Anda di halaman 1dari 42

BAB 1

PENDAHULUAN
Dewasa ini kayu masih banyak digunakan manusia untuk berbagai jenis
keperluan, terutama untuk bahan konstruksi Kayu adalah bahan konstruksi yang
berasal dari tumbuhan alam. Teknik penggunaan kayu sebagai bahan konstruksi
terus

mengalami

perkembangan

dan

perubaan

corak

yang

mengukuti

perkembangan zaman.
Kayu-kayu yang kita dapati di hutan - hutan Indonesia sangat menunjukkan
kualitas dan kuantitas yang bermutu. Bahan konstruksi ini banyak digunakan
karena mempunyai kekuatan yang tinggi.
Mengingat jumlah kayu yang banyak di Negara kita, ada baiknya kita
menghasilkan konstruksi yang baru dengan mutu yang tinggi. Oleh karena itu,
kita harus menguasai teknik-teknik pengolahan kayu tersebut dengan baik dan
benar.
Kualitas dan mutu konstruksi kayu yang kita ciptakan dapat diukur dari
keindahan, kerapian, kekuatan, dan menurut kegunaan yang benar-benar di
perlukan.
Dalam penggunaan kayu dapat dibagi atas macam-macam pekerjaan yang
meliputi segi konstruksi dalam tiga kelompok besar, yaitu:
1. Konstruksi berat
2. Konstruksi Rumah Tangga
3. Produksi perlengkapan bangunan.

BAB II
PENGENALAN PERALATAN MANUAL DAN MESIN-MESIN KAYU
2.1 Alat-Alat Manual
2.1.1 Ketam
Biasanya alat ini digunakan untuk meratakan permukaan kayu.
Ketam terbagi kepada beberapa bagian, yaitu:

Ketam manual
1.

Ketam Baja

2.

Ketam Kayu

3.

Ketam sponing.
Gambar-Gambar Ketam

Ketam Baja

Ketam Sponing
2

2.1.2 Gergaji
Gergaji adalah untuk memotong dan membelah kayu. Gergaji terbagi
kedalam beberapa jenis, yaitu:

Gergaji belah

Gergaji Tusuk

Gergaji Punggunng

Geragaji Potong
Gambar-gambar Gergaji

Gergaji Punggung

Gergaji Potong
3

2.1.3 Alat-Alat Manual Lainnya


Masih banyak alat manual lain yang tak bisa penulis sebutkan satu persatu
karena keterbatasan waktu, sarana, dan ilmu pengetahuan penulis sendiri. Dan
alat-alat tersebut antara lain:
1. Pahat
2. Palu
3. Meteran
4. Obeng
5. Siku
6. Pensil
7. Bor Tangan
Gambar-gambar Alat Lainnya

Palu kayu

Pahat
4

Meteran

Obeng

Siku

Pensil
2.2 Alat-alat Mesin
2.2.1 Mesin Gergaji Belah (Circular Saw)
1. Keselamatan Kerja

Sesuaikan mata gergaji dengan jenis pekerjaan

Untuk membelah putus, mata gergaji harus lebih tinggi 5 mm


dari permukaan benda kerja

Untuk membelah benda harus menggunakan pengatur

Jangan membelah benda kerja kurang dari 15 cm

Pekerjaan dimulai setelah mesin benar-benar siap untuk bekerja

2. Kegunaan gergaji belah

Membelah tegak lurus dan miring

Memetong tegak lurus dan miring

Membelah putus

Membuat coakan piringan

Membuat pen bulat atau dowel

Membuat coakan

Membuat sponing

Membuat alur kapur

Membuat alur lengkung dan pinggiran

3. Pengoprasian dan langkah-langkah pengoprasian

Atur pengantar bebas sesuai dengan ukuran

Atur ketinggian daun gergaji

Atur pengantar tetap sesuai dengan ukurannya

Atur kemiringan daun gergaji

Hidupkan sumber arus listrik

Tunggu sampai mesin berputar penuh

Matikan mesin setelah menggunakannya atau setelah bekerja

Mesin Gergaji Gergaji Belah

2.2.2 Mesin Ketam Perata


1.

Kegunaan ketam perata

Mengetam tegak lurus bidang satu dan bidang dua

Mengetam sudut

Membuat terusan

Membuat sponing

Membuat coakan

2. Langkah-langka pengoprasian
Periksa terlebih dahulu mata ketam
7

Hidupkan sumber arus listrik


Atur mata ketam harus sama dengan ketinggiannya dengan meja
belakang
Atur pemakaian mata ketam 0,8 1,6 mm,yaitu meja muka lebih
rendah daripada meja belakang
Periksa kayu pekerjaan, pastikan tidak terdapat perkakas atau adanya
paku
Matikan medan setelah pekerjaan selesai
3. Keselamatan Kerja

Gunakan bidang pengaman kecuali pada saat membuat sponing

Pengontrolnya, muka dan belakang rata

Pengetaman maksimum 3 kali untuk kayu keras

Gunakan kayu pembantu untuk mendorong benda kerja tersebut


agar tidak berbahaya

Pada saat menggunakan mesin, mata ketam arus benar-benar


tajam

Tunggu mesin sampai bekerja penuh

Setelah itu mulai bekerja

Gambar Mesin Ketam Perata


2.2.3 Mesin Ketam Penebal
1. Kegunaan ketam penebal

Melanjutkan pengetaman yang telah dilakukan pada ketam


perata

Menentukan ketebalan benda kerja sesuai dengan ukuran yang


telah direncanakan

Membuat terusan

Mengetam bentuk cembung

2. Langkah-langka pengoperasian mesin ketam penebal

Hidupkan arus listrik, pastikan mesin dalam keadaan Off


sewaktu pengecekan kayu

Atur ketebalan sesuai yang di inginginkan

Hidupkan mesin sampai mesin bekerja penuh

Masukkan kayu yang akan di ketam secara perlaan-lahan

Kalau ketebalan kayu yang diinginkan belum dapat, maka ulangi


pengetaman dari awal

3. Keselamatan Kerja

Periksa terlebi dahulu mesin pengetamnya

Masukkan terlebih dahulu ujung kayu yang paling tebal kedalam


mesin ketam

Sebelum kayu di ketam, terlebih dahulu ratakan sala satu sisinya

Panjang kayu minimal 35 cm

Tebal permukaan mesin dari 1,5 - 2,6 mm

Pemutaran alat atau penyetelan ketebalan pada saat mengetam

Gambar Mesin Ketam Penebal

2.2.4 Mesin Gergaji Pita


1. Kegunaan Mesin Gergaji Pita

Untuk membuat lengkungan lurus

Untuk membuat sambungan-sambungan

2. Langkah Langkah Pengoperasian

Hidupkan sumber arus listrik

Tunggu mesin bekerja secara penuh sebelum menggergaji

Matikan mesin setelah pekerjaan selesai

10

3. Keselamatan Kerja

Periksa terlebih dahulu benda sebelum di gergaji

Periksa pengaman mata gergaji pita, pastikan sudah


terpasang

Atur jarak pita dengan pengatur

Jarak tngan jangan terlalu dekat dengan mata pita

Saat membelah mata yang bulat, gunakan alat penghantar

Jangan menarik kembali benda yang sedang digergaji

Jangan membersihkan potongan-potongan kecil didekat


mata pita saat pita sedang bekerja

Jangan menggunakan penghantar sebagai stopper

Saat memotong bentuk lengkung harus perlahan-lahan

Gambar Mesin Gergaji Pita

11

2.2.5 Gergaji ayun ( radialing saw )


Gergaji ayun adalah gergaji yang mana daunnya berada diatas yang dapat
digerak-gerakan sepanjang lengan yang dipegang salah satu tiangnya.
1. Kegunaan Mesin Gergaji Ayun

Membuat alur dalam posisi melebar

Memotong

2. Langkah Langkah Pengoperasian

Hidupkan sumber arus listrik

Tunggu mesin bekerja secara penuh sebelum menggergaji

Matikan mesin setelah pekerjaan selesai

12

Gambar Mesin Gergaji Ayun (Radialing saw)


2.2.6 Mesin bor
1. Kegunaan Mesin Bor
Membuat lubang
Membuat propel
2. Langkah-langkah pengoperasian
Ukur mata bor sesuai ukuran yang diinginkan
Hidupkan arus listrik
Letakan benda kerja diatas benda kerja
Lakukan pengeboran secara berlahan lahan
Ayun gagang pegangan bor hingga dalam posisi top yang sudah
ditentukan

13

Gambar Mesin Bor


BAB III
LATIHAN DASAR MENGETAM DAN MENGGERGAJI
3.1 Tujuan
Pada akhir pelajaran ini nanti diharapkan mahasiswa dapat:
Mengenal alat-alat dan terampil dalam Perkakas Tangan secara manual.
Terampil dalam membuat lukisan atau gambar pada benda kerja sebelum
dikerjakan
Terampil dalam Memotong dan Membelah Kayu dengan menggunakan
gergaji tangan
Terampil dalam mengetam dengan rata, lurus dan siku
3.2 Dasar Teori
Sebelum mengerjakan pekerjaan yang lebih sulit terlebi-lebih membuat
benda kerja yang permanen seperti pintu kayu, bingkai jendela, kosen, dll. Maka
perlu dilatih terlebih dahulu bagai mana menggunakan perkakas atau peralatan
manual terutama alat memotong, alat penyayat, alat pengukur, alat lukis dan alatlat manual lain yang mendukung penyelesaian pekerjaan ini. Upaya ini merupakan
pelatihan bagi mahasiswa untuk terbiasa bagaimana menggunakan perkakas kayu
yang benar dan juga menanamkan cara penggunaan peralatan serta merawat
peralatan tersebut. Hasil dari pekerjaan ini mendapat ukuran kesikuan.
3.3 Keselamatan Kerja

14

Simpanlah Alat-alat pada meja kerja dengan benar apabila


alat tersebut belum dipergunakan

Pelajari terlebih dahulau gambar kerja dan ikuti langkah


kerja dengan baik dan benar

Konsentrasi pikiran pada pekerjaan yang akan anda


kerjakan

Ikuti Petunjuk-petunjuk yang di berikan Oleh Dosen


Pembimbing Praktek

Tanyakan apa yang anda rasa perlu anda tanyakan kepada


Dosen tersebut

3.4 Alat dan Bahan


Alat-alat:
1.

gergaji
1. Gergaji tangan potong
2. Gergaji tangan belah

2. Ketam
1.

Ketam pendek

2.

Ketam panjang

3. Perusut
4. Pencil / Kraspen
5. Meteran
6. Siku
7. Palu Kayu
Bahan

Balok kayu ukuran kotor 55 cm x 7,8 cm x 5,2 cm diketam menjadi


ukuran bersih 55 cm x 7 cm x 5 cm

15

3.5 Langkah Langkah Kerja


a. Pemilihan bahan
Bahan yang digunakan jangan terlalu lunak
Keadaan kayu sebaiknya dipilih yang bagus dan baik, yaitu bermutu
dan kuat
b. Pengetaman bahan
Menyiapkan alat dan memastikan ketajaman dan kesempurnaan alat
tersebut
Menyaipkan bahan yang akan digunakan
Memilih salah satu sisi lebar kayu sebagai Muka lebar 1 untuk
pengetaman
c. Melukis bahan
Melukis gambar dengan bentuk dan ukuran sesuai jobsheet
Gunakan siku dan pensil untuk melukis
d. Menggergaji bahan
Memotong dan membelah kayu mengikuti gambar yang telah dilukis
pada kayu
Memperhatikan kelurusan dan kerapian hasil kerja penggergajian

16

3.6 Kesimpulan
Latihan

dasar

menyikukan,

mengetam,

menggergaji

(belah,potong),

menggaris,

merupakan suatu pekerjaan yang membutuhkan ketelitian,

keterampilan dan keseriusan dalam melakukan pekerjaan, karena pekerjaan


tersebut merupakan dasar utama dalam konstruksi kayu.
3.7 Saran
Utamakan kehati-hatian dan ketelitian dalam bekerja dan Jangan
mengandalkan kemampuan oran lain dalam mengerjakan pekerjaan.

17

BAB IV
SAMBUNGAN BIBIR MIRING BERKAIT
4.1 Tujuan
Di akhir pengerjaan tugas Praktek diharapkan kepada mahasiswa agar
dapat terampil, dalam
Menggunakan alat-alat yang diperlukan dengan baik dan benar ,
Membuat lukisan, memotang, dan memahat dengan sudut sambungan
dengan tepat dan akurat,
Menserti dan memahami cara membuat sambungan bibir miring berkait .
4.2

Dasar Teori
Membuat Sambungan Bibir Miring Berkait merupakan upaya melatih

mahasiswa menggunakan alat-alat kerja dengan baik dan benar dan membuat
salah satu jenis sambungan kayu yang sering digunakan pada konstruksi kayu.
Sambungan ini dapat menahan gaya tarik dan gaya tekan horizontal, disamping itu
sambungan ini juga dapat menahan bermacam arah gaya. dan juga mudah dalam
hal pembuatannya.

18

Sambungan bibir miring berkait ini lazim digunakan pada sambungan


kayu untuk gording tempat permukaan atap dan kuda-kuda. Pada sambungan kayu
kuda-kuda dan gording diperkuat dengan cara dibuat atau dipaku agar kekuatan
sambungannya tejamin. Adapun ukuran panjang sambungan biasanya didasarkan
pada ukuran kayu yang akan disambung. Untuk panjang sambungannya yaitu tiga
kali tinggi kayu ( 3H ), Sedangkan untuk ukuran gigi sambungan berukuran sama.

4.3 Alat dan Bahan


Alat-alat :
Pahat
Palu kayu
Pensil
Ketam
Meteran
Siku
Gergaji potong dan belah
Bahan-bahan:
Balok kayu
4.4 Keselamatan Kerja
Menggunakan pakaian bengkel dan perlengkapan keselamatan ( safety ),
Memastikan keamanan alat-alat yang digunakan
Konsentrasi dan Focus pada pekerjaan yang akan di lakukan

19

Mematuhi petunjuk instruktur.


4.5 Langka Kerja

Ambil kayu yang sudah di siapkan

Potong kayu dengan ukuran panjang 50 Cm

Kayu tersebut diketam sampai rata,rapi, dan siku dengan ukuran 4,5 Cm x
6,5 Cm

Melukis gambar pada bahan sesuai Job Sheet

Gambar yang dilukis terdiri atas dua bagian yang berhadapan dengan
ukuran yang sama

Menggergaji dan membuat kayu mengikuti gambar yang telah dilukiskan

Menggabungkan kayu A dan B sesuai dengan gambar

Rapikan pekerjaan yang telah dibuat

20

4.6 Kesimpulan
Ketepatan dan keteletian dalam penggambaran, penggergajian, dan
pemahatan sangat menentukan keindahan dan kekuatan sambungan Bibir Miring
Berkait.
4.7 Saran
Tetap mengutamakan ketelitian dan kesunguh-sungguhan .

21

BAB V
SAMBUNGAN PADA KOZI JN PINTU
5.1 Tujuan

Setelah mengikuti praktek ini mahasiswa diharapkan dapat


membuatSambunagn secara baik dan benar

Mampu mengunakan dan mengoperasikan alat baik manual


maupun maupun mesin-mesin kayu dengan cara benar dan terhindar dari
kecelakaan kerja

Dapat menentukan ukuran kayu yang sesuai dengan gambar kerja


dengan benar

Mampu memotong, mengetam, melubangi kayu dengan baik dan


benar

5.2 Dasar Teori


Ibu Pintu (Kozi Jn) adalah balok tegak dan datar, yang tegak dinamakan
tiang dan yang datar dinamakan Ambang.
22

hubungan tiang dengan ambang atas di buat Pen sebesar 1/3 lebar kayu. untuk
mendapat hhubunagn yang kokoh di buat lubang tertutup, jadi ambang ats di
perpanjang 8 atau 10 cm untuk di jadikan telinga\ujung ambang tersebut di takik
sedalam 1 cmdan di bentuk Trapesium serta ditakik belalur menyilang.
untuk memperoleh hubungan yang lebih kuat dapat di kunci dengan menggunakan
paku.
5.3 Alat dan Bahan
A. Alat

Meteran
Pensil
Gergaji
Ketam
Siku
Palu
Pahat
Kikir
Meja kerja
Amplas

B. Alat Pelindung Tubuh

Pakaian kerja
Sepatu safety
Masker

C. Bahan Yang Dipakai

Kayu

Paku

Lem kayu

5.4 Langkah Kerja

23

Menyisipkan

alat

dan

bahan

dan

meletakkannya

pada

tempatnya.

Memastikan kesempurnaan dan ketajaman alat.

Mengambil meteran untuk mengukur panjang kayu yang akan


digunakan dan memberi tanda pada bagian yang akan dipotong sesuai
ukuran dalam gambar kerja.

Memotong kayu dengan menggunakan gergaji ayun.

24

25

BAB VI
PEMBUATAN KOSEN PINTU
6.1 Tujuan
Setelah mengikuti praktek ini mahasiswa mahasiswa diharapkan dapat
membuat kosen pintu secara baik dan benar
Mampu mengunakan dan mengoperasikan alat baik manual maupun
maupun mesin-mesin kayu dengan cara benar dan terhindar dari
kecelakaan kerja
Dapat menentukan ukuran yang sesuai dengan gambar kerja denan benar
Mampu memotong, mengetam, melubangi kayu dengan baik dan benar
sesuai dengan gambar yang ada pada Jobsheet
Mampu merangkai bentu kosen Pintu sesuai dengan gambar kerja.
6.2 Dasar Teori

26

Kosen kayu merupakan sebuah kosen yang terbuat dari kayu berkualitas
tinggi, berfungsi sebagai tempat menahan beban, dan tempat duduknya
jendela,dan sebagai sirkulasi udara, penembusan cahaya agar sebuah ruangan
rumah tampak nyaman, aman dan sehat. Kosen jendela biasanya dibuat dari kayu
merbau,damar laut dll, dengan spesipikasi yang baik dan mampu bertahan lama.
Ukuran kayu ditentukan sesuai ukuran yang di inginkan.
Bentuk kosen Pintu dibuat sedemikian rupa sehingga dilengkapi dengan
sponing anak panel, lubang sambungan dengan ukuran yang benar. Kosen Pintu
dirangkai dengan siku dan kokoh sehingga pada saat pemasangan bata kosen
tersebut bisa menahan beban tersebut.
6.3 Alat-alat yang di pakai
Meteran
Pensil
Gergaji
Ketam
Siku
Palu
Pahat
Kikir
Batu asah
Perusut bor tangan
Tang kombinasi
Meja kerja
Amplas manual ataupun listrik
6.4 Alat pelindung tubuh
Pakaian kerja
Sepatu safety

27

Masker
Pelindung telinga
Kaca mata safety
Helm
Sarung tangan
6.5 Bahan yang di pakai
Kayu merbau sebanyak 5 batang ( tebal 10 x 20 cm dan panjang 2 m )
Paku 3 inci
Paku 1 inci
Pen dowel 60 cm
Lem kayu
6.6 Langkah Kerja
1.

Menyisipkan alat dan bahan dan meletakkannya pada tempatnya

2.

Memastikan kesempurnaan dan ketajaman alat

3.

Memahami job sheet

4.

Mengambil meteran untuk mengukur panjang kayu yang akan


digunakan dan memberi tanda pada bagian yang akan dipotong sesuai
ukuran dalam gambar kerja

5.

Memotong kayu menggunakan Gergaji ayun

6.

mengetam kayu supaya merata, lurus dan siku dengan menggunakan


ketam perata

7.

Tebal balok 7 x 10 cm diketam dan dibelah menjadi 2 bagian ukuran


7 x 5 cm

8.

Penggambaran gambar yang akan disponing dan dipahat setelah


memastikan kesikuan, kelurusan, dan kebersihan kayu yang sudah
diketam

9.

Memusatkan pikiran pada pekerjaan yang di kerjakan

10. Memeriksa kesikuan, ukuran, kekakuan, dan kerapian sambungan


28

11. Memaku dengan paku ukuran minimal 3 inci


12. kosen jendela siap digunakan .

29

BAB VII
PEMBUATAN KOSEN JENDELA
7.1 Tujuan
Setelah mengikututi praktek ini mahasiswa mahasiswa diharapkan dapat
membuat kosen jendela secara baik dan benar
Mampu mengunakan dan mengoperasikan alat baik manual maupun
maupun mesin-mesin kayu denan cara benar dan terhindar dari
kecelakaan kerja
Dapat menentukan ukuran yang sesuai dengan gambar kerja denan benar
Mampu memotong, mengetam, melubangi kayu dengan baik dan benar
sesuia gambar yang ada pada ambar kerja

30

Mampu merangkai bentu kosen jendela sesuai dengan gambar kerja


dengan baik dan benar.
7.2 Dasar Teori
Kosen kayu merupakan sebuah kosen yang terbuat dari kayu berkualitas
tinggi, berfungsi sebagai tempat menahan beban, dan tempat duduknya
jendela,dan sebagai sirkulasi udara, penembusan cahaya agar sebuah ruangan
rumah tampak nyaman, aman dan sehat. Kosen jendela biasanya dibuat dari kayu
merbau,dammar laut dll, dengan spesipikasi yang baik dan mampu bertahan lama.
Ukuran kayu ditentukan sesuai ukuran yang di inginkan.
Bentuk kosen jendel dinuat sedemikian rupa sehingga dilengkapi dengan
sponing anak panel, lubang sambungan dengan ukuran yang benar. Kosen jendela
dirangkai dengan siku dan kokoh sehingga pada saat pemasangan bata kosen
tersebut bisa menahan beban tersebut.

7.3 Alat dan Bahan


1. Alat
Meteran
Pensil
Gergaji
Ketam
Siku
Palu
Pahat
Kikir
31

Obeng
Batu asah
Perusut bor tangan
Tang kombinasi
Meja kerja
Amplas manual dan listrik
2. Mesin- Mesin Kayu
Ketam perata
Ketam penebal
Mesin gergaji belah
Mesin gergaji pita
Mesin bor portable
Mesin pahat
Mesin amplas
3. Alat pelindung tubuh
Pakaian kerja
Sepatu safety
Masker
Pelindung telinga
Kaca mata safety
Helm
Sarung tangan
7.4 Bahan yang di pakai
Kayu merbau sebanyak 5 batang ( tebal 10 x 20 cm dan panjang 2 m )
Paku 3 inci
Paku 1 inci
Pen dowel 60 cm
32

Lem kayu
7.5 Langkah Kerja
1.

Memahami jobsheet

2.

menggunajkan perlengkapan keselamatan ( safety )

3.

Menempatkan alat pada tempatnya

4.

Menggunakan peralatan sesuai dengan fungsinya

5.

Tidak memaksa alat, bila tumpul tajamkan terlebih dahulu

6.

Tidak bersenda gurau ketika sedang bekerja

7.

Memusatkan pikiran pada pekerjaan dan tetap berkosentrasi

8.

Menggunakan peralatan yang masih sempurna

9.

Tidak menggunakan alat yang belum tahu menggunakannya

10. Menanyakan pada instruktur bila ada yang belum tahu caranya
13. Menyisipkan alat dan bahan dan meletakkannya pada tempatnya
14. Memastikan kesempurnaan dan ketajaman alat
15. Mengambil meteran untuk mengukur panjang kayu yang akan
digunakan dan memberi tanda pada bagian yang akan dipotong sesuai
ukuran dalam gambar kerja
16. Memotong katu menggunakan ergaji ayun
17. mengetam kayu supaya merata, lurus dan siku dengan menggunakan
ketam perata
18. Tebal balok 7 x 10 cm diketam dan dibelah menjadi 2 bagian ukuran
7 x 5 cm
19. Penggambaran gambar yang akan disponing dan dipahat setelah
memastikan kesikuan, kelurusan, dan kebersihan kayu yang sudah
diketam
20. Melakukan perangkaian setelah pemahatan dan sponing selesai
21. Memeriksa kesikuan, ukuran, kekakuan, dan kerapian sambungan
22. Memaku dengan paku ukuran minimal 3 inci
23. kosen jendela siap digunakan .

33

34

BAB VIII
PEMBUATAN DAUN JENDELA
8.1 Tujuan
Setelah mengikuti praktek ini mahasiswa mahasiswa diharapkan dapat
membuat daun / bingkai jendela
mampu dalam

mengunakan dan mengoperasikan alat baik manual

maupun alat mesin dengan cara yang

35

Mampu memotong, mengetam, melubangi kayu dengan baik dan benar


sesuia gambar yang ada pada ambar kerja
Mampu merangkai bentuk bingkai/daun jendela sesuai dengan petunjuk
yang ada gambar kerja.
8.2 Dasar Teori
Daun Jendela kayu merupakan sebuah daun jendela yang terbuat dari kayu
berkualitas tinggi, berfungsi sebagai sebagai sirkulasi udara, penembusan cahaya
agar sebuah ruangan rumah tampak nyaman, aman dan sehat. Daun jendela
biasanya dibuat dari kayu merbau,dammar laut dll, dengan spesipikasi yang baik
dan mampu bertahan lama. Ukuran kayu ditentukan sesuai ukuran yang di
inginkan.
Bentuk Daun jendela dimuat sedemikian rupa sehingga dilengkapi dengan
sponing, lubang sambungan dengan ukuran yang benar. Daun jendela dirangkai
dengan siku dan kokoh sehingga pada saat jendela itu terbentur pada saat di tutup
akan terhindar dari terjadinya kerusakan, jadi daun jendela harus dibuat dengan
sangat teliti dan di butuhkan keterampilan yang bagus dalam pembuatannya.

8.3 Alat dan Bahan


4. Alat
Meteran
Pensil
Gergaji
Ketam

36

Siku
Palu
Pahat
Kikir
Perusut
bor tangan
Tang kombinasi
Amplas manual dan listrik
5. Mesin- Mesin Kayu
Ketam perata
Ketam penebal
Mesin gergaji belah
Mesin gergaji pita
Mesin bor portable
Mesin pahat
Mesin amplas
6. Alat pelindung tubuh
Pakaian kerja
Sepatu safety
Masker
Pelindung telinga
Kaca mata safety
Helm
Sarung tangan
8.4 Bahan yang di pakai
Papan tebal dengan ukuran 3cm x 7cm
Paku 3 inci
Paku 1 inci
37

Pen dowel 60 cm
Lem kayu
8.5 Langkah Kerja
11. Memahami jobsheet
12. menggunajkan perlengkapan keselamatan ( safety )
13. Menempatkan alat pada tempatnya
14. Menggunakan peralatan sesuai dengan fungsinya
15. Tidak memaksa alat, bila tumpul tajamkan terlebih dahulu
16. Tidak bersenda gurau ketika sedang bekerja
17. Memusatkan pikiran pada pekerjaan dan tetap berkosentrasi
18. Menggunakan peralatan yang masih sempurna
19. Tidak menggunakan alat yang belum tahu menggunakannya
20. Menanyakan pada instruktur bila ada yang belum tahu caranya
24. Menyisipkan alat dan bahan dan meletakkannya pada tempatnya
25. Memastikan kesempurnaan dan ketajaman alat
26. Mengambil meteran untuk mengukur panjang kayu yang akan
digunakan dan memberi tanda pada bagian yang akan dipotong sesuai
ukuran dalam gambar kerja
27. Memotong kayu menggunakan gergaji ayun
28. mengetam kayu supaya merata, lurus dan siku dengan menggunakan
ketam perata
29. Penggambaran gambar yang akan disponing setelah memastikan
kesikuan, kelurusan, dan kebersihan kayu yang sudah diketam
30. Memeriksa kesikuan, ukuran, kekakuan, dan kerapian sambungan
31. Mengelem dengan menggunakan Lem Yang telah disediakan pada
setiap sambungan.
32. bersihkan daun jendela yang telah anda kasih lem dengan
menggunakan Kertas ampas (mesin ataupun Manual)
33. Daun jendela siap digunakan

38

39

BAB IX
PENUTUP
9.1 Kesimpulan

40

Kegiatan bengkel kerja kayu merupakan latihan dasar mahasiswa untuk


dapat mahir dalam pembuatan segala jenis konstruksi dalam berbahan dasar kayu.
Mahasiswa juga dipastikan dapat menguasai segala hal hal yang berhubungan
dengan usaha pengolahan kayu, seperti menggambar, mengetam, menggergaji, dll.
Baik secara manual maupun dengan mengunakan mesin.
Kegiatan bengkel kerja kayu, juga akan memudahkan mahasiswa untuk
mengetahui proses kerja dilapangan secara langsung dan dapat mendapatkan
jawaban dari permasalahan-permasalahan yang mahasiswa temukan saat
mengerjakan job-job yang ada. Sehingga setelah kegiatan selesai, mahasiswa
dapat dipastikan benar-benar mahir dalam mengolah kayu.
9.2 Saran
Dalam kegiatan konstruksi kayu kami harapkan kepada mahasiswa yang
akan datang agar memastikan diri dalam keadaan benar-benar siap saat masuk
bengkel. Pastiksn menggunakan perlengkapan keselamatan, tidak becanda, dan
selalu berfokus pada kegiatan yang dilakukan. Jangan pernah harapkan orang lain
yang akan membantu dan menjaga keselamatan anda.

9.3 Kesan
Saat melaksanakan kegiatan praktek kerja kayu, kita langsung dapat
mengetahui aplikasi langsung dari teori-teori yang kita pelajari dikelas sehingga
kita tidak merasa bosan. Peraturan bengkel yang menjunjung tinggi kedisiplinan
juga merupakan hal yang paling baik untuk melatih ego mahasiswa, setelah masuk
bengkel kita juga menguasai alat-alat manual dan mesin serta kita telah mampu

41

untuk membuat beberapa bentuk konstruksi kayu, seperti : Sambungan bibir


berkait, kosen jendela, kosen pintu, daun pintu dan masih banyak yang lainya dll.

42

Anda mungkin juga menyukai