Anda di halaman 1dari 4

PENURUNAN TEOREMA TRANSPORT REYNOLDS

Versi sederhana dari teorema transport Reynolds yang


menghubungkan konsep sistem dengan konsep volume atur dapat diperoleh
dengan mudah untuk aliran satu dimensi melalui sebuah volume atur yang
tetap seperti ditunjukkan pada Gambar 4.11a. kita meninjau volume atur
sebagai volume yang diam di dalam pipa atau saluran antara bagian (1) dan
(2) sebagaimana yang ditunjukkan. Sistem yang kita tinjau adalah fluida
yang menempati volume atur tersebut pada suatu keadaan awal t. Sesaat
kemudian pada waktu t + t, sistem telah bergerak sedikit ke kanan.
Partikel-partikel fluida yang bertepatan dengan bagian (2) dari permukaan
atur pada saat t telah bergerak sejauh 2 = V2 t ke kanan, di mana V2
adalah kecepatan fluida ketika melewati (2). Demikian pula halnya, fluida
yang semula berada di bagian (1) telah bergerak sejauh 1 = V1 t, dimana
V1 adalah kecepatan fluida di bagian (1). Kita mengasumsikan bahwa fluida
mengalir melintasi bagian (1) dan (2) pada arah normal terhadap permukaan
ini dan V1 dan V2 konstan melintasi bagian (1) dan (2) pada arah normal
terhadap permukaan ini dan V1 dan V2 konstan melintasi bagian (1) dan (2).
Sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 4.11b, aliran keluar dari
volume atur dari waktu t sampai t + t diimbangkan sebagai volume II,
sedangkan aliran masuk sebagai volume I, dan volume atur sendiri sebagai
CV. Jadi, sistem pada saat t terdiri dari fluida di bagian CV (SYS = CV pada
saat t), sementara saat t + t, sistem terdiri dari fluida yang sama yang
sekarang menempati bagian (CV I) + II. Artinya, SYS = CV I + II pada t
+ t. Volume atur selamanya tetap berada pada bagian CV.
Jika B adalah sebuah parameter ekstensif dari sistem, maka besar nilainya
untuk sistem tersebut pada saat t adalah
B sys ( t )=B cv (t )
Karena sistem dan fluida di dalam volume atur bertepatan pada saat
tersebut. Besarnya parameter tersebut saat t + t adalah
B sys ( t +t )=B cv (t +t ) B I ( t+ t )+ B II (t +t )
Jadi perubahan dari besarnya jumlah B di dalam sistem pada selang waktu t
dibagi dengan selang waktu tersebut adalah

B sys Bsys ( t + t )Bsys (t ) Bcv ( t+ t )BI ( t +t ) + BII ( t +t )B sys (t)


=
=
t
t
t
Dengan menggunakan fakta bahwa pada saat awal t kita ketahui
B sys ( t )=B cv (t ) , pernyataan yang kurang berarti tersebut dapat disusun
kembali sebagai berikut
B sys Bcv ( t+ t )Bcv (t ) BI ( t + t ) BII ( t +t )
=

+
t
t
t
t
Pada limit t 0, ruas sebelah kanan Persamaan 4.10 sama dengan laju
perubahan terhadap waktu dari B untuk sistem tersebut dan dilambangkan
D B sys /Dt
dengan
. Kita menggunakan notasi turunan material, D()/Dt. Untuk
menyatakan laju perubahan terhadap waktu ini untuk menekankan
karakteristik Lagrangian dari suku ini. (ingat kembali dari Subbab 4.2.1
bahwa turunan material, DP/Dt, dari suku kuantitas P menyatakan laju
perubahan terhadap waktu dari kuantitas tersebut yang berkaitan dengan
partikel fluida selagi bergerak. Sama halnya, kuantitas DBsys/Dt menyatakan
laju perubahan terhadap waktu dari sifat B yang berkaitan dengan sebuah
sistem (suatu bagian fluida tertentu) selagi bergerak.
Pada limit t 0, suku pertama di ruas kanan persamaan 4.10 terlihat
sebagai laju perubahan terhadap waktu dari besarnya B di dalam volume
atur
b d

cv

Bcv ( t+t )Bcv ( t ) Bcv


=
=
t
t
lim
0

Suku ketiga di ruas kanan persamaan 4.10 menyatakan laju di mana


parameter ekstensif B mengalir dari volume atur, melintasi permukaan atur.
Hal ini dapat dilihat dari fakta bahwa besarnya B di dalam region II, yakni
region aliran keluar, adalah besarnya per satuan volume, b, dikalikan
dengan volume II = A22 = A2 (V2t). Maka

B I ( t +t )
B ( t +t )
+ lim I I
t
t
0
B cv ( t +t ) B cv ( t )
lim
t
0
D Bsys
=lim
Dt
0
( 1 b1)( V I )
( b )( V I I )
+ lim 2 2
t
t
0

b dV

cv

lim
t
0
D B sys
=lim
Dt
0

1 b1 A1 V 1 t
b A V t
+ lim 2 2 2 2
t
t
0
Bcv
lim
t
0
D B sys
=lim
Dt
0
+ 2 b2 A2 V 2
Bcv
1 b1 A 1 V 1
t
D B sys
=lim
Dt
0
+ Bkeluar
Bcv
Bmasuk
t
D B sys
=lim
Dt
0

Bmasuk
Bcv
+ B keluar
t
D B sys
=lim
Dt
0

Anda mungkin juga menyukai