Anda di halaman 1dari 36

Gas and Petrochemical Engineering

Department University of Indonesia


Lecturer : Ir. Abdul Wahid,MT
Ir. Tania Surya Utami,MT
Presenter : Sang Made Kresna Andika
Maruti Wulandari

Analisis Sistem
Proses
NON - ISOTHERMAL
CSTR

Outline

2
Definisikan
Sasaran

Siapkan
Informasi

4
Rumuskan
Modelnya

Tentukan
Solusinya

6
Analisis
Hasilnya

Validasi
Hasil

( 6 Tahap Pemodelan )
Alir Pemodelan
Kesimpulan

Definisikan Sasaran
Tujuan : Mengetahui respon dinamik dari
model dan mengetahui variabel output dari
sistem (analisis)
Variabel : V,F,CA,T dan Tj
Lokasi : Reaktor CSTR dan Jaket Pendingin

Siapkan Informasi

Sketsa Proses
Data
Asumsi

Data
Sistem cairan dalam reaktor dan jaket
pendingin
Reaksi eksotermik irreversibel dengan n
orde reaksi
Persamaan reaksi : A B
Variabel yang diketahui T0,F0, CA0, Fj
Reaktor CSTR Non-Isothermal

Sketsa Proses
SISTEM
CSTR Non-Isothermal

F0
CA0
T0

Fj

Variabel Input
Tj
Fj
Tj0

Vj

Tj
CA
T
V

Variabel
output
F
CA

Jaket Pendingin

Konstan

Asumsi
Kehilangan panas dari sistem ke lingkungan diabaikan
(Adiabatis)
Akumulasi energi di dinding reaktor diabaikan
Temperatur cairan pendingin uniform
Pengadukan sempurna
Volume cairan pendingin konstan
Massa dinding reaktor diabaikan
Densitas konstan

Struktur Model
Neraca
Total Reaktor
Neraca
Komponen A
Neraca Energi
Persamaan
Konstitutif
Derajat
Kebebasan

Ingin diketahui
Perilaku dinamik dan nilai-nya

Initial parameters:
T0,F0,CA0,Fj
n,,,E,R,Cp
U,AH,j,Vj,Cj
Tj0,Kv,Vmin,D

Model

Didapat :
V
T
F
CA
Tj

Neraca Total Reaktor


dV
F0 F
dt
F0 = laju alir reaktan
F = laju alir produk

Neraca Komponen A (1)

Akumulasi Komponen A Komponen A Generasi

komponen A

masuk
keluar
Komponen
A

(M WA V CA) t+ t - (M WA V CA )t = (M WA F0 CA0 t) ( M WA F CA t) (M WA V k CAn t)

pers. diatas dibagi dengan M WA t dan limit t 0

Neraca Komponen A (2)


Sehingga persamaan menjadi

d
n
(VC A ) F0C A0 FC A VkC A
dt
F0 = laju alir reaktan
CA0 = konsentrasi A awal
F = laju alir produk
CA=konsentrasi A akhir

Neraca Energi Total

Akumulasi H PE KE H PE KE

Q Ws
U PE KE

masuk
keluar

Neraca Energi Reaktor


PE dan KE = 0
Ws diabaikan

dU
H in H out Q
dt

d
(Vh) ( F0 h0 Fh) VkC An UAH (T T j )
dt
h0,h : entalpi cairan dalam reaktor

: panas reaksi (Btu / mol A bereaksi)


T
: temperatur proses
Tj
: temperatur air pendingin
V
: volume tangki

Neraca Energi Jaket

jV j

dh j
dt

F j j (h j 0 h j ) UAH (T T j )

: densitas cairan dalam tangki


(lb / ft3)
j : densitas cairan (lb / ft3)
h : enthalpy cairan dalam tangki
hj : enthalpy cairan pendingin

Persamaan Konstitutif

k e

E / RT

h j C jT j
Cj
Cp
AH
D
h
hj

AH

V
D

h C pT

: kapasitas panas cairan pendingin


: kapasitas panas cairan dalam tangki
: area perpindahan kalor
: diameter reaktor
: enthalpy cairan dalam tangki
: enthalpy cairan pendingin

Derajat Kebebasan (1)


Persamaan yang dimiliki:

dV
F0 F
dt
d
n
E / RT
VC A F0C A0 FC A VC Ae
dt

Derajat Kebebasan (2)

d
n
E / RT
C p VT C p F0T0 FT VC Ae
UAH T T j
dt
dT j
jV j C j
j F j C j (T j 0 T j ) UAH (T T j )
dt
F KV (V Vmin )

Derajat Kebebasan (3)


Variabel yang belum diketahui :
V,F,CA,T dan Tj
Derajat Kebebasan = NE - NV
=5 -5
=0

Solusi

Persamaan Model
Contoh Kasus
Model dalam ithink 5.1.1

Solusi (contd)
PERSAMAAN MODEL
(1)
( 2)
(3)
( 4)

dV
F0 F
dt
d VC A
F0 C A 0 FC A VC A k
dt
UAH T j
d VT
VC A k UAH T
F0T0
FT

dt
C p
C p
C p
dT j
dt

Fj
Vj

Tj0

Fj
UAH T j
UAH T

Tj
jV j C j
Vj
jV j C j

F K v (V Vmin )
k e E / RT

Solusi (contd)
Rate/Flow masuk

Level/Stock

dV
F0 F
dt

Rate/Flow keluar

d VC A
F0C A0 FC A VC A k
dt
Rate/Konsentrasi masuk
Rate/Konsentrasi keluar

Solusi (contd)
VT rate in

Level/Stock

VT rate out

UAH T j
d VT
VC A k UAH T
F0T0
FT

dt
C p
C p
C p
Tj rate in

dT j

Fj
UAH T j
UAH T
Tj0
Tj
dt
Vj
jV j C j V j
jV j C j

Level/Stock

Fj

Tj rate out

Solusi (contd)

F K v (V Vmin )
Auxiliary/Converter

k e

E / RT

Example
Contoh Kasus
Sebuah Reaktor CSTR non isothermal eksotermik
berjaket pendingin, pada kondisi yang telah
ditentukan, dipasangi sebuah kontroler level (LC).
Apabila diberikan gangguan yaitu F0 dan CA0,
bagaimana analisis respon dinamik dari sistem dan
variabel outputnya?
( Data pada slide berikutnya)

Example (contd)
Data
SteadyState Value
-

F0=40ft3/h

V=48 ft3

CA0=0.5 lbmolA/ft3

CA=0.245 lbmolA/ft3

T=600R

Tj=594.6R

Fj=49.9 ft3/h

T0=530R

Parameters Value
-

Vj=3.85 ft3

=7.08x1010 h-1

E=30,000 Btu/lbmol
U=150 Btu/ hft2R

R=1.99Btu/lbmolR
AH=250 ft2

Tj0=530R

= -30,000 Btu/lbmol

Cp=0.75 Btu/lbmR

Cj= 1.0 Btu/lbmR

=50 lbm/ft3

j=62.3 lbm/ft3

Kc=4(ft3/h)/R

Tset=600R

Model
Model ithink (model utama)
V

VT

VT rate in

VT rate out

V rate in

Tj

Tj rate in

V rate out

VCa

Tj rate out

VCa in

VCa out

Model (contd)
Model dalam ithink 5.1.1
V

V in

V out

F0

VT

VT in

VT out

Ca

VCa

T0

lamda
Cp

rho
VCa in

AH

VCa out
U
Tj

k
Ca0

alpha

Tj in

Fj

Tj out

Vj

Tj0

rho j

Cj

Analisis Hasil

Analisis Grafik
Analisis Sensitifitas

Analisis Hasil (contd)


Analisis Grafik

Time Series

Analisis Hasil (contd)


Analisis Grafik

Scatter

Analisis Hasil (contd)


Analisis Grafik

Bar

Analisis Hasil (contd)


Analisis Grafik

Sketchable

Analisis :

T berbanding terbalik dengan Tj ;

CA memiliki kecenderungan untuk naik dulu kemudian turun

(terkonversi);
V mengalami peningkatan sedikit lalu stabil (ada kontroler);
F memiliki profil yang sama dengan V
Respon paling cepat Tj dan T
Respon paling lambat F dan V
Orde respon orde n tanpa dead time

Analisis Hasil (contd)


Analisis Sensitifitas Ithink 5.1.1
Pada analisis sensitivitas ini akan dicari variabel yang paling
sensitif yang paling mempengaruhi perilaku dinamik sistem.

Kesimpulan

Variable yang paling sensitif Tj


Gangguan pada sistem CA0 , F0
Karakteristik respon orde n tanpa dead time
Analisa Variabel : T berbanding terbalik dengan Tj ;CA memiliki
kecenderungan untuk naik dulu kemudian turun (terkonversi); V
mengalami peningkatan sedikit lalu stabil (ada kontroler); F
memiliki profil yang sama dengan V

Thank you!!!
Your attention is much appreciated
Hopefully this assignment is useful for you!!