Anda di halaman 1dari 32

TRANSFORMASI

LAPLACE INVERS
IKRIMA ALFI, S.T., M.Eng.

DEFINISI TRANSFORMASI LAPLACE INVERS

Invers Transformasi Laplace adalah suatu


metode sederhana untuk mencari fungsi t (f(t))
bila diketahui persamaan fungsi s (F(s)).
Berlaku hubungan timbal balik antara f(t) dan
F(s).
L 1
Notasi transformasi
balik adalah
,

1
L F (s) f (t )
sehingga
Contoh : 1
a.

c.

1
e 2t
s2

b.

s
cos 4t
2
s 16

d.

4
e 3t sin 4t
2
( s 3) 16

1 1
s3

1 1.2! 1 t 2
2! s 3 2

TABEL TRANSFORMASI LAPLACE INVERS


No

F(s)

L-1{F(s)}=f(t)

1
s

1
s2

tn
n!

s n 1

4
5

1
sa

e at

a
s a2

sin at

s
s2 a2

cos at

a
s2 a2

sinh at

s
s a2

cosh at

latihan
Dengan menggunakan tabel, tentukan transformasi laplace invers
dari fungsi-fungsi berikut:
6.

1.

2.

7.

3.

8.

4.

9.

5.

10.

SIFAT TRANSFORMASI LAPLACE INVERS

SIFAT LINEAR

Contoh:

SIFAT TRANSLASI/ PERGESERAN


FREKUENSI

Jika

Contoh:
Jika
maka

maka:

TRANSLASI/PERGESERAN
WAKTU

Jika

Contoh:
Jika
maka

maka

SIFAT PENGUBAHAN SKALA

Jika

Contoh:
Jika
maka

maka

TRANSFORMASI LAPLACE INVERS DARI


TURUNAN-TURUNAN

Jika

Contoh:
Jika
maka
atau

maka

TRANSFORMASI LAPLACE INVERS DARI


INTEGRAL-INTEGRAL

Jika

Contoh:
Karena
maka

maka:

PERKALIAN DENGAN sn

Jika

dan F(0)=0, maka:

Jadi perkalian dengan s mempunyai akibat sebagai menurunkan F(t).


Jika F(0)0, maka:
atau
Contoh:
karena
maka
Perluasan kedalam bentuk

dapat juga dilakukan

PEMBAGIAN DENGAN S

Jika

Jadi pembagian dengan s (atau perkalian dengan


1/s) mempunyai akibat mengintegrasikan F(t) dari 0
sampai t
Contoh:
Karena
kita peroleh:

maka:

Perluasan ke dalam bentuk


dapat juga dilakukan

SIFAT KONVOLUSI

Jika

f*g disebut konvolusi dari f dan g, dan


teoremanya disebut teorema atau sifat
konvolusi
Contoh:
karena
dan
kita peroleh

dan

maka:

PECAHAN PARSIAL BENTUK


1
Tentukan

I.

II.

Kalikanlah kedua ruas dengan penyebut yaitu (s-2)


(s+1)(s-3), sehingga menjadi

Pilihlah harga s yang akan membuat salah satu


kurungnya berharga nol
. Ambil (s-2) = 0, artinya substitusikan s =2
4=-3A maka
A=-4/3

Contoh
Ambil (s+1) = 0, artinya substitusikan s
=-1
-2 =12B, maka
B=-2/12 =-1/6
Ambil (s-3)=0, artinya substitusikan s=3
14=4C, maka
C=7/2
Setelah selesai, kembalikan ke permisalan.
Sehingga:

Latihan
Tentukan transformasi Laplace invers
berikut
7s 2
3
2

s 3s 2s

L1

1.

s 2 7s 8
L

1
s

2
s

2.

L1

3.

s 1 s 3
s s 2 s 4

KASUS 2
2

s
1
1
L
3

Bentuk pecahan parsialnya adalah:


s2 1
A
B
C

3
2
s 2 s 2 s 2 s 2 3

i.

ii.

Bersihkan penyebut dengan mengalikan kedua


ruasnya dengan (s+2)3 maka diperoleh:
s2 + 1 = A (s + 2)2 + B (s+2) + C
Ambil (s+2) = 0, sehingga substitusikan s = -2
(-2)2 +1 = A (0) + B (0) + C
C=5

KASUS 2 ....
iii.

Menyamakan koefisien (karena tidak ada kurung lain dalam


persamaan ini)
s2 + 1 = A (s + 2)2 + B (s+2) + C
s2 + 1 = A (s2 +4s +4) + Bs + 2B + C
s2 + 1 =A s2 + 4A s + 4A + B s + 2B + C
s2 + 1 = A s2 + (4A + B)s + 4A + 2B + C
.Mulai menyamakan koefisien dari pangkat tertinggi, yaitu s 2:
1=A
.Kemudian kita tinjau ekstrim yang lain dan kita samakan koefisien
pangkat terendah, yaitu suku konstanta pada kedua ruasnya:
1 = 4A + 2B +C

1 = 4 (1) + 2B + 5
-8 = 2B
B = 2-4
s 1
1
4
5
Maka

s 2 3 s 2 s 2 2 s 2 3

Kasus 2

sehingga
2

s
1
1
4
5
1
1
L
L

3
2
3

2
s 2 s 2
s 2

5
e 2t 4te 2t t 2 e 2t
2

Latihan (kasus 2)
1.

2.

s
L
2

s2
L
2

1
s

3.

s4
L
2
2

1
s

4.

s
L 2

s
s

1
s

KASUS III
Penyebut berbentukas 2 bs c
2
as
c
Dimana bs tidak
dapat difaktorkan,

As B
maka bentuk pecahan parsialnya: 2
as bs c

Contoh

L1

s 1

2
2
s s 1 s 2

KASUS III

L1

s 1

2
2
s s 1 s 2

Bentuk pecahan parsialnya adalah:

s 1

s s2 1 s2 2

A Bs C Ds E
2
2
s
s 1
s 2

I.

s s 1 s 2
Hilangkan penyebutnya dengan mengalikan

II.

Untuk s=0

s 1 A s 2 1 s 2 2 Bs C s s 2 2 Ds E s s 2 1
1 2 A
1
A
2

KASUS III
Menyamakan koefisien

III.

s 1 As 4 3 As 2 2 A Bs 4 2 Bs 2 Cs 3 2Cs Ds 4 Ds 2 Es 3 Es
s 1 A B D s 4 C E s 3 3 A 2 B D s 2 2C E s 2 A
.
.
.

.
.

A+B+D=0 1)
C+E=0
.2)
3A+2B+D=0 ...3)
..7)
2C+E=1....4)
2A=-1 .....5)

B+D=1/2 ..6)
2B+D=3/2

KASUS III
Persamaan 5)
A=-1/2
Persamaan 2) & 4)
2C+E=1
C+E=0
C
=1
E= -1
Persamaan 6) & 7)
2B+D=3/2
B+D=1/2
B
=1
D= -1/2

KASUS III

Jadi

1 s 1
s

1
2
2

s s2 1 s2 2
s
s2 1
s2 2
1 s
1
s
1
1
2
2

2
2
2
2
s
s 1
s 1 s 2
s 2

s 1

Maka
1 s
1

s
1
1
1
2
2

2
2
2
2
s 1 s 1 s 2
s 2
s

1
1
1
cos t sin t cos 2t
sin 2t
2
2
2

LATIHAN
Tentukan transformasi Laplace invers
fungsi berikut
1.
2.
3.

3s 1
s 1 s 2 1

Kaidah Pecahan Parsial


Kaidah Pecahan Parsial adalah sebagai berikut :
Pembilang dari fungsi yang diberikan harus lebih rendah derajatnya
daripada derajat penyebutnya.
Jika tidak demikian, maka kita harus membaginya dahulu dengan
pembagian biasa.
Faktorkanlah penyebutnya menjadi faktor-faktor primanya
Faktor linear (ax+b) memberikan pecahan parsial yang berbentuk

A
B

Faktor (ax +b)2 akan memberikan pecahan parsial


ax b ax b 2
B
C
Faktor (ax +b)3 akan memberikan pecahan parsial A

ax b ax b 2 ax b 3
Faktor kuadrat (ax2+bx+c) akan memberikan pecah parsial

Penyelesaian Persamaan Differensial

Selesaikanlah y(t) + y(t)=1, y(0)=1, dan y(0)=0


Penyelesaian:
1. Transformasikan Laplace kedua ruas persamaan differensial di
atas:
misal : Y=Y(s)=L{y(t)}, maka
L {y(t)} + L{y(t)}=L{1} atau

2.

Karena y(0)=1, y(0)=0 maka

Penyelesaian Persamaan Differensia


3.

Transformasikan Laplace invers


persamaan tsb:

Contoh 2:
Selesaikan
1.
Ambil transformasi laplace dari persamaan
diferensial di atas
2.

Gunakanlah y(0)=2 dan y(0)=-1, selesaikan


persamaan aljabar ini untuk menentukan Y.

Dengan menggunakan pecahan parsial, didapat

Contoh 2
3.

Dengan menggunakan transformasi


Laplace invers, kita memperoleh
penyelesaian yang diinginkan:

LATIHAN
Selesaikan tiap persamaan diferensial
berikut:
1.
2.
3.