Anda di halaman 1dari 23

PERUBAHAN FISIOLOGIS PADA IBU HAMIL

Proses kehamilan sampai kelahiran merupakan


rangkaian dalam satu kesatuan yang dimulai dari
konsepsi, nidasi, pengenalan adaptasi ibu terhadap
nidasi, pemeliharaan kehamilan, perubahan sistem
kardiovaskuler, intregument dan metabolisme sebagai
persiapan menyongsong kelahiran bayi dan persalinan
dengan kesiapan untuk memelihara bayi. Dalam
menjalani proses tersebut, ibu hamil mengalami
perubahan-perubahan anatomi pada tubuhnya sesuai
dengan usia kehamilannya. Mulai dari trimester I,
sampai dengan trimester III kehamilan. Perubahanperubahan anatomi tersebut meliputi perubahan
sistem pencernaan, muskuloskeletal, kardiovaskuler,
perubahan pada sistem integumen, dan perubahan
sistem metabolisme.
Perubahan pada sistem pencernaan seperti sembelit,
mual atau nause, perut kembung akibat makanan
yang tertahan dalam lambung sistem muskuloskeletal
seperti postur tubuh ibu yang berubah, membuatnya
tidak nyaman untuk bergerak. Adanya kram kaki yang
sering terjadi pada ibu. Sistem kardiovaskuler seperti
peningkatan volume darah yang dapat menyebabkan
terjadinya pre eklamsi dan terjadi penurunan kadar HB
sering menyebabkan anemia fisiologi. Perubahan pada
sistem integumen sering terjadi perubahan pada
pigmentasi pada payudara, abdomen, vulva, dan
wajah. Perubahan pada sistem metabolisme terjadi
peningkatan metabolisme basal, ketidakseimbangan,
yang dapat menyebabkan berbagai masalah seperti
hiperemesis, diabetes, dll.

Memang adakalanya perubahan yang terjadi tidak


begitu nyaman dirasakan. Namun demikian, selama
sifatnya masih fisiologis atau memang normal terjadi
dalam proses kehamilan berlangsung ringan dan tidak
mengganggu aktivitas, dianggap normal. Sebaliknya
bila gejala-gejala tersebut mulai berlebihan dan
menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari-hari,
seperti mengganggu aktivitas dan bahkan sampai
dehidrasi tentu bukan hal yang normal.
2.1
Perubahan Fisiologis pada Ibu
Hamil
Perubahan yang terjadi pada tubuh pada saat
hamil, bersalin dan nifas adalah perubahan yang hebat
dan menakjubkan. Sistem-sistem tubuh berubah
dengan otomatis menyesuaikan dengan keadaan
hamil, bersalin dan nifas. Berikut ini adalah
perubahan-perubahan anatomi dan adaptasi fisiologis
pada sistem tubuh pada masa hamil yaitu sebagai
berikut :
1.
Uterus
Uterus yang semula besarnya hanya sebesar jempol
atau beratnya 30 gram akan mengalami hipertrofi dan
hiperpla-sia, sehingga menjadi seberat 1000 gram saat
akhir kehamilan. Otot dalam rahim mengalami
hiperplasia dan hipertrofi menjadi lebih besar, lunak,
dan dapat mengikuti pembesaran rahim karena
pertumbuhan janin(Manuaba, 2010)
2.
Ovarium
Ovulasi berhenti selama kehamilan dan pematanga
folikel ditunda. Biasanya hanya satu corpus luteum
kehamilan dapat ditemukan di dalam ovarium wanita
hamil dan hanya berfungsi maksimal sampai 6-7

minggu pertama kehamilan dan selanjutnya fungsinya


menurun sampai akhirnya pada minggu ke-16
kehamilan fungsinya digantikan oleh plasenta untuk
menghasilkan estrogen dan progesterone.
3.
Vagina dan Perineum
Perubahan yang terjadi pada vagina selama kehamilan
antara lain terjadinya peningkatan vaskularitas dan
hiperemia (tekanan darah meningkat) pada kulit dan
otot perineum, vulva, pelunakan pasa jaringan ikat,
munculnya tanda chadwick yaitu warna kebiruan pada
daerah vulva dan vagina yang disebabkan hiperemia,
serta adanya keputihan karena sekresi serviks yang
meningkat akibat stimulasi estrogen (Aprillia, 2010)

hemodelusi yang disertai anemia fisiologis (Manuaba,


2010; h. 93).
6.
Sistem Respirasi
Kapasitas paru secara total menurun 4-5% dengan
adanya elevasi diafragma. Fungsi respirasi juga
mengalami peru-bahan. Respirasi rate 50% mengalami
peningkatan, 40% pada tidal volume dan peningkatan
konsumsi oksigen 1520% diatas kebutuhan
perempuan tidak hamil (Aprillia, 2010; h. 71-72).

4.
Payudara
Menurut Djusar Sulin dalam buku Ilmu Kebidanan
(2009; h. 179), pada awal kehamilan perempuan akan
merasakan payudara menjadi semakin lunak. Seletah
bulan kedua payudara akan bertambah ukurannya dan
vena vena dibawah kulit akan lebih terlihat. Puting
payudara akan lebih besar, kehitaman, dan tegak.
Areola akan lebih besar dan kehitaman. Kelenjar
sebasea dari areola akan membesar dan cenderung
menonjol keluar.

7.
Sistem pencernaan
Menurut Djusar Sulin dalam buku Ilmu Kebidanan
(2009; h. 185), seiring dengan makin membesarnya
uterus, lambung, dan usus akan tergeser. Perubahan
yang nyata terjadi pada penurunan motilitas otot polos
pada traktus digestivus. Mual terjadi akibat penurunan
asam hidrokloroid dan penurunan motilitas, serta
konstipasi akibat penurunan motilitas usus besar.
Gusi akan menjadi lebih hiperemis dan lunak sehingga
dengan trauma sedang saja bisa menyebabkan
perdarahan. Epulis selama kehamilan akan muncul.
Hemorroid juga merupakan suatu hal yang sering
terjadi akibat konstipasi dan peningkatan tekanan
vena pada bagian bawah karena pembesa-ran uterus.

5.
Sirlukasi Darah
Volume darah semakin meningkat dan jumlah serum
darah lebih besar dari pertumbuhan sel darah,
sehingga terjadi pengenceran darah (hemodelusi). Sel
darah merah semakin meningkat jumlahnya untuk
dapat mengimbangi pertumbuhan janin dalalm rahim,
tetapi pertambahan sel darah tidak seimbang dengan
peningkatan volume darah sehingga terjadi

8.
Sistem perkemihan
Karena pengaruh desakan hamil muda dan turunnya
kepala bayi pada hamil tua, terjadi gangguan miksi
dalam bentuk sering berkemih. Desakan tersebut
menyebabkan kandung kemih cepat terasa penuh.
Hemodelusi menyebabkan metabo-lisme air makin
lancar sehingga pembentukan urine akan bertambah
(Manuaba, 2010; h. 94).

9.
Kulit
Pada kulit terjadi perubahan deposit pigmen dan
hiperpigmentasi karena pengaruhmelanophore
stimulating hor-mone lobus hipofisis anterior dan
pengaruh kelenjar suprarenalis. Hiperpigmentasi ini
terjadi pada striae gravidarum livide atau alba, areola
mamae, papilla mamae, linea nigra, pipi (khloasma
gravidarum). Setelah persalinan hiperpigmentasi ini
akan meng-hilang (Manuaba, 2010, 94).
10. Metabolisme
Menurut Manuaba (2010, 95) perubahan metabolisme
pada kehamilan:
a.
Metabolisme basal naik sebesar 15-20% dari
semula, teru-tama pada trimester ketiga.
b.
Keseimbangan asam basa mengalami penurunan
dari 155 mEq per liter menjadi 145 mEq per liter
disebabkan hemo-delusi darah dan kebutuhan mineral
yang diperlukan janin.
c.
Kebutuhan protein wanita hamil makin tinggi
untuk pertumbuhan dan perkembangan janin,
perkembangan organ kehamilan, dan persiapan
laktasi. Dalam makanan diperlukan protein tinggi
sekitar 0,5 g/kg berat badan atau sebutir telur ayam
sehari.
d.
Kebutuhan kalori didapat dari karbohidrat, lemak
dan protein.
e.

Kebutuhan zat mineral untuk ibu hamil:

1.
Kalsium, 1,5 gram setiap hari, 30-40 gram untuk
pemben-tukan tulang janin.

2.

Fosfor, rata rata 2 gram dalam sehari.

3.

Zat besi, 800 mg atau 30-50 mg per hari.

4.
Air, ibu hamil memerlukan air cukup banyak dan
dapat terjadi retensi air.
f.
Berat badan ibu hamil bertambah. Berat badan
ibu hamil akan bertambah antara 6,5-16,5 kg selama
hamil atau terjadi kenaikan berat badan 0,5 kg/
minggu.
2.2
Perubahan Fisiologi Sistem Kekebalan
pada Ibu Hamil
Sistem pertahanan tubuh ibu selama kehamilan
akan tetap utuh, kadar immunoglobulin dalam
kehamilan tidak berubah . Imunoglobulin G atau IgG
merupakan komponen utama dari imunoglobulin janin
di dalam uterus dan neonatal dini. IgG merupakan
satu-satunya imunoglobulin yang dapat menembus
plasenta sehingga immunitas pasif akan diperoleh oleh
bayi. Kekebalan ini dapat melindugi bayi dari infeksi
selanjutnya.
2.3
Perubahan pada Sistem
Pencernaan
Perubahan yang terjadi pada sistem pencernaan
dipengaruhi oleh peningkatan hormon progresteron
dan tekanan uterus yang membesar terhadap organ
saluran pencernaan
Perubahan Sistem Pencernaan Yang Dirasakan Ibu
Hamil :
1. Trimester I
Rasa mual baik yang sedang maupun berat dengan
atau tanpa terjadinya muntah setiap saat siang

ataupun malam. Apabila terjadi pada pagi hari sering


disebut Morning Sickness. Hipersalivasi sering terjadi
sebagai kompensasi dari mual dan muntah yang
terjadi. Pada beberapa wanita ditemukan adanya
(ngidam makanan) yang mungkin berkaitan dengan
persepsi individu wanita tersebut mengenai apa yang
bisa mengurangi rasa mual dan muntah. Kondisi
lainnya adalah Pica (mengidam) yang sering
dikaitkan dengan anemia akibat defisiensi zat besi
ataupun adanya suatu tradisi.
2. Trimester II dan III
Biasanya terjadi konstipasi karena pengaruh hormon
progesteron yang meningkat. Selain itu perut kembung
juga terjadi karena adanya tekanan uterus yang
membesar dalam rongga perut yang mendesak organorgan dalam perut khususnya saluran pencernaan,
usus besar, kearah atas dan lateral. Wasir
(Hemorrhoid) cukup sering pada kehamilan sebagian
besar akibat konstipasi dan naiknya tekanan venavena di bawah uterus termasuk vena hemorrhoid.
Panas perut (heart burn) terjadi karena terjadinya
aliran balik asam gastrik ke dalam esophagus bagian
bawah.
2.4

Perubahan Sistem Muskoloskeletal


Perubahan yang terjadi pada sistem
muskuloskeletal dipengaruhi baik secara hormonal
dengan efek relaksasi jaringan persendian juga secara
postural dari berpindahnya pusat gravitasi.
Perubahan Sistem Muskuloskeletal Yang Dirasakan Ibu
Hamil
Trimester II & III
Hormon progresteron dan hormon relaxing

menyebabkan relaksasi jaringan ikat dan otot-otot, hal


ini terjadi maksimal pada satu minggu terakhir
kehamilan, proses relaksasi ini memberikan
kesempatan pada panggul untuk meningkatkan
kapasitasnya sebagai persiapan proses persalinan,
tulang pubik melunak menyerupai tulang sendi,
sambungan sendi sacrococcigus mengendur membuat
tulang coccigis bergeser ke arah belakang sendi
panggul yang tidak stabil, pada ibu hamil hal ini
menyebabkan sakit pinggang. Postur tubuh wanita
secara bertahap mengalami perubahan karena janin
membesar dalam abdomen sehingga untuk
mengkompensasi penambahan berat ini, bahu lebih
tertarik ke belakang dan tulang lebih melengkung,
sendi tulang belakang lebih lentur, dan dapat
menyebabkan nyeri punggung pada beberapa
wanita.
Selama trimester akhir rasa pegal, mati rasa dan
lemah dialami oleh anggota badan atas yang
disebabkan lordosis yang besar dengan fleksi anterior
leher dan merosotnya lingkar bahu yang akan
menimbulkan traksi pada nervus ulnaris dam
medianus (Crisp dan DeFrancesco, 1964). Ligament
rotundum mengalami hipertropi dan mendapatkan
tekanan dari uterus yang mengakibatkan rasa nyeri
pada ligament tersebut.
2.5

Perubahan Sistem Kardiovaskuler


Perubahan yang terjadi pada sistem kardiovaskular
merupakan kompensasi dari pemenuhan kebutuhan
yang meningkat untuk pemenuhan nutrisi dengan
adanya janin. Selain itu pengaruh hormonal terhadap
pembuluh darah ikut berperan dalam beberapa
perubahan yang terjadi.

Perubahan Sistem Cardiovaskuler Yang Dirasakan Ibu


Hamil :
1. Trimester I
Pada akhir trimester I mulai terjadi palpitasi karena
pembesaran ukuran
serta bertambahnya kardiac
output. Hidung tersumbat/berdarah
karena
pengaruh hormon estrogen dan
progresteron terjadi pembesaran kapiler,
relaksasi
otot vaskuler serta peningkatan sirkulasi darah.
2. Trimester II & III
Terjadi Edema dependen kongesti sirkulasi pada
exstrimitas bawah
karena peningkatan
permeabilitas kapiler dan tekanan dari
pembesaran
uterus pada vena pelvik atau pada
vena cava inferior.Gusi Berdarah karena trauma
terhadap gusi yang karena pengaruh hormon
estrogen sangat vaskuler, percepatan pergantian
pelapis ephitel gusi dan berkurangnya ketebalan
ephitel tersebut.Hemorrhoid akibat tekanan uterus
terhadap vena hemorrhoidal. Hipotensi supinasi
karena terbloknya aliran darah di vena cava inferior
oleh uterus yang membesar apabila ibu pada posisi
tidur terlentang.Timbul spider nevi dan palmar
erythema kareana meningkatnya aliran darah ke
daerah kulit.Varises pada kaki dan
vulva karena
kongesti vena bagian bawah meningkat sejalan
tekanan
karena pembesaran uterus dan
kerapuhan jaringan elastis karena
pengaruh
hormon estrogen.
2.6
Perubahan Psikologis pada Ibu
Hamil
Seperti pada perubahan fisiologis, perubahan

psikologis pada ibu hamil juga mengalami perubahan


jika dibandingkan dengan keadaan sebelum hamil.
Perubahan psikologis pada ibu hamil dapat di bagi
dengan melihat waktu kehamilan yaitu Trimester I,
Trimester II, dan Trimester III.
Perubahan psikologis pada ibu hamil terbagi atas
tiga periode di atas (Trimester I Trimester II, dan
Trimester III). Masing-masing periode membawa
perubahan sendiri-sendiri.
Trimester I
1. Pada trimester I atau bulan-bulan pertama ibu
akan merasa tidak berdaya dan merasa minder karena
ibu merasakan perubahan pada dirinya.
2.
Segera setalah konsepsi kadar hormon estrogen
dan progesteron meningkat, menyebabkan mual dan
muntah pada pagi hari, lemah, lelah dan pembesaran
payudara.
3.
Mencari tanda-tanda untuk meyakinkan bahwa
dirinya hamil.
4.
Hasrat unt melakukan hubungan seks pada
trimester pertama berbeda2, kebanyakan wanita hamil
mengalami penurunan pada periode ini.
5.

Merasa tidak sehat dan benci kehamilannya.

6.
Selalu memperhatikan setiap perubahan yang
terjadi pada tubuhnya.
7.

Khawatir kehilangan bentuk tubuh.

8.
Membutuhkan penerimaan kehamilannya oleh
keluarga dan ketidakstabilan emosi dan suasana hati.

Trimester II
1.
Pada trimester II ibu merasakan adanya
perubahan pada bentuk tubuh yang semakin
membesar sehingga ibu merasa tidak menarik lagi dan
merasa suami tidak memperhatikan lagi.
2.
Ibu merasakan lebih tenang dibandingkan
dengan timester I karena nafsu makan sudah mulai
timbul dan tidak mengalami mual muntah sehingga
ibu lebih bersemangat.
3.
Pada TM II biasanya ibu lebih bisa menyesuaikan
diri dengan kehamilan selama trisemester ini dan ibu
mulai merasakan gerakan janinnya pertama kali.
4.
Ibu sudah mulai merasa sehat dan mulai bisa
menerima kehamilannya.
5.
Perut ibu belum terlalu besar sehingga belum
dirasa beban.
6.
Libido dan gairah seks kemungkinan
meningkat.
Trimester III
1.
Trimester III seringkali disebut periode menunggu
dan waspada sebab pada saat itu ibu merasa tidak
sabar menunggu kelahiran bayinya.
2.
Kadang-kadang ibu merasa khawatir bahwa
bayinya akan lahir sewaktu-waktu. Ini menyebabkan
ibu meningkatkan kewaspadaannya akan timbulnya
tanda dan gejala akan terjadinya persalinan.

3.
Rasa tidak nyaman timbul karena ibu merasa
dirinya aneh dan jelek. Disamping itu ibu mulai merasa
sedih karena akan berpisah dengan bayinya dan
kehilangan perhatian yang khusus diterima selama
hamil. Pada trimester inilah ibu membutuhkan
kesenangan dari suami dan keluarga.
4.
Pada TM III ibu merasa tidak nyaman dan depresi
karena janin membesar dan perut ibu juga,
melahirkan, sebagian besar wanita mengalami klimaks
kegembiraan emosi karena kelahiran bayi.
5.
Ibu khawatir bayinya akan lahir sewaktu-waktu
dan dalam kondisi yang tidak normal dan semakin
ingin menyudahi kehamilannya tidak sabaran dan
resah.
6.
Bermimpi dan berkhayal tentang bayinya, aktif
mempersiapkan kelahiran bayinya.
2.7 Pengaruh Perubahan Psikologis pada Ibu
Hamil Terhadap Janin yang Dikandung
1.
Masalah psikologis ibu berpengaruh pada kondisi
janin yang dikandungnya. Jika masalah ini terjadi saat
trimester 1 maka akan berpengaruh fatal pada proses
pembentukan organnya.
2.
Trauma dan stress berkepanjangan
menyebabkan anak hiperaktif. Selain itu memicu
kelahiran prematur dan tidak berkembangnya janin
(Shinto,2009).
3.
Setelah trimester pertama pembentukan organ
telah selesai. Artinya, janin sudah lebih kuat
menghadapi pengaruh dari luar. Selain itu, janin sudah

mampu mendengar dan bereaksi terhadap sentuhan


dari luar dan sudah bisa merasakan kondisi psikologis
ibunya.
4.
Kondisi ibu yang selalu menyenangkan bisa
membuat pertumbuhan janin optimal.
2.8 Kiat untuk Menghadapi Kondisi Perubahan
Psikologis pada Ibu Hamil
1.
Dapatkan informasi dari berbagai sumber
tentang perubahan kondisi fisik dan psikologis pada
saat kehamilan, terutama ibu hamil untuk anak
pertama.
2.
Komunikasi dengan suami segala hal yang di
alami oleh ibu hamil, agar terjadi saling pengertian
dan dukungan dari keluarga tentang perubahan yang
dialami.

9.
Latihan pernapasan yang teratur untuk
mempersiapkan fisik pada waktu melahirkan.
2.9 Perubahan Lain yang
Terjadi
Perubahan lainnya adalah :
1.

Ibu tidak sabar menunggu kelahiran bayinya.

2.
Ibu khawatir bayinya akan lahir sewaktu-waktu
dan dalam kondisi yang tidak normal.
3.

Semakin ingin menyudahi kehamilannya.

4.

Tidak sabaran dan resah.

5.

Bermimpi dan berkhayal tentang bayinya.

6.

Aktif mempersiapkan kelahiran bayinya.

OVARIUM

3.
Untuk menjaga kesehatan dan perkembangan
janin yang normal, rajin chek up kehamilan.

Fungsi ovarium :

4.
Makan makanan yang sehat, bergizi untuk
menunjang pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Produksi sel germinal

5.

Tetap menjaga penampilan

6.
Kurangi kegiatan yang bisa membahayakan
pertumbuhan dan perkembangan janin.
7.
Dengarkan music agar lebih rileks menghadapi
setiap perubahan yang ada.
8.
Senam hamil kemungkinan besar dapat
membantu ibu hamil menormalkan perubahan
psikologis.

Biosintesis hormon steroid


Sel germinal terdapat pada
folikel ovarium. Masingmasing folikel berada
dalam keadaan istirtahat dan mengandung oosit
primordial ( primitif ) yang dikelilingi satu lapis sel
yaitu sel granulosa. Disekitar sel granulosa terdapat
sekelompok sel yaitu sel teka.
Sel teka memproduksi androgen yang oleh sel
granulosa di konversi menjadi estrogen. Hormon
steroid dari ovarium bekerja dalam folikel untuk

menujang perkembangan oosit dan di luar ovarium,


hormon steroid bekerja pada jaringan target.

Folikel primer berada dibagian superfisial sehingga


memungkinkan untuk terjadinya ovulasi pada saat
folikel sudah matang ( folikel dgraaf ) dimana terdapat
area sekeliling oosit yang disebut zona pellucida

Pada neonatus, ovarium manusia mengandung sekitar


2 juta oosit . pada saat pubertas tersisa sekitar
100.000 oosit. Jumlah oosit semakin berkurang selama
masa reproduksi akibat proses mitosis oogonium
primitif pada masa janin berhenti dan tidak berlanjut.
Saat proses mitosis berhenti, oosit yang baru
terbentuk masuk ke tahap profase dari pembelahan
meiosis pertama. Oosit akan tetap berada pada
tahap profase meiosis sampai mereka di stimulasi dan
menjadi matang untuk proses ovulasi atau mengalami
degerasi menjadi folikel atresia.
Ovulasi adalah ekspulsi sel telur melalui daerah tipis
(stigma ). Setelah pelepasan oosit, folikel mengempis
(collaps) dan terbentuk corpus luteum

implantasi pada endometrium

TUBA FALOPII

Lumen Tuba Falopii dilapisi epitel kolumnar dengan


silia panjang pada permukaan selnya. Silia bergerak
konsisten ke arah uterus untuk memfasilitasi
pergerakan zygote ke dalam uterus agar mengadakan

Sebagian besar dinding uterus terdiri dari otot polos


yang dinamakan miometrium. Uterus harus mampu
untuk membesar selama kehamilan. Pembesaran
uterus terjadi akibat hipertrofi sel otot polos
miometrium (miosit) dan penambahan miosit baru dari
stem sel yang terdapat dalam jaringan ikat
miometrium.
Rongga uterus dilapisi oleh endometrium.
Endometrium merupakan organ target dan kelenjar
endokrin. Dibawah pengaruh produksi siklis hormon
ovarium endometrium mengalami perubahan
mikroskopik pada struktur dan fungsi kelenjar.

UTERUS

Selama fase pra ovulasi siklus menstruasi, sel epitel


permukaan endometrium mengadakan proliferasi di
bawah pengaruh estrogen. Kelenjar endometrium
mengalami proliferasi dan masuk kedalam lapisan

subepitelial atau stroma. Arteri muskular kecil (arteria


spiralis ) tumbuh kedlam lapisan basal endometrium.
Setelah ovulasi, suasana hormonal uterus berubah dari
dominan estrogen menjadi dominan progesteron
sehingga mitosis epitel kelenjar berhenti.
Endometrium pasca ovulasi disebut
endometrium sekretorik.
Pasca ovulasi, sel stroma endometrium membesar dan
tampak berbuih yang menadakan adanya peningkatan
metabolisme. Sel-sel tersebut menjadi eosinofilik dan
disebut sebagai sel desidua. Desidualisasi
endometrium diawali sekitar arteri spiralis yang
kemudian menyebar dibawah epitel permukaan dan
kelenjar saat 10 hari pasca ovulasi.
Jika tidak terjadi kehamilan, produksi progesteron
corpus luteum berhenti pada hari ke 13 14 pasca
ovulasi. Endometrium mengalami nekrosis iskemik dan
meluruh sebagai debris menstruasi.
Bila terjadi kehamilan, masa hidup corpus luteum
memanjang dan memperpanjang produksi progesteron
dan desidualisasi stroma berlanjut.
Stroma endometrium merupakan sumber penting
sejumlah peptida kehamilan antara lain :
Prolaktin.
Faktor pertumbuhan yang mirip insulin (insulin like
growth factor binding protein - IGFBP-1)
Peptida yang terkait dengan hormon paratiroid
( parathyroid hormone-related peptide PTHrP)_
Perubahan histologis dalamk endometrium akiabt
pengaruh hormon dapat digunakan untuk menentukan

ovulasi.
SERVIK dan VAGINA
Servik terutama terdiri dari jaringan ikat. Struktur ini
dilapisi satu lapis epitel kelenjar penghasil mukus
dibagian dalam servik (canalis endoservicalis) dan
epitel skuamosa berlapis pada ektoservik.
Transisi epitel kelenjar dan skuamosa dikenal
sebagai zona transformasi yang penting oleh karena
sering mengalami perubahan displastik yang dapat
menjadi keganasan.
Vagina dilapisi oleh epitel skuamosa.
Bagian Organ Alat Reproduksi Wanita & Fungsinya

1. Bagian Organ Alat Reproduksi (Genetalia) Wanita


Dalam
a. Vagina
Vagina adalah muskula membranasea (otot-selaput)
yang menghubungkan rahim dengan bagian luar.
Panjang vagina sekitar 8-10 cm, yang terletak antara
kandung kemih dan rektum dengan dinding yang
berlipat-lipat. Bagian-bagian vagina adalah lapisan
terluarnya terdapat selaput lendir, lapisan tengah
tersusun dari otot-otot, dan lapisan dalam merupakan
jaringan ikat yang berserat. Fungsi vagina adalah
sebagai berikut ..
sebagai jalan lahir
sebagai tempat dalam berhubungan seksual
sebagai saluran mengalirkan darah dan lendir disaat
menstuasi
Otot vagina merupakan otot yang berasal dari
sphingter ani dan levator ani (otot anus/dubur),
sehingga otot tersebut dapat dikendalikan dan dilatih.
Vagina tidak memiliki kelenjar yang bisa menghasilkan
cairan, akan tetapi asal cairan tersebut terdapat di
rahim.

b. Uterus (Rahim)
Uterus adalah organ berongga berbentuk mirip buah
pir dengan berat sekitar 30 gram, dan disusun dari
lapisan0-lapisan otot. Ruam pada rahim (uterus)
berbentuk segitiga yang pada bagian atasnya lebih

lebar. Fungsi Uterus (Rahim) adalah sebagai tempat


tumbuh dan berkembangnya janin. Otot uterus (rahim)
bersifat elastis sehingga dapat menyesuaikan dan
dapat menjaga janin ketika proses kehamilan selama 9
bulan.

Di bagian uterus terdapat Endometrium (dinding


rahim) yang terdiri atas sel-sel epitel dan sebagai
pembatas uterus. Lapisan endometrium dapat
menebal di saat ovulasi dan meluruh disaat
menstruasi. Uterus (rahim) dapat mempertahankan
posisinya karena disangga oleh ligamentum jaringan
ikat. Bagian-bagian uterus (rahim) adalah sebagai
berikut...
Korpus Uteri, adalah bagian yang berbentuk segitiga di
bagian atas
Serviks Uteri, ialah bagian yang berbentuk seperti
silinder
Fundus Uteri, yaitu bagian korpus yang terletak di atas
kedua pangkal tuba fallopi
Disaat persalinan, rahim merupakan jalan lahir karena
ototnya mampu mendorong janin untuk keluar, serta
otot uterus dapat menutupis pembuluh darah dalam
mencegah terjadinya perdarahan pasca persalinan.
Setelah proses persalinan, rahim kembali ke dalam
bentuk semula dalam jangka waktu sekitar 6 minggu.
c. Tuba Fallopi (Oviduk)
Tuba Fallopi (Oviduk) adalah organ yang
menghubunkan uterus (rahim) dengan indung telur

(ovarium). Tuba Fallopi (Oviduk) biasa disebut dengan


saluran telur karena berbentuk mirip saluran. Tubah
fallopi (oviduk) berjumlah dua buah dengan ukuran
panjang sekitar 8-20 cm.Fungsi Tuba Fallopi
(Oviduk) adalah sebagai berikut...
Sebagai saluran spermatozoa dan ovum
Sebagai tempat pertumbuhan hasil pembuahan
sebelum dapat masuk ke bagian dalam uterus (rahim)
Sebagai penangkap ovum
Dapat menjadi tempat fertilisasi (pembuahan)
Bagian-Bagian Tuba Fallopi (Oviduk) - Tuba Fallopi
(Oviduk) terdiri dari 4 bagian antara lain sebagai
berikut...

kanan dan kirim dan dihubungkan dengan rahim oleh


tuba fallopi. Pada umumnya, setiap Ovarium pada
wanita telah pubertas yang memiliki 300.000-an, dan
sebagian besar dari sel telur mengalami kegagalan
pematangan, rusak atau mati, sehingga benih sehat
yang ada sekitar 300-400-an benih tellur dan 1 ovum
yang dikeluarkan setiap 28 hari oleh ovarium kiri dan
kanan secara bergantian melalui proses menstruasi,
sehingga saat benih telur habis, terjadilah monopause.
Ovarium akan menghasilkan hormon estrogen dan
progesteron yang berperan dalam proses Menstruasi.
2. Bagian Organ Alat Reproduksi (Genetalia) Wanita
Luar

Infundibulum, yaitu bagian yang berbentuk seperti


corong yang terletak di pangkal dan memiliki fimbriae.
Fungsi fimbriae adalah untuk menangkap ovum
Pars ampularis, ialah bagian yang sedikit lebar sebagai
tempat bertemunya ovum dengan sperma
(fertilisasi/pembuahan).
Pars ismika, adalah bagian tengah tuba yang sempit
Pars interstitialis, ialah bagian tuba yang terletak di
dekat uterus.
d. Ovarium (Indung Telur)
Ovarium (indung telur) adalah kelenjar reproduksi
wanita yang berfungsi untuk menghasilkan ovum (sel
telur) dan penghasil hormon seks utama. Bentuk
ovarium adalah oval yang berukuran panjang sekitar
2,5-4 cm. Terdapat sepasang Ovarium terletak di

a. Mons Veneris
Mons Veneris adalah bagian yang agak menonjol dan
menutupi tulang kemaluan (simfisis pubis). Bagian
yang tersusun dari jaringan lemak dan sedikit jaringan
ikat. Mons Veneris dikenal dengan gunung venus,
ketika dewasa bagian mons veneris akan tertutup oleh
rambut-rambut kemaluan dan membentuk suatu pola
seperti segitiga terbalik.
b. Labia Mayora (Bibir Besar Kemaluan)

Bagian yang mirip bibir. Labia mayora adalah bagian


lanjutan dari mons veneris dengan bentuk lonjok,
menuju kebawah dan bersatu dengan membentuk
perineum. Bagian luar Labia Mayor tersusun dari
jaringan lemak, kelenjar keringat, dan disaat dewasa
tertutup oleh rambut kelamuan yang merupakan
rambut dari mons veneris. Sedangkan pada selaput
lemak, tidak berambut, tetapi terdapat banyak ujungujung saraf sehingga sensitif saat berhubungan seks.
c. Labia Minora (Bibir Kecil Kemaluan)
Labia Minora adalah organ berbentuk lipatan terletak
di dalam Labia Mayora. Labia Minora tidak berambut,
tersusun dari jaringan lemak, dan terdapat banyak
pembuluh darah sehingga dapat membesar saat
gairah seks bertambah. Bibir kecil kemaluan
mengelilingi Orifisum Vagina (lubang kemaluan). Labia
Minora analog dengan kulit skrotum pada alat
reproduksi Pria.
d. Klitoris
Klitoris adalah organ yang bersifat erektil yang sangat
sentitif akan rangsangan saat berhubungan seks.
Klitoris terdiri dengan jumlah pembuluh darah yang
banyak dan terletak di ujung saraf padanya, oleh
karena itu organ yang sifatnya sensitif dan erektifl.
Klitoris analog dengan penis (alat reproduksi pria).
e. Vestibulum
Vestibulum adalah rongga kemaluan yang dibatasi
oleh labia minora di bagian sisi kiri dan kanan, dibatasi
dengan klitoris di bagian atas, dan dibatasi oleh
pertemuan dua labia minora di bagian belakang

bawahnya. Vestibulum, tempat bermuaranya uretra


(saluran kencing), dan bermuara vagina (liang
senggama).
Setiap dua lubang saluran kelenjar Bartholini dan
skene (kelenjar ini mengeluarkan cairan yang mirip
lendir saat pendahuluan hubungan untuk
memudahkan dalam masuknya penis).
f. Himen (Selaput Darah)
Himen adalah selaput membran tipis yang menutupi
lubang vagina. Himen dapat dengan mudah robek
sehingga merupakan salah satu penilaian
keperawanan. Normalnya Himen mempunyai satu
lubang yang agak besar berbentuk seperti lingkaran.
Himen merupakan tempat dalam keluarnya cairan
atau darah disaat menstruasi. Disaat pertama kali
berhubungan seks himen akan robek dan
mengeluarkan darah. Setelah melahirkan hanya
tertinggal sisa-sisa himen yang biasa disebut
dengan caruncula hymenalis (caruncula mirtiformis).
Pengertian, Cara Kerja, Jenis, Keuntungan, Kerugian,
Efek Samping Alat-alat Kontrasepsi
Pengertian
Kontrasepsi berasal dari dua kata, yaitu kontra
dan konsepsi. Kontra berarti menolak, konsepsi berarti
pertemuan antara sel telur wanita (ovum) yang sudah
matang dengan sel mani pria (sperma) sehingga
terjadi pembuahan dan kehamilan. Dengan demikian
kontrasepsi adalah mencegah bertemunya sel telur
yang matang dengan sel mani pada waktu

bersenggama, sehingga tidak akan terjadi pembuahan


dan kehamilan (Farrer, 2001).

bertemunya sperma dengan sel telur yang dapat


mengakibatkan terjadinya pembuahan.
3) Keuntungan

B. Cara Kerja

- Murah

Pada dasarnya prinsip kerja kontrasepsi adalah


meniadakan pertemuan antara sel telur (ovum)
dengan sel mani (sperma) dengan cara :

- Tidak perlu repot-repot datang ke tenaga kesehatan

1. Menekan keluarnya sel telur (ovum)


2. Menghalangi masuknya sperma ke dalam alat
kelamin wanita sampai mencapai ovum

- Bisa digunakan oleh ibu yang mempunyai tekanan


darah tinggi
4) Kerugian
- Faktor kegagalan cukup tinggi jika pasangan tidak
bisa bekerja sama dengan baik

3. Mencegah nidasi
C. Jenis
1. METODE ALAMI

b. Sistem Kelender (Pantang Berkala/oginoknaus )

a. Koitus Interuptus (Sanggama Terputus)

1)Pengertian

Metode ini dapat mencegah terjadinya pembuahan


yang berujung pada kehamilan.

Metode ini disebut juga dengan The Rhythm Method.

1) Pengertian
Coitus Interruptus dapat diartikan sebagai senggama
terputus atau dalam artian penis dikeluarkan dari
vagina sesaat seblum ejakulasi terjadi. Membutuhkan
partisipasi yang besar dari pasangan Anda.
2) Cara kerja
Dengan cara ini diharapkan cairan sperma tidak akan
masuk kedalam rahim serta mengecilkan kemungkinan

Jika cara ini jadi pilihan maka pengetahuan kita


tentang masa subur atau fertility awareness harus
tinggi. kita harus mengetahui dengan tepat masa
subur atau saat yang paling
memungkinkan kita mengalami kehamilan.
Bila kita emang ingin menunda kehamilan, maka pada
saat tubuh memasuki masa subur tundalah keinginan
berhubungan intim dengan pasangan. Atau kita tetap
melakukan hubungan seksual tapi menggunakan
kondom.

dianjurkan untuk memperhatikan terlebih dahulu siklus


mentruasi kita selama 3 bulan kalau perlu 6 bulan
guna mendapatkan perhitungan waktu siklus
mentruasi yang tepat,
secara umum masa "aman" seorang wanita adalah 2
hari setelah mentruasi hingga 20 hari menjelang
mentruasi berikutnya buat yang memiliki siklus haid
pendek.
Jika siklus menstruasi kita panjang, maka masa
"aman" 2 hari setelah haid hingga 16 hari menjelang
menstruasi yang akan datang.

2) Efektivitas
Penggunaan kondom cukup efektif selama digunakan
secara tepat dan benar.
3) Cara Kerja
Mencegah masuknya sperma ke alat kelamin wanita
sampai ke ovum
4) Keuntungan
- Mudah digunakan
- Tidak membutuhkan bantuan medis untuk memakai.

Namun perlu di ingat sebenarnya masa subur sangat


sulit ditebak dengan pasti jadi masih ada kemungkinan
Anda mengalami "kebobolan"

- Bisa menlindungi dari PMS

2. METODE PERLINDUNGAN (Barrier)

- Tidak Merepotkan

a. Kondom

- Mudah didapat

5) Kerugian
- Kegagalan terjadi jika kondom bocor, robek
6) Efek Samping
- Kondom dapat tertinggal di dalam alat kelamin ibu
- Ibu bisa mengeluh keputihan yang banyak dan
berbau
- Terjadi infeksi ringan

1) Pengertian
Kondom digunakan pada fenis pria untuk mencegah
sperma bertemu sel telur ketika terjadi ejakulasi.

b. Spermatisida

1) Pengertian
Bahan atau substansi yang dapat me-non-aktifkan
sperma sebelum sperma masuk ke rongga rahim.
Sediaannya ada dalam berbagai bentuk : cream, gel,
busa, film, suppositoria dan tablet. Umumnya
mengandung bahan kimia yang dinamakan nonoxynol9, yang bisa membunuh sperma.
2) Efektitas
Efektifitasnya jika dipakai tanpa kombinasi sekitar 71
%, artinya dari 100, yang gagal (menjadi hamil) sekitar
29% dalam pemakaiannya selama setahun.
3) Efek Samping
- Iritasi vagina oleh spermatisida dapat meningkatkan
risiko penyakit menular seksual.
- Dapat menyebabkan infeksi di saluran kencing dan
vagina.

1) Pengertian
Lingkaran cincin dilapisi karet fleksibel ini akan
menutup mulut rahim bila dipasang dalam liang
vagina 6 jam sebelum senggama.
2) Cara Kerja
Diafragma atau cervical cap berguna untuk menutupi
uterus sehingga mencegah sperma membuahi sel telur
3) Efektifitas
Efektifitasnya alat kontrasepsi ini bisa menurun bila
terlalu cepat dilepas kurang dari 8 jam setelah
senggama.
4) Keuntungan
- Tidak mengganggu produksi ASI
- Bisa menghambat keluarnya darah haid

c. Vagina Diafragma / Kap serviks ( cervical cap)

5) Kerugian
- Mahal

- Kegagalan Tinggi
- Harus ke tenaga kesehatan
- Tidak nyaman
6) Efek samping
- Resiko infeksi tinggi

- IUD diduga juga menghambat motilitas tuba


sehingga memaksa sperma "berenang" melawan arus.

3) Efektifitas
Efektivitasnya bisa mencapai 98%, layaknya seperti
pil, IUD juga mudah mengembalikan kesuburan Anda.
4) Keuntungan

d. IUD (Intrauterine Device) = AKDR (Alat


Kontrasepsi Dalam Rahim)

- Bisa digunakan untuk metode jangka panjang


- Bisa digunakan untuk klien yang mempunyai tekanan
darah tinggi
- Tidak mengganggu produksi ASI
5) Kerugian
- Mengganggu hubungan seksual

1) Pengertian
Teknik kontrasepsi ini adalah dengan cara
memasukkan alat yang terbuat dari tembaga kedalam
rahim.
2) Cara Kerja
- Menimbulkan reaksi keradangan lokal dalam
endometrium kavum uteri sehingga menghambat
terjadinya penempelan sel telur yang telah dibuahi ke
dinding rahim.

- Harus datang ke tenaga kesehatan untuk memasang,


melepas, dan kontrol
- Mahal
- Tidak bsa mencegah darib PMS
6) Efek Samping
- Amenorhea
- Spoting / perdarahan bercak
- Nyeri

3. METODE HORMONAL
a. Pil KB

4) Keuntungan
- Tidak mengganggu hubungan seksual
- Kesuburan cepat kembali
- Membuat menstruasi teratur,
- Mengurangi kram atau sakit saat menstruasi.
5) Kerugian
- Bisa menambah/mengurangi berat badan

1) Jenis pil dan Pengertian


a) Minipil yaitu alat kontrasepsi jenis pil yang hanya
mengandung hormon progesteron. Pil ini cocok untuk
ibu menyusui.
b) Pil Kombinasi yaitu alat kontrasepsi yang
mengandung hormon estrogen dan progesteron.
2) Cara Kerja
- mencegah pelepasan sel telur
- mengentalkan lendir sehingga sperma sulit bertemu
dengan sel telur
3) Efektifitas
Pil ini mempunyai tingkat keberhasilan yang tinggi
(99%) bila digunakan dengan tepat dan secara
teratur.

- Harus selalu mengingat-ingat minum pil


- Tidak bisa mencegah dari PMS
6) Efek Samping
- Mual, muntah
- Amenorhea
- Spotting
b. Suntik KB

- Kegemukan
1) Pengertian
Alat kontrasepsi suntik yang hanya mengandung
hormon progesteron yan di berikan setian 3 bulan
sekali / 12 minggu sekali.
2) Cara Kerja

6) Efek Samping
- Amenorhea
- Spotting
c. Susuk KB Implant/susuk KB

- mencegah pelepasan sel telur


- mengentalkan lendir sehingga sperma sulit bertemu
dengan sel telur
3) Efektifitas
Efektifitasnya tinggi sekitar 99% bila digunakan secara
teratur

1) Pengertian

4) Keuntungan

Alat kontrasepsi dengan cara memasukkan tabung


kecil di bawah kulit pada bagian tangan yang
dilakukan oleh dokter Anda.

- Tidak mengganggu hubungan seksual


- Tidak mengganggu produksi ASI

2) Cara Kerja

- Cocok digunakan bagi klien yang pelupa (lupa minum


pil)

- Mengentalkan lendir serviks

5) Kerugian

- Mengurangi proses pembentukan endometrium


sehingga sulit terjadi implantasi
- Menekan ovulasi

- Kesuburan lama kembali


- Tidak melindungi dari PMS
- Tidak boleh digunakan untuk wanita perokok

3) Efektifitas

Sangat efektif (kegagalan 0,2-1 kehamilan per 100


perempuan)
4) Jenis Implan

- Ekspulsi
- Infeksi pada daerah insisi
4. METODE KONTRASEPSI PERMANEN
(KONTRASEPSI MANTAP=KONTAP)

- Norplant : terdiri dari 6 batang dan lama kerja 5


tahun
- Implanont : terdiri dari 1 batang lama kerja 3 tahun
- Indoplant dan Jadena : terdiri dari 2 batang dengan
lama kerja 3 tahun.
5) Keuntungan
- Daya guna tinggi
- Perlindungan jangka panjang
- kesuburan cepat kembali

a. Sterilisasi
1) Pengertian

-Tidak memerlukan pemeriksaan dalam

Saluran telur pada wanita disumbat dengan cara


diikat, dipotong atau dilaser.

6) Kerugian

Sterilisasi pada wanita ini juga bisa dilakukan dengan


pengangkatan rahim.

- Membutuhkan tindakan insisi

Cara kontrasepsi ini bersifat permanent.

-Tidak melindungi dari PMS

Sedangkan pada kaum pria, sterilisasi dilakukan


dengan cara memotong saluran sperma.

- Tidak dapat menghentikan pemakaian sendiri


7) Efek Samping
- Amenorhea
- Spotting

Jika kita ingin jalani kontrasepsi ini, sebaiknya usia


anak bungsu Anda telah melewati masa balita. hal ini
sekedar berjaga-jaga jika suatu saat Anda masih
berniat untuk hamil kembali.
A. Apa saja jenis-jenis obat kontrasepsi?

1. METODE ALAMI
a. Koitus Interuptus (Sanggama Terputus)
b. Sistem Kelender (Pantang Berkala/oginoknaus )
2. METODE PERLINDUNGAN (Barrier)
a. Kondom
b. Spermatisida
c. Vagina Diafragma / Kap serviks ( cervical cap)
d. IUD (Intrauterine Device) = AKDR (Alat
Kontrasepsi Dalam Rahim)
3. METODE HORMONAL
a. Pil KB
b. Suntik KB
c. Susuk KB Implant/susuk KB
4. METODE KONTRASEPSI PERMANEN
(KONTRASEPSI MANTAP=KONTAP)
a. Sterilisasi
C. Apa hubungan antara nyeri payudara dan flek hitam
pada wajah dengan kehamilan?
Menurut Djusar Sulin dalam buku Ilmu Kebidanan
(2009; h. 179), pada awal kehamilan perempuan akan
merasakan payudara menjadi semakin lunak. Seletah
bulan kedua payudara akan bertambah ukurannya dan
vena vena dibawah kulit akan lebih terlihat. Puting
payudara akan lebih besar, kehitaman, dan tegak.

Areola akan lebih besar dan kehitaman. Kelenjar


sebasea dari areola akan membesar dan cenderung
menonjol keluar. Trimester pertama
Payudara yang lembut seringkali menjadi sinyal
pertama jika Anda sedang hamil, yang biasanya terjadi
sekitar dua minggu setelah pembuahan. Pada saat ini,
tingkat estrogen dan progesteron tubuh siap naik ke
payudara untuk memproduksi air susu. Juga, segera
setelah Anda hamil, saluran air susu di payudara
ukurannya akan mulai berkembang. Hal ini memang
bisa menimbulkan rasa sakit atau nyeri. Pada
Trimester pertama, rasa nyeri biasanya terasa mirip
dengan nyeri yang terjadi pada saat siklus
menstruasi .
Trimester kedua
Selama trimester kedua, ukuran payudara Anda terasa
meningkat. Hal ini karena tubuh Anda sedang
mempersiapkan tempat untuk menyimpan susu bagi
bayi Anda, dan juga menyimpan banyak lemak di
payudara. Rasa nyeri payudara pada selama trimester
pertama bisa menurun secara alami pada periode
kehamilan ini. Namun, puting Anda bisa menjadi
sangat lembut, dan akan tetap dalam keadaan
demikian hingga akhir kehamilan.
Trimester ketiga
Pada Trimester ketiga, payudara secara keseluruhan
akan berubah menjadi lembut lagi. Hal ini disebabkan
oleh hormon baru yaitu prolaktin, yang merangsang
kelenjar susu untuk memproduksi kolostrum, yang
merangsang payudara untuk menghasilkan susu.
Selama trimester ini, payudara Anda akan terasa berat

dan penuh. Dan akan semakin bertambah berat


hingga saatnya akan melahirkan.
Pada kulit terjadi perubahan deposit pigmen dan
hiperpigmentasi karena pengaruhmelanophore
stimulating hor-mone lobus hipofisis anterior dan
pengaruh kelenjar suprarenalis. Hiperpigmentasi ini
terjadi pada striae gravidarum livide atau alba, areola
mamae, papilla mamae, linea nigra, pipi (khloasma
gravidarum). Setelah persalinan hiperpigmentasi ini
akan meng-hilang (Manuaba, 2010, 94).
C. Apa yang menyebabkan Ny.Yasmin tidak nafsu
makan dan berat badannya menurun?
Menurut Djusar Sulin dalam buku Ilmu Kebidanan
(2009; h. 185), seiring dengan makin membesarnya
uterus, lambung, dan usus akan tergeser. Perubahan
yang nyata terjadi pada penurunan motilitas otot polos
pada traktus digestivus. Mual terjadi akibat penurunan
asam hidrokloroid dan penurunan motilitas, serta
konstipasi akibat penurunan motilitas usus besar.
kehilangan nafsu makan selama awal kehamilan anda
adalah mual. Perasaan mual mengurangi keinginan
Anda untuk makan. Mual dan muntah sering disebut
sebagai "morning sickness", karena biasanya terjadi di
pagi hari, meskipun beberapa ibu hami terus memiliki
perasaan ini sepanjang hari dan malam
D. Apa yang menyebabkan mual dan muntah
hanya terjadi di pagi hari?

Faktor-Faktor yang bisa menimbulkan terjadinya mual


muntah ibu hamil antara lain adalah sebagai berikut :
1. Peningkatan Hormon Progesterone. Dengan
meningkatnya tingkat hormon progesterone ini,
terjadi pergerakan dari usus kecil para ibu
hamil, kerongkongan dan perut yang mana hal
ini akan bisa menyebabkan rasa mual.
2. Peningkatan
Hormon
Chorionic
Gonadotropin yang terjadi pada manusia salah
satunya bisa dan dapat mengakibatkan rasa
mual dan muntah dalam tahap awal kehamilan
yang dirasakan oleh para ibu hamil.
3. Kekurangan vitamin B6 dapat mengakibatkan
morning sickness dan yang lebih berat
lagi,hyperemesis
gravidarum yang
dapat
mengakibatkan perawatan rumah sakit untuk
melawan dehidrasi.
4. Meningkatnya Sensitivitas Pada Bau. Para
dokter berpendapat bahwa peningkatan hormon
Esterogen bisa memicu sensitivitas pada hidung
ibu hamil. Meski begitu masih belum diketahui
benar apakah hormone estrogen benar-benar
berpengaruh terhadap hal ini.
5. Stres. Beberapa ahli juga menilai bahwa respon
rasa mual dan muntah-muntah yang dialami ibu
hamil tersebut merupakan respon negatif akibat
rasa stress yang dialami. Sekali lagi, belum ada
bukti konkrit terkait hal ini. Meski begitu, rasa
mual
dan
muntah
yang
dialami
juga
menyebabkan ibu hamil semakin merasakan
stress.