Anda di halaman 1dari 2

Kondisi Indonesia> Kekuatan Surabaya metropolitasn kedua

Berbicara mengenai infrastruktur transportasi tentu tidak lepas kaitannya


dengan ketersedian moda transportasi yang mampu memfasilitasi masyarakatnya.
Surabaya sebagai kota berpenduduk 2.765.487 jiwa pada 2010 juga tidak lepas dari
permasalahan penyediaan moda transportasi. Padahal, sebagai kota metropolitan
kedua terbesar setelah Jakarta, Surabaya memiliki potensi yang amat besar dalam
mendorong kemajuan berbagai bidang di skala nasional.
Angkutan umum yang tersedia di Surabaya sebenarnya begitu beragam. Salah satu
yang populer di masyarakat adalah lyn (bemo). Dengan jumlah lyn yang beroperasi
menurut data Badan Pusat Statistik Kota Surabaya pada 2014 adalah 2150 buah.
Selain itu, terdapat pula bus kota, taksi, dan berbagai alternatif lain yang biasanya
menemani masyarakat dalam kesehariannya. Meskipun begitu, keberadaannya
seakan tidak berfungsi secara optimal. Banyak keluhan dan keinginan moda
transportasi yang lebih baik lagi oleh masyarakat.
Tidak dipungkiri, dewasa ini orang-orang cenderung memilih menggunakan
kendaraan pribadi ketimbang angkutan umum. Ini disebabkan berbagai alasan,
namun utamanya adalah karena faktor kelayakan, kenyamanan dan keamanan
pengguna angkutan umum. Bisa dibilang kondisi lyn dan bus kota di Surabaya
sudah sangat memprihatinkan. Mayoritas dari angkutan tersebut sudah tidak layak,
baik secara fisik maupun efisiensi penggunaan.
Pada zaman yang sudah serba modern ini, orang-orang lebih menhendaki hal yang
praktis dan nyaman, bukan hanya sekedar layak guna. Waktu tunggu lyn dan bus
kota yang lama, efisiensi waktu, kemudahan akses dan tarif menjadi alasan utama
mengapa transportasi di Kota Surabaya harus dibenahi. Tak ayal, tidak menampik
fakta bahwa orang akan lebih memilih bepergian dengan kendaraan pribadinya dan
menambah padat jalan raya kota Surabaya. Sehingga, mereka tidak akan berpanaspanasan di lyn atau malah membuang waktu hanya untuk menunggu lyn penuh
hingga berjam-jam.
Jika berkaca pada kota sekelas Jakarta, sedikit banyak, problematika penyediaan
transportasi umum yang bisa dijangkau masyarakat sudah cukup teratasi.
Kehadiran Trans Jakarta (Busway) mampu menjadi angin segar masyarakat yang
terbatas keuangannya namun menuntut hal lebih. Selain murah, moda transportasi
ini juga nyaman dan mampu memangkas waktu tempuh dibandingkan jenis
konvensional seperti lyn.
Tentunya, Surabaya harus segera bersiap sedini mungkin. Masyarakat Ekonomi
Asean (MEA) 2015 yang sebentar lagi berlangsung akan menjadi tantangan baru
bagi seluruh elemen yang ada. Dengan infrastruktur transportasi yang ada
sekarang, jika tanpa ada perbaikan, akan sulit untuk mampu bersaing dengan
negara Asia Tenggara lain. Akan sulit untuk berkembang jika masyarakatnya yang
masif masih terbelenggu masalah angkutan.
Semua pihak baik Pemerintah Kota Surabaya, pebisnis, investor, pun masyarakat
hendaknya bisa berkolaborasi membuka pandangan. Kehidupan akan terus tumbuh

dan berkembang, apa-apa yang tidak beres bisa menjadi acuan untuk berbenah
diri. Misalnya, berpandangan terbuka akan campur tangan teknologi yang sudah
semakin mempermudah berbagai aktivitas.
Contoh nyatanya ketika go-jek dan ubertaxi yang mulai merambah bisnis
transportasi di kota-kota besar Indonesia. Dengan begitu orang-orang akan terbuka
pandangannya tentang masa depan. Sehingga, tidak ada lagi kalangan yang
beranggapan mereka mencari nafkah hanya untuk makan di hari itu juga dan
melupakan hari-hari esok. Harus ada pandangan untuk menatap masa depan.
1.Transportasi penggerak sby, penyambung keberlangsungan perekonomian,
indikator
Transportasi sebagai penggerak masyarakat surabaya memiliki peran besar dalam
menentukan sukses atau tidak aktivitas di dalamnya.
2.Studi kasus lapangan (bemo, bus kota, X busway jkt, jogja, mks, X kehadiran
gojek, ubertaxi

Masyarakat saat ini/modern/Tuntutan zaman


1.Masyarakat modern/gaya hidup (tdk cukup layak angkut saja)/efisensi
wakt/kemudhan akses/keamanan kenyamanan/tarif
2.Tantangan mea/persaingan

Inovasi, Terobosan
1.Kolaborasi, multidisiplin ilmu
2.Membuka pikiran,lebih visioner,

Harapan
1.Mahasiswa sbg Generasi muda