Anda di halaman 1dari 11

SOP KLINIK KEDOKTERAN GIGI ANAK

PERSIAPAN PERAWATAN GIGI PADA ANAK


PEMBUKAAN KLINIK
1. Hasil yang diharapkan : Perawatan pasien pertama dimulai tepat waktu, dengan seluruh
peralatan siap pakai dan berfungsi dengan baik.
2. Tolak ukur : Dimulai tepat waktu tanpa gangguan.
a. Tiba jam lebih dini.
b. Membuka :
Ruang klinik 203.
Ruang klinik dalam.
c. Menyalakan :
Lampu klinik.
Tombol listrik utama untuk unit gigi.
d. Menyiapkan unit dental.
Memeriksa lampu unit.
Memeriksa angin, air, suction.
Memeriksa angin handpiece kecepatan rendah/tinggi.
Memeriksa Chemiclave (kalau ada)/ mengganti cairan jika dibutuhkan.
e. Karyawan / petugas mencatat pada buku harian :
Nama pasien.
Jenis perawatan.
Dental unit yang akan dipakai.
f. Karyawan menyiapkan :
Alat yang akan dipergunakan.
Bahan yang dibutuhkan.
g. Karyawan / petugas memeriksa bukti pembayaran.
h. Mahasiswa mencatat bukti pembayaran pada buku pembayaran

PENUTUPAN KLINIK

1. Hasil yang diharapkan : Mempersiapkan untuk hari berikutnya dan mematikan semua
peralatan. Memastikan semua pintu-pintu klinik terkunci.
2. Tolak ukur : Keamanan gedung dan kemudahan untuk memulai hari berikutnya.
Memeriksa kembali kelengkapan alat-alat dan bahan-bahan serta daerah sterilisasi.
Mengembalikan semua bahan dan alat ke tempat semula.
Menutup ruang perawatan :
- Menyemprot ruangan dengan desinfektan.
- Mematikan :
1) Unit dental.
2) Lampu klinik.
Mengosongkan semua sampah di ruangan klinik.
Mematikan kompresor dan suction
Membersihkan dan mengepel lantai.
Mematikan semua lampu kecuali :
- Lampu penerangan luar.
Memastikan kunci semua pintu-pintu :
- Ruang klinik dalam.
- Ruang klinik 203.
Hal khusus :
Klinik harus memiliki late person yaitu pegawai yang pulang paling akhir dan dalam seminggu
setiap hari dirotasi. Pegawai ini bertugas untuk kasus gawat darurat, juga untuk memastikan
semuanya berjalan sesuai dengan prosedur penutupan klinik. Anggota tim lain dapat membantu,
tetapi tanggung jawab tetap ada pada late person.

PERSIAPAN PERALATAN DENTAL


1. Hasil yang diharapkan : Kelayakan susunan peralatan dental.
2. Tolak ukur : Kesiapan dan kemudahan penggunaan peralatan dental.
a. Menyiapkan dental unit.
Menekan tombol untuk menghidupkan dental unit.
Memasang kantong plastik pada tempat sampah di bald unit.
Memeriksa tabung air unit (tambah bila perlu).
Melapisi dengan plastik pembungkus :
1)
Meja unit.
2)
Sandaran Kepala.
3)
Tombol tombol.
4)
Pegangan lampu unit.
5)
Intra oral camera
Ambil suction tip di ruang sterilisasi, kemudian pasang di unit dental.
b. Mengusap alat berikut dengan desinfektan :
Triple syringe sampai panjang selang.
Panjang selang handpiece.
panjang selang saliva ejector.
Suction tip.
c. Menyiapkan alat bantu lainnya sesuai macam perawatan seperti :
Amalgamator.
Light curing unit.

PENGAKHIRAN PERALATAN DENTAL


1. Hasil yang diharapkan : Kesiapan dental unit untuk persiapan dental berikut.
2. Tolak ukur : Kesiapan dan kemudahan untuk persiapan peralatan dental berikut.
a. Unit dental
Mengambil kantong plastik dari tempat sampah di baki unit, membuang ke tempat
sampah medis.
Melepaskan plastik wrap dari :
1) Baki unit.
2) Sandaran Kepala.
3) Tombol-tombol.
4) Pegangan lampu unit.
5) Intra oral camera
Melepaskan suction tip, lalu cuci dan mensterilkan dengan desinfektan di ruang
sterilisasi.
Melepaskan saliva ejector.
b. Menyimpan alat bantu lainnya yang sudah tidak digunakan seperti :
Amalgamator.
Light curing unit.

KELENGKAPAN ALAT DAN BAHAN YANG DIPERLUKAN


DALAM PERAWATAN GIGI ANAK
1. Hasil yang diharapkan : Managemen alat, dan persiapan instrument lengkap untuk semua
tindakan.
2. Tolak ukur : Kepuasan dokter dan asisten.
a. Peralatan standar yang harus disediakan setiap melakukan perawatan pasien :
Kursi dan unit dental.
Instrument genggam:
- 2 kaca mulut
- 1 pinset
- 1 sonde
- 1 eksavator
Hand piece (kecepatan rendah / tinggi).
Deppen glass tempat alkohol.
Kapas dalam kotak/cawan tertutup.
Tissue atau lap kain putih untuk taplak.
Gelas untuk kumur.
Masker dan sarung tangan.
Kartu status.
Celemek untuk pasien.
b. Alat-alat khusus diperlukan untuk perawatan :
I.
Pengelolaan tingkah laku anak :
Alat peraga : model gigi, poster.
II.

Pemeriksaan lengkap dan rencana perawatan :


Larutan pewarna gigi (disclosing agent).
Tester pulpa.
Perawatan pencegahan :
1. Pencegahan karies dan gingivitis
a.
Pendidikan Kesehatan Gigi dan profilaksis oral :

Alat peraga : model gigi, poster

Larutan pewarna gigi (disclosing agent)

Sikat gigi

Sikat dan pasta profilaksis dan rubber cup

Dental floss

Scaller
b.
Aplikasi topical larutan fluor

Alat-alat profilaksis oral

Alat pemegang kapas untuk isolasi

Sendok cetak plastik individual


c.
Penutupan ceruk dan fisur

Alat profilaksis oral

Spatula plastik

Kuas kecil (micro brush)

Sonde berujung bulat


2. Space-maintainer

Sendok cetak ukuran anak

Kuas

Alat poles akrilik


Perawatan endodontik gigi anak
1.
Pulp capping

Spuit dan jarum suntik disposable

Lampu spiritus

Instrument Ca (HO)2

Instrument plastis

III.

IV.

Spatula semen
Bur
Pulpotomi

Spuit dan jarum suntik disposable

Lampu spiritus

Instrument plastis

Spatula semen

Bur
Pulpektomi

Spuit dan jarum suntik disposable

Lampu spiritus

Jarum endodontik :
- Jarum eksterpasi
- Jarum file
- Jarum lentulo

Root canal plugger

Instrument plastis

Spatula semen

Bur
Perawatan saluran akar

Lampu spiritus

Jarum endodontik :
- Jarum eksterpasi
- Jarum file
- Jarum lentulo

Root canal plugger

Instrument plastis

Spatula semen

Bur
Restorasi gigi anak
Amalgam klas I dan klas II
Instrumen plastis
Spatula
Pistol amalgam
Pemampat amalgam (Amalgam Stopper)
Burnisher
Matriks (untuk amalgam klas II)
Bur
Alat poles amalgam
Mahkota logam
Spatula
Tang pembentuk mahkota
Gunting bengkok
Bur
Alat poles
Resin komposit dan atau semen ionomer kaca/kompomer
Instrumen plastis dari plastik
Spatula plastik
Kuas kecil
Instrumen Ca (OH)2
Pita seluloid
Mahkota seluloid
Bur
Alat poles
Pencabutan gigi sulung
Spuit dan jarum suntik disposable, sitojet.
Chloretyl spray dan topical anastesi
Elevator ukuran anak

2.

3.

4.

V.
1.

2.

3.

VI.

Tang cabut ukuran anak

PERAWATAN GIGI PADA ANAK

1.1. PENGELOLAAN TINGKAH LAKU ANAK DALAM PERAWATAN GIGI


1. Hasil yang diharapkan : Mampu melakukan pendekatan pada anak secara non farmakoterapetik
dengan prinsip segitiga perawatan IKGA, untuk melakukan perawatan gigi.
2. Tolak ukur : Bila menghadapi anak yang berpotensi nonkooperatif, mahasiswa mampu
melakukan langkah-langkah pendekatan non farmakoterapetik yang sesuai.
3. Prosedur :
a. Berkomunikasi dengan anak secara verbal dan non verbal.
b. Bekerjasama dengan orang tua untuk mengetahui latar belakang anak dalam melakukan
perawatan.
c. Mengidentifikasi tingkah laku anak.
d. Melakukan pendekatan anak yang sesuai, antara lain dengan teknik :
Tell Show Do
Modeling
Desensitisasi
e. Menerapkan proses teori belajar pada waktu pendekatan.
1.2. PEMERIKSAAN LENGKAP DAN MERENCANAKAN PERAWATAN
1. Hasil yang diharapkan : Mampu mendiagnosis dan merencanakan perawatan berbagai kelainan
dan penyakit gigi dan mulut anak yang dijumpai pada waktu pemeriksaan.
2. Tolak ukur :
a. Jika menghadapi pasien dengan berbagai kelainan dan penyakit gigi dan mulut : gangguan
pertumbuhan dan perkembangan, penyakit jaringan keras dan lunak serta trauma,
mahasiswa mampu melakukan langkah-langkah pemeriksaan untuk meneetapkan
diagnosis.
b. Jika telah mengumpulkan semua data tentang pemeriksaan, dari riwayat kasus,
pemeriksaan klinis dan pemeriksaan penunjang yang diperlukan, mahasiswa mampu
melakukan langkah-langkah mendiagnosis sesuai kasus yang dihadapi.
c. Jika telah merumuskan diagnosis, mahasiswa mampu melakukan langkah-langkah
perencanaan perawatan sesuai dengan diagnosis dan prioritas perawatan.
3. Prosedur :
a. Pemeriksaan

Menyiapkan alat dan kartu status untuk pasien.

Mengumpulkan riwayat kasus meliputi : keluhan


utama, riwayat medik dan dental pada prenatal, natal, bayi dan anak.

Pemeriksaan klinik :
- Mensurvai keadaan umum, termasuk tingkah laku anak.
- Memperkirakan tahap pertumbuhan dan perkembangan pasien.
- Melakukan pemeriksaan kepala, muka, leher.
- Melakukan pemeriksaan rongga mulut :
Mengukur kebersihan mulut dengan skor plak.
Melakukan pemeriksaan jaringan lunak.
Melakukan pemeriksaan jaringan keras.

Menginterpretasikan Rontgenogram dental.


b. Diagnosis

Menganalisa data dari hasil pemeriksaan.

Melengkapi data yang masih diperlukan dan analisis

ulang.

Mengidentifikasi masalah.

Merumuskan diagnosis.
c. Rencana perawatan

Menentukan prioritas perawatan.

Menentukan jenis dan macam perawatan sesuai


diagnosis.

Menentukan
alternative
perawatan
dengan
mempertimbangkan keadaan pasien dan fasilitas yang ada.

Menyusun rencana perawatan sesuai kasus, dengan


mengingat perawatan prasyarat, meliputi :
- Konsultasi medik
- Konsultasi dental spesialistik
- Perawatan infeksi oral secara sistemik
- Perawatan pencegahan
- Perawatan endodontik gigi anak
- Restorasi gigi anak
- Pencabutan gigi sulung
1.3. PENCEGAHAN DALAM ILMU KEDOKTERAN GIGI ANAK
1. Hasil yang diharapkan : Mampu melakukan berbagai cara pencegahan terhadap karies,
gingivitis dan maloklusi pada anak.
2. Tolak ukur :
a. Jika menghadapi pasien anak, mahasiswa mampu melakukan langkah-langkah Pendidikan
Kesehatan Gigi (PKG) dan profilaksis oral, serta melakukan langkah-langkah aplikasi
topical dengan larutan flour.
b. Jika menghadapi pasien anak yang mempunyai gigi dengan ceruk dan fisur yang dalam,
mahasiswa mampu melakukan langkah-langkah penutupan ceruk dan fisur.
c. Jika menghadapi pasien anak yang kehilangan dini gigi sulung dan atau agenesis gigi tetap,
mahasiswa mampu melakukan langkah-langkah pencegahan maloklusi dengan space
maintainer sesuai dengan kasus.
3. Prosedur :
a. Pencegahan karies dan gingivitis
o Pendidikan Kesehatan Gigi (Dental Health Education/DHE) dan profilaksis oral
Menyiapkan alat dan bahan untuk DHE dan profilaksis oral.
Menilai kebersihan oral.
Menerangkan kepada pasien dan orang tua tentang proses dan faktor-faktor yang
berpengaruh tentang terjadinya karies dan gingivitis secara sederhana.
Memberikan konsultasi diet kepada pasien dan orang tua untuk kesehatan gigi dan
mulut.
Melatih anak untuk berkumur dengan benar.
Menunjukkan dan melatih sikat gigi yang benar dan bebas dari plak.
Membersihkan gigi dan mulut pasien dengan alat dan bahan profilaksis.
Menilai gigi telah bebas dari plak.
o Aplikasi topikal dengan larutan fluor
Menyediakan alat dan larutan flour.
Melakukan profilaksis oral.
Mengisolasi dan mengeringkan gigi.
Mengaplikasikan larutan flour dengan cara sesuai bahan yang digunakan.
Memberi instruksi pasien, setelah aplikasi flour.
o Penutupan ceruk dan fisur
Menyediakan alat dan bahan untuk penutupan ceruk dan fisur.
Melakukan profilaksis oral.
Mengisolasi dan mengeringkan gigi.
Menyiapkan ceruk dan fisur sesuai bahan yang digunakan.
Meletakkan bahan ke dalam ceruk dan fisur dengan cara yang sesuai dengan bahan
yang digunakan.

Menilai adaptasi bahan ceruk dan fisur dengan email.


Menilai oklusi sebelum dan sesudah penutupan ceruk dan fisur.

b. Pencegahan maloklusi
Membuat space-maintainer.
o Mencetak rahang atas dan bawah.
o Membuat model studi dan model kerja.
o Analisis ruang lengkung geligi.
o Membuat disain space-maintainer.
o Membuat space maintainer pada model kerja.
o Menghaluskan space-maintainer.
o Memasang space-maintainer pada pasien.
o Menilai pemasangan space-maintainer.
o Menilai penggunaan space-maintainer.
1.4. PERAWATAN ENDODONTIK GIGI ANAK
1. Hasil yang diharapkan : Mampu melakukan pulp capping, pulpotomi, pulpektomi, dan
perawatan saluran akar pada gigi anak.
2. Tolak ukur : Jika menghadapi kasus endodontik pada anak, mahasiswa mampu melakukan
langkah-langkah perawatan pulp capping gigi tetap muda, pulpotomi, pulpektomi dan
perawatan saluran akar gigi sulung.
3. Prosedur :
a. Pulp capping gigi tetap muda
o Menyediakan alat dan bahan.
o Melakukan anestesi lokal daerah gigi yang dikerjakan.
o Mengisolasi gigi.
o Membuang jaringan karies.
o Membersihkan dan mengeringkan kavitas.
o Meletakkan dengan tepat bahan pulp capping.
o Sementasi.
o Menilai keberhasilan pulp capping.
b. pulpotomi gigi sulung
o Menyediakan alat dan bahan.
o Melakukan anestesi lokal daerah gigi yang dikerjakan.
o Mengisolasi gigi.
o Membuang jaringan karies.
o Membuka atap pulpa.
o Menilai apakah perawatan dapat diteruskan.
o Mengamputasi pulpa koronal.
o Mengirigasi kamar pulpa.
o Mengeringkan kavitas.
o Meletakkan kapas dengan formokresol di dalam kamar pulpa, selanjutnya menutup
pulpa akar dengan pasta antiseptik atau meletakkan Ca (OH)2 / Zinc Oxide Eugenol
pada dasar kamar pulpa.
o Meletakkan basis tumpatan yang cepat mengeras.
o Menilai kebersihan pulpotomi.
c. pulpektomi gigi sulung
o Menyediakan alat dan bahan.
o Mengukur panjang kerja akar gigi.
o Menganastesi daerah gigi yang dirawat.
o Mengisolasi gigi.
o Membuang jaringan karies.
o Membuka atap pulpa.
o Mengekstirpasi jaringan pulpa di dalam saluran akar.
o Melakukan preparasi biomekanis saluran akar sesuai panjang kerja.
o Mengirigasi saluran akar.
o Mensterilisasi saluran akar dengan bahan desinfektan.

o Mengisi saluran akar dengan bahan yang dapat diresorbsi.


o Meletakkan basis tumpatan.
o Menilai keberhasilan pengisian dengan rontgenogram.
o Menilai keberhasilan secara klinis.
d. Perawatan saluran akar (Endodontic Intracanal) gigi sulung
o Menyediakan alat dan bahan
o Mengukur panjang kerja akar gigi.
o Mengisolasi gigi.
o Membuang jaringan karies.
o Membuka atap pulpa.
o Mempreparasi saluran akar secara mekanis sesuai panjang kerja.
o Mengirigasi saluran akar.
o Mensterilisasi saluran akar dengan bahan desinfektan.
o Mengisi saluran akar dengan bahan yang dapat diresorbsi.
o Meletakkan basis tumpatan.
o Menilai keberhasilan pengisian dengan rontgenogram.
o Menilai keberhasilan perawatan.
1.5. RESTORASI GIGI ANAK
1. Hasil yang diharapkan : Mampu melakukan berbagai restorasi gigi anak sesuai indikasi.
2. Tolak ukur : Jika menghadapi kerusakan jaringan keras gigi anak, mahasiswa mampu
melakukan langkah-langkah restorasi sesuai dengan indikasi.
3. Prosedur :
a. Amalgam klas I dan klas II
o Menyiapkan alat dan bahan untuk tumpatan amalgam.
o Preparasi kavitas dengan bur intan bulat sampai kedalaman yang dikehendaki.
o Lebarkan kavitas mengikuti karies sesuai ragangan kavitas dengan bur intan silindris.
o Bersihkan karies dari kavitas terdalam dengan ekskavator.
o Memasang matriks (untuk tumpatan klas II).
o Mengisolasi dan mengeringkan kavitas.
o Meletakkan bahan pelindung pulpa.
o Mentriturasi amalgam dengan amalgamator.
o Meletakkan amalgam pada mangkuk amalgam.
o Mengambil amalgam dengan amalgam pistol, kemudian memasukkan ke dalam kavitas
pada daerah terdalam.
o Kondensasi amalgam ke dalam kavitas dengan urutan :
a. Amalgam plugger dengan ukuran sesuai besar kavitas.
b. Tekanan kondensasi cukup (sampai terdengar krepitasi).
c. Kondensasikan amalgam sampai berlebih.
d. Membuang kelebihan amalgam dengan kapas butir.
o Mengukir (carving) amalgam sesuai bentuk anatomi dan oklusi.
o Melepas matriks (untuk tumpatan klas II).
o Memeriksa oklusi dengan kertas karbon (articulating paper).
o Burnish permukaan amalgam dari restorasi ke tepi kavitas sampai halus.
b. Mahkota logam
o Menyiapkan alat.
o Memilih mahkota logam yang sesuai dengan gigi yang dikerjakan.
o Membuang jaringan karies.
o Mempreparasi gigi.
o Mempreparasi mahkota logam.
o Mencoba mahkota logam dan menilai tepi mahkota serta oklusi.
o Menghaluskan tepi mahkota.
o Membersihkan gigi dan mahkota logam.
o Mengisolasi dan mengeringkan gigi.
o Sementasi mahkota logam.
o Memeriksa oklusi dengan kertas karbon (articulating paper).
o Membuat facing pada mahkota logam gigi anterior.

c. Resin komposit
o Menyiapkan alat dan bahan untuk tumpatan resin komposit.
o Membuang jaringan karies.
o Membentuk dinding-dinding kavitas.
o Mengisolasi, membersihkan dan mengeringkan kavitas.
o Meletakkan bahan pelindung pulpa.
o Melakukan etsa.
o Mencuci dan mengeringkan kavitas.
o Mengoleskan bonding.
o Menumpat dengan resin komposit.
o Menilai adaptasi bahan dengan tepi-tepi kavitas.
o Memeriksa oklusi dengan kertas karbon (articulating paper).
o Menghaluskan tumpatan.
d. semen ionomer kaca/kompomer
o Menyiapkan alat dan bahan untuk tumpatan semen ionomer kaca.
o Membuang jaringan karies.
o Membentuk dinding-dinding kavitas.
o Mengisolasi, membersihkan dan mengeringkan kavitas.
o Meletakkan bahan pelindung pulpa bila diperlukan.
o Mengoleskan dinding kavitas dengan kondisioner.
o Menumpat dengan semen ionomer kaca/kompomer.
o Menilai adaptasi bahan dengan tepi-tepi kavitas.
o Memeriksa oklusi dengan kertas karbon (articulating paper).
o Menghaluskan tumpatan.
1.6. PENCABUTAN GIGI SULUNG
1. Hasil yang diharapkan: Mampu melakukan pencabutan gigi sulung.
2. Tolak ukur : Jika menghadapi kasus gigi sulung yang memerlukan pencabutan., mahasiswa
mampu melakukan langkah-langkah anestesi lokal dan pencabutan sesuai indikasi.
3. Prosedur :
a. Menyiapkan alat dan bahan untuk anestesi dan pencabutan.
b. Menganestesi lokal daerah gigi yang akan dicabut : anestesi topikal (chloretyl spray, gel,
dll) dan injeksi.
c. Menilai anestetikum telah bekerja.
d. Melakukan pencabutan gigi dengan posisi dan teknik yang sesuai.
e. Melakukan perawatan pasca pencabutan.