Anda di halaman 1dari 21

Jaringan Epitel merupakan jaringan yang terdapat pada daerah paling luar yang

berfungsi sebagai pelindung organ dan jaringan yang ada di bawahnya. Berbeda
dengan jaringan epidermis, jaringan epitel hanya terdapat pada manusia dan hewan.
Jaringan epitel yang terdapat di permukaan luar disebut epitelium dan yang terdapat
di permukaan bawah disebut endotelium. Jaringan epitel terdiri oleh satu atau banyak
sel, tersusun kompak, dan tidak mempunyai ruang antarsel. Berikut penjelasan
lengkap mengenai jaringan epitel pada hewan dan manusia.

Jaringan Epitel pada Hewan dan Manusia


Pengertian Jaringan Epitel
Pengertian Jaringan Epitel adalah jaringan yang terdapat pada daerah paling luar yang
berfungsi sebagai pelindung organ dan jaringan yang ada di bawahnya. Jaringan
epitel hanya terdapat pada hewan dan manusia.

Fungsi Jaringan Epitel


Fungsi jaringan epitel adalah sebagai berikut.

Sebagai pelindung organ yang ada di bawahnya, misalnya epitel jaringan kulit
dan epitel selaput rongga mulut.

Sebagai reseptor, yaitu epitel yang bertugas menerima rangsangan, misalnya


pada alat-alat indra.

Sebagai kelenjar, misalnya epitel pada saluran pencernaan menghasilkan


enzim-enzim pencernaan.

Jenis-jenis Jaringan Epitel


Jaringan epitel dibagi atas delapan jenis berdasarkan bentuknya sebagai berikut.
Epitel pipih selapis
Terdiri atas selapis sel yang berbentuk pipih. Jaringan epitel ini yang membentuk
peritonium, pembuluh darah, pembuluh limfa, kapsul glomerulus, dan alveolus.
Memiliki fungsi yang memungkinkan terjadinya proses difusi karena sifatnya yang
semipermeabel.

Epitel Pipih Selapis


Epitel pipih berlapis banyak
Terdiri atas banyak lapisan sel yang berbentuk pipih. Jaringan epitel ini terdapat pada
rongga mulut, epidermis, esofagus, ujung uretra, dan rongga hidung. Berfungsi
sebagai perlindungan.

Epitel pipih berlapis banyak


Epitel kubus selapis
Terdiri atas selapis sel yang berbentuk kubus misalnya. Jaringan epitel ini terdapat
pada permukaan dalam lensa mata, permukaan ovarium, saluran nefron ginjal serta
pada retina mata. Berfungsi dalam sekresi dan absorpsi.

Epitel kubus selapis


Epitel kubus berlapis
Terdiri atas banyak lapisan sel yang berbentuk kubus. Merupakan jaringan epitel yang
membentuk saluran kelenjar minyak dan kelenjar keringat pada kulit. Berfungsi
untuk sekresi.
Epitel silindris selapis
Terdiri atas selapis sel yang berbentuk silinder misalnya epitel pada dinding lambung,
jonjot usus, kelenjar pencernaan, kantung empedu, dan saluran rahim. Berfungsi
untuk sekresi, absorpsi, perlindungan, dan pelumas.

Epitel silindris selapis


Epitel silindris berlapis banyak
Terdiri atas banyak lapisan sel yang berbentuk silinder. Jaringan epitel ini terdapat
pada saluran kelenjar ludah, kelenjar susu, uretra, dan laring. Berfungsi untuk sekresi
dan pergerakan.

Epitel silindris berlapis banyak


Epitel silindris bersilia
Sebenarnya hanya terdiri atas selapis sel, tapi kelihatan beberapa sel. Jaringan Epitel
ini juga sering disebut epitel silindris semu. Jaringan epitel ini terdapat pada saluran
reproduksi, saluran pernapasan, dan rongga hidung. Berfungsi sebagai perlindungan,
pergerakan, dan sekresi.

Epitel silindris bersilia


Epitel transisional
Jaringan epitel yang bentuk selnya berubah-ubah. Jaringan epitel ini terdapat pada
ureter dan ginjal.

Jaringan epitel merupakan jaringan yang membatasi tubuh dan lingkungannya, baik
di sebelah luar maupun dalam. Jaringan epitel berasal dari spesialisasi lapisan
ectoderm. Jaringan epitel yang melapisi luar tubuh disebut epidermis. Yang
membatasi rongga dalam disebut endodermis, sedangkan yang membatasi rongga
disebut mesoderm.
FUNGSI JARINGAN EPITEL
Jaringan epitel secara umum memiliki beberapa fungsi sebagai berikut,
1. Sebagai pelindung atau proteksi jaringan yang berada di sebelah dalamnya
2. Sebagai kelenjar, yaitu cairan yang menghasilkan getah. Kelenjar merupakan
lekukan dari jaringan epitel dimana pada dindingnya terdapat sel kelenjar. Sel
kelenjar adalah sel yang mengambil bahan baku dari darah lalu dibuat menjadi
sesuatu. Kelenjar Ekskresi bila zat yang dikeluarkannya untuk dibuang, contohnya
urine. Kelenjar sekresi jika zat yang dikeluarkannya untuk digunakan kembali,
contohnya enzim-enzim. Kelenjar endokrin bila zat yang dikeluarkan (hormone)
langsung ke dalam darah.
3. Sebagai penerima rangsang atau reseptor, disebut epitel sensori atau
neuroepitelium. Epitel sensori kebanyakan berada di alat indra.
4. Sebagai pintu gerbang lalu lintas zat, berfungsi melakukan penyerapan zat ke
dalam tubuh dan mengeluarkan zat dari dalam tubuh. Contohnya pada alveolus paruparu, jonjot usus, dan nefron ginjal

JENIS-JENIS JARINGAN EPITEL


Jaringan epitel dapat dibedakan menjadi dua, yaitu epitel simpleks (terdiri dari satu
lapis sel) dan epite kompleks (tersusun atas beberapa lapisan sel).
1. Epitel simpleks
- Epitel pipih selapis.
Ciri-cirinya, sitoplasma jernih, inti sel bulat terletak di tengah. Epitel ini terletak di
pleura, alveolus paru-paru, kapsula bowman pada ginjal, lapisan dalam pembuluh
darah dan limfa, ruang jantung, selaput bagian dalam telinga, sel ekskresi kecil dari
kebanyakan kelenjar. Adapun fungsi epitel ini antara lain
a. Pelapis bagian dalam rongga dan saluran (endothelium)
b. Tempat difusi zat
c. Tempat infiltrasi zat
d. Tempat osmosis zat
- Epitel kubus selapis

Sitoplasmanya jernih atau berbutir-butir. Inti sel bulat besar di tengah. Terletak di
kelenjar keringat dan kelenjar air liur, retina mata, permukaan ovary, dan saluran
nefron ginjal.
Adapun fungsinya,
a. Lapisan pelindung atau proteksi
b. Tempat penyerapan zat (absorbsi)
c. Penghasil mucus (lendir) / sekresi
- Epitel silindris selapis
Epitel ini memiliki bentuk silinder (tabung), sitoplasmanya jernih atau berbutir-butir.
Epitel ini memiliki nucleus berbentuk bulat terletak di dekat dasar. Terdapat pada
dinding dalam lambung, usus, kandung kencing, kantong empedu, saluran rahim,
rahim, saluran pernafasan bagian atas, saluran pencernaan.
Adapun fungsinya,
a. Lapisan pelindung (proteksi)
b. tempat penyerapan zat ( absorbsi)
c. Tempat difusi dan absorbsi zat
d. Melicinkan
- Epitel silindris selapis bersilia
Epitel ini berbentuk seperti epitel silindris berlapis, hanya saja memiliki bulu-bulu
getar atau silia. Epitel ini dapat ditemukan di dinding dalam rongga hidung, saluran
trakea, bronkus, dan dinding dalam saluran oviduct.
Adapun fungsinya,
a. Penghasil mucus (lendir) untuk menangkap benda asing yang masuk
b. Dengan getaran silia menghalau benda asing yang masuk/ atau melekat pada
mucus
- Epitel silindris semu berlapis (Epitel silindris bersilia)
Epitel ini terdiri atas sel-sel epitelium batang yang berekatan satu sama lain dan tidak
semua selnya mencapai permukaan sehingga menyerupai epitelium berlapis. Terletak
pada rongga hidung dan trakea.
Adapun fungsinya,
a. proteksi
b. sekresi
c. Gerakan zat melalui permukaan

2. Epitel kompleks
Epitel kompleks tersusun oleh beberapa lapisan sel. Lapisan sel terbawah yang selalu
membelah diri untuk mengganti sel-sel permukan yang rusak, disebut lapisan
germinativa. Beberapa jaringan yang termasuk epitel kompleks adalah,
- Epitel pipih berlapis
Letaknya pada kulit (dengan zat tanduk), epidermis, rongga mulut, esophagus, laring,
vagina, saluran anus, rongga hidung. Berfungsi sebagai,
a. Lapisan pelindung terhadap pengaruh luar
b. Lapisan pelindung saluran dalam
c. Penghasil mucus
- Epitel kubus berlapis
Terletak di kelenjar keringat, kelenjar minyak, ovarium di masa pertumbuhan, buah
zakar. Fungsinya,
a. lapisan pelindung
b. penghasil mucus
- Epitel silindris berlapis
Terletak pada lapisan konjunctiva (lapisan yang selalu basah karena lendir) misalnya
pada bagia mata yang berwarna putih, dinding dalam kelopak mata, laring, faring,
uretra. Berfungsi sebagai,
a. proteksi
b. Penghasil mucus
c. Gerakan zat lewati permukaan
d. Saluran ekskresi kelenjar ludah dan kelenjar susu
- Epitel transisional
Terletak pada kandung kencing, ureter, pelvis ginjal. Berfungsi menahan regangan
dan tekanan.
- Epitel kelenjar eksokrin
Terletak pada kelenjar minyak, kelenjar keringat, kelenjar saliva. Berfungsi
menghasilkan mucus
- Epitel kelenjar endokrin

Terletak pada otak, daerah leher, anak ginjal, pankreas, kelamin. Berfungsi
menghasilkan hormone

Jenis-Jenis Jaringan Ikat dan Fungsinya - Jaringan ikat berfungsi


sebagai pengikat, penyokong, serta penghubung satu jaringan dengan
jaringan yang lainnya. Jaringan ikat tidak terdapat pada permukaan luar
tubuh. Jaringan ikat mengandung banyak pembuluh darah, kecuali
pada tulang rawan. Berbeda dengan sel epitel, populasi sel-sel jaringan
ikat lebih jarang dan menyebar di dalam matriks.
Pada umumnya, matriks terdiri atas jaringan-jaringan serabut yang
melekat dalam bahan dasar berupa cairan, gel, atau solid. Matriks pada
jaringan ikat memiliki jalinan yang bergantung pada serabut yang
dimilikinya. Berikut ini beberapa serabut yang menyusun jaringan ikat,
yaitu serabut kolagen, serabut elastin, dan serabut retikuler. Serabut
kolagen memiliki daya regang sangat tinggi dengan elastisitas yang
rendah. Serabut kolagen terbuat dari protein kolagen. Serabut elastin
memiliki elastisitas tinggi. Namun, serabut elastin daya elastisitasnya
akan semakin berkurang seiring dengan pertambahan usia seseorang.
Serabut retikuler mirip dengan serabut kolagen hanya ukuran
serabutnya lebih pendek dibandingkan dengan serabut kolagen.
Jaringan ikat dapat dikelompokkan dalam enam kelompok utama, yaitu
jaringan ikat longgar, jaringan lemak, jaringan ikat padat, jaringan
tulang rawan, jaringan tulang, dan jaringan ikat darah (Campbell, et al,
2006: 417).

Jenis-jenis jaringan ikat yang ada dalam


tubuh manusia.
JENIS-JENIS JARINGAN IKAT:
a. Jaringan Ikat Longgar.
Jaringan ikat longgar merupakan jaringan ikat yang paling banyak
tersebar dalam tubuh hewan vertebrata. Jaringan ini mengikat jaringan
epitel dengan jaringan di bawahnya dan menjaga organ-organ pada
tempatnya. Selain itu, jaringan berfungsi juga sebagai tempat
penyimpanan air, glukosa, dan garam-garam untuk sementara waktu.
b. Jaringan Lemak.
Jaringan ini tersusun atas sel-sel lemak. Setiap sel lemak berisi tetes
lemak (fat droplet). Jaringan lemak banyak ditemukan di bagian bawah
lapisan kulit. Jaringan ini berfungsi sebagai makanan cadangan dan
mencegah kehilangan panas berlebih dari tubuh.
c. Jaringan Ikat Padat.
Penyusun utama jaringan ikat padat adalah serabut kolagen. Oleh
karena itu, sifat jaringan ini fleksibel dan tidak elastik. Berdasarkan

struktur serabutnya, jaringan ikat padat dapat dikelompokkan menjadi


jaringan ikat padat teratur dan jaringan ikat padat tidak teratur. Jaringan
ikat padat teratur menghubungkan antara otot dan tulang (tendon),
serta menghubungkan tulang dengan tulang (ligamen). Sementara itu,
jaringan ikat padat tidak teratur terdapat di kulit.
d. Jaringan Tulang Rawan.
Jaringan tulang rawan merupakan bentuk khusus dari jaringan ikat
padat. Jaringan tulang rawan memiliki matriks yang elastis dan tebal
dengan sel-sel tulang rawan (kondrosit) terletak dalam kantung-kantung
(lakuna) di dalam matriks. Kelenturan dan kekuatan jaringan tulang
rawan diperoleh dari gabungan antara serabut kolagen dan matriksnya
yang bercampur dengan kondrin (sejenis protein). Berdasarkan
susunan serabutnya, jaringan tulang rawan dapat digolongkan sebagai
berikut.
1) Tulang rawan hialin, serabutnya tersebar dalam anyaman yang halus
dan rapat. Contohnya, ujung-ujung tulang rusuk yang menempel ke
tulang dada.
2) Tulang rawan elastik, susunan sel dan matriksnya mirip dengan
tulang rawan hialin. Namun, anyaman serabutnya tidak sehalus dan
serapat tulang rawan hialin. Contohnya, cuping telinga, laring, dan
epiglotis.
3) Tulang rawan fibrosa, matriksnya disusun oleh serabut kolagen yang
kasar dan tidak beraturan. Contohnya, di cakram antartulang belakang
dan simfisis pubis (pertautan tulang kemaluan).

e. Jaringan Tulang.
Tulang termasuk jaringan ikat yang terdiri atas sel tulang (osteosit).
Matriks intraseluler dari osteosit mengalami mineralisasi sehingga
permukaannya sangat keras. Substansi mineral tersebut disimpan
dalam suatu lapisan tipis yang disebut lamela. Beberapa lamela
mengelilingi suatu saluran berisi pembuluh darah yang disebut saluran
Havers. Keseluruhan lamela dan saluran Havers membentuk sistem
Havers. Struktur jaringan tulang yang keras sesuai dengan fungsi
sebagai pemberi bentuk tubuh, penyusun rangka tubuh, dan pelindung
alat-alat vital tubuh.
f. Jaringan Darah.
Jaringan darah merupakan jaringan ikat yang sangat khusus. Jaringan
darah terdiri atas tiga komponen, yaitu eritrosit (sel darah merah),
leukosit (sel darah putih), dan trombosit (keping darah). Jaringan ini
berfungsi sebagai alat transportasi yang menopang kelangsungan
hidup manusia. Selain darah, tubuh juga mempunyai jaringan yang
mirip jaringan darah, yaitu peredaran limfatik. Peredaran limfatik,
memiliki komponen seluler berupa limfosit dan granulosit. Jaringan ini
berfungsi untuk transpor lemak dan protein dari satu jaringan ke
jaringan yang lain.
http://garda-pengetahuan.blogspot.com/2012/12/jenis-jenisjaringan-ikat-dan-fungsinya.html

Jaringan ikat adalah jaringan yang berfungsi untuk mengikat dan menyokong jaringan
yang lain. Jaringan ini merupakan jaringan yang paling banyak terdapat di dalam
tubuh serta memiliki susunan sel yang jarang dan tersebar dalam suatu matriks
ekstraseluler. Jaringan ikat disebut juga jaringan penyokong atau jaringan penunjang.
Jaringan ikat berkembang dari mesenkim yang berasal dari mesoderm. Mesoderm
adalah lapisan tengah embrio. Selain untuk mengikat dan menyokong jaringan,
jaringan ikat berfungsi untuk melindungi organ-organ tubuh, membentuk tubuh,
menyimpan energi, dan menyusun sistem sirkulasi darah.
Direktori > Pendidikan > SMA Kelas XI IPA > Biologi > Jaringan
Hewan > Jaringan Ikat

1. Penyusun Jaringan Ikat


Jaringan ikat tersusun dari matriks dan sel-sel jaringan ikat. Matriks berfungsi sebagai
tempat melekatnya sesuatu. Sedangkan sel-sel jaringan ikat memiliki berbagai fungsi.
1.1. Matriks

Matriks adalah materi dasar untuk melekatkan sesuatu. Matriks tersusun oleh serabut
dan bahan dasar (cairan ekstraseluler). Berikut adalah serat dan bahan dasar matriks:
1. Serat kolagen. Serat kolagen terbuat dari kolagen. Sifatnya tidak
elastis, sangat kuat, dan mudah robek jika ditarik mengikuti
panjangnya. Serat ini terdapat di tendon yang berfungsi untuk
menghubungkan otot dan tulang. Selain di tendon, serat kolagen
juga ditemukan di tulang dan kulit. Penyusun utama serat kolagen
adalah protein kolagen yang merupakan 25% dari total seluruh
protein di dalam tubuh.
2. Serat elastis. Serat elastis memiliki sifat yang sangat elastis dan
tingkat kelenturannya tinggi. Wujudnya berupa untaian panjang
dan berwarna kuning. Sifatnya mirip karet. Serat elastis terdapat di
pembuluh darah, ligamen, dan selaput tulang rawan pada laring.
Serat elastin tersusun atas elastin yang terdiri dari
mukopolisakarida dan protein serta dikelilingi oleh glikoprotein yang
disebut fibrillin.
3. Serat retikuler. Serat ini sangat tipis dan bercabang. Serat
retikuler tersusun oleh kolagen dan dilanjutkan oleh serabutserabut kolagen. Serat ini memiliki elastisitas yang rendah.

Perbedaan serat retikuler dengan serat kolagen adalah serat


retikuler lebih tipis daripada serat kolagen dan dilapisi oleh
glikoprotein. Fungsi serat retikuler adalah untuk menghubungkan
jaringan ikat dengan jaringan yang lain. Serat ini terdapat di hati,
limpa, dan kelenjar limfe.
4. Bahan dasar. Bahan dasar matriks adalah mukopolisakarida sulfat
dan asam hialuronat. Matriks akan bersifat lentur jika asam
hialuronatnya tinggi (contoh di sendi) dan akan bersifat kaku jika
mukopolisakaridanya tinggi (contoh di tulang punggung). Fungsi
lain dari asam hialuronat adalah sebagai pengikat air, pelumas, dan
peredam benturan. Komponen utama mukopolisakarida adalah
sulfat terutama kondroitin sulfat.
1.2. Sel-Sel Jaringan Ikat

Selain matriks, jaringan ikat juga tersusun oleh sel-sel jaringan ikat. Sel-sel ini
memiliki berbagai macam fungsi sesuai dengan masing-masing jenis selnya. Berikut
adalah macam-macam sel jaringan ikat:
1. Fibroblas. Fibroblas adalah sel yang berbentuk serat dan berfungsi
untuk mensekresikan protein.
2. Makrofag. Makrofag adalah sel yang bentuknya tidak teratur dan
berfungsi untuk pinositosis dan fagositosis. Pinositosis adalah
proses meminum partikel-partikel kecilbiasanya berupa zat-zat
buanganyang berupa cairan. Sedangkan fagositosis adalah
proses memakan sel-sel mati dan bakteri.
3. Sel tiang. Sel tiang adalah sel yang berfungsi sebagai penghasil
heparin dan histamin. Heparin berfungsi untuk mencegah
pembekuan darah. Sedangkan histamin berfungsi untuk
meningkatkan permeabilitas kapiler darah.
4. Sel lemak. Sel lemak berfungsi untuk menyimpan lemak. Sel-sel
lemak membentuk jaringan lemak (adiposa).
5. Sel plasma. Sel plasma memiliki bentuk yang tidak teratur dan
berfungsi untuk melawan patogen. Sel ini kebanyakan ditemukan
pada saluran pencernaan dan pernapasan.

2. Jenis-Jenis Jaringan Ikat

Berdasarkan struktur dan fungsinya, jaringan ikat dibedakan menjadi beberapa jenis
yaitu jaringan ikat longgar, jaringan adiposa, jaringan ikat padat, jaringan tulang
rawan, jaringan tulang, jaringan darah, dan jaringan limfe.
2.1. Jaringan Ikat Longgar

Jaringan ikat longgar jaringan yang sel-selnya jarang dan sebagian jaringannya
tersusun atas matriks yang mengandung serabut kolagen dan serabut elastin.
Matriknya berupa cairan lendir (mukus). Di jaringan ini terdapat makrofag, sel
plasma, sel tiang, dan sel lemak. Fungsi jaringan ikat longgar adalah untuk
membungkus organ-organ tubuh, pembuluh darah, dan saraf.
2.2. Jaringan Ikat Padat

Jaringan ikat padat disusun oleh sel-sel fibroblas dan terdapat banyak serat kolagen
yang tersusun padat dan teratur. Serabut kolagen bersifat fleksibel tetapi tidak elastis.
Fungsi jaringan ikat padat adalah untuk menghubungkan antara organ satu dengan
organ yang lain. Jaringan ikat padat terdapat pada tendon dan ligamen. Tendon
berfungsi sebagai penghubung antara tulang dengan otot sedangkan ligamen
berfungsi sebagai penghubung tulang dengan tulang lainnya. Selain itu, jaringan ikat
padat juga terdapat pada pembungkus tulang dan lapisan dermis pada kulit.
2.3. Jaringan Tulang Rawan

Tulang rawan pada anak berasal dari jaringan embrional yang disebut mesenkim.
Sedangkan pada orang dewasa berasal dari selaput tulang rawan atau perikondrium
yang mengandung banyak kondroblas atau pembentuk sel-sel tulang rawan. Jaringan
tulang rawan (kartilago) terdiri dari tiga macam yaitu hialin, fibrosa, dan elastis.
1. Tulang rawan hialin adalah tulang rawan yang mengandung
kondroblas dan kolagen. Warnanya putih kebiruan dan transparan.
Tulang rawan hialin merupakan bagian terbesar dari kerangka
embrio dan terdapat di laring, trakea, dan tulang dada. Fungsinya
adalah untuk memberi kekuatan, menyokong rangka embrionik,
dan membantu pergerakan. Tulang rawan hialin merupakan tulang
rawan yang paling banyak terdapat di dalam tubuh.
2. Tulang rawan elastis adalah tulang rawan yang strukturnya lebih
lentur. Terdapat serat elastin berwarna kuning dan perikondrium.
Fungsi utama tulang rawan elastis adalah sebagai pemberi

fleksibilitas dan penyokong. Tulang ini terdapat pada embrio, laring,


daun telinga, epiglotis, dan bagian luar telinga.
3. Tulang rawan fibrosa adalah tulang rawan yang lebih kokoh dan
fleksibel. Jaringan ini berfungsi untuk memberikan proteksi dan
penyokong. Warnanya gelap dan keruh. Tulang rawan fibrosa
merupakan tulang rawan yang paling kuat. Tulang rawan fibrosa
terdapat pada tulang belakang dan tendon.
2.4. Jaringan Tulang

Tulang adalah penyokong tubuh paling utama bagi sebagian besar hewan. Sel tulang
disebut osteosit yang dibentuk oleh osteoblas. Osteoblas saling terhubung dengan
kanalikuli. Matriks osteoblas mengandung kalsium fosfat yang mengakibatkan
matriks mengeras. Tulang dapat dibagi menjadi dua macam yaitu tulang padat (tidak
memiliki rongga seperti tulang pipa) dan tulang spons (memiliki rongga seperti
tulang pendek).
2.5. Jaringan Lemak

Jaringan lemak (adiposa) adalah jaringan yang berfungsi untuk menyimpan lemak
yang merupakan cadangan makanan dan penghangat tubuh. Jaringan lemak bersifat
longgar dan selnya berbentuk bulat dengan membran sel yang tipis. Jaringan ini
terdapat di seluruh bagian tubuh.
2.6. Jaringan Darah

Jaringan darah adalah jaringan ikat yang istimewa karena wujudnya berupa cairan.
Jaringan darah termasuk jaringan ikat karena memiliki salah satu kriteria jaringan ikat
yaitu memiliki matriks ekstraseluler yang berupa cairan yaitu plasma darah. Fungsi
jaringan darah yaitu untuk membawa sari-sari makanan, hormon, oksigen, sisa-sisa
hasil metabolisme, serta mencegah infeksi. Jaringan darah terdiri dari eritrosit (sel
darah merah), leukosit (sel darah putih), trombosit (keping darah), dan plasma darah.
2.7. Jaringan Limfe

Jaringan limfe (getah bening) berfungsi untuk kekebalan tubuh serta mengangkut
cairan jaringan, protein, lemak, garam mineral, dan zat-zat lain dari jaringan ke
sistem pembuluh darah. Jaringan limfe terdapat pada organ-organ seperti timus,
kelenjar limfe, tonsil, dan limpa. Jaringan limfe terdiri dari serat retikuler dan
makrofag.

http://hedisasrawan.blogspot.com/2014/02/jaringan-ikat-materilengkap-sma-xi.html

Pengertian Adiposa
Adiposa adalah jaringan ikat longgar yang mengisi ruang antara organ dan jaringan
dan menyediakan dukungan struktural dan metabolik. Ini adalah bagian dari perekat
nutrisi yang menahan kita semua bersama-sama. Jaringan adiposa sering disebut
sebagai lemak. Meskipun lemak merupakan komponen utama, itu bukan satu-satunya
komponen yang ditemukan dalam jaringan.
Semua mamalia memiliki baik adiposa putih dan cokelat. adiposa Putih adalah sel
lemak khas disebut adiposit. Adiposit mengandung tetesan lipid yang mengisi bagian
tengah sel dan tertanam oleh serat kolagen. Sel-sel lemak coklat yang lebih kecil
dalam ukuran dan kuantitas, dan memperoleh warna dari konsentrasi tinggi
mitokondria untuk produksi energi dan vaskularisasi jaringan. Lipid dalam lemak
coklat yang dibakar untuk memberikan tingkat tinggi energi sebagai panas pada
hewan yang berhibernasi dan bayi yang mungkin membutuhkan perlindungan termal
tambahan.
Lokasi Jaringan adiposa

Jaringan adiposa ditemukan langsung di bawah kulit, antara otot, sekitar ginjal dan
jantung, di belakang bola mata, dan selaput perut. Ini berfungsi sebagai lapisan
perlindungan, menyerap kejutan secara potensial didukung oleh jaringan. Bayi dan
anak-anak akan memiliki lapisan kontinu jaringan adiposa untuk perlindungan sambil
belajar untuk menjadi mobile yang akan menipis saat mereka tumbuh menjadi
remaja. Lapisan tersebut memberikan tubuh mereka yang bulat, penampilan gemuk.
Lapisan ini juga akan melindungi tubuh, menjaga suhu tubuh inti pada 98,6
Fahrenheit teratur. Hal ini memungkinkan tubuh untuk menjaga keseimbangan

homeostatis.
Seorang bayi yang lahir dilengkapi dengan semua adiposit, atau sel-sel lemak, karena
mereka membutuhkan itu. Jadi mengapa kita menggunakan ungkapan untuk
mendapatkan atau menghilangan lemak jika semua sel pernah kita miliki pada saat
lahir? Ketika nutrisi diambil ke dalam tubuh, lemak makanan berlebih yang disebut
triglycerides_ disimpan dalam adiposit. Seiring waktu jika tubuh tidak menggunakan
materi untuk bahan bakar itu akan disimpan dalam sel secara jangka panjang.
Semakin banyak penyimpanan, semakin besar sel menjadi. Tidak ada sel-sel baru
diciptakan, maupun yang lama hancur. Mereka hanya hanya mengubah ukuran dan
bentuk. Karbohidrat dan protein juga dapat dikonversi menjadi bentuk penyimpanan
jika mereka tidak digunakan segera memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan
sel. Satu-satunya cara untuk mengurangi ukuran sel adalah untuk membakar lemak
sebagai bahan bakar.
Distribusi adiposa
Hal ini umumnya diperhatikan bahwa distribusi lemak rata-rata individu hadir dalam
berbagai bentuk dan ukuran yang berbeda. Istilah umum untuk distribusi ini adalah

apel dimana lemak didistribusikan di seluruh tubuh bagian atas, atau pir distribusi
yang terkonsentrasi di bagian bawah batang tubuh. Kedua pola distribusi membawa
sendiri risiko kesehatan yang terkait. Sejumlah faktor dapat menyebabkan distribusi
lemak tubuh. Penelitian sekarang menyimpulkan bahwa susunan genetik Anda adalah
nomor satu faktor penentu dengan lebih dari 50 gen yang terkait diidentifikasi dengan
penumpukan lemak. Faktor lainnya termasuk pola makan, pola latihan, lingkungan,
dan stres.

Fungsi Adiposa
Sel adiposa putih membentuk timbunan lemak yang paling umum pada manusia
dewasa. Jenis sel berisi satu tetesan besar lemak. Tujuan utama mereka adalah untuk
menyimpan lemak tubuh yang kemudian dapat memecah dan melepaskan sebagai
asam lemak untuk digunakan sebagai energi. Mereka juga membantu untuk
melindungi tubuh dan mengatur suhu, serta memberikan bantal antara organ dan
antara kulit dan otot.
Jenis lain dari sel adiposa, yang membentuk jaringan adiposa coklat, yang paling
umum pada bayi baru lahir. Tidak seperti sel adiposa putih, berbagai cokelat terdiri
dari sejumlah tetesan lemak kecil. Jenis lemak ini secara khusus dirancang untuk
membantu bayi tetap hangat, karena mereka jauh lebih rentan terhadap dingin
daripada orang dewasa. Beberapa adiposa coklat tidak tetap pada orang dewasa,
namun jauh kurang penting, sebagai manusia sepenuhnya tumbuh jauh lebih mampu
mengatur suhu tubuh nya tanpa itu.

Kelebihan lemak yang tertelan dalam makanan yang disimpan dalam sel adiposa
putih. Selain jumlah lemak dalam makanan seseorang, faktor lain juga dapat
memainkan peran dalam seberapa banyak lemak yang terkandung dalam sel,
termasuk genetika, hormon, dan tingkat aktivitas fisik. Tujuan dari penyimpanan
lemak ini adalah untuk menjaga cadangan bahan bakar berlebih untuk saat-saat ketika
makanan langka atau energi ekstra yang dibutuhkan. Dalam banyak kasus di mana
asupan lemak jauh melampaui apa yang dibutuhkan tubuh, orang dapat menyimpan
terlalu banyak dan menjadi kegemukan atau obesitas.
Pada orang yang mengalami obesitas, sel adiposa berbeda dibandingkan pada mereka
yang tidak. Jumlah jaringan adiposa dalam tubuh meningkat melampaui normal,
biasanya di sebagian atau seluruh depot adiposa. Metabolisme dalam sel juga
berubah, menyebabkan mereka untuk menyimpan lebih banyak lemak daripada
biasanya. Jaringan adiposa menampilkan keseluruhan, peradangan berkelanjutan,
yang dapat berkontribusi terhadap resistensi insulin dalam tubuh.
http://www.sridianti.com/apa-fungsi-sel-adiposa.html

Hormon apa menghasilkan jaringan adiposa ?


Sejumlah hormon yang berbeda dilepaskan dari jaringan adiposa dan ini bertanggung
jawab untuk fungsi yang berbeda dalam tubuh. Contohnya adalah:
Aromatase, yang terlibat dalam metabolisme hormon seks.
TNF alpha, IL-6 dan leptin, yang secara kolektif disebut sitokin dan terlibat dalam
mengirimkan pesan antara sel-sel.
Plasminogen activator inhibitor-1, yang terlibat dalam pembekuan darah.
Angiotensin, yang terlibat dalam mengontrol tekanan darah.
Adiponektin, yang meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin dan membantu
melindungi terhadap diabetes tipe 2.
Lipoprotein lipase dan apolipoprotein E, yang terlibat dalam penyimpanan dan
metabolisme lemak untuk melepaskan energi.

Apa yang bisa salah dengan jaringan adiposa?

Keduanya terlalu banyak dan terlalu sedikit jaringan adiposa dapat memiliki
implikasi kesehatan yang parah. Lebih umum, terlalu banyak jaringan adiposa
menyebabkan obesitas, terutama dari terlalu banyak lemak visceral. Obesitas
menyebabkan sejumlah masalah kesehatan yang serius. Obesitas meningkatkan risiko
mengembangkan diabetes tipe 2 karena menyebabkan tubuh menjadi resisten
terhadap insulin. Hasil perlawanan di tingkat gula darah, yang buruk bagi kesehatan.
Obesitas juga meningkatkan kemungkinan terkena tekanan darah tinggi, kadar
kolesterol tinggi dan kecenderungan meningkat untuk darah untuk membeku. Semua
ini meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Kurangnya jaringan adiposa (lipodistrofi) juga dapat menyebabkan masalah yang
sama dan terlihat dengan meningkatnya frekuensi sebagai akibat dari obat-obatan
yang digunakan untuk mengobati HIV / AIDS.
Dalam gangguan (seperti anorexia nervosa) makan, pasien tidak makan makanan
yang cukup untuk mempertahankan tingkat jaringan adiposa mereka. Ini berarti
bahwa mereka dapat kehilangan sejumlah berbahaya dari berat badan.
http://kliksma.com/2015/03/pengertian-dan-fungsi-jaringanadiposa.html