Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN EKSPERIMEN

ELEKTRONIKA DIGITAL
SEVEN SEGMENT

DISUSUN OLEH:
DWI RISTIYANI
FATCHUN ALIM
DEVITA KUSUMA A.W
UMI ROBBAYANI

(4201410013)
(4201410004)
(4201410057)
(4201410069)

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2012
A. TUJUAN
1. Mengetahui cara kerja counter mod 10 (IC 7490)
2. Mengetahui cara mengubah data BCD ke desimal
3. merangkai BCD 7490 dan BCD 7447 diaplikasikan dengan seven segmen
B. LANDASAN TEORI
Sistem-sistem digital selalu memiliki data atau informasi yang berbentuk kode
biner, dan data ini secara terus-menerus dioperasikan menurut cara tertentu.
Biasanya rangkaian-rangkaian logika dibuat untuk melaksanakan fungsi-fungsi
seperti mengubah data dari satu bentuk ke bentuk yang lain serta men-decode atau
menginterpretasikan data untuk display visual.
Seven segmen adalah suatu segmen-segmen yang digunakan menampilkan
angka. Seven segmen merupakan display visual yang umum digunakan dalam dunia
digital. Seven segmen sering dijumpai pada jam digital, penujuk antrian, display angka
digital dan termometer digital. Penggunaan secara umum adalah untuk menampilkan
informasi secara visual mengenai data-data yang sedang diolah oleh suatu rangkaian
digital.
Seven segmen ini tersusun atas 7 batang LED yang disusun membentuk angka
8 yang penyusunnya menggunakan diberikan lebel dari a sampai g dan satu lagi
untuk dot point (DP). Setiap segmen ini terdiri dari 1 atau 2 Light Emitting Diode
( LED ). Salah satu terminal LED dihubungkan menjadi satu sebagai kaki common.

Penampilan seven segmen ini juga dapat menampilkan huruf besar A, C, E dan
F, ditambah huruf kecil b dan d.

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
Counter modulus 10 biasa disebut sebagai pencacah desimal (decade).
Pencacah ini mencacah biner 0000 hingga 1001 sehingga disebut pencacah BCD.
BCD (binary code decimal) merupakan sistem yang merubah bilangan biner menjadi
desimal dan dapat ditampilkan dalam peraga seven segmen, kalkulator, jam digital,
penunjuk score merupakan benda digital yang menggunakan peraga seven segmen.
Peraga 7 segmen merupakan penampil 8 digit seven segmen. Peraga 7 segmen
merupakan bentuk perangkat layar elektronik untuk menampilkan angka desimal.
Nyala 7 segmen dikendalikan oleh sebuah sistem tertentu.
Sebuah tampilan desimal menggunakan 7 segmen yang mendapatkan pulsa dari
decoder BCD membutuhkan sebuah pencacah BCD. Pencacah tersebut antara lain
pencacah modulus 10 IC 7490. Pencacah modulus 10 pada IC 7490 memiliki input
dan output. Salah satu inputnya dihubungkan dengan frekuensi dari AFG oleh sebab
itulah IC ini juga sering dikenal sebagai pembagi frekuensi.
Adapun fungsi dari bagian-bagian IC 7490 adalah seperti gambar dibawah ini,

Kaki 8,9,11,12 merupakan kaki output dari IC 7490 (QA, QB, QC, QD).
Output yang dikeluarkan IC 7490 adalah bilangan binner 0000 sampai 1001. Output
yang menghasilkan pulsa kemudian diteruskan ke IC 7447. Pengkodean tersebut
nantinya diteruskan kedalam tampilan 7 segmen. Untuk IC seri 7447 (BCD to seven
segment/decode) memiliki bentuk, letak dan fungsi kakinya (pin) adalah sebagai
berikut:

Kaki 9 15 merupakan kaki output yang nantinya disalurkan ke 7 segment. Pada


gambar tampak kaki LT, RBI dan RBO. Ketiga kaki tersebut merupakan pengontrol.
Ketiga pengontrol tersebut:
1. Bila LT low maka 7 segmen menyala
2. Bila LT pada kondisi High dan RB1 Low maka 7 segmen padam
3. RB1 ini digunakan agar angka 0 pada awal dan akhir tidak menyala.
IC 7447 akan bekerja normal sehingga 7 segmen menampilkan angka desimal
haruslah menggunakan 7 segmen jenis common katoda. Hal tersebut diharapkan IC
7447 keluarannya akan aktif apabila berlogika tinggi. Pulsapulsa yang keluar dari IC
tersebut disalurkan ke seven segmen sehingga pulsa tersebut dapat digunakan untuk

menampilkan angka desimal. Untuk menampilkan angka pada seven segmen harus
diperhatikan hal berikut ini:

COUNTER (PENCACAH)
Pencacah atau penghitung (counter) merupakan piranti yang penting fungsinya
dalam suatu sistem rangkaian digital. Suatu pencacah akan menghitung jumlah daur
yang dilewati oleh pulsa clock pemicunya. Rangkaian ini tersusun dari beberapa buah
FF JK yang terpicu pada pinggiran positif atau negatif, dengan fungsi-fungsi set dan
clear-nya. Counter adalah suatu rangkaian logika sekuensial yang dapat berfungsi
untuk menghitung jumlah pulsa yang masuk dinyatakan dalam bentuk bilangan biner.
Peralatan elektronika banyak menggunakan sistem digital didalam rangkaiannya berisi
suatu alat yang dapat mengontrol urutan operasi program. Alat tersebut dinamakan
counter (pencacah). Counter yang dipakai untuk menghitung dari 0 ke 15 dalam
bilangan binary counter, sedangkan kalau hanya menghitung sampai 9, maka disebut
decade counter.

Gambar Pencacah 4 bit

Pencacah 4 bit disusun dari 4 buah FF JK dengan keluaran dari setiap FF akan
memicu FF yang ada dibelakangnya (lihat gambar di atas). Suatu sinyal clock memicu
FF A pada saat pinggiran negatif pulsa tiba. Selanjutnya keluaran FF A akan memicu
FF B, keluaran FF B memicu FF C, dan keluaran FF C akan memicu FF D. Dari

gambar di atas tampak bahwa masukan J dan K pada masing-masing FF bernilai 1,


sehingga keempat FF tersebut dalam keadaan "toggle", artinya keluaran tiap FF itu
akan berpindah keadaan jika pinggiran negatif dari pulsa yang memicunya tiba.
Cara kerja dari rangkaian ini dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Misalkan pada keadaan awal semua FF telah direset, sehingga setiap FF mempunyai
keluaran nol. Jadi sebelum datang pulsa clock pertama diperoleh DCBA = 0000.
2. Ketika pulsa clock pertama tiba (clock = 1), maka FF A akan dipicu pada pinggiran
negatifnya, sehingga diperoleh A = 1, sedangkan FF lainnya belum bekerja dan
tetap pada keadaan awalnya. Untuk daur yang pertama diperoleh keluaran DCBA =
0001.
3. Ketika pulsa clock kedua tiba, maka FF A kembali dipicu pada pinggiran
negatifnya, sehingga keluarannya berubah menjadi A = 0. Perubahan keadaan pada
A merupakan picuan negatif pada FF B, sehingga menghasilkan B = 1. sedangkan
FF C dan D tetap pada keadaan awalnya. Untuk daur ini diperoleh DCBA = 0010.
Percobaan Digital 07 65
4. Ketika pulsa clock ketiga tiba, maka FF A akan dipicu kembali pada pinggiran
negatifnya, sehingga keluaran A menjadi tinggi. Sedangkan FF lainnya tetap berada
pada keadaan terakhirnya. Dengan demikian pada daur ini diperoleh DCBA = 0011.
5. Ketika pulsa clock keempat tiba, FF A akan dipicu kembali pada pinggiran
negatifnya, sehingga keluaran FF A menjadi rendah. Perubahan keluaran FF A
merupakan picuan negatif untuk FF B sehingga keluaran FF B berayun menjadi
rendah (B = 0). Perubahan keluaran FF B ini akan memicu FF C sehingga keluaran
dari FF C yang semula rendah menjadi tinggi (C = 1). Karena FF D belum terpicu,
maka keluaran pada daur ini DCBA = 0100.
Demikian seterusnya. Secara singkat dapat disimpulkan bahwa setiap keluaran dari
masing-masing FF akan memicu FF lain yang ada dibelakangnya. Gambar di bawah
merupakan ilustrasi cara kerja rangkaian diatas melalui diagram waktu.

Gambar Pulsa yang dibangkitkan pada pencacah 4 bit modulus 16.

Pencacah diatas merupakan pencacah modulus 16 yang akan mencacah dari 0000
sampai 1111 (0 sampai 15). Pencacah modulus lain yang lebih rendah, misalnya
pencacah modulus 10, dapat disusun dengan memodifikasi pencacah modulus 16.
Caranya dengan mereset semua FF pada urutan cacahan yang kesepuluh (1010).
Artinya, pada cacahan kesepuluh semua FF akan direset sehingga diperoleh DCBA =
0000. Empat buah FF JK akan menghasilkan 16 kondisi keluaran, sehingga dengan n
buah FF JK akan diperoleh 2n kondisi keluaran. Sedangkan bilangan terbesar yang
dapat dicacah adalah 2n - 1.
Fungsi Counter :
1.
2.
3.
4.

Menghitung banyaknya pulsa


Untuk menjalankan peralatan yang bekerja secara berurutan
sebagai pembagi frekuensi
Sebagai rangkaian pengingat (memori)
Pada dasarnya counter terdiri dari :

Ripple counter / Asinkron counter


Sinkron counter

Ripple Counter / Asinkron Counter


Ripple counter adalah rangkaian counter yang paling sederhana dan banyak
digunakan. Ripple counter terbentuk dari pada penggabungan toggle flip-flop atau
flip-flop lainnya yang berfungsi sebagai toggle, misal JK flip-flop.
Dengan menggunakan ripple counter kita dapat membangun 2 buah rangkaian
dasar counter yaaitu:
1. Pencacah naik (Up Counter)
2. Pencacah turun (Down Counter)
1. Up Counter (Pencacah Naik)

Pencacah naik (atau kadang disebut pencacah maju) adalah pencacah yang
urutan pencacahannya dari kecil ke besar. Dengan menggunakan ripple counter kita
dapat membuat suatu up counter. Suatu rangkaian pencacah binary dibuat untuk
menghitung dari 0 hingga 15 dalam bilangan binary.
Modulo N Counter
Apabila kita menginginkan suatu N (bilangan), misalkan kita ingin menghitung
dari 0 sampai 9 atau dikatakan sebagai decade counter atau modulo 10. Untuk
mendapatkan decade counter maka berarti kita akan menghitung dari DCBA = 0000
hingga DCBA = 1001. Seperti telah diketahui bahwa 4 buah bit counter akan dapat
menghitung hingga 15 atau 1111, oleh karena itu untuk dapat menghitung dari 0
sampai 9 kita akan menggunakan clear agar pada clock ke 10 output akan kembali ke
0000. Apabila DCBA = 10 tampak maka ini harus di clear sehingga output akan
menjadi 0000, oleh sebab itu maka output flip-flop harus diberikan ke clear, yaitu D
dan B diberikan ke NAND gate kemudian outputnya diberikan ke CLR input flip-flop
2. Down Counter (Pencacah Turun)
pencacah turun (atau kadang disebut pencacah mundur) adalah pencacah
yang urutan pencacahannya dari nilai tinggi ke rendah. Bekerjanya suatu rangkaian
pencacah turun adalah kebalikannya dengan pencacah naik, output flip-flop memulai
perhitungan dari DCBA = 1111 turun hingga DCBA = 0000. Pada saat kita reset maka
output akan 1111, sedangkan apabila ada clock input dating, maka pada flip-flop A
output akan berubah dari 1 menjadi 0, sehingga sekarang outputnya menjadi DCBA =
1110. Pada clock yang ke 16 maka output DCBA = 0000
Pencacah dengan menggunakan IC ( Integrated Circuit)
Rangkaian pencacah ternyata sudah tersedia dalam bentuk IC MSI (Medium
Scale Intergrated Circuit). Dua buah jenis yang banyak digunakan adalah tipe 7493
dan 7490.
C. ALAT DAN BAHAN
1. PCB
(1 buah)
2. LED
3. Resistor 220 ohm (7 buah)
4. IC 7490
14 kaki
5. IC 7447
16 kaki
6. 7-segmen
(1 buah)
7. AFG

8. Kabel koneksi
9. Baterai
10. Penjepit buaya
11. IC Regulator
12. Shotcut IC 7490
13. Shotcut IC 7447
D. LANGKAH KERJA
Dalam praktikum ini, langkah-langkah kerja yang harus dilakukan adalah sebagai
berikut :
1. BCD Counter
a. Menyiapkan alat dan bahan untuk praktikum.
b. Menghubungkan kaki-kaki IC 7447 dengan 7 segmen dan membuat kaki IC
7447 kaki 1, 2, 6, dan 7 sebagai inputnya.
c. Setelah rangkaian disetujui oleh asisten/dosen, menghubungkan rangkaian
tersebut dengan catu daya.
d. Melakukan percobaan mulai dari masukan 0000 sampai 1111.
e. Mencatat hasilnya dalam tabel pengamatan.
2. Pencacah Modulus 10 dengan BCD Counter
a. Menyiapkan peralatan dan bahan untuk praktikum.
b. Menghubungkan kaki-kaki IC 7490, 7447 dan 7 segmen untuk membentuk
rangkaian BCD modulus 10 dan menghubungkan dengan resistor serta LED.
c. Setelah rangkaian disetujui oleh asisten/dosen, menghubungkan rangkaian
tersebut dengan catu daya dan AFG.
d. Mencatat hasilnya dalam tabel pengamatan.
E. DATA PEGAMATAN
1. BCD counter
INPUT 7447
D
0
0
0
0
0
0
0
1
1
1
1
1
1
1
1

C
0
0
0
1
1
1
1
0
0
0
0
1
1
1
1

B
0
1
1
0
0
1
1
0
0
1
1
0
0
1
1

Nyala Tampilan Peraga 7 segmen


A
1
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1

a
0
1
1
0
1
0
1
1
1
0
0
0
1
0
0

b
1
1
1
1
0
0
1
1
1
0
0
1
0
0
0

c
1
0
1
1
1
1
1
1
1
0
1
0
0
0
0

d
0
1
1
0
1
1
0
1
0
1
1
0
1
1
0

e
0
1
1
0
0
1
0
1
0
1
0
0
0
1
0

f
0
0
0
1
1
1
0
1
1
0
0
1
1
1
0

Tampilan
7 segmen
g
0
1
0
1
1
1
0
1
1
1
1
1
1
1
1

2. Pencacah Mod 10 dengan BCD counter


Frekuensi input : 237.57 Hz
Input clock

Keluaran 7490
QD
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
1
1
1
1

0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1
0
1

QC
0
0
0
0
0
0
0
0
1
1
1
1
1
1
1
1
0
0
0
0

QB
0
0
0
0
1
1
1
1
0
0
0
0
1
1
1
1
0
0
0
0

Tampilan
QA
0
0
1
1
0
0
1
1
0
0
1
1
0
0
1
1
0
0
1
1

7 segmen
0
0
1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9

Vi : 7.42 Volt
Vo : 5.73 Volt

F. ANALISIS DATA PENGAMATAN


1. BCD counter
a. Dalam percobaan ini, rangkaian memakai IC 7447 dan 7 segmen sebagai
berikut :

Dengan menjadikan kaki no 1, 2, 6, dan 7 sebagai input yaitu dengan input dari
0000 hingga 1111. Masukan 1 dihubungkan dengan Vcc dan 0 dihubungkan
dengan ground.
b. Diagram Perwaktuan

2. Pencacah Mod dengan BCD counter


a. Dalam percobaan, dipakai rangkaian sebagai berikut :

b. Diagram perwaktuan

G. PEMBAHASAN
Pada eksperimen ini telah di rangkai pencacah modulus 10 dengan IC 7490
kemudian keluaran IC 7490 yang berupa data bilangan biner dipresentasikan pada
peraga 7 segmen dengan menggunakan IC 7447
Dalam eksperimen ini pengambilan data pengamatan dilakukan sebanyak dua kali
yaitu :
1. Data blok rangkaian decoder 7447 dan display 7 segmen
2. Data blok rangkaian pencacah modulus 10 dengan IC 7490 driver IC 7447 dan
display 7 segmen.
Data dari blok rangkaian pertama menggunakan input QA, QB, QC, QD yang
merupakan data biner dengan output berupa data desimal pada 7 segmen display. Hal
ini menunjukkan fungsi dari IC 7447 sebagai pengkonversi data biner menjadi data
desimal.
Sedangkan pada blok rangkaian kedua menggunakan input sinyal dengan frekuensi
237.57 Hz dengan pulsa berbentuk square. Pada rangkaian ini ditampilkan output dari
IC 7490 dan output dari IC 7447. IC 7490 ditampilkan dalam empat buah LED yang
berupa data biner, dan output dari IC 7447 ditampilkan pada data peraga 7 segmen.
Penggunaan IC7490 berfungsi untuk pencacah modulus 10. Agar IC 7490 dapat
mencapai 10, maka keluaran QA harus dihubungkan dengan input B dan Ro (1), Ro
(2), Rg (1), dan Rg (2), dihubungkan dengan ground. Input IC 7490 berasal dari AFG
yang dihubungkan dengan kaki input A IC 7490 ini menghasilkan output QA, QB,
QC, QD yang ditampilkan pada LED.
IC 7447 berfungsi sebagai BCD to 7 segmen decoder driver kode binner yang
dihsilkan IC 7490 di ubah untuk mendriver LED pada 7 segmen oleh IC 7447. IC
7447 ini bekerja pada keadaan High atau aktif tinggi sehinggga 7 segmen yang
digunakan merupakan common katoda. Keluaran pada kaki 7 segmen a, b, c, d, e, f,
dan g berlogika High sehingga LED pada 7 segmen menyala maka common katoda
harus dihubungkan pada ground. Pada common ke ground harus disampung dengan
resistor 220 ohm agar arus yang lewat tidak terlalu besar sehingga tidak merusak 7
segmen.

IC 7490 merupakan IC yang bekerja pada keadaan aktif rendah. Hal ini terbukti
dengan pulsa akan mengalami Toggle pada transisi turun. Pada data kedua pulsa
mengalami Resert sehingga QB tidak mengalami Toggle. Hal ini yang menyebabkan
pencacah 10 pada rangkaian tersebut.

H. KESIMPULAN
1. Cara kerja dari counter modulus 10 (IC 7490) adalah sinyal input yang berupa
sinyal Square. Kemudian IC 7490 mencacah dengan modus decade counter yang
menghasilkan output berupa bilangan biner pada QA, QB, QC, QD. Keempat
output tersebut menjadi input bagi IC 7447 yang kemudian diubah menjadi
bilangan desimal sebagi output yang ditampilkan pada peraga 7 segmen.
2. Input sinyal dari QA, QB, QC,QD yang berupa bilangan biner. Diubah menjadi
bilangan desimal yang di tampilkan pada peraga 7 segmen. Pengubahan ini dapat
menggunakan IC 7447.
I. DAFTAR PUSTAKA
Alfajri, dkk. 2010. Laporan Tugas Besar Jam Digital . Padang: Universitas
Andalas
Herlambang SP. 2010. Lab Sheet Teknik Digital : Up / Down Counter.Yogyakarta:
Fakultas Teknik UNY
Muttaqin, Arif. 2009. Laporan Praktikum Teknik Digital IC Counter.
Yogyakarta:UNY
Sudaryanto, Albert. 2010. Rangkaian Digital Clock. Surabaya. Politeknik Elektronika
Negeri Surabaya.
Susilo. 2012. Bahan Ajar Elektronika Digital. Semarang : UNNES