Anda di halaman 1dari 8

BAB IV

METODE PENELITIAN
A. Tinjauan Umum
Metode penelitian adalah langkah-langkah umum atau metode yang harus di
lakukan dalam penelitian suatu masalah, kasus, fenomena, atau yang lain secara
ilmiah untuk meperoleh hasil yang rasional. Penelitian ini menggunakan metode
eksperimental di laboratorium. Metode ekperimen adalah suatu penelitian untuk
mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel yang lain dalam sutu kondisi
yang terkontrol.
B. Benda Uji
Benda uji yang di gunakan pada penelitian ini berupa benda uji beton silinder
untuk kuat tekan dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Presentase abu
sekam padi (rise husk ash) dan cairan Ligno P-100 sebagai bahan
tambah pada beton mutu tinggi adalah 10% dan 2,5%, 10% dan
3%, 10% dan 3,5%, 10% dan 4,0% dari berat semen. Benda uji
yang akan di uji pada umur 3, 7, 14, dan 28 hari dan total benda
uji yang akan di gunakan dalam penelitian ini sebanyak 48 buah
benda uji dengan perincian adalah sebanyak 12 benda uji untuk
setiap variasi penambahan bahan tambah.
Proses penelitian ini di bagi menjadi beberapa tahap :
1. Tahap Persipan
Tahap persiapan. Pada tahap ini semua peralatan dan
bahan yang akan digunakan dalam penelitian di siapkan
terlebih dahulu sehingga akan mempermudah penelitian
yang akan di lakukan dan dapat berjalan dengan lancar.
2. Tahap Perencanan
Tahap perencanaan ini, menentukan tanggal dan tahapan
penelitian
3. Tahap Pengujian bahan
Tahap uji bahan, pada tahap ini di lakukan penelitian terhadap agregat
kassar dan agregat halus. Hal ini di lakukan untuk mengetahui Sifat dan
karakteristik bahan yang akan di gunakan. Selain itu juga untuk
mengetahui apakah agregat-agregat tersebut memenuhi persyaratan atau
tidak, atau agregat tersebut memerlukan penanganan khusus agar dapat

menjadi agregat yang baik. Hasil pengujian ini yang nantinya juga di
gunakan sebagai data rencana campuran beton.
4. Tahap Pembuatan benda uji
Tahap pembuatan benda uji yang meliputi pekerjaan sebagai berikut:
Trial mix untuk di dapatkan kontrol mix design yang aan di gunakan
dalam penelitian ini, pembuatan adukan beton, pemeriksaan nilai slump,
pembuatan benda uji berupa silinder beton yang berukuran diameter 15
cm, tinggi 30 cm sebanyak 48 sampel.
5. Tahap Perawatan benda uji
Tahap perawatan (curing). Pada tahap ini di lakukan perawatan pada
benda uji beton yang sudah jadi. Perawatan ini dilakukan dengan cara di
rendam dalam air sampai berumur 28 hari, setelah beton berumur 28 hari
kemudian di angkat dari perendaman untuk di lakukan pengijian.
6. Tahap Pengujian benda uji
Tahap ini di lakukan pengujian kuat tekan beton pada umur 3, 7, 14, dan
28 hari.
7. Tahap Analisis data
Pada tahap ini data-data yang di peroleh dari hasil pengujian kuat tekan
di analisis dengan bantuan program Microsoft Excel untuk mendapatkan
hubungan antara varabel-variabel yang di teliti dalam penelitian.
8. Tahap Pembuatan kesimpulan
Tahap ini membuat kesimpulan yang berhubungan dengan tujuan
penelitian dari data yang telah di analisis pada tahap sebelumnya.
C. Peralatan yang di gunakan
Alat yang gunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Timbangan dengan ketelitian 0,1%
2. Oven dengan pengaturan suhu 110 5oc
3. Cawan logam
4. Desikator
5. Piknometer dengan kapasitas 500 ml
6. Kerucut pancung
7. Keranjang kawat ukuran no.6 (3,35 mm)
8. Alat pemisah contoh
9. Satu set saringan 3/8, 4, 8, 16, 30, 50, 100
10. Mesin Sieve shaker
11. Kuas, sikat, saringan dan sendok
12. Mesin abrasi Los Angeles Abration
13. Bola-bola baja dengan diameter 4,68 gram sebanyak 10 butir
14. Container
15. Mesin molen

24

16. Kerucut Abram


17. Pemukul
18. Cetakan Silinder
19. Sekop
20. Cetakan dari logam dengan tebal 1,2 mm
21. Tongkat pemadat dengan diameter 16 mm terbuat dari baja
22. Pelat logam
23. Mistar ukur.
D. Bahan benda uji
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Semen
Semen PCC Type I merk Semen Padang
Komposisi semen ini terdiri dari, 65-79 % klinker/terak, 21-35 % bahan
anorganik (Blast Furnace, silica fume,pozzolan, flyash, burn shale lime
stone), 0-5 % Bahan tambahan Minor (gypsum). Kelebihan dari semen
jenis ini diantaranya mempunyai panas hidrasi rendah dan tahan terhadap
serangan sulfat. ( Administrator Indonesia Cement Assosiation, 2012)

Gambar 4. Semen PCC Tipe I Semen Padang


Sumber : Penulis, 2015

2. Air
Air yang digunakan berasal dari Laboratorium Teknik Sipil Untirta
3. Agregat halus (Pasir)
Material pasir yang digunakan berasal dari daerah Jalupang

Gambar 5. Agregat Halus (Pasir)


Sumber : Penulis, 2015

4. Agregat kasar (Split)


Material split yang digunakan berasal dari daerah Bojonegara
25

Gambar 6. Agregat kasar (Split)


Sumber: Penulis, 2015

5. Abu sekam padi (Rice Husk Ash)


Abu sekam padi merupakan silika murni yang dihasilkan dari sisa
pembakaran sekam padi, Nilai paling umum kandungan silika (SiO2)
dalam abu sekam padi adalah 94 96 % dan apabila nilainya mendekati
atau dibawah 90 % kemungkinan disebabkan oleh sampel sekam yang
telah terkontaminasi oleh zat lain yang kandungan silikanya rendah
(Houston, 1972;Prasad, et al., 2000). Secara paraktis, variasi kandungan
silika dari abu sekam padi (Rice Husk Ash) bergantung pada teknik
pembakaran (waktu dan suhu). Pembakaran pada suhu 400C 500C
menghasilkan silika amorf dan pembakaran pada suhu yang lebih tinggi
akan menghasilkan Kristal silika fase kristobalit dan tridimat (hara,
1986). Hal ini sesuai dengan sifat silikat bahwa perubahan suhu dapat
mengakibatkan perubahan bentuk senyawa silikatnya. Abu sekam padi
pada penelitian ini didapatkan dari hasil pembakaran di labolatorium.

Gambar 7. Abu sekam padi


Sumber: Penulis, 2015

6. Zat aditif

26

HR-Water Reducer Ligno P 100 dengan berat jenis 1,10 0,3 Kg/L.
Cairan Ligno P-100 yang digunakan dalam penelitian ini
sendiri

merupakan

jenis

Superplasticizer

tipe

polycarbonate ethers murni yang memiliki kemampuan


accelerator dan HR-water-reducer/superplasticizer, yang
dapat

diterapkan

bangunan

ukuran

besar

yang

membutuhkan kekuatan tinggi dan beton fluiditas tinggi


dengan spesifikasi pH (10% solution) 6.0 1.0 dan
Specific Gravity 1.10 0.03 Kg/L. Dosis yang di gunakan
2,5%, 3%, 3,5%, 4%.

Gambar 8. HR-WR Ligno P 100


Sumber : Penulis, 2015

E. Jumlah Benda Uji


Jumlah benda uji yang di buat sebanyak 48 buah dengan cetakan silinder
berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Karena dalam proporsi bahan tambah pada
beton berbeda-beda maka setiap proporsi pada beton di buat 12 benda uji.
Pengujian kuat tekan beton di laksanakan pada saat beton ber umur 3 hari, 7 hari,
14 hari dan 28 hari, Seuai dengan umur pengujian beton yang telah di rencanakan
maka di setiap umur pengujian hanya 3 benda uji saja yang di uji kuat tekan dari
setia proporsi bahan tambah.
Tabel 3. Jumlah Benda Uji
Kadar Abu

Ligno

Sekam Padi(%)

P 100(%)

10
10
10
10
JUMLAH

2,5
3
3,5
4

Pengujian pada hari ke3


3
3
3
3
12

7
3
3
3
3
12

14
3
3
3
3
12

28
3
3
3
3
12

JUMLAH BENDA UJI


12
12
12
12
48

Sumber: Penulis, 2015

27

F. Pembuatan Benda Uji


1. Pembuatan Beton Normal
Langkah-langkah pembuatan beton :
a.
b.
c.
d.

Masukan proporsi campuran yang telah ditentukan ke dalam molen


Nyalakan mesin dan masukan air sedikit demi sedikit ke dalam molen
Setelah tercampur rata, tuangkan campuran tersebut ke dalam container
Masukan sebagian campuran kedalam kerucut abram sebanyak 3 lapisan
dan memukul-mukulnya sebanyak 25 kali, setelah sudah membentuk

kerucut kemudian diukur tinggi kerucut tersebut.


e. Siapkan 12 buah cetakan silinder
f. Masukan campuran itu kedalam cetakan silinder sebanyak 3 lapis dan
setiap lapis dipukul sebanyak 25 kali
g. Ratakan bagian atasnya
h. Lakukan hal yang sama dengan benda uji yang lain
i. Diamkan 12 buah benda uji selama 3, 7, 14, dan 28 hari.
2. Pembuatan Beton Mengunakan Zat Aditif dan Abu Sekam Padi
Langkah-langkah :
a. Masukan kerikil, pasir, semen serta abu sekam ke dalam molen
b. Nyalakan mesin dan masukan water reducer Ligno P-100 di ikuti air
sedikit demi sedikit ke dalam molen
c. Setelah tercampur rata, tuangkan campuran tersebut ke dalam container
d. Masukan sebagian campuran kedalam kerucut abram sebanyak 3 lapisan
dan memukul-mukulnya sebanyak 25 kali, setelah sudah membentuk
kerucut kemudian diukur tinggi kerucut tersebut.
e. Siapkan 48 buah cetakan silinder
f. Masukan campuran itu kedalam cetakan silinder sebanyak 3 lapis dan
setiap lapis dipukul sebanyak 25 kali
g. Ratakan bagian atasnya dan bentuk bagian samping dengan sekop
h. Lakukan hal yang sama dengan benda uji yang lain
i. Diamkan 48 buah benda uji selama 3, 7, 14, dan 28 Hari.
G. Pelaksanaan Pengujian
Pengujian Kuat Tekan Beton
Langkah-langkah :
a. Ambil contoh benda uji silinder 15x30 setelah 3 hari
b. Masukkan kedalam alat Compression Testing Machine, lalu nyalakan alat
dengan menekan tombol down

28

c. Setelah silinder terlihat retak dan jarum jam yang ada diatas tidak
bergerak, maka itu berarti silinder tersebut mencapai kekuatan tekan beton
dan catat hasilnya
d. Lakukan hal yang sama pada beton dengan berumur 3, 7, 14, dan 28 hari.
H. Lokasi Penelitian
Penelitian dan pengujian dilakukan di Laboratorium Ilmu Bahan Jurusan
Teknik Sipil Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
I. Schedul Penelitian
Tabel 4. Jadwal Penelitian
No
.
1
2

Uraian

Ma
ret

Apr
il

Mei

Juni

Bulan keAgu
Juli
stus

Septe
mber

Okto
ber

Nove
mber

Dese
mber

Pengumpulan
data sekunder
Pengambilan
bahan
dilapangan
Pembuatan
proposal &
seminar
Pemeriksaan
bahan &
pengujian bahan
Mix design &
pembuatan
beton
Perwatan beton

Pemeriksaan
hasil dan analisa
data
Pembuatan
8
laporan akhir &
seminar
Sumber : Penulis 2015
7

J. Diagram Alir Penelitian


29

Janua
ri

Mulai
Studi Literatur
Pengadaan Bahan
Pengujian Pendahuluan
Mix Design
Pembuatan Beton Trial

No

Uji Slump Beton


Yes
Pembuatan Beton
Perawatan damPengujian Benda Uji

Analisa Hasil

Kesimpulan dan Saran


Selesai

Gambar 9. Diagram Alir Penelitian


Sumber : Penulis, 2015

30