Anda di halaman 1dari 8

PENGANTAR

Surat yang ditulis oleh Paulus dan dialamatkan kepada jemaat di Filipi merupakan
surat Paulus yang paling pribadi (di samping surat Paulus kepada Filemon) dan informal.
Surat kepada jemaat di Filipi ini umumnya bernada tenang dan mesra, tidak ada masalah atau
kesulitan yang mendesak untuk ditangani. Suasana hati Paulus pada saat menuliskan surat ini
tidak dalam suasana tegang dan tertekan, melainkan tenteram dan penuh sukacita.
Maka dalam penyusunan makalah ini kami juga dituntut untuk dapat melihat
bagaimana kedekatan Paulus kepada para jemaat di Filipi melalui tulisan-tulisannya.
Kedekatan yang menciptakan pengetahuan yang semakin luas akan firman dan pesan-pesan
Allah yang disampaikan melalui pewartaan Rasul Paulus. Melalui penulisan makalah ini
kami bisa semakin mengetahui latar belakang, isi dan seluk-beluk penulisan surat Rasul
Paulus kepada jemaat di Filipi yang kiranya nanti sangat berguna bagi aksi pelayanan kami di
tengah-tengah umat beriman.
Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai salah satu penyelesaian penugasan
dalam mata kuliah Teologi Paulus serta sebagai bekal kami untuk lebih memahami lagi salah
satu dari surat Rasul Paulus secara lebih mendalam. Apabila dalam penulisan ini ada hal-hal
yang masih kurang sempurna atau kurang tepat, kami mohon maaf dan mohon bimbingan
saran dan kritik dari pembaca. Sekian dan terima kasih.

1. Latar Belakang Penulisan Surat Rasul Paulus Kepada Jemaat Di Filipi


1.1. Potret Komunitas di Filipi
Paulus tiba di kota Filifi dalam tahun 50-51 dalam perjuangan kerasulan yang ke-2
bersama Silas, Timotius, dan Lukkas sebagaimana diceritakan dalam kis 16:12-40. Dalam
perjalanan kerasulan ke-3 (tahun 57 dari Efesus ke Korintus) dan tahun berikut kembalinya
dari Yerusalem. Komunitas ini sangat dicintai oleh paulus yang dibalasnya juga dengan
perhatian dan kasih sayang terhadap Rasul. Setelah mereka mendengar bahwa Paulus sudah
di penjara dikirim anggota seorang jemaat, Efatroditus dengan membawa bekal dan pakaian
yang diterima dengan rasa terima kasih oleh Paulus dan kemudian dititip surat ini kepadanya.
Surat ini berciri kekeluargaan, spontan menunjukkan pribadi Rasul tapi tidak mudah
dipahami juga bila tidak dibacakan berkali. Melalui surat ini kita mengenal jiwa paulus
bersatu dalam cinra terhadap Yesus dan disertai dengan semangat evanggelisasi, penuh
kegembiraan dan perasaan sangat hangat. Banyak tidak ada nilai apapun, kematian,
kehidupan, penjara, dan kemerdekaan. Bila dibandingkan dengan Kristus dan pewartaan
injili.

1.2.

Filipi: Roma Kecil di Negeri Yunani


Kota Filifi (nama itu datang dari nama raja Makedonia yang bernama Filipus II,

kurang lebih 340 seb. Mas) terletak di propinsi Romawi Makedonia, di negeri Yunani, bagian
utara. Tempat letaknya Filipi, sedikit di pedalaman Yunani, sudah lama didiami orang. Tetapi
di zaman Pejanjian Baru kota yang didirikan raja Filipus sudah lama hilang. Kota Filipi yang
tampil dalam Perjanjian Baru adalah ciptaan orang Roma.
Mengingat caranya kota Filipi didirikan jelaslah bahwa kota itu sebuah kota Romawi.
Tidak hanya sebagian terbesar penduduknya orang Roma/Italia, tetapi juga gaya kota dan
pemerintahannya menitu ibukota Roma. Penduduk kota menganggap dirinya orang Roma
(bdk. Kis 16:21) dan membanggakan hak dan lembaga-lembaga bangsa Roma. Mereka pun
menikmati macam-macam hak istimewa pemerintahannya sendiri dan bebas pajak negara.
Maka golongan atas kota Filipi adalah orang-orang Romawi. Merekapun umumnya
memegang jabatan-jabatan kota. Golongan bawah (di samping budak-budak seperti lazim)
ialah orang-orang pribumi (orang Trasia). Secara prinsipial mereka dapat menjadi warga kota
(Roma) penuh dan memegang kota jabatan. Tetapi tidak banyak diantara mereka yang
2

berhasil, dan yang berhasil menjadi orang Roma. Di kota Filipi ternyata tidak banyak orang
Yahudi. Menurut Kis 16:13 tidak ada rumah ibadat bagi mereka. Hanya ada sebuah tempat
sembahyang, agak jauh di luar kota . memang pada orang Roma di zaman itutersebar luas
suatu rasa anti Yahudi, sehingga suasana di Roma keciln itu pasti tidak menarik orang
Yahudi untuk tinggal di kota itu.
Kota Filipi terletak di jalan raya yang menghubungkan barat dengan timur dan
mengatur kepelabuhan Naepolis di pantai timur. Dari situ orang bisa berlayar ke Asia depan.
Maka lalu lintas melalui kota Filipi cukup ramai. Namun kota itu bukan kota perdagangan
atau industri (seperti misalnya korintus). Filipi terlebih sebuah kota pedalaman dan pertanian
dan relatif kecil.
Hidup keagamaan kota Filipi cukup hangat, tetapi juga serba majemuk. Jumlah besar
kuil yang digali di tempat Filipi lama cukup mengesan. Penduduk kota Filipi ternyata suka
mencampuradukkan berbagai macam agama dan dewa. Sebagai orang-orang Roma mereka
tentu saja mempertahannya agama Roma yang resmi. Dewa dewi Roma seperti Yupiter,
Merkurius, Mars, Yuno dann Minerva dipuja sebagaimana boleh diharapkandari orang-orang
Roma khususnya pengawai-pegawai negeri. Ternyata di Filipi terutama Kaisar Roma sendiri
ramai-ramai dipuja sebagai dewa, sesiau dengan kesadaran penduduk sebagai warga negara
Roma. Tetapi di samping dan bersama agama resmi itu penduduk kota Filipi menganut
macam-macam agama lain dengan dewa-dewinya sendiri. Terutama dewa-dewi setempat
(Trasia) Zazin dipuja. Tetapi juga tersebar agama-agama impor, khususnya dari Mesir.
Kepercayaan akan hidup sesudah mati di Filipi ternyata tersebar luas dan didukung oleh
beberapa agama setempat dan agama dari luar. Pemuja-pemuja dewa-dewi tertentu suka
membentuk serikat khusus yang menyelenggarakan ibadat dan upacara-upacara khusus
untuk menghormati salah satu dwa-dewi. Boleh jadi dewa-dewi khusus itu dipuja sebagai
Allah yang Mahatinggi.
Di kota kecil Filipi itu injil diberitahukan oleh Paulus disertai Silas dan orang-orang
lain. Dengan panjang lebar berceritera tentangnya. Garis-garis besar ceriteranya itu kiranya
cukup sesuai dengan kenyataan. Apa yang menarik perhatian dalam ceritanya itu ialah
penulis menekannya bahwa Paulus pergi ke Filipi terpimpin oleh Allah sendiri, Roh Tuhan
(kis 16:6.9-10). Dari pelabuhan Naepolis Paulus serta rombongannya langsung ke Filipi,
tidak mewartakan injil di Naepolis dan tidak pergi ke kota yang lebih penting, yaitu
Amfipolis. Penulis mencatat bahwa Filipi sebuah kolon Romawi. Bagitu injil terpimpin oleh
3

Roh Kudus sendiri dibawa ke Eropa dan pertama-tama diberitakan di Roma kecil, Filipi. Ini
semacam antisipasi dan persiapan untuk pemberitaan injil di ibukota Roma sendiri, akhir dan
tujuan kisah para rasul tidak segan mengolah bahan yang tersedia baginya. Ia misalnya
menyisipkan dua mijizat dan boleh jadi ia mempersatukan beberapa berita mengenai apa
yang pernah terjadi di Filipi.

1.3.Rasul Paulus dan Keadaan Jemaat di Filipi


Pewartaan Injil kepada jemaat di Filipi tidaklah pasti kapan pertama kalinya
diberitahukan, tetapi jelaslah ada tanggapan positif kendati kesulitan dan perlawanan.
Mengingat suasana umum di kota Filipi, tanggapan positif atas agama baru di timur itu tidak
terlalu mengherankan. Apa yang barangkali paling menarik orang Filipi ialah pewartaan
tentang hidup kekal setelah kematian. Ini sesuai dengan kepercayaan yang sudah tersebar luas
di kalangan penduduk kota Filipi. Tidak sulit pula bagi orang yang percaya kepada
pemberitaan injil untuk bergabung menjadi sebuah serikat, kelompok kecil, seperti sudah
banyak di kota Filipi.
Tidak dapat dipastikan apakah jemaat di Filipi besar atau agak kecil. Hanya
nampaknya keadaan ekonomi jemaat tidak terlalu lemah. Berulang kali mereka dapat
memberi sumbangan keuangan kepada Paulus dan mereka jauh dari kikir. Memang Filipi
sebuah kota yang relatif makmur. Anggota-anggota jemaat ternyata buka orang Yahudi
melainka bekas Kafir.

1.4.Tempat Penulisan Surat Paulus Kepada Jemaat di Filipi


Paulus menulis suratnya ini dari dalam penjara. Itulah sebabnya Filipi dikelompokkan
bersama dengan Efesus, Kol dan Flm menjadi sebuah kelompok surat Paulus tersendiri.
Tomotius dekat pada Paulus dan segera mau dikirim ke Filipi. Melalui Epafroditus Paulus
dapat menerima sumbangan dari jemaat, sehingga ternyata tahanan Paulus tidak terlalu ketat.
Di tempat Paulus dipenjarakan banyak orang yang sedang sibuk memberitakan injil,
meskupun sementara pemberita innjil jelas tidak sehaluan dengan Paulus, malah berusaha
mendiskritkannya. Perkara Paulus sedang ditangani oleh pengadilan negeri. Sekali Paulus
sudah membela perkaranya. Bagaimana perkaranya akan diputuskan belum pasti. Hukuman
mati adalah suatu kemungkinan , namun Paulus hampir saja yakin bahwa tidak lama lagi
4

akan dibebaskan, sehingga dapat pergi ke praetorium dan sejumlah orang Kristen yang
termasuk rumah Kaisar di Roma. Tetapi kata itupun dipakai untuk menyebut tempat
kediaman para pengawal pribadi Kaisar di Roma. Tetapi kata itupun dipakai untuk menyebut
tempat kediaman para gubernur Roma di provinsi-provinsi beserta dengan pegawaipegawainya (termasuk pengawal pribadi). Rumah atau keluarga Kaisar tentu saja pertamatama mereka (budak, pembantu, orang yang dimerdekakan) yang berkerja di istana Kaisar di
Roma. Tepai termasuk juga mereka (budak, pegawai, yang dimerdekakan) yang mengurus
perkara dan milik pribadi Kaisar di mana saja di seluruh negara Roma.

2. Tema dan Isi Surat Rasul Paulus Kepada Jemaat di Filipi


2.1.Tema Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi
Tema dalam surat Filipi hendak mengambarkan nasehat-nasehat untuk selalu bersehati
dan bersukacita dalam Tuhan. Nada surat kepada jemaat di Filipi pada umumnya lembut dan
menggembirakan. Dalam seluruh surat sukacita tampil ke depan sama seperti kesenangan hati
Paulus dengan jemaat itu dan ketentraman hati Paulus sendiri. Mungkin sekali dalam Flp 2:611 Paulus mengutip sebuah madah yang beredar pada umat dan dalam Flp 3:20-21
memanfaatkan sebuah madah lain.

2.2.
Isi Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi
2.2.1.
Pengantar dan Salam
Jalan pikiran Filipi relatif sederhana. Dalam pembukaan (Flp 1:1-2) Paulus serta
Timotius mengucapkan selamat kepada jemaat di Filipi serta petugas-petugasnya. Menarik
perhatian bahwa Paulus tidak menyebut dirinya Rasul, seperti biasanya (kecuali 1 Tes dan 2
Tes). Mereka menyebut dirinya sebagai hamba-hamba Yesus Kristus sebab Ia adalah Tuhan
dan Majikan mereka. Perhambaan inilah yang mengantar pada kehidupan dan menuntut
ketaatan. Jemaat diberi salam dengan rumusan liturgi yang lazim dan kerap digunakan Paulus
(Flm 3) yang lebih panjang daripada salam yang ditemukan dalam surat-surat Yunani biasa
pada zaman itu (misalnya Kis 23:26).

2.2.1.

Ucapan Syukur dan Permohonan

Ucapan syukur penuh sukacita, merupakan sapaan berikut Paulus kepada jemaat di
Filipi seperti lazim terdapat dalam surat-suratnya (Flp 1:3-11). Paulus memulai dengan
mengucapkan syukur atas iman dan semangat jemaat dengan nada mesra dan akrab. Syukur
ini beralih menjadi sebuah doa permohonan Paulus kepada jemaat di Filipi agar kasih orangorang Filipi dapat terus berkembang dalam pengetahuan dan pengalaman bagi ketajaman
akan apa yang sungguh berharga. Ia memohon ini supaya mereka sampai pada hari Kristus
murni dan tanpa cela, memenuhi diri dengan buah-buah kebenaran yang datang melalui Yesus
Kristus.

2.2.2.

Berita Mengenai Keadaan Paulus

Kemudian ada sejumlah berita mengenai keadaan Paulus. Ia dipenjarakan, tetapi hal
itu hanya menguntungkan bagi pemberitaan injil. Karena itu Paulus hanya dapat bersukacita,
oleh karena Kristus dimuliakan. Karena itu pada dirinya Paulus tidak mengambil pusing
apakah akan mati atau hudup terus, malah ia lebih ingin mati sebagai martir dan begitu segera
berkumpul dengan Kristus. Namun dengan kepentingan jemaat Paulus toh yakin bahwa ia
akan dibebaskan dari penjara dan terus berkarya.

2.2.3.

Nasehat-nasehat Paulus

Berita itu beralih kepada serangkaian nasehat. Ada ajakan supaya jemaat bersatu padu
dalam iman yang dicobai oleh penderitaan. Hendaknya mereka secara intern sehati dan tidak
mementingkan dirinya, melainkan sesama saudara. Dalam hal itu jemaat harus meneladani
Kristus. Hendaknya jemaat meneruskan kehidupan kristianinya dalam dunia buruk, sehingga
Paulus berbangga dan bersukacita, meskipun barangkali mesti mengalami hukuman mati.
Ditambah beberapa berita mengenai Timotius dan Epafroditus. Paulus memuji
Timotius yang mau diutus ke Filipi. Epafroditus, utusan jemaat, membawa sumbangan, tetapi
jatuh sakit keras. Syukurlah ia sudah sembuh dan siap pergi ke Filipi.

2.2.4. Kecaman Paulus


Tiba-tiba Paulus mulai mengecam orang-orang yang membahayakan jemaat. Rupanya
ada sejumlah propagandis Yahudi yang aktif di Filipi, juga pada jemaat. Paulus menegaskan
bahwa ia sendiri seorang Yahudi sejati, tetapi karena Kristus meninggalkan segala sesuatunya
sebagai hal yang tidak bernilai sama sekali, sedangkan Paulus hanya ingin menjadi serupa
dengan Tuhannya. Ia tentu sadar bahwa belum sampai pada tujuan itu, tetapi penuh
kepercayaan ia terarah ke masa depan saja.
Paulus mengharapkan jemaatnya berpegang pada apa yang sudah mereka dapat.
Berikutnya Paulus agaknya mengecam anggota-anggota jemaat yang dalam gaya hidupnya
menyangkal kekristenannya, yaitu suatu keadaan, kewarganegaraan, surgawi, seperti
digambarkan dalam suatu madah jemaat (1: 20-21)

2.2.5. Nasihat Supaya Rukun


Kemudian menyusul lagi beberapa nasihat (Flp 4:2-9) supaya dua wanita yang sangat
berjasa ditolong untuk berdamai satu sama lain; serta agar semua jemaat juga tetap
bergembira dalam Tuhan dan menjadi teladan di masyarakat. Supaya jemaat tetap mengejar
apa saja yang baik seperti diajarkan dan dilakukan oleh Paulus sendiri.

2.2.6. Penutup Surat


Dengan hiasan retoris, Paulus menutup suratnya dengan daftar keutamaan yang
hendaknya direnungkan oleh orang-orang Filipi (Flp 4: 8-9a) dan kecuali itu hendaknya
mereka meneruskan mengikuti teladan Paulus dengan mempraktekkan apa yang telah mereka
pelajari, terima, dengar, dan lihat. Pada akhirnya Paulus mengucapkan terima kasih atas
sumbangan yang di kirim jemaat (Flp 4: 10-19).
Kata penutup dalam surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi terdiri atas suatu
pujian, salam bagi seluruh jemaat dari Paulus serta semua saudara yang ada padanya dan
berkat penutup.

DAFTAR PUSTAKA
7

Bergant, Dianne et Robert J. Karris. Tafsir Alkitab Perjanjian Baru. Yogyakarta: Kanisius,
2002.
Groenen, C. Pengantar ke Dalam Perjanjian Baru. Yogyakarta: Kanisius, 1984.