Anda di halaman 1dari 7

KONSEP TEKANAN

Pada prinsipnya tekanan adalah gaya yang bekerja pada enda dibagi dengan luas bidang
yang tegak lurus pada gaya tersebut. Akan tetapi jika bidang pada gaya tesebut merupakan
sebuah titik, maka tekanan pada sebuah titik dapat didefinisikan sebagai gaya normal (tegak
lurus) tiap satuan luas. Ini dikarenakan bidang yang dianggap mengecil hingga mendekati nol.
Sehingga secara matematis tekanan dapat dirumuskan sebagai berikut :

P = F/A

Ket :
P = tekanan
F = gaya
A = luas penampang bidang

Dalam satuan British atau kerekayasaan Inggris, tekanan dinyatakan dalam satuan pound
per inci kuadrat (psi) atau pound gaya per kaki (psf). Sedangkan dalam satuan SI, tekanan
dinyatakan dalam newton per meter kuadrat (N/m) atau Pascal (Pa). Jika tekakan terjadi pada
fluida yang diam, maka gaya tekan yang dilakukan oleh fluida terhadap suatu permukaan (dan
terhadap fluida) akan tegak lurus dengan permukaan tersebut.
Pada umumnya pengukur tekana mekanik menunjukkan angka nol ketika dihubungkan
dengan udara terbuka dan oleh karena itu tekanan yang dihitung adalah selisih dari tekanan
fluida dngan tekanan udara terbuka. Tekakan ini disebut tekanan pengukur (gage pressure),
dimana dalam satuan Inggris dinyatakan dengan psig atau psfg.
Adapun tekanan mutlak adalah tekanan sistem yang diukur berdasarkan keadaan hampa
sempurna sebagai tekanan mutlak nol, yang dalam sistem satuan Inggris dinyatakan dengan psia
atau psfa.
Dalam satuan SI 14.696 (14.7) psia ekivalen dengan 101.32 kPa. Terdapat tekanan
mutlak pada satuan SI.. tekanan mutlak sendiri adalah :

Tekaanan mutlak = Patm – Pa.


MANOMETRI

Manometri atau manometer, adalah salah satu alat pengukur tekanan yang terdiri dari
tabung tembus pandang berbentuk U yang sebagian dari tabungnya diisi fluida yang sesuai.
Biasanya fluida yang digunakan adalah raksa atau air, karena informasi mengenai berat jenisnya
jelas dan detail
Pada manometer raksa, nilai Co efektif jika kapiler lebih besar terjadi dari tabung yang
permukaan cairannya tinggi. Jika kedua tabung u manometer standart diisi fluida yang sejenis,
efek kapiler sering diabaikan, karena ukuran jari-jari hampir sama dengan kapilaritas. Akan
tetapi efek kapiler sangat diperhungkan dalam peranti tipe manometer.
Untuk memperkcil efek menikus yang berubah-ubah yaitu dengan cara menutup kedua
manomter dan tinggi cairan selalu diukur dari pusat meniskkus.

GAYA PADA BIDANG DI BAWAH PERMUKAAN AIR

Jika suatu bidang ditempatkan dalam fluida sedemikian rupa sehingga hanya satu sisi
yang mendapatkan tekanan fluiada, maka bidang tersebut akan mengalami gaya yang tidak
setimbang.
Karena tekana bergantung pada kedalaman, tentu tekanan terhadap suatu bidang yang
tidak mendatar akan menghasilkan besa yang variasi.
Gaya yang bekerja pada luas A, sama dengan tekanan rata-rata terhadap permukaan
tersebut dikalikan dengan luasnya. Sehingga didapat persamaannya adalah :

Prata = x + ∆ / 2

Gaya yang bekerja terhadap luas selisih A adalah ahasil kali tekanan dengan luas. Untuk
bidang fertikal yang berada dalam dan menyentuh permukaan fluida ternyata tekanan rata-rata
terhadap bidang merupakan hasil kali berat jenis fluida dengan kedalaman titik berat dihitung
dari permukaan fluida.
Gaya totalnya merupakan hasil kali dari luas total dengan tekanan rat-rata tersebut.

LETAK TITIK PUSAT TEKANAN

Gaya merupakan besaran vektor, maka untuk melengkapinya gaya harus dilengkapi
dengan arah dan besaran dan juga titik tangkapnya. Sejauh ini kita telah menentukan besaran dan
arah namunn belum menentukan titik tangkap fektor tersebut (gaya). Dan dengan menggunakan
notasi bagi posisi vertikal, titik tangkap gaya resultan dirumuskana sebagai berikut :

(Ftotal)hcp = ∑ x∆A(x)

Untuk bidang yang tidak vertikal, posisi pusat tekanan da[at dihitung dengan cara yang
sama seperti bidanf vertikal. Jadi jarak permukaan cairan kepusat tekanan sepanjang bidang
adalah sama, tidak tergantung pada sudut kemiringan selama sudut tersebut tida nol maka pusat
suatu tekanan selalu beradah di bawah titik berat.
GAYA APUNG BENDA DI BAWAH PERMUKAAN AIR

Jika sebuah benda ditimbang dalam hampa udara lalu ditimbang lagi di dalaam sebuah
fluida maka akan terdapat perbedaan penimbangan. Hal ini disebabkan adanya gaya apung dalam
fluida. Untukk menghitung pengaruh ini kita harus mengetahui tentang hidrostatiska, yaitu
dengan melihat bagian volume yang kecil lalu kemudian menjumlahkan seluruh volume tersebut.
Berat semu sama dengan berat benda dalam ruang hampa dikurangi berat fluida yang
dipindahkan. Jika seluruh elemen volume yang kecil dijumlahkan maka diperoleh :

Berat semu benda dalam fluida = V ( - )

Maka dengan kata lain benda yang berada dalam suatu fluida mengalami gaya apung yang
besarnya sama dengan berat fluida yang dipindahkan, dan gaya apung ini harus bekerja melalui
titik berat fluida yang ditinggalkan. Agar benda seimbang. Hal inilah yang dikenqal sebagai
Hukum Archimides.
GAYA TERHADAP PERMUKAAN LENGKUNG

Dalam bidang rekayasa panyak dijumpai adanya permukaan yang lengkung dan kita
harus menentukan gaya-gaya yang bekerja terhadap permukaan tersebut. Secara umum persolan
gaya resultan pada permukaan tidak teratur dapat disederhanakan menjadi pemecahan sistem
gaya yang tidak sejajar dan tidak imbang.
Tetapi sering juga dijumpai kasus bahwa permukaan yang bersangkutan simetris dan
komponen mendatar dengan komponen yang vertikal, gaya total dapat langsung digabung
menjadi sebuah gaya.
Oleh sebab itu kita lebih baik menghitung gaya-gaya mendatar pada permukaan lengkung
yang ada dalam fluida untuk menghitung. Ingatlah bahwa gaya merupakan besaran vektor.
Karena vektor tidak dapat dijumlahkan secara aljabar maka gaya pada setiap elemen harus
diuraikan menjadi dua komponen yang saling tegak lurus dan masing-masing komponen harus
dijumlahkan. Karena setiap elemen luas membentuk besar sudut yang berbeda vektor itupun
akan membentuk sudut atau arah yang berbeda-beda.

TEGANGAN DALAM SILINDER DAN BOLA

Jika fluida berada dalam satu bejana, maka fluida tersebut akan melakukan gaya terhadap
dinding yang akan mengakibatkan tegangan pada bahan pembentuk bajana. Adapun tegangan tari
pada silinder dan bola memiliki tekanan internal. Oleh karena itu anggaplah bahwa perbandingan
ketebalan terhadap garis tengah silinder atau bola sangat kecil. Sedang tekanan yang terjadi pada
bejana tekan ersifat seragam disemua bagian penampang bejana. Artinya, bahwa perbandinag
antara ketebalan terhadap garis tengah adalah 0.1 atau lebih kecil lagi.
Dengan adanya tekanan internal maka akan terjadi tegangan pada arah melintang dan
arah longitudinal. Kekuatan bahan akan menentukan ketebalan silinder yang diperlukan untuk
suatu tekanan inetrnal tertentu.
Disusun Oleh :

KELAS I.C

TEKNIK KONVERSI ENERGI

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG


2009