Anda di halaman 1dari 64

Syamsul Bahri Tanrere

Institut PTIQ Jakarta

TUJUAN INSTRUKSIONAL
Memperoleh suatu wawasan komprehensif
tentang Sosiologi Pendidikan
Mampu mendeskripsikan peran pendidikan
sebagai instrumen dan sosialisasi efektif
terhadap pemberdayaan kemanusiaan

MATERI

Pengertian Sosiologi Pendidikan


Sejarah Singkat Sosiologi Pendidikan
Tujuan Sosiologi Pendidikan
Landasan Sosiolgi Pendidikan
Wilayah Kajian Sosiolgi Pendidikan
Konten dan Pokok-Pokok Penelitian Sosiolgi Pendidikan
Peta Sosiologi Sistim Kemanusian
Proses Sosialisasi
Pendidikan sebagai usaha pemberdayaan
Hubungan antara sistem pendidikan dengan proses kultural
sosial
Pendidikan dan sosial remaja
Isu-Isu Kontekstual Pendidikan Persekolahan

REFRENSI

Abu Ahmadi, Drs,H. 2004. Sosiologi Pendidikan. Jakarta:


Renika Cipta.
Muhyi Batubara, Drs,H,M.Sc. 2004. Sosiologi Pendidikan.
Jakarta: Ciputat Press.
Sanafiah Faisal. TT. Sosiologi Pendidikan. Surabaya: Usaha
Nasional.
Nasution, S. 1999. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Hasan Langgulung. 1993. Pendidikan di Dunia Ketiga
Memasuki Ambang Abad Ke 21. Jakarta: Dian Rakyat.
Rahardjo, M.D. 1977. Keluar dari Kemelut Pendidikan
Nasional. Jakarta: Intermasa.
Tb. Bachtiar Rifai. 1972. Pendidikan dan Pembinaan Generasi
Muda. Jakarta: Dep. Pendidikan dan Kebudayaan.

TUGAS MAKALAH:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Huubungan sistem pendidikan dgn aspek lain dalam masyarakat


Hubungan antar manusia di dalam sekolah
Pengaruh sekolah terhadap kelakuan kepribadian murid
Fungsi sekolah dan masyarakat dalam pendidikan
Fungsi pendidikan dalam kebudayaan
Hubungan antara sistem pendidikan dengan proses kontrol sosial
Fungsi sistem pendidikan dalam proses perubahan sosial
Hubungan pendidikan dengan tingkat atau status sosial
Fungsi sistem pendidikan formal bertalian dengan rasial
Peranan sosial guru

11. Hakikat sosial dari pendidikan


12. Pengaruh kepribadian guru terhadap kelakuan anak
13. Fungsi sekolah dalam sosialisasi murid
14. Pengaruh masyarakat atas organisasi sekolah
15. Sistem sosial dalam masyarakat luar sekolah
16. Hubungan sekolah dan masyarakat dalam pelaksanaan pendidikan
17. Faktor ekologi dalam masyarakat dengan organisasi sekolah
18. Manajemen berbasis sekolah (MBS)
19. Pendidikan berbasis masyarakat
20. Perlunya otonomi pendidikan
21. Dinamika kelompok sosial
22. Peranan keluaraga terhadap perkembangan sosial
23. Nilai sosial dan pembangunan masyarakat
24. Pengembangan rasa tanggung jawab sosial
25. Membina kesadaran tingkah laku sosial

PENGERTIAN
SOSIOLOGI PENDIDIKAN
Yang menjadi masalah senteralnya adalah
aspek-aspek sosiologi dalam pendidikan.
Satu kesatuan yang tak tepisahkan. Terutama
dalam sistem pemberdayaan manusia, dimana
sampai saat ini memanfaatkan pendidikan
sebagai instrumen pemberdayaan tersebut.
Sosiologi yang diterapkan untuk memecahkan
masalah-masalah pendidikan yang fundemental.

M.F. Robbins: sosiologi khusus yang tugasnya


menyelidiki struktur dan dinamika proses
pendidikan.
Charles A. Ellwood: ilmu pengetahuan yang
mempelajari/menuju untuk melahirkan maksud
proses pendidikan dan proses sosial.
E.B. Reuter: merupakan kewajiban untuk
menganalisa evolusi dan lembaga-lembaga
pendidikan dalam hubungannya dengan
perkembangan manusia, dan dibatasi oleh
pengaruh-pengaruh dari lembaga pendidikan
yang menentukan kepribadian sosial dari tiap-tip
individu.

Sosiologi Pendidikan merupakan bagian dari


mata kuliah dasar kependidikan di lembaga
pendidikan tenaga kependidikan dan sifatnya
wajib diberikan kepada seluruh peserta didik.
Tidak mencakup semua sosiologi yang dianggap
penting dan perlu dikenali oleh peserta didik
Bukan suatu teknolgi pendidikan
Bukan diharpakan selaku peneliti sosiologi di
sekolah.

Educational Sociology: Merupakan aplikasi dari prinsip umum


dan penemuan sosiologi bagi pengadministrasian dan proses
pendidikan
Sociology of Education: Meruapakan suatu analisis terhadap
proses sosiologi yang berlangsung dalam lembaga pendidikan
Social Fondation of Education: Merupakan suatu bidang
telaahan yang lazimnya mencakum: sejarah, filsafat, sosiologi
pendidikan dan pendidikan komparasi.

LATAR BELAKAN TIMBULNYA


Masyarakan mengalami perubahan sosial yang cepat
Perubahan itu menimbulakn kultural
Kultural ini merupakan sumber masalah sosial
Masalah sosial dialami oleh dunia pendidikan
Lembaga pendidikan tidak mampu mengatsinya
Ahli Sosiologi menyumbangkan pemikirannnya
Lahir Sosiologi Pendidikan

TUJUAN

Pada dasarnya untuk mempercepat dan


meningkatkan pencapaian tujuan
pendidikan secara keseluruhan.
Memahami peranan sosiologi daripada
kegiatan sekolah terhadap masyarakat

KONSEPNYA:
- Analisa proses sosiologi
- Analisa kedudukan pendidikan dalam
masyarakat
- Analisa interaksi sosial di sekolah
- Alat kemajuan dan perkembangan sosial
- Dasar untuk menentukan tujuan pendidikan
- Sosiologi terapan
- Latihan bagi petugas pendidikan

Tujuan Sosiologi Pendidikan di Indonesia:


- Memahami peranan sosiologi dari kegiatan sekolah,
terutama kegiatan intelektual untuk memajukan
kehidupan di dalam masyarakat
- Memahami seberapa jauh guru dapat membina kegiatan
sosial anak didik untuk mengembangkan kepribadiannya
- Mengatahui pembinaan ideologi Panca Sila dan
kebudayaan nasional di lingkungan pendidikan

- Mengadakan integrasi kurikulum pendidikan masyarakat


agar mempunyai kegunaan praktis dalam masyarakat
- Menyelidiki faktor kekuatan masyarakat, yang bisa
menstimulir pertumbuhan dan perkembangan
kepribadian anak didik
- Memberi sumbangan yang positif terhadap
perkembangan ilmu pendidikan
- Memberi pegangan terhadap penggunaan prinsip-prinsip
sosiologi untuk mengadakan sosiologi sikap dan
kepribadian anak didik

SOSIOLOGI PENDIDIKAN
DI LEMBAGA PENDIKAN
Landasan Filosofi:
- Sos Pend perlu diberikan dan didudukkan dalam porsi
yang proporsional, mengingat mata kuliah ini secara
kontekstual dan substansial menjelaskan bahwa
pendidikan merupakan salah satu elemen dinamis dalam
sosiologi
- Ilmu sosiologi memberi ruang yang luas bagi pendidikan
karena pendidikan merupakan teknik sosial dan alat
pengendali sosial
- Pendidikan hanya dapat dipahami ketika kita mengetahui
untuK masyarakat apa dan untuk posisi sosial apa
sesungguhnya murid itu dididik

Sosiologi Pendidikkan di LPTK Islam

Fak Tarbiyah berperan merealisir pendidikan Islam yang meliputi:

1.

Individualisasi nilai/ajaran Islam demi terbentuknya manusia taqwa


dalam bersikap, berpikir dan berprilaku

2.

Sosialisasi nilai/ajaran Islam demi terbentuknya ummat Islam

3.

Rekayasa kultur Islam demi terbentuknya dan beerkembangnya


peradaban Islam

4.

Menemukan, mengembangkan dan memelihara iptek


dan keterampilan demi terbentuknya manusia
profesional

5.

Pengembangan intelektual muslim yang mampu


mencari, mengembangkan dan memelihara iptek dan
imtak

6.

Pengembangan ilmu yang berkelanjutan dalam semua


bidang kehidupan

7.

Pengembangan kualitas muslim sebagai anggota


masyarakat yang berkualitas

Tantangan yang dihadapi:

1.

Memposisikan mahasiswa sebagai calon guru, guna


membina seperangkat kepribadian yang terkait
dengan model identifikasi diri (contoh tauladan)

2.

Memposisikan mahasiswa sebagai calon guru yang


senantiasa berusaha mendapat, mencari, meminta,
menginginkan sesuatu yang terbaik

3. Menciptakan interaksi mendidik di LPTK Islam yang


dapat mengupayakan pengembangan pandangan
hidup Islami dalam semua lini kehdupan

PENELITIAN
SOSIOLOGI PENDIDIKAN
Hbg antara sistim pendidikan dgn proses sosial dan
perubahan sosial kebudayaan atau dgn pemeliharaan
ststus qua
Fungsi sistim penedidikan formal di dlm proses
pembaruan sosial, mis: dalam hbg ras, budaya.
Fungsi sistim pendidikan di dalam proses pengendalian
sosial
Hbg antara pendidikan dgn kelas sosial atau sistim
status
Keberartian pendidikan sbg suatu simbol terpercaya dlm
kebudayaan.

Perlu dan Pentingnya:

1.

Perubahan sosial yang terjadi tentu saja


mempengaruhi pendidikan, baik ilmu maupun aktivitas,
maka begitu esensialnya hubungan lembaga
pendidikan dengan masyarakat.

2.

Pendidikan tumbuh di masyarakat dan masyarakat


tumbuh karena adanya pendidikan, maka anatara
keduanya ada hubungan yang saling menguntungkan

3.

Masyarakat merupakan sumber penentu cita-cita yang


dilaksnakan Lembaga Pendidikan, maka upaya
pendidikan harus diperkekal dan dipekuat peranannya
semenjak dini di kalangan anak-anak.

4. Pendidikan merupakan alat untuk mengembangkan


kesadaran diri sendiri dan kesadaran sosial menjadi
suatu paduan yang stabil, utuh. Maka pendidikan dan
kehidupan sosial tidak dapat dipisahakan
5. Pendidikan menjadi faktor penentu terhadap
keberhasilan masyarakat memenuhi kebutuhannya,
maka mau tidak mau lembaga pendidikan harus
menjadikan pendidikan sebagai salah satu elemen
penting dalam pengembangan ilmu sosial
6. Sosiologi Pendidikan mampu memecahkan masalah
masyarakat yang berkaitan dengan perubahan sosial
melalui LPTK Islam

KONTEN SOSIOLOGI PENDIGIKAN


Meliputi aspek-aspek yang berhubungan antara
pendidikan dan masyarakat
Sosiologi Pendidikan:
Tidak mencakup semua sosiologi, yang dianggap
penting dan perlu dikenali oleh guru
Bukan teknologi pendidikan
Merupakan suatu kombinasi tindakan sosial dan
sosiologi dalam melakukan analisis terhadap interaksi
manusia

PENDEKATAN SOSIOLOGI PENDIDIKAN


1. Pendekatan Individu:
Faktor Biologi pada tingkah laku
- memandang manusia sbg organisme murni dan
sederhana
- mempersoalkan hakikat, kontunitas dan evolusi
- faktor hormon ikut menentukan
Faktor Psikologis pada tingkah laku
- memandang manusia sbg organisme yang
mempunya intelegensi
- hanya terdapat pd alam kehidupan
- aktor protein ikut menentukan

2. Pendekatan Sosial:
Dititikberatkan pada masyarakat dan pengaruh geografis,
jadi tingkah laku manusia itu ditentukan semata-mata oleh
faktor psichis dan kultural
- Manusia selalu mengadakan penyesuaian diri dgn
lingkungannnya:
1. mengubah diri sesuai dgn lingkungan (urbanisasi)
2. mengubah lingkungan sesuai dgn diri (transmigrasi)
- Pelaksanaan Insteraksi Sosial:
1. Imitasi(Peniruan)
2. Sugesti (memberi pengaruh)
3. Simpati (seperasaan)

3. Pendekatan Interkasi:
Dititikberatkan pada mencari bagaimana pendidikan sebagai
suatu proses sosial dapat dibawah kondisi-kosndisi yang
optimum menghilangkan kekurangan sosial dan mencoba
bagi masyarakat ideal
- Interkasi dalam lingkungan sosial:
1. Lingkungan sosial dr individu (sikap orang tua)
2. Lingkungan sosial bersifat intern dr sekolah
(kepentingan guru)
3. Lingkungan sosial bersifat ektern (kepentingan masy)

Peta Sosiologi Sistem


Kemanusiaan
1. Harga Diri dan Percaya Diri
- Perkembangan harga diri dan percaya diri akan menunjukkan
jati diri
secara keseluruhan
- Harga diri, percaya diri, dan jati diri merupakan inplikasi dari
seluruh pengalaman sbg dasar bertindak
- Jati diri memiliki arti ganda:
a. Kesatuan yang utuh di dalam diri manusia
b. Manusia terdiri atas bagian-bagian dari aspek yang begitu
kaya.

Manusia terdiri dari fisikal-biologik dan mental spritual


yang membentuk kepribadian
Perkembangan kepribadian terjadi adanya proses kedua
hal ini
Sistem fisik menghasilkan pengetahuan biologi, kimiah,
ilmu kesehatan dll
Sisitem spritual menghasilkan psikologi, antropologi,
idiologi dll.
Seluruh ilmu tsb menumbuhkan harga diri dan percaya
diri yang melahirkan prilkau

Prilaku tsb akan melahirkan standar nilai/norma yg


menentukan kedudukan manusia dalam memenuhi
kebutuhannya

Kebutuhan manusia:
- Fisiologi: lapar, haus, seks
- Keamanan: perlindungan fisik dan emosional
- Sosial: kasih sayang, diterima baik
- Penghargaan: otonomi, prestasi
- Aktualisasi diri: pertumbuhan, pemenuhan diri

Pemenuhan kebutuhan melahirkan identitas


diri/kemandirian yang menekankan pada kesamaan
sekaligus perbedaan.
Identitas diri dilihat dari lingkungan sosialnya melahirkan
keunikan individual.
Kepribadian, identitas diri dan keunikan individual
memerlukan mendalam mengapa seseorang bertindak.
Dengan denikian:
Memahami diri, awal untuk memiliki percaya diri dan harga
diri, selanjutnya akan memiliki jati diri yang sebenarnya
sebagai seorang manusia.

2. Nalar Sosial dan Spritual


Nalar Sosial: kemampuan manusia menerjemahkan
kehadiran diri di lingkungannya (kuantitatif) dan sampai
seberapa jauh ia mampu memanfaatkan dirinya
(kualitatif) tersebut.
Nalar Sosial tidak terjadi jika tidak terdapat penyadaran
yang hakiki dari dalam diri (hati nurani).
Nalar Sosial jika berkembang sampai pada tahap
puncak akan menghasilkan manusia yang mampu
memiliki kegembiraan, kedamaian, dan kesyukuran.

*
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Ketiga sikap tsb akan menimbulkan pada diri:


Rasa ingin tahu
Berminat pada sesuatu
Melihat kenyataan
Berusaha menemukan
Rela berkorban
Menghadapi tantangan

Ke 6 hal ini menjadi ciri kepribadian yang matang,


sebagai makhluk sosial berada pada manusia mulia,
artinya kehadirannya berguna

Nalar sosial dan spritual dalam pembentukan


kepribadian yg matang akan memunculkan sikap
profesional
Nlar sosial dan spritual akan melahirkan integritas moral
yang tinggi dengan ciri dasar:
1. Kafaah
2. Etos kerja
3. Amanah

Sosialisasi Efektif Pemberdayaan Kemanusian Manusia

Kepribadian: Keseluruhan prilaku individu yang merupakan


hasil interaksi antara potensi bio-psiko-fisik yang terbawa
sejak lahir dangan rangkaian situasi lingkungan.

Manusia sbg makhluk sosial dan budaya, membutuhkan


kepuasan dalam struktur sosial sehingga proses pendidikan
menjadi penting untuk memanusiakan manusia, maka
diperlukan langkah:
1. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas manajemen pend
2. Menciptakan kelembagaan yang berperan
menyelenggarakan pend
3. Mendorong peran serta masyarakat

4. Menyediakan fasilitas yang memadai


5. Menciptakan sistem pend yang pro aktif dan fleksibel
6. Menciptakan suasana proses belajar mengajar yang
mampu menumbuhkankembangkan
7. Menanamkan kecintaan terhadap ilmu
8. Menumbuhkembangkan daya juang , prosfesinalisme
dan wawasan
9. Menumbuhkembangkan sikap hidup, teliti, tertib dan
disiplin.
10. Menumbuhkembangkan moral dan budi pekerti luhur
sebagai pengejawantahan dari iman kepada Allah SWT

PROSES SOSIALISASI
Proses sosialisasi merupakan salah satu objek penelitian
dan pengeabangan sosiologi pendidikan yang penting.
Proses sosialisasi ialah:
- Proses belajar yang bersifat khusus
- Proses belajar individu untuk bertingkah laku sesuai
dengan standar yang ada dalam masyarakatnya
- Proses akomodasi yang mengembangkan pola-pola nilai
dan tingkah laku baru sesuai dengan kebudayaan
masyarakat
- Proses pengadopsian kebiasaan, sikap dan idea-idea
dari orang lain dan menyusunnnya kembali sebagai
sesuatu sistim dalam diri pribadinya.

KONSEP PENYESUAIAN DIRI


Manusia sebagai makhluk sosial, maka tingkah lakunya
tidak saja merupakan penyesuaian diri terhadap tuntutan
fisik lingkungannya, tetapi juga tuntutan dan tekanan
sosial orang lain.
Proses penyesuaian diri merupakan reaksi terhadap
tuntutan terhadap dirinya:
- Tuntutan internal: kebutuhan yang timbul dari dalam,
seperti penghargaan, persahabatan dll
- Tuntutan eksternal: Dorongan yang timbul dari luar,
seperti bisa diterima dll

KONFLIK TUNTUTAN
Tuntutan internal dengan internal lainnya, misalanya:
persaingan dengan teman
Tuntutan eksternal dengan eksternal lainnya, misalanya:
pertentangan tuntutan ayah dengan tuntutan ibu
Tuntutan internal dengan eksternal, misalanya: Konflik
anatra dorongan seksual dengan tuntutan masyarakat
agar dorongan itu disalurkan melalui perkawinan.
Pemenuhan suatu tuntutan dan pengabaian tuntutan
lainnya menumbulkan frustasi yang mengganngu proses
penyesuaian diri.

KEBERHASILAN
PROSES PENYESUAIAN DIRI
Kepuasan Psikis: Kalau berhasil timbul rasa gembira,
kalau gagal timbul rasakecewa
Efesiensi Kerja: Kalau berhasil menampakkan kegiatan
yang efisien, kalau gagal menampakkan kegiatan tidak
yang efisien
Gejala-gejala Fisik: Kalau gagal timbul gejala fisk seperti
pusing, sakit perut dll.
Penerimaan Sosial: Kalau berhasil timbul reaksi setuju
dari masyarakat, kalau gagal timbul reaksi penolakan
masyarakat

TIPE PROSES
PENYESUAIAN DIRI
Proses Akomodasi: Mengubah atau menahan tuntutan
dari dalam dirinya, seperti menahan lapar karena
sedang dalam perjamuan
Proses Asimilasi: Mengubah tuntutan atau kondisi
lingkungannya, misal membujuk oang lain untuk
menerima pendapatnya.
Melalui kedua proses ini seseorang dapat mengatasi
konflik tuntutan, baik internal maupun eksternal, baik
fisik maupu sosial terhadap dirinya.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SOSIALISASI


1.

Sifat Dasar
Keseluruhan potensi yang diwarisi seseorang dari ibu bapanya yang
terbentuk pada saat konsepsi yaitu momen bertemunya sel betina
pada saat pembuahan

2.

Lingkungan Prenatal
Lingkungan dalam kandungan ibu
- Penyakit yang berpengaruh pada pertumbuhan mental,
pendengaran, penglihatan dst
- Gangguan Endoktrin mengakibatkan keterbelakangan menal dan
emsosional
- Sturuktur tubuh mempengauhi pertumbuhan bayi seperti kidal dst
- Schok saat kelahiran yang menyebabkan lemah pikiran dll.

3. Perbedaan Individual
Perbedaan dalam:
- Ciri fisik: bentuk badan, warna kulit, mata, rambut dll.
- Ciri fisiologis : berfungsinya sistem endoktrin
- Ciri mental dan emosional
- Ciri personal dan sosial
4. Lingkungan
Kondisi di sekitar individu:
- Lingkungan alam: keadaan tanah, iklim flora dan fauna
- Kebudayaan: Cara hidup masyarakat tenpat individu
- Motivasi dalam masyarakat: Stimulasi dari masyarakat

5. Motivasi
Kekuatan dalam diri individu yang mengerakkan untuk
berbuat
- Dorongan: Keadaan ketidak seimbangan dalam diri
individu karena pengaruh dari dalam atau luar dirinya,
seperti dorongan makan, menghindari bahaya dll.
- Kebutuhan: Dorongan yang telah ditentukan secara
personal, sosial dan kultural, seperti kebutuhan
bersama, berprestasi, turut mengambil keputusan dll.

METODE DLM MEMPENGARUHI


PROSES SOSILISASI
1. Metode Ganjaran dan Hukuman.
- Ganjaran berupa material atau non material
(Anak sadar bahwa tingkah lakunya baik, diterima
masyarakat)
- Hukuman dapat berupa badan atau sosial
(Anak sadar bahwa tingkah lakunya salah, ditolak
masyarakat)

2. Metode Didactic Teaching.


- Pemberian pengetahuan dan keterampilan melalui
informasi, ceamah, penjelasan.
3. Metode Pemberian Contoh.
- Proses imitasi (peniruan) tingkah laku dan sifat-sifat
secara sadar atau tidak.

SEKOLAH DAN SOSIALISASI

Fungsi Pendidikan Sekolah:


1.Transmisi kebudayaan masyarakat
- Pengetahuan dan keterampilan
- Sikap, nilai-nilai dan norma-norma
2. Menolong individu memilih dan melakukan peranan
sosialnya:
- Mengenal deferesiasi dengan mengajarkan
keterampilan di masa depan mudah diganti
- Mengenal spesialisasi dengan mengajarkan lebih
dari satu macam sehingga mudah berpindah
pekerjaan

3. Menjamin integrasi sosial


- Mengajarkan bahasa nasional yang memungkinkan
komunikasi antara suku-suku dan golongan yang
berbeda-beda.
- Mengajarkan pengalaman yang sama melalui
keseragaman kurikulum
- Mengajarkan corak kepribadian nasional melalui
sejarah, giografi, peradaban
4. Sebagai sumber inovasi sosial
- Kegiatan penelitian yang menimbulkan pembaharuan
dalam masyarakat
- Mengajarkan kesehatan lingkungan, gizi, cara bekerja
yang efisien

5. Mobilitas Sosial
Gerakan individu dari satu posisi sosial ke posisi sosial
yang lain dalam suatu struktur sosial.
- Vertkal:
Gerakan individu turun naik dalam tangga ke
masyarakat
- Horisontal:
Gerakan individu atau kelompok dalam ruang geografi
(migrasi)

KELUARGA DAN SOSIALISASI


KELUARGA:
1. Kelompok sosial kecil yang umumnya terdiri atas ayah,
ibu dan anak
2. Hbg antara anggota keluarga dujiwai oleh suasana
afeksi dan rasa tanggung jawab
3. Hbg sosial di antara anggota keluarga relatif tetap dan
didasarkan atas ikatan darah, perkawinan dan adopsi
4. Berfungsi untuk memelihara, merawat dan melindungi
anak dalam rangka sosialisasinya agar mereka
mempu mengendalikan diri dan berjiwa sosial

Perubahan masyarakat dapat mempengaruhi perubahan fungsi


sosial keluarga:

1.

Fungsi yang berubah:


- Pendidikan
- Rekreasi
- Keagamaan
- Perlindungan

2. Fungsi yang tetap


- Biologik
- Afeksi
- Sosialisasi

Peranan Keluarga dalam Proses Sosialisasi:


1. Penyesuaian secara pribadi dalam
hubungan sosial lebih mudah terjdi
2. Orang tua mepunyai motivasi kuat untuk
mendidik anak menjadi manusia baik
3. Hubungan sosial bersifat relatif tetap

Tujuan sosialisasi dalam Keluarga:


1.
2.
3.

Penguasaan Diri:
Nilai-nilai
Peranan sosial

Corak Proses Sosialisasi Anak:


1.
2.
3.

Pola menerima-menolak: ditentukan oleh taraf


kemesraan
Pola memilikimelepaskan: ditentukan oleh sikap
protektif.
Pola demokrasi-otokrasi: ditentukan oleh taraf
partisipasi.

MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN


Para ahli sosiologi sependapat bahwa isi dari
kebudayaan dapat menjadi dua kmponen nyata:
1.

Kebudayaan Materi: Eksistensi konkrit dari suatu


produk buatan manusia, tanpa memandang ukuran,
kerumitan, tujuan dan bentuknya, seperti rumah,
pakaian dll.

2.

Kebudayaan Non Materi: Semua karya manusia yang


digunakan untuk menjelaskan dan jadi pedoman
tindakan-tindakanya. Terdiri dari:

a.

Norma: Standar tingkah laku yang terdapat dalam


masyarakat, seperti sarana berpakaian pada peristiwa
tertentu. Ia mencakup pengetahuan, keyakinan dan
nilai-nilai.

b. Institusi: Kumpulan dari norma-norma yang telah


diciptakan untuk dilaksanakan suatu fungsi dari
masyarakat

TIPE PARTISIPASI KEBUDAYAAN


1. Partisipasi Menyeluruh:
- Trait-trait kebudayaan yang diperlukan bagi seluruh
anggota dari suatu masyarakat.
- Diperlukan untuk ekesistensi mereka di dalam suatu
masyarakat tertentu.
- Tanpa adanya, tidak mungkin melaksanakan suatu
kehidupan yang teratur dan tertib.
- Mencakup undang-undang, adat istiadat dll.
- Misalnya: Bagaimana cara menyapa dst.

2. Partisipasi Pilihan.
- Situasi dimana individu dapat memilih beberapa
kemungkinan tindakan yang sama atau hampir sama
baiknya di mata masyarakat.
- Kapan pilihan itu ada ia merupakan altenatif
kebudayaan
- Misalnya: Orang kawin boleh di masjid atau di rumah atau di gedung
dst.
3. Partisipasi Kekhususan.
- Aspek unik dari kebudayaan yang tidak diikuti oleh
khalayak ramai secara umum
- Segala sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh kelompok lain.
- Misalnya pembagian kerja dalam kehidupan rumah tangga.

RELATIVISME KEBUDAYAAN
Standar tingkah laku berhubungan dengan
kebudayaan di mana standar-standar itu berlaku:

1. Fanatisme
- Keuntungannya bagi kestabilan dan keutuhan
kebudayaan.
- Kelemahannya mengurangi keobjektifan bagi ilmu
pengetahuan
- Menghambat hubungan antar kebudayaan dan
proses asimilasi antar kelompok yang berbeda

2.

Goncangan Kebudayaan (Culture Shock)


- Suatu penyakit bagi orang-orang yang baru
pindah ke dalam suatu kebudayaan yang
berbeda dari kebudayaannya sendiri.
- Tahap pembentukan siklus goncangan:
a. Inkubasi (bulan madu): Orang merasa hidup lebih
baik dibandingkan hidupnya yang lama.
b. Kritis: ditandai dengan perasaan dendam, segala
sesuatunya tidak beres, misalnya kesulitan bahasa
c. Penyesuaian
d. Penerimaan

3. Pertentangan Kebudayaan (Culture Conflict).


- Unsur normatif dari organisasi sosial yang
menimbulkan konflik antar budaya
- Aktivitas terorganisir untuk menjalankan agresi
melawan masyarakat lain.

ISU-ISU KONTEKSTUAL
Globalisasi
- Membuat dunia menjadi kampung kecil yang
memudahkan setiap warga dunia untuk berhubungan
dan saling mempengarhui satu sama lain.
- Akibatnya: terbuka ide atau gagasan dari satu tempat
ke tempat lain sehingga sulit disensor jika bertentangan
dengan nilai-nilai budaya penerima ide atau gagasan
tsb.
- Langsung atau tidak langsung mengakibatkan
perubahan nilai dan norma masyarakat setempat.

Humanisme
- Proses memanusiakan manusia terkadang tidak
menjamin adanya humanisasi, tetapi juga menimbulkan
adanya kecenderungan dehumanisasi.
- Kecenderungan tsb merupakan bagian dari efek
adanya pemahaman yang keliru dalam memaknai
perubahan
- Adanya prilkau lingkungan yang dapat dijadikan contoh
oleh orang lain
Demokrasi
- Munculnya arus demkoratisasi yang deras
memunculkan nilai-nilai baru yang harus dilaksanakan
karena sifatnya universal.

Menghadapi masa depan


- Bagaimana memandang sesama:
Cara bekerjasama dan bergaul dalam satu kesatuan
sosial.
Misalnya: siapa yang harus mengambil keputusan
dalam satu nilai yang sifatnya individualis
- Bgaimana berhadapan dengan waktu:
Dimensi waktu yang dominan akan menjiwai prilaku
anggota suatu masyarakat yang akan berpengaruh
dalam kegiatan dalam mencapai kemajuan.
Misalnya: Waktu dominan mana yang menjadi orientasi
nilai kebudayaan suatu masyarakat? Masa lalu,
sekarang atau akan datang.

Bagaimana berhubungan dengan alam .


- Hubungan antar manusia dengan alam dapat
mengambil bentuk adakah alam menguasai manusia
atau manusia menguasai alam.

Bagaimana berhadapan dengan masalah kerja.


- Apakah orang berorientasi nilai kerja sebagai suatu
untuk hidup, atau kerja untuk mencari kedudukan, atau
kerja untuk menghasilkan kerja yang lebih banyak?

Bagaimana menghadapi masalah pemilikan kebudayaan


itu sendiri.
- Apakah orentasi pemilikan kebudayaan kepada
materialisme atau berorientasi kepada spritualisme?
Bagaimana menghadapi masalah hakikat hidup dari
manusia
- Orientasi nilai yang tersedia adalah pandangan bahwa
hidup itu sesuatu yang buruk, sesuatu yang baik, atau
sesuatu yang buruk yang mungkin disempurnakan.
- Pemilihan salah satu orientasi nilai yang dominan
menjadi inti nilai budaya akan menetukan berbagai pola
prilaku dalam kehidupan.