Anda di halaman 1dari 3

PRINSIP UTAMA MANAJEMEN WAKTU

Manajemen waktu sesungguhnya adalah Manajemen Diri. Banyak baku dan


pelatihan maupun kursus yang ditujukan untuk manajemen waktu, tetapi
prinsip utamanya ternyata sederhana dan mendalam : "gunakan waktu
untuk hal-hal yang anda hargai (Use your time to do the things you
value most) atau hal-hal yang membantu anda mencapai tujuan ada (or
the things that help you reach your goals).
Alasan utama kita serius merasa bingung dan tertekan adalah
karena kita tidak memiliki nilai-nilai kehidupan yang kita hargai
atau karena kita tidak memiliki tujuan atau misi hidup yang jelas.
Dalam jangka panjang kita tidak memiliki sasaran yang jelas sehingga
kita tidak bisa fokus terhadap tujuan tersebut. Sekali lagi Covey
memberikan suatu dasar yang penting dalam manajemen waktu atau
Manajemen Diri. Dia menekankan pentingnya segala sesuatu dimulai
dengan akhir yang ada di pikiran kita ("Begin With An End in Mind").
Mulailah dengan tujuan hidup yang jelas dengan memahami dimana kita
sekarang dan kemana kita akan pergi, serta apa yang kita hargai dalam
hidup ini.
Namun ternyata hal inipun belum cukup. Kita hidup dibatasi
oleh waktu yang hanya 24 jam sehari. Secanggih apapun kita mengelola
waktu kita, dengan tujuan hidup yang jelas dan melakukan hal-hal
prioritas, kita tidak bisa menghindari fakta bahwa sehari hanya dua
puluh empat jam. Sebagai ilustrasi tahukah anda bahwa setiap beberapa
jam, restauran waralaba hamburger Mac Donalds membuka satu outlet
baru diseluruh dunia.
Bayangkan betapa efisien dan canggihnya para eksekutif dan
karyawan Mac Donalds sehingga mampu membangun satu outlet restaurant
setiap beberapa jam saja. Inilah yang disebut dengan konsep
pengungkit (LEVERAGE)

Konsep Leverage Dalam Manajemen Waktu


Prinsip alat pengungkit barangkali sudah diketahui pada masa
prasejarah, namun baru pertama kali dijelaskan secara lengkap oleh
ahli matematika besar Yunani bernama Archimedes (287-212 sebelum
Masehi) disekitar tahun 260 sebelum Masehi.
Menurut definisi, sebuah pengungkit adalah sejenis tongkat
yang kokoh dan kuat yang digunakan untuk mengangkat benda yang berat.
Tongkat tersebut diletakkan diatas sebuah titik tetap yang disebut
fulcrum tenaga yang didorong dari salah satu titik dapat
diseimbangkan dengan tenaga secukupnya dititik yang lain, biasanya
pada sisi yang berhadapan dengan fulcrum. Ide dasar dari pengungkit
dapat digambarkan dengan sebuah linggis yang digunakan untuk
mengangkat sebuah benda berat. Untuk panjang pengungkit tertentu,
semakin dekat fulcrum ditempatkan kepada obyek yang diangkat, semakin
kecil tenaga yang diperlukan untuk mengangkatnya.
Contoh-contoh benda sederhana yang menggunakan prinsip
pengungkit adalah gunting, tang, pompa tangan, gergaji, penarik paku,
dan stappler. Jadi sesungguhnya kita dapat melaksanakan atau
mengerjakan hal-hal yang nampaknya tidak masuk akal jika ditinjau
dari sisi waktu, tetapi dengan prinsip pengungkit kita bisa. Kuncinya
adalah menggunakan waktu orang lain secara kreatif dan sinergis
sehingga tercapai tujuan kita. Contoh yang menarik adalah konsep
pemasaran dengan sistem jaringan (network marketing). Bayangkan bahwa
kita rata-rata bekerja 8 jam seminggu. Jika waktu produktif kita
adalah 40 tahun, maka seumur hidup kita memiliki 80.000 jam kerja.
Jika dalam jaringan kerja kita memiliki 1000 anggota yang rata-rata
bekerja satu jam sehari untuk bisnis network marketing kita, maka
kita bisa menggantikan produktifitas seumur hidup kita hanya dalam 80
hari!!! Inilah kekuatan konsep leverage.
Berikut adalah beberapa prinsip yang perlu kita ketahui dalam

menerapkan manajemen waktu secara ManDiri.


Prinsip pertama : jangan menjadi budak waktu tetapi jadilah
pengendali waktu.
Prinsip kedua : mengetahui tujuan hidup kita dan hal-hal yang kita
hargai.
Prinsip ketiga : memberikan inspirasi kepada orang lain.
Prinsip keempat : mendorong dan mengeluarkan potensi terbaik dari
orang lain.
Prinsip kelima : manfaatkan kekuatan daya pikiran anda (Mind power
Management).
Prinsip keenam : membangun tim dan kerjasama tim (Team Work) yang
kokoh, efektif dan efisien.
Prinsip ketujuh : ikhlas
Khusus untuk prinsip ketujuh ada ilustrasi sebagai berikut. Ada 2
orang pemuka agama yang sedang membangun rumah ibadah. Yang satu
membangun sebuah rumah ibadah dalam tiga tahun. Itupun belum selesai
sepenuhnya. Sedangkan pemuka agama satunya dalam tiga tahun telah
membangun 300 buah rumah ibadah !!!. Artinya setiap 3-4 hari sekali
dia membangun rumah ibadah. Ketika ditanyakan motivasinya. Kyai yang
pertama mengatakan bahwa jika kita membangun sebuah rumah ibadah,
maka Tuhan akan membangun sebuah mahligai untuk kita di surga.
Sedangkan pemuka agama yang telah membangun 300 buah rumah ibadah
hanya mengatakan bahwa semuanya dia lakukan dengan ikhlas, sematamata untuk menyediakan tempat beribadah bagi umat Tuhan di desa-desa.
Motivasi yang berbeda menghasilkan hasil yang berbeda.

(http://sejarawan.blogspot.com/2009/10/manajemen-waktu.html)