15 ppm maka air got di
buang kelaut namun bila konsentrasi melebihi dari 15 ppm maka keadaan sistem
coaliser secara flushing dengan harapan menurunkan ppm tersebut normal dengan
menurunkan overboard. minyak kotor akan ditampung di sludge tank, selanjutnya di
bakar menggunakan Insalator yang mengakibatkan minyak terbakar menjadi gas
dan dikarenakan pencemaran minyak tidak diperbolehkan di buang ke laut.

2. ODM (Oil Discharge Monitoring)

ODM merupakan alat yang berfungsi untuk mendeteksi kadar kandungan minyak
sampai memenuhi persyaratan bahwa air yang dihasilkan memiliki kadar minyak
maksimum 15 ppm. Peralatan untuk mendeteksi kadar minyak pada ODM disebut
oil content meter. Apabila kadar minyak melebihi 15 ppm maka alarm system pada
Oil content meter akan berbunyi atau menyala sebagai peringatan. Sistim kerja
ODM adalah memberikan peringatan sebelum pembuangan air kelaut apabila
kandungan minyak melebihi 15 ppm dan selanjutnya air akan disaring/difilter ulang.
ODM ada yang dilengkapi dengan peralatan penutup katup pembuangan kelaut
(Automatic stopping device) yang bekerja secara otomatis. Katup ini akan
menerima sensor dan menutup secara otomatis apabila kadar minyak melebihi 15
ppm. ODM ada yang dilengkapi dengan fasilitas pencatat kandungan minyak.
Pencatat kandungan minyak ini akan menunjukkan secara grafis tingkat kandungan
minyak sebelum pembuangan. Sehingga apabila dalam pembacaan terlihat bahwa
kandungan minyak melebihi 15 ppm maka pembuangan segera dihentikan. Untuk
pengoperasian dikapal harus dilengkapi dengan buku petunjuk, gambar instalasi
pipa dan katup. Untuk yang dulengkapi dengan alat pencatat (recording device)
harus dilengkapi dengan kertas pencatat cadangan.

3. Incinerator
Incinerator adalah tungku pembakaran, selain sebagai kelengkapan dari peralatan
oily water separator (OWS ) atau sebagai alat pencegah pencemaran diluar. Fungsi
lain adalah :
a) Untuk membakar minyak kotor berasal dari hasil pemisahan minyak dan air
pada OWS
b) Membakar majun bekas, serbuk kayu, kertas d.I.I
c) Membakar minyak pelumas bekas
Dari segi kontruksi peralatan ini terdiri dari :
a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)
h)

Ruang pembakaran
Rumah pembakaran
Pompa minyak
Brander
Penyala / pemantik
Fan
Safety device
Control panel

4. Oil Boom

Oil boom adalah peralatan yang digunakan untuk melokalisir atau mengurung
tumpahan minyak di air. Penggelaran oil boom merupakan tindakan pertama yang
dilakukan ketika terjadi kecelakaan tumpahan minyak, oil boom melokalisir dan
mencegah minyak menyebar dan mencemari area yang lebih luas. Kecepatan
penggelaran oil boom sangatlah penting, karena minyak yang tumpah di air dapat
menyebar dengan cepat tergantung kepada jenis minyak, jumlah minyak yang
tumpah, kecepatan arus, gelombang dan angin. Semakin lama waktu penggelaran
oil boom, semakin luas area yang tercemar, semakin besar usaha penanggulangan
dan pada akhirnya semakin besar biaya yang perlu dikeluarkan.

Struktur oil boom terdiri atas:


a) Skirt, material yang membungkus oil boom, mampu menghalangi minyak
b) Float, pelampung yang memberi daya apung pada oil boom, bisa berupa PE
foam, PU foam atau ruang udara
c) Ballast, pemberat untuk memastikan oil boom selalu dalam posisi tegak lurus
terhadap permukaan air
d) Connector, alat untuk menghubungkan satu bagian (section) oil boom
dengan bagian yang lain
e) Anchor point, bagian untuk menyambungkan jangkar dengan oil boom,
terletak di connector
f) Freeboard, bagian oil boom yang berada diatas permukaan air
g) Draft, bagian oil boom yang berada dibawah permukaan air
h) Boom overall, keseluruhan tinggi oil boom >> freeboard + draft
Berdasarkan tipe pelampungnya (float) oil boom dibagi manjadi 2:
1. Inflatable Boom
2. Solid Floatation Boom

5. Oil Skimmer
Oil skimmer adalah suatu alat yang digunakan untuk mengumpulkan minyak yang
tumpah. Oil skimmer memiliki kemampuan untuk memisahkan minyak dari air dan
memindahkannya ke tempat penampungan sementara (temporary storage).

Pemilihan tipe oil skimmer didasarkan pada:


a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)

lokasi dan kondisi perairan


tingkat kekentalan minyak / viskositas
jenis minyak (oil properties)
keberadaan sampah di air
kedalaman air,
ketebalan tumpahan minyak
dan jumlah minyak yang tumpah.

Berdasarkan sistem kerjanya, oil skimmer terbagi atas:


a)
b)
c)
d)

Oleophilic Skimmer
Weir Skimmer
Vacuum Skimmer
Mechanical Skimmer

6. Oil Spill Dispersant (OSD)

Oil Spill Dispersant OSD adalah chemicals yang disemprotkan ke arah sisa2 oil spill
yang masih ada (setelah melalui proses skimming) dengan memakai spray gun.
Dispersant ini akan membuat gumpalan2 oil ter-dispersed dan terbiodegradasi agar
efek pollutant dari oil spill tsb bisa diminimalisir dan atau dihilangkan. Ada beberapa
jenis oil spill dispersant berdasarkan cara kerjanya :
a) OSD tipe pengumpul, artinya chemicalnya akan mengumpulkan minyak
(melokalisir)
agar
tidak
menyebar
lalu
dilanjutkan
dengan
pengambilan/penyedotan minyak yang telah terkumpul tadi.

b) OSD tipe pemecah, artinya partikel minyakl akan dipecah hingga sangat kecil
lalu akan tersebar dengan bantuan arus laut. Dengan terpecahnya partikel
minyak maka konsentrasinya pun akan menjadi kecil.
c) OSD tipe penggumpal. Artinya tumpahan minyak akan dikumpulkan lalu
setelah ukuran partikelnya cukup besar dengan sendirinya akan tenggelam.