Anda di halaman 1dari 6

IV.

MANAJEMEN PERSONALIA
Ada beberapa gejala yang membutuhkan pengembangan personalia, diantaranya adalah :
1. Para personalia terlalu patuh kepada atasannya dengan pelbagai alas an
2. Personalia pendidikan bekerja terlalu mekanistik, rutin dan seperti mesin
3. Tidak puas dengan desain yang baik tentang cara melayani atau memenuhi kebutuhan
para siswa/mahasiswa
4. Terjadi perubahan dalam konteks dana isi peranan para siswa/mahasiswa
5. Penyesalan meningkat dalam hubunganya dengan problemkomunikasi.
6. Ketidakmampuan manajer/para
kepemimpinan yang hierarki

manajer

meninggalkan

otoritas

dengan

model

7. Pengambilan keputusan yang keliru dan lamban, yang dapat membuat personalia menjadi
langsungm menemui kesulitan dalam bekerja, marah yang diperluas dsb.
8. Peraturan , nilai, nama dan standart tidak lagi berfungsi dengan baik, sebab mungkin
sudah ketinggalan jaman
Tujuan pengembangan baiak melalui personalia maupun melalui organisasi ialah memperbaiki
performan organisasi dengan menciptakan iklim sumber daya manusia yang positif.
Usaha pengembangan dalamkepersonaliaan bermaksud untuk menigkatkan efektifitas organisasi
termsuk efektitifitasdalam melaksanakan perencanaan pendidikan.
1. Kepemimpinan Yang Efektif
Agar proses pengembangan para personalia pendidikan berjalan lancer dan kontinu anatara lain
dibutuhkan kepemimpinan yang efektif.
Kepemimpinan efektif ialah kepemimpinan yang menghargai usaha para bawahan, yang
memperlakukan bawahan sesuai dengan bakat, kemampuan dan minat masing-masing individu,
yang member dorongan untuk berkembang dengan mengarahkan diri kearah tercapainya tujuan
lembaga pendidikan.
Kepemimpinan yang efektif selalu memanfaatkan kerjasama dengan para bawahan untuk
mencapai cita-cita organisasi.

Pekerjaan pendidikan yang dilakukan oleh para pemimpin secara efektif seperti yang dikatakan
Cunningham sebagai perencanaan manajemen kontinum yaitu :
1. Manajer berdiskusi dengan para bawahan
2. Manajer dibantu oleh para bawahan
3. Manajer dibantu para bawahan untuk mendapatkan cara penyelesaian masalah yang
terbaik
4. Tindakan manajer disetujui oleh para bawahan
Dan cara kerja seperti ini seperti yang dikatakan Fieder sebagai model situational atau
contingency.
Bagan hubungan antar kepemimpinan yang efektif dengan perencanaan dan pelaksanaan
pendidikan pada umumnya.

Orientasi tugas
Fungsi manajemen
Kepemimpinan efektif

perencanaan,pengorganisasian,
Pengaktifan,pengendalian

tujuan
organisasi

2. PEMBENTUKAN IKLIM ORGANISASI YANG HANGAT


Suatu penelitian menunjukkan hasil studi bahwa factor-faktor organisasi tempat para
professional bekerja mempengaruhi kepribadian dan profesi mereka.
Peranan organisasi pendidikan terhadap pembentukan kompetensi para pendidik dan para
perencana adalah sangat besar pengaruhnya.
Suasana kondusif dalam sebuah organisasi dapat memupuk peningkatan pertumbuhan
professional yang tinggi dan mantap.
Bagan iklim organisasi yang hangat menyuburkan kegiatan para professional

Iklim organisasi yang hangat


Kegiatan tidak terikat
Kebebasan mimbar

Menemukan
Mengajarkan
Mempublikasikan

Mengejar pengetahuan/ilmu
Tanpa pamrih

3. MENINGKATKAN PARTISIPASI PERSONALIA


Kepemimpinan yang efektif dan pembentukan iklim organisasi yang hangat serta dengan
disiplinnya yang fleksibel tidak otomatis dapat meningkatkan partisipasi para personalia
pendidikan. Masih ada beberapa cara untuk menggugah hati para personalia agar aktif
berpartisipasi, untuk meningkatkan keefetifan kepemimpinannyadan dipandang dapat
mengintervensikan kegiata-kegiatan yang ada didalam perencanaan adalah :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Survey umpan balik


Pertemuan konfrontasi
Membangun tim (team building)
Saling member data secara terbuka(open data sharing)
Proses konsultasi
Model struktur
Kelompok T (training group)

4. KERJASAMA DENGAN MASYARAKAT


Saat ini kerjasama dengan masyarakat sudah menjadi bagian kegiatan yang terpenting dalam
mengendalikan roda perjalanan organisasi pendidikan.
Dengan kaitan konsep ini para personalia diharapkan meningkatkan usahanya membina para
personaliapendidikan agar lebih giat dan trampil mengadakan kontak hubungan dengan
masyarakat.
Dengan struktur parallel dapat memberikan peluang lebih besar kepada personalia pendidikan
untuk meningkatkan inisiatif dan kreatifitas mereka menjalankan tugas-tugas rutinnya.
Para stakhorder juga anggota masyarakat dan sebagai warga lembaga pendidikan perlu ditangani
secara sungguh-sungguh agar perencanaan pendidikan dapat berjalan lancar.
Bagan organisasi atau struktur parallel dalam pendidikan

Masyarakat
Tugas rutin dalam lembaga pendidikan

satu set kegiatan pendidikan


Tugas non rutin yg bertalian dengan masyarakat

5. MACAM-MACAM HADIAH BAGI PERSONALIA


Para personalia tidak hanya dituntut akan kewajiban dan tanggung jawabnya. Hak mereka
juga patut diperhatikan.
Berbagai hadiah yang dimaksudkan bagi personalia adalah :
1. Menyediakan ruangan untuk tempat bekerja
2. Member kesempatan untuk melaksanakan fungsi kepemimpinan
3. Member kesempatan bertanggung jawab lebih besar
4. Mewakili lembaga pendidikan dalam pertemuan atau kunjungan tertentu
5. Membuat jadwal dan member ijin kepada yang pantas dapat hadiah
6. Mencatat, member kredit, dan mempertimbangkan jasa para personalia terhadap lembaga.
7. Membebaskan seseorang dari beban yang diluar kemampuannya
8. Member kesempatan
pelajar/mahasiswanya.

kepada

para

pengajar

untuk

bekerjasama

dengan

9. Memasang foto dan nama persomnalia yang patut diberi hadiah pada majalah dengan
deskripsinya sebgai orang yang pantas dihargai
.
10. Member kesempatan kepada personalia pendidikan mengadakan kontak pribadi dengan
para pemimpin lembaga pendidikan dan para pemimpin personalia
11. Memberikan jalan sehingga personalia yang pantas mendapat hadiah boleh memilih dan
menggunakan bahan-bahan pelajaran tertentu.

12. Melibatkan pengajar yang patut diberi hadiah ini dalam perencanaan kurikulum.

CATATAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Systematic planning for education change


Organization theory
Classroon curriculum
Saint and scamps ethics in academy
The complex roles of the teacher
Handbook for developing schools
Strategic management process for public third sector organizations
What can principle do to reward staff members

PERENCANAAN PENDIDIKAN
(TELAAH BUKU)

Nama

: Anik Dewi Susanti

Prodi

: Manajemen Pendidikan

Nim: 332142330628

Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIMA)


IMMI
Tahun Pelajaran 2014/2015