Anda di halaman 1dari 18

ETIKA PROFESI DAN TATA KELOLA KORPORAT

Penilaian Praktek OECD CG Prinsip 2 di PT. Aneka Tambang Tbk 2014.

Disusun oleh :
MUHAMMAD HASANUDDIN (16.19.0231)
RICHARD SIBARANI

(16.19.0234)

SULAIMAN

(16.19.0237)

PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI INDONESIA


(STIESIA) SURABAYA
2016

1. PENDAHULUAN
Saat ini, dunia usaha semakin berkembang dan membutuhkan pengelolaan yang
semakin baik dan sehat. Setiap pimpinan dan seluruh karyawan dari perusahaan publik
diharapkan dapat menunjukkan tindakan yang terpuji kepada stakeholder dan dapat
bertanggungjawab atas semua tindakan dan keputusannya dalam mengelola perusahaan.
Untuk meningkatkan performa perusahaan kearah yang lebih baik, maka perusahaan harus
dikelola secara professional dengan mengindahkan prinsip-prinsip Good Governance.
Keberlangsungan eksistensi perusahaan tidak hanya diukur oleh performa keuangan,
peningkatan keuntungan akan tetapi juga performa internal perusahaan (etika dan Good
Corporate Governance) dan performa kepedulian sosial perusahaan. Etika bisnis memiliki
peran yang sangat besar dalam keberlangsungan eksistensi perusahaan. Penerapan etika
bisnis secara konsisten dapat mewujudkan iklim usaha yang sehat, efisien dan transparan
untuk mendorong terciptanya pasar yang efisien, transparan dan mampu memberikan
manfaat yang besar bagi seluruh stakeholder-nya. Oleh karena itu sudah selayaknya
perusahaan menerapkan suatu prinsip Good Corporate Governance yang dapat digunakan
sebagai salah satu alatnya.
Pentingnya penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance telah menjadi
perhatian bagi dunia bisnis di setiap negara. Prinsip-prinsip Good Corporate Governance
yang dikeluarkan oleh OECD menjadi acuan bagi setiap negara dalam penerapannya.
Prinsip-prinsip Good Corporate Governance yang dikeluarkan oleh OECD tahun 2004
mencakup hal-hal sebagai berikut:
1. Ensuring the basis for an Effective Corporate Governance Framework
2. The Rights of Shareholders and Key Ownership Functions
3. The Equitable Treatment of shareholders
4. The Role of Stakeholders in Corporate Governance
5. Disclosure and Transparency
6. The responsibilities of the Board

PT Aneka Tambang (ANTAM) merupakan sebuah perusahaan pertambangan yang


mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 5 Juli 1968. di Eropa dan Asia. Sebagai
sebuah perusahaan yang memiliki wilayah operasi yang tersebar di seluruh Indonesia yang
kaya akan bahan mineral, ANTAM memiliki arus kas yang solid dan manajemen keuangan
yang berhati-hati. ANTAM didirikan sebagai Badan Usaha Milik Negara pada tahun 1968
melalui merger beberapa perusahaan pertambangan nasional yang memproduksi komoditas
tunggal. Untuk mendukung pendanaan proyek ekspansi feronikel, pada tahun 1997 ANTAM
menawarkan 35% sahamnya ke publik dan mencatatkannya di Bursa Efek Indonesia. Pada
tahun 1999, ANTAM mencatatkan sahamnya di Australia dengan status foreign exempt entity

dan pada tahun 2002 status ini ditingkatkan menjadi ASX Listing yang memiliki ketentuan
lebih ketat.
Sebagai Perusahaan yang terdaftar di berbagai Bursa Efek (multi listing) antara lain di
Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Australian Securities Exchange (ASX), dalam mencapai
tujuan strategis menjadi Perseroan berkelas dunia, saat ini ANTAM berfokus pada
peningkatan nilai pemegang saham dan berkomitmen dalam pelaksanaan penerapan prinsp
GCG agar kegiatan operasional Perusahaaan dijalankan dengan berlandaskan prinsip
Transparency, Accountability, Responsibility, Independency dan Fairness yang dijiwai oleh
Nilai-Nilai dan Etika Perusahaan.
Dewan Komisaris telah membentuk Komite GCG, Nominasi dan Remunerasi (GCGNR), dengan tugas utama Komite GCG-NR memantau dan memastikan diterapkannya GCG
serta standar etika perusahaan secara efektif, mengawasi pelaksanaan pengelolaan sosial dan
lingkungan perusahaan serta pengawasan jalannya proses nominasi dan remunerasi calon
Direksi dan Dewan Komisaris di Perusahaan termasuk juga pengelolaan Human Capital
secara umum. Prinsip GCG pada OECD yang akan dibahas dalam makalah ini adalah prinsip
ke-3 yaitu Perlakuan yang setara terhadap seluruh Pemegang Saham (Equitable
treatment of shareholders).

2. LANDASAN TEORI
Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD Organisation for Economic Co-operation and Development) merupakan sebuah organisasi
internasional dengan tiga puluh negara yang menerima prinsip demokrasi perwakilan dan
ekonomi pasar bebas. Berawal tahun 1948 dengan nama Organisasi untuk Kerja Sama
Ekonomi Eropa (OEEC - Organization for European Economic Co-operation), dipimpin
oleh Robert Marjolin dari Perancis, untuk membantu menjalankan Marshall Plan, untuk
rekonstruksi Eropa setelah Perang Dunia II. Kemudian, keanggotaannya merambah negaranegara non-Eropa, dan tahun 1961, dibentuk kembali menjadi OECD oleh Konvensi tentang
Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi.
Misi dan Tujuan OECD
Mempromosikan kebijakan-kebijakan yang akan memperbaiki ekonomi, social, dan
kesejahteraan masyasyarakat diseluruh dunia. OECD Bertujuan untuk membandingkan
pengalaman kebijakan, mencari jawaban untuk masalah umum, mengidentifikasi praktekpraktek yang baik, dan mengkoordinasikan kebijakan-kebijakan domestik dan internasional.
Prinsip OECD
Prinsip-prinsip OECD 2004 mengenai coporate governance digunakan sebagai acuan
bagi masyarakat internasional dalam pengembangan corporate governance, namun OECD
menjelaskan masing-masing negara memiliki karakteristik yang berbeda sehingga satu model
pengembangan corporate governance belum tentu cocok untuk semua negara. Salah satu
contoh adalah perbedaan sistem yang digunakan dalam perusahaan. Beberapa negara
menggunakan one tier system dimana pengawas perusahaan disebut Board dan pengurus
perusahaan disebut Key Executives.
Sementara itu banyak juga negara yang menggunakan two tier system dimana
pengawasan perusahaan dilakukan oleh Board of Commisoner dan pengurusan perusahaan
dilakukan oleh Directors. Di Indonesia system yang diggunakan adalah two tier system,
sehingga istilah Board dalam OECD diartikan sebagai Dewan Komisaris, dan Key
Executives sebagai Direksi.
Prinsip 2II: The Rights of Shareholders and Key Ownership Functions
Prinsip corporate governance yang ke dua dari OECD pada dasarnya mengatur
mengenai Hak-hak Pemegang Saham dan Fungsi-fungsi Kepemilikan Saham. Hal ini
terutama mengingat investor saham terutama dari suatu perusahaan publik, memiliki hak-hak
khusus seperti saham tersebut dapat dibeli, dijual ataupun ditransfer. Pemegang saham
tersebut juga berhak atas keuntungan perusahaan sebesar porsi kepemilikannya. Selain itu
kepemilikan atas suatu saham mempunyai hak atas semua informasi perusahaan dan
mempunyai hak untuk mempengaruhi jalannya perusahaan melalui Rapat Umum Pemegang

Saham (RUPS). Secara rinci prinsip 2 mengatur hak-hak pemegang saham sebagaimana
dapat dilihat dalam uraian di bawah ini.
Kerangka corporate governance harus melindungi dan menunjang pelaksanaan hak-hak
pemegang saham.
A Hak-hak dasar pemegang saham harus mencakup hak untuk:
1 memperoleh cara pendaftaran yang aman atas kepemilikan;
2 menyerahkan atau mengalihkan saham;
3 memperoleh informasi yang relevan atau material tentang perusahaan secara teratur dan
tepat waktu;
4 berpartisipasi dan memberikan hak suara dalam rapat umum pemegang saham;
5 memilih dan mengganti anggota pengurus; dan
6 6. memperoleh hak atas bagian keuntungan perusahaan.
B Pemegang saham harus memiliki hak untuk berpartisipasi dalam, dan diberikan informasi
yang cukup atas keputusan-keputusan tentang perubahan-perubahan penting perusahaan
seperti:
1 perubahan anggaran dasar, atau akte pendirian atau dokumen-dokumen tentang
pengelolaan perusahaan lainnya;
2 otorisasi saham tambahan; dan
3 transaksi luar biasa, termasuk pengalihan seluruh atau hampir seluruh asset, yang
berdampak pada penjualan perusahaan.
C Pemegang saham harus memiliki kesempatan untuk berpartisipasi secara efektif dan
memberikan hak suara dalam RUPS dan harus diberikan informasi tentang aturanaturannya, termasuk tata cara pemungutan suara, yang mengatur penyelenggaraan RUPS.
Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :
1 Pemegang saham harus disediakan informasi yang memadai dan akurat tentang tanggal,
tempat dan agenda RUPS, termasuk informasi lengkap dan akurat tentang masalahmasalah yang akan diputuskan dalam rapat.
2 Pemegang saham harus memiliki kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada
pengurus, termasuk pertanyaan-pertanyaan berkaitan dengan audit eksternal tahunan,
untuk memasukkan butir-butir dalam agenda RUPS, dan untuk mengusulkan
pemecahannya, dalam batas-batas yang wajar.
3 Partisipasi efektif pemegang saham dalam keputusan-keputusan penting pengelolaan
perusahaan, seperti pencalonan dan pemilihan anggota pengurus harus difasilitasi.
Pemegang saham harus dapat membuat pandangan-pandangan mereka berkaitan dengan
kebijakan penggajian anggota pengurus dan pejabatpejabat kunci diketahui. Kewajaran
atas komponen skema penggajian/kompensasi bagi anggota pengurus dan karyawan
harus didasarkan pada persetujuan pemegang saham.
4 Pemegang saham harus dapat memberikan hak suara secara langsung atau secara in
absentia, dan harus dianggap memiliki kekuatan yang sama, baik dilakukan dengan
kehadiran atau tanpa kehadiran pemegang saham yang bersangkutan.

D Struktur dan komposisi permodalan yang memungkinkan pemegang saham tertentu untuk
memperoleh tingkat pengendalian yang tidak proporsional dengan kepemilikan sahamnya
harus diungkapkan.
E Pengalihan pengendalian perusahaan harus diperbolehkan agar berfungsi secara efisien
dan transparan yang meliputi :
1 Peraturan dan prosedur tentang pengambilalihan pengendalian perusahaan di pasar
modal, dan transaksi luar biasa, seperti merger dan penjualan asset perusahaan dalam
jumlah yang substansial, harus diatur secara jelas dan diungkapkan sehingga investor
mengetahui hak-hak dan pilihan-pilihannya. Transaksi-transaksi harus dilakukan pada
harga yang transparan dan dengan syarat-syarat yang wajar yang melindungi hak-hak
seluruh pemegang saham sesuai dengan klasifikasinya.
2 Kebijakan anti take over tidak boleh digunakan untuk melindungi manajemen dan
pengurus dari kewajiban melakukan pertanggungjawaban.
F Pelaksanaan hak-hak atas kepemilikan oleh seluruh pemegang saham, termasuk investor
kelembagaan, harus difasilitasi. Hal-hal yang perlu diatur adalah :
1 Investor institusi yang bertindak dalam kapasitas secara fiduciary harus mengungkapkan
keseluruhan tata kelola perusahaan dan kebijakan pemungutan suara berkaitan dengan
investasinya, termasuk tata cara yang telah ditetapkan untuk memutuskan penggunaan
hak suara mereka.
2 Investor institusi yang bertindak dalam kapasitas secara fiduciary harus mengungkapkan
bagaimana mereka menangani benturan kepentingan yang material yang mungkin
mempengaruhi pelaksanaan hak-hak pemilik utama berkaitan dengan investasinya.
G Pemegang saham, termasuk pemegang saham institusi, harus diperbolehkan untuk saling
berkonsultasi tentang masalah-masalah berkenaan dengan hak-hak dasar pemegang
saham sebagaimana didefinisikan dalam Prinsip-prinsip tersebut diatas, dapat
dikecualikan untuk mencegah penyalahgunaan.
Prinsip Dasar Corporate Governance
Terdapat empat prinsip utama Corporate Governance secara umum yaitu:

Fairness (Kewajaran)
Kewajaran (fairness) merupakan suatu bentuk perlakuan yang adil dan setara di dalam
memenuhi hak-hak stakeholder yang timbul berdasarkan perjanjian serta peraturan
perundangan yang berlaku.
Transparency (Keterbukaan Informasi)

Transparansi merupakan keterbukaan informasi, baik dalam proses pengambilan


keputusan maupun dalam mengungkapkan informasi material dan relevan mengenai
perusahaan.
3 Accountability (Dapat Dipertanggungjawabkan)
Akuntabilitas adalah kejelasan fungsi, struktur, sistem dan pertanggungjawaban organ
perusahaan sehingga pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif.
4 Responsibility (Pertanggungjawaban)
Pertanggungjawaban perusahaan adalah kesesuaian (patuh) di dalam pengelolaan
perusahaan terhadap prinsip korporasi yang sehat serta peraturan perundangan yang
berlaku.
5

Independency (kemandirian),
suatu keadaan dimana perusahaan dikelola secara professional tanpa benturan kepentingan
dan pengaruh/tekanan dari pihak manajemen yang tidak sesuai dengan peraturan dan
perundangan-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat.

3 PEMBAHASAN MASALAH
Profil Perusahaan
Perusahaan Perseroan (Persero) PT Aneka Tambang Tbk adalah BUMN yang
bergerak dalamm bidang pertambangan berbagai jenis bahan galian, serta menjalankan usaha

di bidang industri, perdagangan, pengangkutan dan jasa yang berkaitan dengan pertambangan
berbagai jenis bahan galian tersebut. Sub sektor pertambangan logam dan mineral ini mulai
beroperasi secara komersial pada tanggal 5 Juli 1968. Dengan modal dasar sebesar Rp 3,8
Triliun. Modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp 953,8 miliar dengan struktur kepemilikan
Pemerintah Republik Indonesia sebesar 65% dan Masyarakat sebesar 35%. Selain itu, Antam
bergerak juga di bidang industri, perdagangan, pengangkutan dan jasa lainnya yang berkaitan
dengan bahan tambang. Data Total Penjualan tahun 2010 sebesar Rp 8,74 triliun yang
berasal dari komoditas feronikel sebesar Rp 3,68 triliun (42%), bijih nikel sebesar Rp 2,36
triliun (27%), emas dan besi sebesar Rp 2,35 triliun (27%), serta bauksit sebesar Rp 340
milyar (4%).
Antam merupakan perusahaan pertambangan yang terdiversifikasi dan terintegrasi
secara vertikal yang berorientasi ekspor. Melalui wilayah operasi yang tersebar di seluruh
Indonesia yang kaya akan bahan mineral, kegiatan Antam mencakup eksplorasi,
penambangan, pengolahan serta pemasaran dari sumber daya mineral yang dimiliki. Antam
memiliki konsumen jangka panjang yang loyal di Eropa dan Asia. Mengingat luasnya lahan
konsesi pertambangan dan besarnya jumlah cadangan dan sumber daya yang dimiliki, Antam
membentuk beberapa usaha patungan dengan mitra internasional untuk dapat memanfaatkan
cadangan yang ada menjadi tambang yang menghasilkan keuntungan.
Antam memiliki arus kas yang solid dan manajemen keuangan yang berhati-hati.
Antam didirikan sebagai Badan Usaha Milik Negara pada tahun 1968 melalui merjer
beberapa perusahaan pertambangan nasional yang memproduksi komoditas tunggal. Untuk
mendukung pendanaan proyek ekspansi feronikel, pada tahun 1997 Antam menawarkan 35%
sahamnya ke publik dan mencatatkannya di Bursa Efek Indonesia. Pada tahun 1999, Antam
mencatatkan sahamnya di Australia dengan status foreign exempt entity dan pada tahun 2002
status ini ditingkatkan menjadi ASX Listing yang memiliki ketentuan lebih ketat.
Tujuan perusahaan saat ini berfokus pada peningkatan nilai pemegang saham. Hal ini
dilakukan melalui penurunan biaya seiring usaha bertumbuh guna menciptakan keuntungan
yang berkelanjutan. Strategi perusahaan adalah berfokus pada komoditas inti nikel, emas, dan
bauksit melalui peningkatan output produksi untuk meningkatkan pendapatan serta
menurunkan biaya per unit. Antam berencana untuk mempertahankan pertumbuhan melalui
proyek ekspansi terpercaya, aliansi strategis, peningkatan kualitas cadangan, serta
peningkatan nilai melalui pengembangan bisnis hilir. Antam juga akan mempertahankan
kekuatan finansial perusahaan. Melalui perolehan kas sebanyak-banyaknya, perusahaan
memastikan akan memiliki dana yang cukup untuk memenuhi kewajiban, mendanai
pertumbuhan, dan membayar dividen. Untuk menurunkan biaya, perusahaan harus beroperasi
lebih efisien dan produktif serta meningkatkan kapasitas untuk memanfaatkan adanya skala
ekonomis.
Sebagai perusahaan pertambangan, Antam menyadari bahwa kegiatan operasi
perusahaan memiliki dampak secara langsung terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Perusahaan menyadari bahwa aspek lingkungan hidup dan khususnya pengembangan
masyarakat tidak sekedar tanggung jawab sosial tetapi merupakan bagian dari risiko

perusahaan yang harus dikelola dengan baik. Karakteristik industri pertambangan di


Indonesia sebagai industri pembuka daerah tertinggal dan terisolir juga menjadikan peran
perusahaan tambang untuk berperan aktif dalam pengembangan masyarakat sekitar dan
beroperasi sebagai good corporate citizen sangat penting. Hal ini akan berperan penting
dalam menurunkan risiko adanya gangguan terhadap operasi perusahaan. Beranjak dari
konsepsi ini maka perhatian yang mendalam terhadap upaya pelestarian lingkungan serta
partisipasi secara proaktif dalam pengembangan masyarakat merupakan salah satu kunci
kesuksesan kegiatan pertambangan.

Visi Antam :
"Menjadi korporasi global berbasis pertambangan dengan pertumbuhan sehat dan standar
kelas dunia"
Misi Antam :
Membangun dan menerapkan praktik-praktik terbaik kelas dunia untuk menjadikan
Antam sebagai pemain global.
Menciptakan keunggulan operasional berbasis biaya rendah dan teknologi tepat guna
dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan kerja serta lingkungan hidup.
Mengolah cadangan yang ada dan yang baru untuk meningkatkan keunggulan
kompetitif.
Mendorong pertumbuhan yang sehat dengan mengembangkan bisnis berbasis
pertambangan, diversifikasi dan integrasi selektif untuk memaksimalkan nilai
pemegang saham
Meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan pegawai serta mengembangkan budaya
organisasi berkinerja tinggi.
Berpartisipasi meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama di sekitar wilayah
operasi, khususnya pendidikan dan pemberdayaan ekonomi.
Saham ANTAM saat ini diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (Indonesia Stock
Exchange, IDX) serta di Bursa Efek Australia (Australian Securities Exchange, ASX). Saham
ANTAM tercatat di Papan Utama IDX serta merupakan anggota dari LQ45, the Jakarta
Islamic Index, the Jakarta Mining Index, the SRI Kehati Sustainability Index dan beberapa
indeks lokal terkemuka lainnya. Saham ANTAM di ASX tercatat dalam full ASX Listing
sejak tahun 2002. Saham ANTAM di ASX diperdagangkan dalam bentuk Chess Depository
Interests (CDI) dimana satu CDI mewakili 5 saham.
Daftar 10 Pemegang Saham Terbesar di luar Pemerintah Indonesia (saat ini memiliki 65%
saham ANTAM) pada akhir bulan Desember tahun 2014 adalah sebagai berikut :

No.
1
2
3

5
6
7

10

Nama
pemegang
saham
Pt prudential life
assurance-ref
Bpjs
ketenagakerjaan
-jht
Pt
taspen
(persero) tht
Citibank
new
york
s/a
dimensional
emerge
Bpjs
ketenagakerjaan
jkk
Banque pictet
and cie sa
Bbh boston s/a
vangrd
emg
mkts stk infd
Bpjs
ketenagakerjaan
bpjs
Citibank
new
york
s/a
emerging
markets c
Citibank
new
york
s/a
emerging
markets s

Jumlah saham

Persentase

Status

234,135,900

2.4546510

Asuransi

210,522,500

2.2070911

Perseroan
terbatas

180,766,500

1.8951330

Asuransi

80,886,500

0.8480038

Badan
asing

78,764,500

0.8257570

Asuransi

61,950,000

0.6494759

Badan
asing

usaha

61,919,500

0.6491562

Badan
asing

usaha

59,562,900

0.6244499

Asuransi

40,017,800

0.4195415

Badan
asing

usaha

32,303,800

0.3386689

Badan
asing

usaha

usaha

Daftar 10 Pemegang Saham Terbesar di luar Pemerintah Indonesia (saat ini memiliki 65%
saham ANTAM) pada akhir bulan Desember tahun 2014 adalah sebagai berikut:
No.

NAMA
PEMEGANG JUMLAH
SAHAM
SAHAM

PERSENTASE

STATUS

PT PRUDENTIAL LIFE
234,135,900
ASSURANCE-REF

2.4546510

ASURANSI

BPJS
KETENAGAKERJAAN- 210,522,500
JHT

2.2070911

PERSEROAN
TERBATAS

PT TASPEN (PERSERO)
180,766,500
THT

1.8951330

ASURANSI

CITIBANK NEW YORK


S/A
DIMENSIONAL 80,886,500
EMERGI

0.8480038

BADAN USAHA
ASING

BPJS
KETENAGAKERJAAN
JKK

78,764,500

0.8257570

ASURANSI

BANQUE PICTET AND


61,950,000
CIE SA

0.6494759

BADAN USAHA
ASING

BBH BOSTON S/A


VANGRD EMG MKTS 61,919,500
STK INFD

0.6491562

BADAN USAHA
ASING

BPJS
KETENAGAKERJAAN
- BPJS

59,562,900

0.6244499

ASURANSI

CITIBANK NEW YORK


S/A
EMERGING 40,017,800
MARKETS C

0.4195415

BADAN USAHA
ASING

10

CITIBANK NEW YORK


S/A
EMERGING 32,303,800
MARKETS S

0.3386689

BADAN USAHA
ASING

Kepemilikan saham anggota dewan di ANTAM per akhir Desember 2014 adalah sebagai

berikut:
No.

Anggota
Komisaris/Direksi

Dewan

Ir. Tato Miraza,


(Direktur Utama)

S.E.,

M.M.

Ir. Tedy Badrujaman,


(Direktur Operasi)

M.M.

Ir. Hendra Santika, M.M. (Direktur


0.0018
Pengembangan)

Ir. Made Surata, M.Si. (Direktur


0.0015
Umum & CSR)

Ir. Hari Widjajanto, M.M. (Direktur


0.0006
Sumber Daya Manusia)

% Kepemilikan Saham
0.0083
0.0004

Total jumlah saham yang dimiliki manajemen senior (satu level di bawah Direksi) per 31
Desember 2014 berjumlah 4.602.900 lembar saham atau 0,048%.

PRAKTEK CORPORATE GOVERNANCE PT. ANTAM


Antam telah mengembangkan GCG dengan membangun aspek infrastruktur GCG,
baik hard structure maupun soft structure. Hard structure yang telah dibangun diantaranya
adalah dengan dibentuknya Dewan Komisaris yang terdiri dari Komisaris Independen beserta
lima Komite penunjang Dewan Komisaris, meliputi Komite Audit, Komite Good Corporate
Governance, Komite Nominasi Remunerasi dan Pengembangan SDM, Komite CSR
Lingkungan dan Pasca-tambang, dan Komite Manajemen Resiko. Soft structure GCG yang
telah dikembangkan diantaranya Pedoman Kebijakan Perusahaan (PKP), Management Policy
, Standard Operating Procedure (SOP), Standar Etika (Code of Conduct) Perusahaan,
Charter Dewan Komisaris, Charter Direksi, Charter Komite, serta Charter Internal Audit.
Saat ini cakupan Pedoman Kebijakan Perusahaan telah diperluas dan disempurnakan
menjadi Kebijakan Tata Kelola Perusahaan atau Corporate Governance Policy (CGP).
Perluasan cakupan CGP diarahkan untuk melengkapi aspek-aspek kebijakan proses yang
telah diatur sebelumnya dengan aspek pedoman praktis implementasi GCG sebagaimana
yang diatur di dalam Pedoman Umum GCG Indonesia maupun ASX Principles and
Recomendation.
Pelaksanaan prinsip dasar Corporate Governance pada ANTAM:
A. Transparansi (Transparency)
ANTAM menjamin pengungkapan informasi materiil dan relevan mengenai kinerja, kondisi
keuangan dan informasi lainnya secara jelas, memadai dan tepat waktu serta mudah diakses
oleh Stakeholders sesuai dengan haknya. Prinsip keterbukaan ini tidak mengurangi
kewajiban untuk melindungi informasi rahasia mengenai ANTAM dan Pelanggan sesuai
dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku.
B. Akuntabilitas (Accountability)
ANTAM menjamin kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggungjawaban masing-masing
Organ Perusahaan (Rapat Umum Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi) yang
memungkinkan pengelolaan ANTAM terlaksana secara efektif. Akuntabilitas merujuk kepada
kewajiban seseorang atau organ kerja ANTAM yang berkaitan dengan pelaksanaan
wewenang yang dimilikinya dan/atau pelaksanaan tanggung jawab yang dibebankan oleh
ANTAM kepadanya.
C. Pertanggungjawaban (Responsibility)
ANTAM menjamin kesesuaian dalam melaksanakan aktivitas bisnisnya berdasarkan prinsip
korporasi yang sehat, pemenuhan kewajiban terhadap bekerjasama secara aktif untuk
manfaat bersama dan berusaha untuk dapat memberikan kontribusi yang nyata kepada
masyarakat.

D. Independensi (Independency)
ANTAM menjamin pengelolaan Perusahaan secara profesional tanpa benturan kepentingan
dan pengaruh/tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat.
E. Kewajaran (Fairness)
ANTAM menjamin perlakuan yang adil dan setara dalam memenuhi hak-hak Stakeholders
berdasarkan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Praktek Prinsip 2 OECD: Hak-hak Pemegang Saham dan Fungsi-fungsi Kepemilikan
Saham (The Rights of Shareholders and Key Ownership Functions)
PT Aneka Tambang terkait dengan kebijakan tata kelola korporat atau corporate
governance 2014, dapat diketahui bahwa PT Antam sudah memenuhi prinsip 2 OECD.
Terdapat dua subprinsip dalam prinsip 2 OECD ini. Setiap subprinsip telah dipenuhi oleh PT
Antam dengan baik namun ada beberapa hal yang perlu diperbaiki namun tidak signifikan,
sehingga bisa dikategorikan PT Antam hamper memenuhi Asean Corporate Governance
Scorecard.
Sesuai dengan isi Kebijakan tata kelola perusahaan Aneka Tambang Edisi 2013,
Pemegang Saham sebagai pemilik modal, memiliki hak dan tanggung jawab atas Perusahaan
sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan. Dalam
melaksanakan hak dan tanggung jawabnya, perlu diperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut
:
a
b

Pemegang Saham harus menyadari bahwa dalam melaksanakan hak dan tanggung
jawabnya harus memperhatikan juga kelangsungan hidup Perusahaan.
Perusahaan menjamin terpenuhinya hak dan tanggung jawab Pemegang Saham atas dasar
asas kewajaran (fairness) sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan
perundangundangan.

Pedoman Pokok Pelaksanaan


I
a

Hak dan Tanggung Jawab Pemegang Saham


Hak Pemegang Saham dilindungi dan dilaksanakan sesuai Anggaran Dasar Perseroan dan
peraturan perundang-undangan. Hak Pemegang Saham tersebut pada dasarnya meliputi :
- Hak untuk menghadiri, menyampaikan pendapat, dan memberikan suara dalam
RUPS berdasarkan ketentuan satu saham memberi hak kepada pemegangnya
untuk mengeluarkan satu suara.
- Hak untuk memperoleh informasi mengenai Perusahaan secara tepat waktu, benar
dan teratur, kecuali hal-hal yang bersifat rahasia, sehingga memungkinkan
Pemegang Saham membuat keputusan mengenai investasinya dalam Perusahaan
berdasarkan informasi yang akurat.

II

Hak untuk menerima bagian dari keuntungan Perusahaan yang diperuntukkan


bagi Pemegang Saham dalam bentuk dividen dan pembagian keuntungan lainnya,
sebanding dengan jumlah saham yang dimilikinya.
- Hak untuk memperoleh penjelasan lengkap dan informasi yang akurat mengenai
prosedur yang harus dipenuhi berkenaan dengan penyelenggaraan RUPS agar
Pemegang Saham dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, termasuk
keputusan mengenai hal-hal yang mempengaruhi eksistensi Perusahaan dan hak
Pemegang Saham.
- Dalam hal terdapat lebih dari satu jenis dan klasifikasi saham dalam Perusahaan,
maka:
Setiap Pemegang Saham berhak mengeluarkan suara sesuai dengan jenis,
klasifikasi dan jumlah saham yang dimiliki; dan
Setiap Pemegang Saham berhak untuk diperlakukan setara berdasarkan
jenis dan klasifikasi saham yang dimilikinya.
Pemegang saham menyadari tanggung jawabnya sebagai pemilik modal dengan
memperhatikan peraturan perundang-undangan dan Anggaran Dasar Perseroan.
Tanggung jawab Pemegang Saham tersebut pada dasarnya meliputi :
Pemegang Saham pengendali harus dapat :
memperhatikan kepentingan Pemegang Saham minoritas dan Pemangku
Kepentingan sesuai peraturan perundang-undangan.
mengungkapkan kepada instansi penegak hukum tentang Pemegang Saham
pengendali yang sebenarnya (ultimate Pemegang Saham) dalam hal terdapat
dugaan terjadinya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan, atau
dalam hal diminta oleh otoritas terkait.
Pemegang Saham minoritas bertanggung jawab untuk menggunakan haknya dengan baik
sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan Anggaran Dasar Perseroan;
Pemegang Saham harus dapat :
memisahkan kepemilikan harta Perusahaan dengan kepemilikan harta pribadi.
memisahkan fungsinya sebagai Pemegang Saham dengan fungsinya sebagai
anggota Dewan Komisaris atau Direksi dalam hal Pemegang Saham menjabat
pada salah satu dari kedua organ tersebut.
Dalam hal Pemegang Saham menjadi Pemegang Saham pengendali pada
beberapa Perusahaan, perlu diupayakan agar akuntabilitas dan hubungan
antarPerusahaan dapat dilakukan secara transparan.
Tanggung jawab Perusahaan terhadap Hak dan Kewajiban Pemegang Saham.
- Perusahaan melindungi hak Pemegang Saham sesuai dengan Anggaran Dasar
Perseroan dan peraturan perundang-undangan.
- Perusahaan menyelenggarakan daftar Pemegang Saham secara tertib sesuai
dengan Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan.
- Perusahaan menyediakan informasi mengenai Perusahaan secara tepat waktu,
benar dan teratur bagi Pemegang Saham, kecuali hal-hal yang bersifat rahasia.

Perusahaan tidak memihak kepada Pemegang Saham tertentu dengan memberikan


informasi yang tidak diungkapkan kepada Pemegang Saham lainnya. Informasi
harus diberikan kepada semua Pemegang Saham tanpa menghiraukan jenis dan
klasifikasi saham yang dimilikinya.
Perusahaan harus dapat memberikan penjelasan lengkap dan informasi yang
akurat mengenai penyelenggaraan RUPS

4 KESIMPULAN
PT Aneka Tambang Tbk, sebuah BUMN yang bergerak dalam bidang pertambangan
berbagai jenis bahan galian memiliki tujuan perusahaan yang berfokus pada peningkatan
nilai pemegang saham dan berkomitmen dalam pelaksanaan penerapan prinsp GCG agar
kegiatan operasional Perusahaaan dijalankan dengan berlandaskan prinsip Transparency,

Accountability, Responsibility, Independency dan Fairness yang dijiwai oleh Nilai-Nilai dan
Etika Perusahaan.
Seluruh Pemegang Saham PT Antam memiliki kesempatan untuk mendapatkan
penggantian atau perbaikan (redress) atas pelanggaran dari hak-hak Pemegang Saham.
Adanya perlakuan yang sama atas saham-saham yang berada dalam satu kelas, melarang
praktek-praktek perdagangan orang dalam (insider trading) dan mengharuskan anggota
Direksi untuk melakukan keterbukaan apabila menemukan transaksi-transaksi yang
mengandung benturan kepentingan (conflict of interest). Adanya perlakuan yang sama
terhadap seluruh Pemegang Saham, termasuk Pemegang Saham minoritas dan asing.
Jadi dalam hal penerapan GCG, PT ANTAM sudah melaksanakan prinsip-prinsip
GCG dengan sangat baik. Hal tersebut dibuktikan dengan diperolehnya beberapa
penghargaan sebagai pelaksana GCG dengan baik. Dimana Tata kelola perusahaan (Good
Corporate Governance, GCG) telah menjadi salah satu elemen penting bagi perusahaan
Antam dalam usaha untuk mempertahankan keberlanjutan pertumbuhan dan juga menjadi
perusahaan pertambangan internasional. Sebagai salah satu BUMN terbesar dan
berpengaruh, perusahaan Antam memiliki komitmen untuk terlibat dalam pertumbuhan
Indonesia dengan berkontribusi secara signifikan terhadap perekonomian Indonesia dan
menjadi contoh bagi perusahaan lain, terutama BUMN, dalam hal implementasi GCG.

DAFTAR PUSTAKA

Annual Report PT Aneka Tambang Tbk Tahun 2014


OECD Principles of Corporate Governance, tahun 2004
Code of Conduct PT Aneka Tambang Tbk
Kebijakan Tata Kelola Korporat PT. Aneka Tambang Tbk. Tahun 2014

Anda mungkin juga menyukai