Anda di halaman 1dari 10

1.

Menurut anda, apa yang dimaksud dengan SCADA dan mengapa sistem
SCADA diperlukan dalam pendistribusian tenaga listrik? Jelaskan!
SCADA adalah suatu sistem yang dapat memonitor dan mengontrol
suatu peralatan atau sistem jarak jauh secara real time. SCADA
terdiri dari perlengkaan hardware dan software.

2. Bagaimana cara kerja sebuah sistem SCADA hingga bisa membantu operator/dispatcher
dalam memonitor dan mengatur sistem tenaga listrik?

sistem SCADA terdiri dari Master Station, Remote Station (remote terminal unit),
peripheral (rangkaian proses dan supply) dan saluran komunikasi data yang
menghubungkan sistem secara keseluruhan.
RTU yang berada di lapangan berhubungan dengan komputer server yang
berada di control center melalui jalur telekomunikasi. Komunikasi tersebut dapat
melalui kabel pilot, fiber optic, PLC atau Radio. Selain itu, sistem SCADA juga
memiliki berbagai peralatan pendukung seperti sistem power supply, battery dan
UPS (uninteruptable power suply).
Data yang dikirim ke Control Center melalui media komunikasi diterima melalui
Front End. Dalam hal ini Front End berfungsi untuk melakukan polling terhadap
Remote Terminal Unit (RTU) dan sebagai interface antara komputer subsistem
dengan sistem transmisi data RTU. Disamping itu, Front End juga mengambil
alih sebagian tugas pada Komputer Subsistem terutama dalam hal pengumpulan
data-data dari RTU, mengerjakan fungsi cross reference input data, konversi
data pengukuran ke engineering unit dan lain-lain.
Front End terhubung dengan GPS (global positioning system) dan LAN (local
area network) di Master Station. Pada sistem ini, GPS digunakan untuk
melakukan sinkronisasi waktu, saat data dari RTU diterima melalui Front End.
Data-data dari Front End kemudian diterima oleh server sehingga data-data

tersebut dapat ditampilkan ke operator dan engineer workstation. Server terdiri


dari dua buah komputer yang fungsinya sebagai master dan back up. Data-data
yang ada pada back up computer akan meng-update secara otomatis data-data
yang ada pada primary computer agar apabila primary computer mengalami
gangguan maka back up computer akan segera dapat mengambil alih fungsi
primary computer dengan data-data pada kondisi akhirnya.
Data-data yang masuk akan disimpan berupa softcopy dalam exsternal storage,
sedangkan dalam bentuk hardcopy, data dicetak melalui logger PC. Data dapat
langsung tercetak apabila ada alarm atau event yang diterima oleh Master
Station atau akan tetapi agar lebih efisien data dicetak jika diperlukan saja. Data
ini akan tersimpan dalam harddisk. Agar harddisk tidak penuh maka secara
otomatis data dari harddisk akan di backup ke network attached storage (NAS).
Jika data telah ter-backup di NAS maka data yang di harddisk akan dihapus
secara otomatis sehingga selalu tersedia kapasitas yang cukup pada harddisk
agar server dapat beroperasi dengan baik. Back up data ini tergantung dari
sistem SCADA yang dipakai.
3. Jelaskan yang dimaksud dengan Distribution Management System (DMS) dan
jelaskan fungsinya dalam sistem SCADA!

DMS

mempunyai

prinsip

kerja

data

diolah

dan

ditampilkan

sehingga

memudahkan pengguna dalam memonitor kondisi sistem tenaga listrik secara


real time. Salah satu fungsi spesifik dari software yang ada di master station
adalah untuk mengelola database. Database tersebut berisi informasi tentang
input dan output RTU. Dengan informasi pada database tersebut, master
computer dapat mengenali setiap peralatan yang ada di lapangan yang
berhubungan dengan telesignal, telemeter dan telecontrol.
4. Sebutkan 3 macam protokol komunikasi yang digunakan dalam sistem
SCADA, jelaskan masing-masing!

3.1

Kabel Pilot

Kabel pilot merupakan telepon dapat digunakan untuk keperluan komunikasi data
maupun suara. Biasanya kabel ini berjalan paralel dengan kabel tegangan
menengah atau tinggi, maka konstruksi kabel dirancang khusus tidak seperti kabel
telepon biasa. Kabel pilot mengalami gaya-gaya mekanis yang ditimbulkan oelh
gaya-gaya elektromekanis yang kuat sepanjang kabel tersebut terutama bila kabel
tegangan tinggi yang berdekatan mengalami gangguan hubung singkat ke tanah
maupun hubung singkat antar fasa. Sedangkan kekuatan isolasinya dirancang
untuk tahan terhadap tegangan lebih yang mungkin menjalar sepanjang kawat
maka pada prakteknya kedua ujung kabel jarang dihubungkan langsung dengan
perangkat komunikasi namun terlebuh dahulu dipasang trafo isolasi dilengkapi
dengan pengaman.
Hal-hal lain yang perlu diperhatikan dalam memilih pasangan kawat adalah
ketidak seimbangan kapasitif yang berlebihan sehingga menyebabkan timbulnya
cross talk yang dapat menggangu sistem komunikasi. Paaraemter parameter
lainnya sama seperti kabel telepon biasa. Kecepatan komunikasi data dalam
sistem duplek dapat mencapai 600 bps sedangkan untuk sistem simplek maupun
semi simplek dapat ditingkatkan samapai 9.600 bps.

3.2

Radio

Penggunaan radio sebagai media komunikasi data mempunyai beberapa


keuntungan yang dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dalam
menggunakan radio untuk keperluan sistem SCADA antara lain sebagai berikut :
a. Tidak tergantung pada jaringan sistem tenaga listrik yang ada, sistem
komunikasi tetap tersedia walaupun kondisi jaringan dalam keadaan
terputus atau pemeliharaan.
b. Tidak tergantung pada jaringan publik sehingga bebas melaksanakan
pemeliharaan.
c. Biaya investasi yang dibutuhkan lebih rendah dibandingkan dengan sistem
komunikasi kabel.

Konfigurasi radio sesuai dengan kebutuhan dapat menggunakan point to point


(master to master) atau point to multi point (master to slave). Frekuensi dari radio
data ini dapat menggunakan VHF maupun UHF. Secara umum besarnya daya
pemancar

dan jenis penguatan antena yang diperlukan tergantung atas

parameter-parameter sebagai berikut :


a. Rugi-rugi transmisi
b. Besarnya Noise
c. Besarnya hasil perhitungan interferensi
d. Keandalan yang diharapkan.
Konfigurasi master-slave dapat ditunjukkan seperti gambar dibawah ini.

Gambar 19. Konfigurasi Master Slave

3.3

Power Line Carrier

Power Line carrier merupakan system komunikasi yang paling banyak ditemukan
pada system tenaga listrik. Penggunaan PLC banyak digunakan untuk keperluan
SCADA, komunikasi suara, teleproteksi dan pembacaan-pembacaan meter-meter
secara remote.

Lebar bidang frekuensi yang umum dipergunakan berkisar mulai dari 30 kHz
sampai dengan 500 kHz. Pembatasan lebar bidang tersebut tergantung pada :
a. Konstruksi dari filter frekuensi tinggi dan rendah.
b. Pengaruhnya pada radio-radio broadcasting.
c. Pengaruhnya pada radi pelayanan system navigasi udara.
d. Menghindari interferensi diantara sesama jalur transmisi yang berdekatan
perlu membuat isolasi sedemikian rupa untuk menghindari penggunaan
frekuensi yang sama tidak saling mengganggu.
Sinyal telekomunikasi yang disalurkan harus ada peralatan khusus yang berfungsi
memasukkan

(mencampur)

dan

mengeluarkan

(memisahkan)

sinyal

telekomunikasi di ujung-ujung SUTT dari frekuensi 50 Hz atau frekuensi enegi


listrik yang disalurkan melalui SUTT. Secara konfigurasi sistem PLC dapat
digambar seperti dibawah ini.

Gambar 20. Konfigurasi Sistem PLC

Keterangan gambar:
1.

Line Trap

2.

Capacitor

3.

Pengaman

4.

Line Matching Unit (LMU)

5.

Perangkat HF

6.

Remote Terminal

7.

Panel Kontrol

8.

Rele Kendali

9.

Telephone

10. Recorder
11. Rangkaian Proses
12. Terminal Telemeter

3.4

Fiber Optic

Saat ini serat optik merupakan sarana komunikasi mulai dari jaringan komunikasi
yang sederhana sampai yang komplek. Dalam sistem tenaga listrik penggunaan
fiber optik sebagai sarana komunikasi juga ikut berkembang. Transmisi-transmisi
baru dirancang dengan menggunakan fiber optic yang diletakkan di dalam ground
wire.
Macam-macam fiber optic yang dipergunakan di dalam sistem tenaga listrik
terbagi dalam beberapa macam yaitu :
a.

OPGW (Optical Fiber Ground Wire).

Jenis Fiber Optic yang ditanam ditengah-tengah kawat tanah.


b.

ADSS (All Dielectric Self Supporting).

Jenis Fiber Optic yang dipasang dan ditarik antara tiang transmisi atau distribusi.
Pemasangan fiber optic ini dipasang pada kuat medan yang paling rendah untuk
menghindari efek gap tegangan pada permukaan fiber optic yang dapat merusak
kabel.

c.

GWWOP (Ground Wire Wrap Optical Fiber)

Jenis fiber optic ini dililitkan pada kawat tanah dan dipasang untuk saluran
transmisi yang sudah ada.
Beberapa kelebihan dan keuntungan penggunaannya adalah sebagai berikut :
a.

Mempunyai lebar bidang frekuensi yang sangat tinggi hingga mencapai

2,5 GBps. Dengan demikian satu serat optic dapat dipergunakan untuk
menampung ratusan saluran komunikasi, jauh lebih besar dibandingkan dengan
pilot kabel atau radio gelombang mikro.
b.

Relatif lebih kecil dan ringan dibandingkan pilot kabel, sehingga

pemasangannya jauh lebih mudah.


c.

Bebas dari gangguan interferensi gelombang elektromagnetik.

d.

Dari segi security sangat aman.

e.

Mempunyai rugi-rugi transmisi yang kecil.

f.Kemampuan mekanis yang baik sehingga mampu self supporting.


g.

Biaya per bit informasi lebih murah.

h.

Keandalan yang tinggi dan pemeliharaan yang murah.

i. Life time dapat mencapai 30 tahun.

3.5

Wifi (Wireless Fidelity)

Wireless Fidelity adalah radio dengan menggunakan gelombang mikro pada


frekuensi 2,4 GHz dan 5,5 GHz. Radio gelombang mikro bekerja berdasarkan
hubungan langsung berhadap-hadapan antara antenna parabola pada jarak line of
sight.
Wifi pada dasarnya berbasis peralatan Wireless LAN, yang sesuai dengan standar
802.11b atau IEEE 802.11a dan berjalan pada kecepatan 11 Mbps yang jauh lebih
tinggi bila dibandingkan dengan koneksi yang lain seperti line telepon. Peralatan
ini banyak disupport oleh vendor.
Sistem komunikasi ini berbasis Internet Protokol (IP Based) dan banyak
dipergunakan sebagai infrastruktur internet karena :
a.

Dapat menekan cost biaya line telepone.

b.

Mudah instalasinya dan jangka panjang biaya lebih rendah

dibandingkan line telepon.


c.

Kecepatan bit mencapai 1 11 Mbps jika mengacu standard IEEE

802.11b.
d.

Merupakan standard yang open peralatan banyak tersedia di

pasaran.
Ada beberapa parameter yang harus dihitung dengan benar agar sistem bekerja
sesuai dengan spesifikasinya yaitu :
a.

System Operating Margin (SOM), yang berhubungan dengan daya

transmisi, type antena, panjang kabel koaksial. Jadi dapat ditentukan power
margin sesuai jarak jangkauannya.
b.

Free Space Loss (FSL), kerugian daya setelah melalui jarak yang

ditentukan.
c.

Fresnel Zone Clearance (FZC), untuk melihat ketinggian antena yang

diperlukan untuk melalui rintangan.


d.

Antenna bearing, antenna down tilt, dan antenna down tilt coverage

radius diperlukan untuk mengetahui titik secara tepat atau sudut area dari radio.
5. Jelaskan prinsip kerja rectifier dan batere!

Rectifier sering atau Konverter adalah suatu rangkaian alat listrik untuk mengubah
arus listrik bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC) yang berfungsi untuk suplai
DC dan mengisi Batere agar kapasitasnya tetap terjaga penuh sehingga
keandalan sumber DC pada Gardu Induk terjamin, maka Batere tersebut harus
selalu tersambung ke rectifier.
Untuk itu Rectifier ini harus disesuaikan kapasitasnya dengan kapasitas Batere
yang terpasang, paling tidak kapasitas arusnya harus mencukupi untuk pengisian
batere jenis alkali sebesar 0,2 C ( 0,2 X Kapasitas) dan 0,1 C untuk batere asam,
ditambah beban statis Gardu Induk, misalkan kapasitas batere terpasang sebesar
200 Ah maka minimum Kapasitas arus Rectifier terpasang dengan kapasitas arus
sebesar : 0,2 x 200 A = 40 A + I statis misal 10 A maka minimum kapasitas
rectifier 50 A

Oleh karena itu sumber AC rectifier tidak boleh padam / mati, untuk itu maka
pengecekan tegangan baik tegangan input AC, maupun tegangan output DC
harus secara rutin dan periodik.

Prinsip kerja pada batere antara lain:


Proses discharge pada sel berlangsung menurut skema Gambar 23 Bila sel
dihubungkan dengan beban maka, elektron mengalir dari anoda melalui beban ke
katoda, kemudian ion-ion negatif mengalir ke anoda dan ion-ion positif mengalir ke
katoda.
Pada proses pengisian menurut skema Gambar 24 Bila sel dihubungkan dengan
power supply maka, Elektroda positif menjadi anoda dan elektroda negatif menjadi
katoda dan proses kimia yang terjadi adalah sbb :
Aliran elektron menjadi terbalik, mengalir dari anoda melalui power suplly ke
katoda.
Ion-ion negatif mengalir dari katoda ke anoda
Ion-ion positif mengalir dari anoda ke katoda.
jadi reaksi kimia pada saat pengisian ( charge ) berlangsung sebaliknya.

----------------------------------------------selamat
mengerjakan------------------------------------------------------------