Anda di halaman 1dari 16

MENGENAL PASAR

MODAL
Tugas Mata Kuliah Lembaga Keuangan
dan Pasar Modal

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG MAKALAH


Pasar modal merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penawaran umum dan
perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta
lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.
Pasar modal merupakan tempat bagi perusahaan untuk menghimpun dana yang berfungsi
untuk membiayai secara langsung kegiatan perusahaan, dimana masyarakat diikutsertakan
langsung didalamnya. Masyarakat yang diikutsertakan secara langsung adalah masyarakat
yang menanamkan dananya kedalam suatu perusahaan, dengan cara membeli saham dari
perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Informasi merupakan kebutuhan yang penting bagi investor dalam mengambil keputusan
investasi. Informasi yang dipublikasikan di pasar modal diantaranya adalah pemecahan
saham (stock split). Informasi ini dapat memiliki nilai jika keberadaan informasi tersebut
menyebabkan investor melakukan dua transaksi di pasar modal, yang tercermin dalam
mengetahui pergerakan harga saham dan volume perdagangan saham. Informasi pasar modal
dapat mengurangi ketidakpastian yang terjadi dan memberikan alternatif yang dapat diambil
oleh investor, sehingga apapun keputusan yang diambil oleh investor diharapkan akan sesuai
dengan tujuan yang ingin dicapai.
Pasar Modal bertindak sebagai penghubung antara para investor dengan perusahaan ataupun
institusi pemerintah melalui perdagangan instrumen melalui jangka panjang seperti obligasi,
saham, dan lainnya. Berlangsungnya fungsi pasar modal adalah meningkatkan dan
menghubungkan aliran dana jangka panjang dengan "kriteria pasarnya" secara efisien yang
akan menunjang pertumbuhan riil ekonomi secara keseluruhan.
Pasar modal di Indonesia sebenarnya sudah ada dan sudah dikenal sejak jaman pemerintahan
kolonial Belanda. Pada masa itu tujuan pemerintah kolonial Belanda mendirikan pasar modal

adalah untuk menghimpun dana guna menunjang ekspansi usaha perkebunan milik orangorang Belanda di Indonesia. Munculnya pasar modal di Indonesia secara resmi diawali
dengan didirikannya Vereniging Voor de Effectenhandel di Jakarta pada tanggal 14 Desember
1912.
Perkembangan pasar modal Indonesia menunjukkan jumlah perkembangan yang sangat
signifikan. Apabila pada tahun 1988 hanya terdapat 24 emiten yang tercatat, pada akhir 1994
meningkat menjadi 217 emiten dan sampai dengan data per bulan Juli 2004 seluruhnya telah
tercatat sebanyak 317 emiten di bursa pasar modal. Dan di Indonesia ada dua pihak yang
berfungsi mengelola pasar modal yang dikenal dengan Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa
Efek Surabaya (BES).
Dengan adanya perkembangan tersebut perdagangan dengan cara manual sudah diangaap
tidak relevan. Sehingga mengharuskan Bursa Efek Jakarta (BEJ) untuk mengotomatisasi
operasi perdagangan efek terpadu, yaitu sistem perdagangan efek berbasis komputer yang
disebut dengan Jakarta Automated Trading System (JATS).
1.2 RUMUSAN MAKALAH
1. Apakah yang dimaksud dengan pasar modal dan hal-hal yang berhubungan dengan
pasar modal?
2. Bagaimana sejarah dan perkembangan pasar modal di Indonesia?
1.3 TUJUAN MAKALAH
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan pasar modal dan hal-hal yang
berhubungan dengan pasar modal.
2. Untuk mengetahui bagaimana sejarah dan perkembangan pasar modal di Indonesia.
1.4 MANFAAT MAKALAH
1. Bagi Penulis
Sebagai bahan untuk mempelajari dan mendalami bagaimana sejarah dan
perkembangan pasar modal di Indonesia.
2. Bagi Pembaca
a. Menambah referensi tambahan mengenai pasar modal.
b. Membantu pembaca untuk memahami sejarah dan perkembangan pasar modal.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1

PASAR MODAL

Pasar modal mempunyai peranan penting dalam mobilisasi dana untuk menunjang
pembangunan nasional. Akses dana dari pasar modal telah mengundang banyak perusahaan
nasional maupun patungan untuk menyerap dana masyarakat tersebut dengan tujuan yang
beragam. Namun, sasaran utamanya adalah meningkatkan produktivitas kerja melalui
ekspansi usaha dan/atau mengadakan pembenahan struktur modal untuk meningkatkan daya
saing perusahaan.

2.1.1 Pengertian Investasi dan Jenis-Jenis Investasi


Investasi adalah penanaman modal untuk salah satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan
biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan dimasa-masa yang
akan datang. Keputusan penanaman modal dapat dilakukan oleh sebagian individu atau
suatau entitas yang mempunyai kelebihan dana. (Sunariyah 2006:4)
Investasi dalam arti luas terdiri dari dua bagian utama yaitu investasi dalam bentuk aktiva rill
(real assets) dan investasi dan investasi dalam surat-surat berharga atau sekuritas (marketable
securities atau financial assets). Aktiva rill adalah aktiva yang berwujud (seperti: emas,
perak, intan, barang-barang berharga dan real estate). Aktiva finansial adalah surat-surat
berharga yang pada dasarnya merupakan klaim atas aktiva rill yang dikuasai oleh suatu
entitas.
Pemilikan aktiva finansial dalam rangka investasi pada suatu entitas tertentu dapat dilakukan
dengan dua cara, yaitu:

a. Investasi langsung
Suatu pemilikan surat-surat berharga secara langsung dalam suatu entitas yang secara
resmi telah go public dengan harapan akan mendapatkan keuntungan berupa deviden dan
capital gains.
b. Investasi tidak langsung
Surat-surat berharga yang dimiliki diperdagangkan kembali oleh perusahaan investasi
yang berfungsi sebagai perantara.
Pemilikan investasi tidak langsung dilakukan melalui lembaga-lembaga keuangan
terdaftar, yang bertindak sebagai perantara atau intermediary dan mendapatkan deviden
dan capital gain seperti halnya dalam investasi langsung, selain itu juga akan
memperoleh penerimaan berupa capital gain atas hasil perdagangan portofolio yang
dilakukan oleh perusahaan perantara tersebut.
2.1.2 Pengertian Pasar Modal
Menurut Undang-Undang Pasar Modal No. 8 tahun 1995, Pasar Modal adalah kegiatan yang
bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan public yang
berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan
efek.
Pasar modal adalah pasar dari berbagai instrumen keuangan (sekuritas) jangka panjang yang
dapat diperjualbelikan, baik dalam bentuk hutang (obligasi) maupun modal sendiri (saham)
yang diterbitkan pemerintah atau perusahaan swasta. Pada dasarnya fungsi pasar modal
sebagai wahana demokratisasi pemilikan saham yang ditunjukkan dengan semakin
banyaknya institusi dan individu yang memiliki saham perusahaan yang telah go public.
(Suad Husnan, 1994)
Pengertian pasar modal secara umum adalah suatu sistem keuangan yang terorganisir,
termasuk didalamnya adalah bank-bank komersial dan semua lembaga perantara dibidang
keuangan serta keseluruhan surat-surat berharga yang beredar.
Dalam arti sempit pengertian paasar modal adalah suatu tempat yang disiapkan guna
memperdagangkan saham-saham, obligasi-obligasi dan jenis surat berharga lainnya dengan
memakai jasa para perantara pedagang efek.
Pasar modal dapat diartikan sebagai temapat pertemuan antara penawaran dengan permintaan
surat berharga. Para pelaku pasar yaitu individu-individu atau badan usaha yang mempunyai

kelebihan dana untuk melakukan investasi dalam surat berharga yang ditawarkan oleh
emiten. Setiap transaksi yang terdapat didalam pasar modal diatur dalam kerangka sistem
yang terpadu dibawah kendali suatu pasar modal yang diatur oleh undang-undang.
Transaksi jual beli surat berharga atau investasi di pasar modal dapat berbentuk:
a. Utang Berjangka (Jangka Pendek/Panjang)
Salah satu bentuk pendanaan dalam suatu entitas (badan usaha) yang dilakukan dengan
menerbitkan surat berharga dan dijual kepada para pemilik dana atau para pemodal.
Penerbitan surat berharga tersebut dilakukan dengan cara mengeluarkan janji secara
tertulis kepada para pihak untuk menjamin dana dengan disertai kewajiban membayar
dan sejumlah bunga pinjaman. Janji tertulis ini biasanya pinjaman yang diberikan untuk
jangka waktu yang panjang.
Dalam rangka pendanaan utang jangka panjang dikenal ada dua macam surat berharga
yaitu:
1) Surat Obligasi
Surat pengakuan utang oleh suatu entitas dengan disertai janji memberikan imbalan
bunga dengan rate tertentu. Dengan jangka waktu yang relatif panjang.
2) Sekuritas Lainnya
Terdiri dari berbagai jenis sekuritas yang biasanya disebut sekuritas kredit (misalnya:
waran, opsi, right, dan future). Dengan jangka waktu relatif pendek.
b. Penyertaan
Salah satu bentuk penanaman modal pada suatu entitas dengan tujuan untuk menguasai
sebagian besar hak kepemilikan atas perusahaan dengan membeli surat berharga yang
diterbitkan oleh perusahaan tersebut. Dan surat berharga ini pada umumnya disebut
dengan saham. Sebagai penanam modal memiliki hak untuk mendapatkan pembagian
keuntungan (deviden) secara periodik dari perusahaan.

2.1.3 Peranan Pasar Modal


Pasar modal memiliki tujuan menciptakan fasilitas bagi keperluan industri dan keseluruhan
entitas dalam menciptakan fasilitas bagi keperluan industri dan keseluruhan entitas dalam

memenuhi permintaan dan penawaran pasar modal. Tujuan tersebut berlaku bagi seluruh
negara yang memiliki pasar modal kecuali negara dengan perokonomian tertutup.
Peranan pasar modal pada suatu negara dapat dilihat dari lima segi sebagai berikut:
a. Sebagai fasilitas melakukan interaksi antara pembeli dengan penjual untuk menentukan
harga saham atau surat berharga yang diperjual belikan. Memberikan kemudahan dalam
melakukan transaksi jual beli tanpa harus adanya tatap muka secara langsung antara
pembeli dengan penjual.
b. Pasar modal memebri kesempatan kepada kepada para pemodal untuk menentukan hasil
(return) yang diharapkan. Pasar modal mencipatak peluang bagi peruasahaan untuk
memuaskan keinginan para pemegang saham.
c. Pasar modal memberikan kesempatan kepada investor untuk menjual kembali saham
yang dimilikinya atau surat berharga lainnya. Dengan adanya pasar modal para investor
dapat melikuidisi surat berharga yang dimilikinya pada setiap saat untuk menghindari
timbulnya risiko rugi. Dan fungsi pasar modal dapat mengantisipasi dan menghindari
ketidak pastian dimasa yang akan datang dan segala bentuk risiko dengan baik.
d. Pasar modal memeberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam
perkembangan suatu perekonomian. Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk
mempertimbangkan berbagai alternatif cara mengelola uang.
e. Pasar modal mengurangi biaya informasi dan transaksi surat berharga. Dan pasar modal
menyediakan informasi secara lengkap yang dibutuhkan oleh para pemodal dalam
membuat keputusan investasi.biaya memeperoleh informasi ditanggung oleh pelaku
pasar bura yang biayanya jauh lebih murah. Biaya informasi tersebut diklasifikasikan
menjadi dua yaitu:
1) Biaya pencarian informasi tentang perusahaan (biaya ekplisit)
2) Biaya informasi termasuk tentang kelebihan atau kelemahan surat berharga.
Kelima aspek tersebut memperlihatkan aspek mikro yang ditinjau dari sisi kepentingan para
pelaku pasar modal. Dalam rangka perekonomian nasional atau dalam kehidupan sehari-hari
pasar modal mempunyai pernan yang lebih luas jangkauannya.
2.1.4

Fungsi Pasar Modal

Peranan atau fungsi pasar modal dalam suatu perekonomian negara adalah sebagai berikut:
1. Fungsi Tabungan (Savings Function)

Pasar modal berfungsi sebagai salah satu alternatif bagi masyarakat untuk menyimpan
sebagian uangnya ke dalam bentuk investasi tanpa harus memikirkan akibat kehilangan
uang, penurunan nilai mata uang dan lain-lain.
2. Fungsi Kekayaan (Wealth Function)
Pasaar modal adalah suatu cara untuk menyimpan kekayaan dalam jangka panjang dan
jangka pendek sampai kekayaan tersebut dapat dipergunakan kembali. Cara ini dinilai
lebih baik karena kekayaan itu tidak mengalami depresiasi (penyusutan) seperti aktiva
lain.
3. Fungsi Likuiditas (Liquidity Function)
Kekayaan yang disimpan dalam surat-surat berharga bisa dilikuidasi melalui pasar modal
dengan resiko yang sangat minimal dibandingkan dengan aktiva lain. Proses likuidasi
dinilai lebih murah dan lebih cepat. Dengan kata lain pasar modal adalah ready market
untuk melayani pemenuhan likuiditas para pemegang surat berharga.
4. Fungsi Pinjaman (Credit Function)
Pasar modal merupakan fungsi pinjaman untuk investasi. Dalam hal ini memberikan
peluang bagi perusahaan yang membutuhkan pinjaman dari para penanam modal dengan
menerbitkan surat obligasi.
2.1.4

Manfaat Pasar Modal

Pekembangan ekonomi suatu negara sangat ditentukan oleh lembaga perbankan dan
keuangan termasuk di dalamnya pasar modal. Menurut Sunariah dalam bukunya Pengetahuan
Pasar Modal (2003 : 9) bahwa manfaat pasar modal, yaitu :
a. Menyediakan sumber pembiayaan (jangka panjang) bagi dunia usaha sekaligus
memungkinkan alokasi sumber dana secara optimal.
b.Memberikan wahana investasi bagi investor sekaligus memungkinkan upaya diversifikasi.
c. Menyediakan leding indikator bagi trend ekonomi negara.
d.Penyebaran kepemilikan perusahaan sampai lapisan masyarakat menengah.
e. Penyebaran kepemilikan, keterbukaan dan profesionalisme, menciptakan iklim berusaha yang
sehat.
f. Menciptakan lapangan kerja / profesi yang menaik.
g.Memberikan kesempatan memiliki perusahaan yang sehat dan memiliki prospek.
2.1.5

Macam-Macam Pasar Keuangan

Pasar modal merupakan titik pertemuan antara penawaran dan permintaan aktiva keuangan.
Dan ada dua cara untuk mengklasifikasikan pasar keuangan yaitu:
a. Berdasarkan tipe kewajiban
Pasar utang atau pasar surat berharga.
b. Berdasarkan klasifikasi periode waktu jatuh tempo

Pasar terhadap utang jangka pendek disebut pasar uang. Pasar dana untuk jangka panjang
disebut pasar modal.
1) Pasar Uang
Pasar uang adalah titik pertemuan antara permintaan dana jangka pendek dengan
penawaran dana jangka pendek. Perwujudan dari pasar uang berupa institusi dimana
individu-individu atau organisasi yang mempunyai kelebihan dana jangka pendek
bertemu dengan individu (debitur) yang memerlukan dana jangka pendek. Sumber
dana pasar uang biasanya berasal dari bank komersial dan institusi non keuangan yang
mempunyai kelebihan dana.
2) Pasar Modal
Pasar modal dirancang untuk investasi jangka panjang. Pengguna pasar modal ini
adalah individu-individu, pemerintah, organisasi dan perusahaan. Nilai nominal
investasi bisa sama dengan nilai pasar uang atau lebih rendah atau lebih tinggi. Dan
yang membedakan pasar modal dan pasar uang adalah jangka waktu penanaman
investasi.

Tabel 2.1
Persamaan dan Perbedaan Pasar Uang dan Pasar Modal

Jangka Waktu
Tingkat Bunga
Pihak yang Terlibat

Pengawasan
Transaksi
Sirkulasi Dana
Pelaku Pasar

Pasar Uang
Pasar Modal
Jangka pendek kurang dari satu Jangka panjang lebih dari satu
tahun
tahun
Tingakat bunga relatif tinggi
Tingkat bunga relatif rendah
Investor baik secara individu,
Individu, bank-bank komersial
institusi, penjamin emisi,
dan institusi keuangan
pemerintah dan perusahaan
Pasar modal diawai oleh
Diawasi oleh pemerintah bank
pemerintah melalui badan yang
sentral secara langsung
berwenang (OJK)
Transaksi aktiva keuangan
Transaksi aktiva keuangan
Transaksi kredit dari
Transaksi kredit dari
masyarakat
masyarakat
Pertemuan antara pihak yang
Perte,uan antara pihak yang
memerlukan dana dan pihak
memerlukan dana dan pihak
yang kelebihan dana
yang kelebihan dana

Tingkat Risiko

2.1.6

Tingkat risiko relatif tinggi


oleh karena itu bunga pasar
uang relatif tinggi

Tingkat risiko relatif rendah

Macam-Macam Pasar Modal

Penjualan saham kepada masyarakat dapat dilakukan dengan beberapa cara. Umumnya
penjualan dilakukan sesuai dengan jenis atau bentuk pasar modal dimana sekuritas tersebut
diperjual belikan. Jenis-jenis pasar modal tersebut ada beberpa macam, yaitu:
1. Pasar Perdana (Primary Market)
Pasar perdana adalah penawaran saham dari perusahaan yang menerbitkan saham kepada
pemodal selama waktu yang ditetapkan oleh pihak sebelum saham tersebut
diperdagangkan dipasar sekunder. Pasar perdana merupakan pasar modal yang
memperdagangkan saham-saham atau sekuritas lainnya yang dijual untuk pertama
kalinya sebelum saham tersebut dicatat dibursa.
Harga saham pasar perdana ditentukan oleh penjamin emisi dan perusahaan yang akan
go public, berdasarkan analisis fundamental perusahaan yang bersangkutan. Penjamin
emisi juga melakukan penjualan saham kepada masyarakat sebagi calon pemodal. Dan
hasil penjualan keseluruhannya masuk sebagai modal perusahaan.
2. Pasar Sekunder (Secondary Market)
Pasar sekunder didefinisikan sebagai perdagangan saham setelah melewati masa
penawaran pada pasar perdana. Jadi pasar sekunder dimana sham da sekuritas lain
diperjual belikan secara luas setelah melalui masa penjualan di pasar perdana.
Harga saham di pasar sekunder ditentukan oleh permintaan dan penawaran antara
pembeli dan penjual. Besarnya permintaan dan penawaran ini dipengaruhi oleh beberapa
faktor yaitu:
a) Faktor internal perusahaan
Hal yang berhubungan dengan kebijakan internal pada suatu perusahaan beserta
kinerja yang telah dicapai. Dan dapat dikendalikan oleh manajemen.
b) Faktor eksternal perusahaan
Hal diluar kemampuan perusahaan atau diluar kemampuan manajemen untuk
mengendalikan. Sebagai contoh: munculnya gejolak politik pada suatu negara,
perubahan kebijakan moneter, dan laju inflas yang tinggi.
Pasar sekunder memiliki volume perdagangan yang jauh lebih besar dibandingkan
dengan pasar perdana. Hasil penjualan saham di pasar sekunder tidak lagi masuk
kedalam modal perusahaan tetapi masuk kedalam kas para pemegang saham.

3. Pasar Ketiga (Third Market)


Pasar ketiga adalah tempat perdagangan saham atau sekuritas lain diluar bursa (over the
counter market). Bursa pararel merupakan suatu sistem perdagangan efek yang
terorganisasi diluar bursa efek resmi, dlaam bentuk pasar sekunder yang diatur dan
dilaksanakan oleh Perserikatan Perdagangan Uang dan Efek dengan diawasi dan dibina
oleh badan Pengawasan Pasar Modal.
Operasi yang ada di pasar ketiga berupa pemusatan informasi yang disebut trading
information. Trading Information adalah informasi mengenai harga-harga saham, umlah
transaksi, dan keterangan lainnya mengenai surat berharga yang bersangkutan. Dan
sistem perdagangan ini pialang saham bertindak sebagai pedagang efek atau perantara
pedagang.
4. Pasar Keempat (Fourth Market)
Pasar keemapat merupakan bentuk perdagangan efek antar pemodal atau dengan kata
lain pengalihan saham daari suatu pemegang saham ke pemegang lainnya tanpa melalui
perantara pedagang efek.

2.1.7 Pasar Modal Ditinjau Dari Proses Transaksi


Pasar modal selain dilihat dari segi tempat terjadinya proses transaksi dapat dilihat juga dari
proses penyelenggaraan transaksi perdagangan di antara pelaku pasar. Dilihat dari proses
penyelenggaraan transaksi, pasar modal terdiri dari empat kategori pasar yaitu:
1. Pasar Spot
Pasar spot adalah bentuk pasar keuangan yang memperdagangkan sekuritas atau jasa
keuangan untuk diserah terimakan secara spontan. Artinya seseorang membeli jasa
finansial maka pada saat itu juga akan menerima jasa yang dibelinya. Proses transaksi
tersebut menunjukkan saat terjadinya perpindahan kekayaan di antara kedua belah pihak.
2. Pasar Future atau Forward
Pasar future adalah pasar keuangan dimana sekuritas atau jasa keuangan yang akan
diselesaikan pada kemudian hari atau beberapa waktu sesuai dengan ketentuan. Proses
transaksi memuat kesepakatan saat terjadinya transaksi dan saat penyerahan harus
dilakukan.
3. Pasar Opsi
Pasar keuangan yang memperdagangkan hak untuk menentukan pilihan terhadap saham
atau obligasi. Pilihan tersebut adalah persetujuan atau kontrak hak pemegang saham
untuk membeli atau menjual dalam waktu tertentu diantara entitas yang melakukan
kontrak terhadap opsi yang diperjual belikan.

2.2 SEJARAH PERKEMBANGAN SINGKAT PASAR MODAL DI INDONESIA


Pasar modal di Indonesia sebenarnya sudah ada dan sudah dikenal sejak jaman pemerintahan
kolonial Belanda. Saat itu tujuan pemerintah colonial Belanda mendirikan pasar modal pada
waktu itu adalah untuk menghimpun dana guna menunjang ekspansi usaha perkebunan milik
orang-orang Belanda di Indonesia. Munculnya pasar modal di Indonesia secara resmi diawali
dengan didirikannya Vereniging Voor de Effectenhandel di Jakarta pada tanggal 14 Desember
1912. Perkembembangan pasar modal di Indonesia khususnya Jakarta saat itu cukup baik,
sehingga pemerintah kolonial Belanda terdorong untuk membuka bursa efek dikota lain, yaitu
di Surabaya pada tanggal 11 Januari 1925 dan di Semarang pada tanggal 1 Agustus 1925.
Pada awal tahun 1939 terjadi gejolak politik di Eropa yang mempengaruhi perdagangan efek
di Indonesia. Kemudian, pada tanggal 10 Mei 1940 bursa efek di Jakarta juga ditutup, yang
disebabkan oleh perang dunia II. Disusul pada tanggal 1 September 1951, setelah adanya
pengakuan kedaulatan dari pemerintah Hindia Belanda, pemerintah mengeluarkan undangundang darurat No.13 tentang bursa untuk mengaktifkan kembali bursa efek Indonesia.
Namun, keadaan ini hanya berlangsung sampai dengan tahun 1958. Pada tanggal 10 Agustus
1977, Presiden republik Indonesia secara resmi membuka kembali pasar modal di Indonesia
yang ditandai dengan go public PT.Semen Cibinong.
Perkembangan pasar modal Indonesia setelah tahun 1988 menunjukkan jumlah
perkembangan yang sangat signifikan. Apabila pada tahun 1988 hanya terdapat 24 emiten
yang tercatat, pada akhir 1994 meningkat menjadi 217 emiten dan sampai dengan data per
bulan Juli 2004 seluruhnya telah tercatat sebanyak 317 emiten.
Adanya perkembangan tersebut perdagangan dengan cara manual sudah tidak relevan lagi.
Sehingga mengharuskan bursa efek Jakarta untuk mengotomatisasi operasi perdagangan efek
terpadu, yaitu sistem perdagangan efek berbasis komputer yang disebut dengan Jakarta
Automated Trading System (JATS) yang mulai dilaksanakan mulai tanggal 22 Mei 1995.
Bahkan saat ini BEJ telah memanfaatkan teknologi informasi yang baik yaitu dengan
diterapkannya online trading yang memungkinkan pemodal melakukan transaksi atau order
tidak hanya melalui computer secara otomatis tetapi bisa memanfaatkan teknologi yang
tersedia, seperti ATM, ponsel, dan internet.
2.2.1

Indikator - Indikator Ekonomi

Perubahan atau perkembangan yang terjadi pada berbagai variable ekonomi suatu negara
akan memberikan pengaruh kepada pasar modal. Apabila suatu indikator ekonomi baik maka
akan memberi pengaruh yang baik pula terhadap kondisi pasar modal.
Contohnya adalah dengan adanya tingkat inflasi yang tinggi, dimana harga-harga akan naik
secara terus-menerus. Meningkatnya inflasi secara relatife adalah signal negative bagi para
investor. Dilihat dari segi konsumen, inflasi yang tinggi akan mengakibatkan daya beli
masyarakat menurun. Jika dilihat dari segi perusahaan, inflasi dapat meningkatkan
pendapatan dan biaya perusahaan. Jika peningkatan biaya faktor produksi lebih tinggi dari
peningkatan harga yang dapat dinikmati oleh perusahaan, profitabilitas perusahaan akan
menurun.
Menurunnya profitabilitas akan mengakibatkan dampak yang sangat signifikan terhadap
pendapatan dividen yang harus diterima oleh investor, yang nantinya investasi pada saham di
pasar modal menjadi hal yang kurang menarik. Pada akhirnya investor akan berpindah ke
jenis investasi yang lain, yang memberikan return yang lebih baik dalam hal ini bunga yang
tinggi, misalnya deposito.
Untuk itu perubahan-perubahan yang terjadi pada berbagai kondisi ekonomi perlu diketahui.
Dengan mengetahui tanda-tanda tentang keadaan perekonomian atau data indikator-indikator
ekonomi dapat dimanfaatkan didalam kaitannya dengan pasar modal sehingga memberikan
hasil yang optimal.
2.2.2

Sekilas Kondisi Ekonomi Dan Bursa Indonesia

Sejak Juni 2013, nilai tukar Rupiah cenderung melemah. Hal ini disebabkan keluarnya
sejumlah besar investasi portofolio asing dari Indonesia. Keluarnya investasi portofolio asing
ini menurunkan nilai tukar Rupiah, karena dalam proses ini, investor menukar Rupiah dengan
mata uang negara lain untuk diinvestasikan di negara lain. Artinya, terjadi peningkatan
penawaran atas Rupiah. Adapun indikasi dari keluarnya investasi portofolio asing ini bisa
dilihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang cenderung menurun seiring dengan
kecenderungan menurun dari Rupiah. Dalam grafik di bawah, kita bisa lihat bahwa IHSG
(Sumber: Bloomberg) mengalami kecenderungan menurun:
Grafik IHSG April-September 2013

Faktor kedua yang menyebabkan penawaran tinggi dan permintaan rendah atas Rupiah
adalah neraca nilai perdagangan Indonesia yang defisit. Artinya, ekspor lebih kecil daripada
impor. Dalam Tabel di bawah, kita bisa lihat, defisit neraca nilai perdagangan Indonesia
selama Januari-Juli 2013 adalah -5,65 miliar Dollar AS. Sektor nonmigas sebenarnya
mengalami surplus 1,99 miliar Dollar AS. Namun, surplus di sektor nonmigas tidak bisa
mengimbangi defisit yang sangat besar di sektor migas, yakni sebesar -7,64 miliar Dollar AS.
TABEL 2.2
Neraca Nilai Perdagangan Indonesia, Januari-Juli 2013

Pengaruh nilai tukar rupiah terhadap pasar modal di Indonesia khususnya harga

saham sangat besar. Salah satu faktor yang mempengaruhi harga saham adalah perubahan
nilai tukar rupiah dalam negeri. Perubahan nilai tukar dalam negeri yang relatif tajam akan

mempengaruhi kepercayaan investor untuk menanamkan dananya di dalam negeri dalam


bentuk pembelian saham-saham di pasar modal. Akibatnya kinerja pasar modal mengalami
penurunan yaitu ditandai dengan melemahnya nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Menurut I Putu Gede Ary Suta (2000), pengaruh kurs rupiah terhadap perdagangan saham di
pasar modal adalah sebagai berikut:
Kurs mata uang suatu negara sangat mempengaruhi perkembangan pasar modal negara
tersebut. Fluktuasi kurs rupiah terhadap mata uang asing akan sangat mempengaruhi iklim
investasi di dalam negeri, khususnya pasar modal. Terjadinya apresiasi kurs rupiah terhadap
dollar AS misalnya akan memberikan dampak terhadap perkembangan perusahaan produk
Indonesia di luar negeri terutama dalam persaingan harga. Apabila ini terjadi, secara langsung
akan berpengaruh terhadap Balance Of Trade, karena menurunnya nilai ekspor dibandingkan
nilai impor, seterusnya akan berpengaruh kepada Balance of Payment Indonesia.
Memburuknya Balance of Payment terutama akan berpengaruh terhadap Net internasional
reserve. Berkurangnya Net internasional reserve dapat mengurangi kepercayaan investor
terhadap perekonomian Indonesia, yang selanjutnya menimbulkan dampak negatif terhadap
pendapatan saham di pasar modal Indonesia terutama Bursa Efek Jakarta dan bagi investor
asing akan cenderung melakukan penarikan modal sehingga terjadi capital of flow.

BAB III
KESIMPULAN

Pasar modal mempunyai peranan penting dalam suatu negara yang pada dasarnya
mempunyai kesamaan antara satu negara dengan negara yang lain. Hampir semua negara di
dunia ini mempunyai pasar modal, yang bertujuan menciptakan fasilitas bagi keperluan
industri dan keseluruhan entitas dalam memenuhi permintaan dan penawaran modal.
Terdapat beberapa peranan pasar modal pada suatu negara, yaitu sebagai fasilitas dalam
melakukan interaksi antara pembeli dengan penjual untuk menetukan harga saham atau surat
berharga (saham dan obligasi) yang diperjual belikan. Pasar modal memberikan kesempatan
kepada para pemodal untuk menentukan hasil (return) yang diharapkan, pasar modal juga
memberikan kesempatan kepada investor untuk menjual kembali saham yang dimilikinya
atau surat berharga lainnya. Dan pasar modal dapat memberikan alternatif pilihan bagi
masyarakat untuk menyimpan atau mengelola uang milik mereka sendiri kedalam bentuk
investasi dengan tingkat risiko yang kecil dan tanpa adanya penurunan nilai.
Pasar modal juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam
perkembangan suatu perekonomian, pasar modal juga berperan dalam mengurangi biaya
informasi dan transaksi surat berharga.