Anda di halaman 1dari 3

DEFINISI

ETIOLOGI

LOKASI

SIFAT
FAKTOR RISIKO

TANDA & GEJALA

MENINGITIS PURULENTA
Radang pd meningen
1.
2.
3.
4.

Meningococcus
Pneumococcus
Staphylococcus
H. Influenza

Rute Infeksi :
1. Hematogen
2. Trauma terbuka
3. Infeksi sekitar
Meningens

Akibat dari :
1. Piosefalus
2. Hidrosefalus
3. Thrombosis
Sindroma meningitis :
1. Demam
2. Nyeri kepala
3. Gg Kesadaran
4. Kejang

KLASIFIKASI/GRA
DING

MENINGITIS TB
Radang pd meningen
Non Supuratif :
1. M. Tuberculosis
2. Sifilis
Rute Infeksi :
- Hemtogen dari Paru

- Sumbatan LCS & Hidrosefalus


Meningens

1.
2.
3.
4.

Imun rendah
SosEk rendah
Status gizi
Kesadaran kesehatan
masyakat
Sindroma meningitis :
5. Demam
6. Nyeri kepala
7. Gg Kesadaran
8. Kejang
1. Stage 1
2. Stage 2
3. Stage 3
Gambaran Klasik :
1. St. Prodromal
2. St. Perangsangan meningen
3. St. Kerusakan otak
setempat
4. St. Akhir/krusakan otak
difus

MAKROSKOPIS

MIKROSKOPIS

MENINGIOMA
Tumor arachnoid asal dari
neuroektodermal
1. Kehilangan kromosom 22
2. Tumor Suppressor Gene
3. DAL1 atau protein 4.1B pada
18p11.3

1.

2.

Tuberkel Epiteloid
mengalami Nekrosis
Kaseosa
Sel Datia Langhans

1. Parasagital
2. Sulkus Olfaktorius
3. Medula Spinalis
4. Crista Sphenoidalis
JINAK
Umur 45-55 tahun

1. Sakit kepala
2. Kejang
3. Gg visus
4. Gg mental
5. Gg fokal
Grade 1 : Meningioma
Grade 2 : Meningioma
Atipikal
Grade 3 : Meningioma
Anaplastik

1.

2.
3.

PROGNOSIS

Tergantung :

Makin lanjut tahap klinis :

1.

2.
3.
4.
5.

1.
2.
3.
4.
Eksudat Purulen
(sel radang PMN & fibrin)

ASTROCYTOMA
Tumor dari sel glia

1.
2.

Umumnya baik

Dewasa : Hemispherium
sinistra
Anak-anak : Cerebellum

JINAK/GANAS
Dewasa >>, kadang anak2

1. Kejang umum
2. Gg fokal
3. Perub sensibilitas
4. Gg motorik
5. Gg visus
DERAJAT :
Astrositoma fibrilier
II. Astroblastoma
III. Bentuk paling banyak (50-60%)
glioma
IV. Glioblastoma paling agresif
(GBM)

Massa bulat tegas (bola golf) 1.


Homogen, abu-abu
2.
Melekat pada meningen
3.
Menarik otak
4.
Sel tumor bentuk
1.
2.
Spindle/epithelial tersusun
melingkar
Badan Pseumoma
(kalsifikasi)
Difus

Dihubungkan dengan
berbagai sindroma :
Mutasi germline p53
Turcot Syndrome
Neurofibromatosis tipe 1
Herediter
Sisa sel embrional
Radiasi
Subtansi karsinogenik

3.

Batas tak jelas


Abu-abu
Lebih padat dari jar.otak
sekitarnya
Infiltratif
Sel astrosit neoplastik
Sitoplasma eosinofilik
Batas tegas, lonjong,
pleimorfik
Neurofibriler

- Grade 1 : 5 years survival 85%

GLIOBLASTOMA
Macam dari Astrocytoma
grade IV
Belum pasti
1. Radiasi ion
2. Imunocomprimised
3. Herediter
4. Molekukl p53-MDM2p21
5. HLA (human leukocyte
antigen)
1.

Substansia alba bagian


subkortikal dari
hemispherium cerebri

GANAS
Dewasa >> (umur 50-60
tahun)

1.
2.
3.
4.

Nyeri kepala
Kejang
Muntah
Hemiparese

MACAM :
1. Giant Cell Glioblastoma
2. Small Cell Glioblastoma
3. Gliosarcoma

1.
2.

1.

Deep white matter


Basal ganglia

Palisade
5.
endotel Prolifrerasi
2. Infiltrated
6.
Nuclear
3. Nekrosis
4. Mitosis, pleimorfism
KHAS : BUTTERFLY LESSION
1 tahun setelah treatment

- Jenis kuman
- Umur
- Lama gejala/sakit

EPENDIMOMA
Tumor dari sel ependim

DEFINISI

makin buruk
Ada hidrosefalus : makin buruk

Survival rate : dewasa >>


anak-anak
Survival rate : 5 tahun 75%

NEURILEMOMMA
Tumor dari sel Schwann
Merupakan Schwannoma
grade 1

SCHWAMMOMA MALIGNA
Tumor dari sel Schwann
Dikenal : Sarkoma Neurogenik,
Neurofibrosarkoma, atau
Malignant Peripherial Nerve
Sheet Tumor (MPNST)

10 years survival
79%
- Grade 2 : - Grade 3 : 3 years
- Grade 4 : 1 year after
treatment
NEUROFIBROMA
Tumor dari saraf perifer,
merupakan bagian penyakit
dari Neurofibromatosis von
Reckling Hausen

ETIOLOGI

RETINOBLASTOMA
Tumor congenital dari selsel primitive retina

Hilang suppressor tumor Rb


Homozigot Kromosom
13q14

LOKASI

1.
2.
3.
4.

SIFAT
FAKTOR RISIKO

Ventrikel
Kanalis sentralis medulla
Spinalis spleksus koroideus
Lumbal >>

Insidensi :
1. Rata-rata 25-30 tahun
2. Dewasa 1-2%
3. Anak-anak 1-12%

TANDA & GEJALA

1.
2.

Proximal/akar saraf spinal


Proximal nervus
JINAK
Insidensi :
Umur 40-50 tahun

TIK
protein pada LCS

KLASIFIKASI/GRA
DING
-

MAKROSKOPIS

Umumnya BURUK

Macam :
Cellular
- Lipomatous
Papillary
- Giant Cell
Clear Cell
- Signet Ring
Cell
- Melanotic
GRADE :
- Low Grade & High Grade
1. Jaringan tumor abu-abu
hingga ungu
2. Massa batas tegas

1.
2.

Soliter
Batas jelas

1.
2.
GANAS
Insidensi :
40-50 tahun

Distal nervus
Kauda equina

JINAK
GANAS
Belum jelas, faktor congenital
Insidensi :
Insidensi :
Biasanya sblm umur 4
Umur > 40 tahun
tahun
Anak2 & dewasa muda : jarang
1. Bintik-bintik kulit (cokelat) di 1. Leucocoria/Amaurotic
dada, pinggul, sikut dan
CatsEye
2. Katarak/bulging
lutut
2. Gg penglihatan
eye/large eye
3. Gg pendengaran
3. Hypopyon/Proptosis/Ocul
4. Gg koordinasi & pusing
ar Inflamation
4. Mydriasis/Hyphema
STAGE :
1. Quiescent stage
2. Glaucomatous stage
3. Stage of extra-ocular
extention
4. Stage of Metastasis
Ke N II, otak, liver, blood
stream
1. Multiple
4. Tumor massa pink-putih
2. Capsul (-)
meluas ke :
3. Bentuk kumparan
Eksofitik ke dlm
spatium sub retina
Endofitik ke dlm
vitreosa
Menyebuk difuse ke
dalam retina,corpus
cilliaris glaucoma

MIKROSKOPIS

PROGNOSIS

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Dapat kistik
Padat (sering), lunak
Homogen, abu-abu
Carrot shape
True ependymal rosette
Perivascular pseudorosette

5 years survival rate (umur


>5tahun) 50-60%
10 years survival rate 40-50%

1.
2.
3.
4.

Sel tumor bentuk spindle


Inti basofilik
Tersusun palisade
Massa bulat eosinofilik
(Ovoid/Verocay Bodies)
Antoni A
5. Sel Schwann terususn tidak
teratur dalam JIL (Antoni B)
BAIK

1.
2.
3.
4.
5.

Sel shwann bentuk lonjong


Pleimorfik
Besofil
Sitoplasma sedikit
Tersusun beranyam/spt
pagar

1.
2.
3.
4.
5.

Sel tumor lonjong


Inti basofilik
Tersusun beranyam
Stima jar.ikat eosinofil
Tidak terdapat mitosis

1.
2.
3.
4.
5.

Ekstra okuler ke N. !!
Sel bulat/agak lonjong
Sangat besofil
Tersusun melingkar
Struktur rosette
Dapat disertai
nekrosis/kalsifikasi

Bila tidak diterapi : selalu


buruk
Bila Stage of extra-ocular
extention dapat dihindari :
baik