Anda di halaman 1dari 9

Jenis Mesin : Frais Lagun 17

Hasil
Objek dan
Aspek yang
diuji

Alat
Uji

Gambar

Petunjuk pengujian

Kesalah

pengukur

an yang

an yang

diijinkan

dilakukak
an

KEPALA TETAP

1. Letakkan dudukan dial pada body mesin,

1. Kesejajaran gerakan

sentuhkan ujung dial indicator pada

kepala tetap dengan bidang

peluncur kepala tetap, gerakkan peluncur

peluncur atas, x 135 mm

maju dan mundur kemudian baca hasil

2. Kesejajaran gerakan

pengukuran

kepala tetap dengan

2. Dengan cara yang sama hanya ujung

peluncur ekor burung x 135

dial indikator disentuhkan ke peluncur

0.01 mm

0.01 mm

bentuk ekor burung dudukan dial diletakkan


SPINDLE UTAMA

-Dial

pada meja mesin :

3. Penyimpangan putaran

indikator

3. Sentuhkan ujung dial indicator pada

arah radial

0.005 mm

0.05 mm

spindle arah dial, putar spindle perlahan

4. Penyimpangan putaran

-Dudukan

lahan

arah aksial

dial

4. Pindahkan ke posisi aksial

0.005 mm

5. Eksentrisitas lubang

indikator

5. ujung dial disentuhkan pada lobang

0.005 mm

konis

konis

Kesejajaran spindle dengan

-Dial

Dudukan dial diletakkan pada meja mesin,

gerakan kepala tetap x 135

indikator

letakkan poros tes bar pada lobang spindle


kemudian sentuhkan ujung dial indicator

0.01 mm

6. Diukur pada bagian atas

-Dudukan

pada tes bar :

arbor

dial

6. Ujung dial disentuhkan pada bagian atas

7. Diukur pada bagian

indikator

tes bar kemudian kepala yang digerakkan

samping arbor
8. Eksentrisitas spindle

0.01 mm

0.01
mm

maju mundur.
-Tes bar

pada ujung arbor, x 200 mm

7. Sama seperti no 6 hanya dial pada

0.1 mm

posisi bagian samping tes bar.

0.02 mm

9. Kesejajaran spindle
dengan meja arah

8. Dial diletakkan pada bagian atas tes bar,

melintang, diukur pada

kemudian tes bar

0.01 mm

0.07
mm

bagian bawah, X150


9. Ujung dial diletakkan dibawah tes bar,

0.01 mm

kemudian meja yang digerakkan arah


melintang
10. Kesikuan spindle

Dial

Dial diletakkan pada mandrel yang

dengan bidang tegak

indikator

dipasang pada spindle dan ujung arbor

dudukan x 300 mm

pada dudukan meja :


Dudukan

PELUNCUR MEJA ARAH

dial

10. Putar spindle dan lihat kesikuannya

0.2 mm

LONGITUDINAL

indikator

11. Kesejajaran permukaan

11. Dial diam tapi meja yang digerakkan

0.01 mm

dudukan meja dengan

kekiri dan kekanan

gerakkan peluncur arah

12. dial diam kemudian meja yang

memanjang x 300 mm

digerakkan turun naik

12. Kesejajaran dudukan


meja dengan gerakkan

0. 03
mm
0. 01

0.001 mm

mm
0. 04
mm

peluncur naik turun, x 150


mm
PELUNCUR MEJA ARAH

Dial

Dial indikator didudukan pada spindle /

VERTIKAL

indikator

kepala tetap dan tes bar/ balok siku

13. Kesikuan peluncur

diletkkan pada meja kemudian ujung dial

vertikal dengan meja diukur

Dudukan

disentuhkan pada tes bar/ balok siku :

pada bagian belakang

dial

13. dial diletakkan pada bagian belakang

silinder, x 150 mm

indikator

tes bar/ balok siku kemudian meja

0.01 mm

0. 07
mm

digerakkan turun naik.


14. Kesikuan peluncur

Tes bar

14. dengan cara yang sama, ujung dial

dengan meja diukur pada

diletakkan pada bagian samping tes bar /

bagian samping silinder x

balok siku.

150 mm
LENGAN ARBOR

Dial

Dial indikator diletakkan pada spindle

15. Konsentrasi lubang

indikator

mesin, dan ujung dial disentuhkan pada

dengan spindle utama

bagian dalm sengan arbor kemudian putar


Dudukan

spindle perlahan untuk melihat konsentrasi

dial

lubang dengan lengan arbor

indikator

0.01 mm

0. 07
mm
0.2 mm

0. 03
mm

MEJA MESIN

Dial

Dudukan arbor diletakkan pada spindle

16. Kesejaran permukaan

indikator

atau kepala tetap dan ujung dial

dengan gerakan kepala


tetap, x 135 mm
17. Kesejajaran permukaan

disentuhkan pada meja mesin :


Dudukan
dial

16. Kepala tetap yang digerakkan / meja

indikator

yang digerakkan pada arah melintang

0.1 mm

0. 02 mm

dengan gerakan
memanjang, x 300 mm

17. Meja digerakkan kearah horisontal

18. Kesejajaran alur T

Dial

( memanjang)
Posisi dial masih sama seperti point 16 &

dengan gerakan

indikator

17 :

memanjang, X 300 mm

18. ujung dial disentuhkan pada alur T


Dudukan

0.02 mm

0. 02 mm

0.1 mm

0. 02 mm

Kemudian gerakkan meja arah memanjang

dial
19. Kesikuan alur T

indikator

dengan spindle, x 300 mm

19. Ujung dial disentuhkan pala block

0.02 mm

0. 05 mm

gauge / paralel pad yang disipkan pada


alur meja, kemudian spindle diputar hingga
ujung dial menyentuh balok yang

KEPALA MESIN FRAIS


VERTIKAL

Dial
indikator

20. Penyimpangan putaran


arah radial
21. penyimpangan putaran
arah aksial

sebelahnya
Dudukan dial indicator diletakkan dimeja
mesin :
20. Ujung dial indicator disentuhkan pada

Dudukan
dial

0.005 mm

0. 01 mm

poros spindle yang vertikal bagian luar


( posisi horisontal)

indikator

22. Eksentrisitas lubang

21. Ujung dial disentuhkan pada posisi

konis

vertical

0.005 mm

0. 01 mm

23. Eksentrisitas lubang

0.005 mm

konis pada jarak 200 mm

0. 01 mm

22. Ujung dial disentuhkan pada lubang


konus
23. Ujung dial disentuhkan seperti point 20

0.02 mm

0. 01 mm

tapi poros spindle diturunkan hingga jarak


200 mm

24. kesikuan
dengan meja, A

Dial
indikator

A, X 150 mm

dengan meja, B
B, X 150 mm

diletakkan pada spindle


arah vertical kemudian

Dudukan

25. Kesikuan

Dudukan dial indicator

dial
indikator

ujung dial disentuhkan pada


meja mesin :
24. Gerakkan meja arah

0.1 mm

0. 01 mm

memanjang kemudian baca


dial indicator
0. 01 mm
25. kemudian putar spindle
90 dan berikutnya
gerakkan meja arah
melintang

0.01 mm

Jenis Mesin : Frais Lagun 17


KEPALA PEMBUAT
ALUR ( SLOT )

Dial

Letakkan dudukan dial

indikator

indicator pada kepala

26. Kesikuan
dengan meja,
diukur pada
bagian belakang
poros, x 60 mm
27. Kesikuan

pembuat alur lalu letakkan


Dudukan
dial
indikator

Tes
bar

tes bar/ balok siku diatas


meja mesin pada posisi
berdiri :

0.1 mm

0. 02 mm

26. ujung dial disentuhkan


pada tes abr / balok siku
bagian belakang, lalu

dengan meja,

gerakkan turun naik kepala

diukur pada

pembuat alur tersebut.

bagian samping

27. lakukan dengan cara

poros, x 60mm

yang sam hanya ujung dial


diletakkan pada bagian
samping poros / balok siku.

0.01 mm

0. 02 mm

Jenis Mesin : Frais Ajax 11


KEPALA PEMBAGI DAN

Dial

Ujung dial indicator diletakkan dimeja

KEPALA LEPAS .

indikator

mesin :

arah radial

Dudukan

28. ujung dial diletakkan diatas spindle

29. Penyimpangan putaran

dial

kepala pembagi

arah aksial

indikator

28. Penyimpangan putaran

30. Eksentrisitas lubang

29. ujung dial disentuhkan pada bagian

konis

samping kepala pembagi


30. ujung dial disentuhkan pada lubang

0.005mm

0.005mm

0. 02 mm
0. 01 mm

0.005mm

konis kepala pembagi

MEJA PUTAR
31. Kesejajaran dengan

Dial

Ujung dial indicator diletakkan pada spindle

indikator

mesin :

gerakan memajang meja


mesin x 150 mm

31. Ujung dial pada meja piringan


Dudukan

32. Kesejajaran dengan

dial

gerakan memajang meja

indikator

0.01 mm

kemudian meja digerakkan arah


memanjang
32. kemudian kepala tetap digerakkan arah

0.01 mm

mundur kepala tetap x 135

melintang

mm

33. piringan putar mengecek puntiran

0.01 mm

33. Distorsi ( puntiran )

34. ujung dial disentuhkan pada lobang

0.01 mm

pelat piringan

konus meja putar kemudian diputar

34. eksentrisitas lubang

0. 02 mm
0.04 mm
0.02 mm

RAGUM MESIN
Kesejajaran permukaan

Dial
indikator

landasan dengan :
35. Gerakan memanjang
meja
36. Gerakan kepala tetap

Dudukan :dial indikator diletakkan pada


spindel mesin :
35. Ujung dial disentuhkan pada rahang

Dudukan
dial
indikator

0.01 mm

0.02 mm

ragum kemudian meja digerakkan


memanjang
36. Ujung dial disentuhkan pada slider

0.01 mm

0.01 mm

ragum kemudia kepala tetap digerakkan


arah melintang

PENEPAT PEMBAGI
37. Kesejajaran sumbu

Dial
indikator

chuck dengan meja, x 100


mm

Dudukan dial indikator diletakkan di spindel


mesin, arbor/ tesbar/ mandrel dicekam
pada chuck penepat pembagi dan ujung

Dudukan
dial
indikator
Mandrel /

dial disentuhkan pada arbor kemudian


meja digerakkan arah memanjang

0.02mm

0,1 mm

arbor