Anda di halaman 1dari 14

KROMATOGRAFI KERTAS

DISUSUN OLEH :
EKA NURSYAH PUTRI
NURHIDAYATI
MEGA ANGGRAINI
SES FILDASARI
YOENDA OCTAVINA PUTRI
DOSEN PEMBIMBING
HAIYUL FADHLI, M.Si, Apt

Pengertian Kromatografi
Kromatografi secara harfiah terdiri dari dua kata
yaitu cromos yang berarti warna dan graphos yang berarti
tulis. Jadi, kromatografi merupakan suatu metode
pemisahan fisik senyawa organik dan anorganik yang
didasarkan atas distribusi diferensial komponen sampel di
antara dua fase.
Menurut pengertiannya kromatografi selalu
melibatkan dua fase yaitu fase diam (stationary phase)
dan fase gerak (gerak phase) atau fase mobil. Fase diam
dapat berupa padatan atau cairan yang terikat pada
permukaan daratan (kertas atau suatu adsorben),
sedangkan fase gerak dapat berupa cairan disebut eluen
atau pelarut, atau gas pembawa yang inert.


Pengertian Kromatografi Kertas
penemu dari Kromatografi kertas adalah Martri,
Consden dan Gordon. Kromatografi kertas
merupakan bentuk kromatografi yang paling
sederhana, mudah dan murah. Banyak yang
digunakan untuk identifikasi kualitatif. Fase diam
dalam kromatografi ini berupa air yang terikat pada
selulosa kertas sedangkan fase geraknya berupa
pelarut organik nonpolar. Berdasarkan kedua hal itu
kromatografi kertas dapat digolongkan ke dalam
kromatografi partisi.

Cont.
Dalam kromatografi kertas fasa gerak merembes ke dalam
kertas karena efek kapiler. Rembesan fasa gerak pada kertas dapat
dilakukan dengan teknik menaik ( ascending ) atau dengan teknik
menurun (descending). Pada teknik menaik rembesan fasa bergerak
keatas sedangkan pada pada teknik menurun rembesan fasa gerak
bergerak ke bawah. Pada teknik menurun fasa gerak disamping
bergerak karena efek kapiler juga dibantu oleh efek gravitasi
sehingga rembesan berjalan lebih cepat.

Cont.
Pelaksanaan teknik ini terbagi pada 3 tahap ,
yaitu :
Penotolan cuplikan
Tahap pengembangan
Identifikasi atau penampakan noda.

cont.
Kromatografi kertas sangat berguna untuk pemisahan zat anorganik,
organik dan biokimia dalam jumlah yang sedikit. Prinsip dasar
kromatografi kertas adalah partisi multiplikatif suatu senyawa antara
dua cairan yang saling tidak bercampur. Jadi partisi suatu senyawa
terjadi antara kompleks selulosa-air dan fasa gerak yang melewati
berupa pelarut organik yang sudah dijenuhkan dengan air dan
melalui serat dari kertas oleh gaya kapiler dan menggerakkan
komponen dari campuran cuplikan pada perbedaan jarak pada arah
aliran pelarut

Prinsip Kromatografi Kertas


Prinsip dasar kromatografi kertas adalah partisi
multiplikatif suatu senyawa antara dua cairan yang
saling tidak bercampur. Jadi partisi suatu senyawa
terjadi antara kompleks selulosa-air dan fasa mobil
yang melewatinya berupa pelarut organik yang
sudah dijenuhkan dengan air atau campuran
pelarut.

Mekanisme Kromatografi Kertas


\

teteskan cuplikan campur pada daerah yang sudah diberi tanda di sepotong kertas

membentuk noda
yang bulat

Ujungnya di Masukan dalam bejana tertutup


Pelarut bergerak melalui serat
dari kertas

kertas diambil dari bejana dan kedudukan dari permukaan pelarut diberi tanda
dan lembaran kertas dibiarkan kering

Senyawa berwarna : terlihat


sebagai pita atau noda yang
terpisah

senyawa tidak berwarna harus dideteksi dengan cara


fisika dan kimia yaitu dengan menggunakan pereaksi
memberikan warna terhadap beberapa atau semua dari
senyawa -senyawa

Cont.
Bila daerah dari noda yang terpisah telah dideteksi, maka perlu
mengidentifikasi tiap individu dari senyawa. Metoda identifikasi yang
paling mudah adalah berdasarkan pada kedudukan dari noda relatif
terhadap permukaan pelarut, menggunakan harga Rf.
Harga Rf merupakan parameter karakteristik kromatografi kertas
dan kromatografi lapis tipis. Harga ini merupakan ukuran kecepatan
migrasi suatu senyawa pada kromatogram dan pada kondisi konstan
merupakan besaran karakteristik dan reprodusibel.
Harga Rf didefinisikan sebagai perbandingan antara jarak senyawa
dari titik awal dan jarak tepi muka pelarut dari titik awal.

Ada beberapa faktor yang menentukan harga Rf yaitu:


1) Pelarut
2) Suhu
3) Ukuran dari bejana
4) Kertas
5) Sifat dari campuran
Kromatografi kertas diterapkan untuk analisis campuran asam amino. Karena
asam amino memiliki sifat yang sangat mirip, dan asam-asam amino larut dalam air
dan tidak mudah menguap (tidak mungkin didistilasi), pemisahan asam amino
adalah masalah paling sukar yang dihadapi kimiawan di akhir abad 19 dan awal
abad 20. Jadi penemuan kromatografi kertas merupakan berita sangat baik bagi
mereka.

Jenis Kromatografi Kertas


Kromatografi kertas ada dua jenis yaitu :
Kromatografi kertas satu arah
Dalam kromatografi kertas, fase diam adalah kertas
serap yang sangat seragam. Fase gerak adalah pelarut
atau campuran pelarut yang sesuai. Sampel tinta
diteteskan pada garis dasar pinsil pada selembar
kromatografi kertas. Beberapa pewarna larut dalam jumlah
yang minimum dalam pelarut yang sesuai, dan itu juga di
teteskan pada garis yang sama


Kertas digantungkan pada wadah yang berisi lapisan tipis pelarut
atau campuran pelarut yang sesuai didalamnya. Perlu diperhatikan
bahwa batas pelarut berada dibawah garis pada bercak diatasnya.
Kadang-kadang kertas hanya digulungkan secara bebas pada
silinder dan diikatkan dengan klip kertas pada bagian atas dan
bawah. Silinder kemudian ditempatkan dengan posisi berdiri pada
bawah wadah. Alasan untuk menutup wadah adalah untuk
meyakinkan bahwa astmosfer dalam gelas kimia terjenuhkan denga
uap pelarut. Penjenuhan udara dalam gelas kimia dengan uap
menghentikan penguapan pelarut sama halnya dengan pergerakan
pelarut pada kertas.


2) Kromatografi kertas dua arah
Kromatografi kertas dua arah dapat digunakan dalam
menyelesaikan masalah pemisahan substansi yang
memiliki nilai Rf yang sangat serupa. Waktu ini
kromatogram dibuat dari bercak tunggal dari campuran
yang ditempatkan ke depan dari garis dasar. Kromatogram
ditempatkan dalam sebuah pelarut sebelum dan sesudah
sampai pelarut mendekati bagian atas kertas.

TERIMA KASIH