Anda di halaman 1dari 14

Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH)

Puskesmas Cukir
Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang
2014

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Identitas Pemrakarsa


Identitas pemrakarsa kegiatan ini adalah sebagai berikut.
a. Nama Pemrakarsa

: UPTD Puskesmas Cukir

b. Alamat

Jl. Raya Mojowarno No.9


Desa Cukir Kecamatan

Diwek Kab.

Jombang
c. No. Telepon

0321-860425

d. Email

: pusk_cukir09@yahoo.com

e. Nama Penanggung Jawab

dr. Hexawan Tjahja Widada,

MKP
f. Jabatan

: Kepala UPTD Puskesmas Cukir

g. Nama Kegiatan

: Fasilitas Kesehatan Puskesmas

h. Lokasi Kegiatan

: Jl. Raya Mojowarno No.9


Desa Cukir Kecamatan

Diwek Kab.

Jombang
1.2. Perijinan dan Dokumen yang Telah Dimiliki
Perijinan dan dokumen yang telah dimiliki oleh Puskesmas Cukir
Kabupaten Jombang dengan kegiatan pelayanan kesehatan yang
dilakukannya adalah sebagai berikut.
a. Sertifikat Tanah Hak Pakai No. 4 Propinsi Jawa Timur
Kabupaten Jombang Kecamatan Diwek Desa Cukir

Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH)

Puskesmas Cukir
Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang
2014

b. Surat

Ijin

Penyelenggaraan

Klinik

Pratama

No.

440/4145/415.21/2013 pada tanggal 1 Nopember 2013


1.3. Latar Belakang
Puskesmas Cukir kecamatan Diwek Kabupaten Jombang sesuai
peraturan Bupati Jombang No. 21 tahun 2012 berkedudukan
sebagai unsur pelaksanaan teknis operasional Dinas Kesehatan
Kabupaten Jombang di bidang pelayanan kesehatan masyarakat
yang dipimpin oleh seorang kepala Puskesmas yang bertanggung
jawab kepada kepala Dinas.
Tugas pokok Puskesmas adalah melaksanakan sebagaian tugas
Dinas Kesehatan Kabupaten di bidang jasa pelayanan kesehatan
masyarakat dan kegiatan teknis lainya dalam rangka mendukung
pelaksanaan tugas pokok Dinas Kesehatan, sedangkan Fungsi
Puskesmas adalah
Penyusunan dan perumusan rencana program, kegiatan dan
prosedur tetap dalam rangka pelaksanaan kebijakan teknis di
bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat di wilayah kerjanya,
Pelaksanaan
menyangkut
kerjanya,

program

kerja

kepentingan

Pelayanan

dan

Pelayanan

upaya

kebijakan

teknis

Masyarakat

Kesehatan

di

di

wilayah

yang
wilayah

kerjanya,

Pembinaan upaya Kesehatan di wilayah kerjanya, Pengembangan


upaya Kesehatan yang dilakukan oleh Masyarakat di wilayah
kerjanya,

Pelaksanaan

tugas

tugas

ketatausahaan

UPTD

Puskesmas.
Moto Puskesmas Cukir adalah PUSKESMAS BERSERI (Bersih,
Ramah, responsif dan Informatif)
VIsi

Puskesmas

Cukir

adalah

menjadi

Puskesmas

dengan

pelayanan prima yang memberikan pelayanan kesehatan secara


profesional dan terjangkau.

Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH)

Puskesmas Cukir
Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang
2014

Untuk mewujudkan visi tersebut ada 5 misi yang di emban oleh


seluruh staf Puskesmas Cukir yaitu :
1. Menyelenggarakan

pelayanan

kesehatan

sesuai

dengan

standar, memuaskan masyarakat dan terjangkau oleh seluruh


lapisan masyarakat.
2. Memelihara

dan

meningkatkan

mutu,

pemerataan

dan

keterjangkauan pelayanan kesehatan.


3. Mendorong kemandirian hidup sehat bagi perorangan, keluarga
dan masyarakat.
4. Menggerakan

pembangunan

berwawasan

kesehatan

dan

sektor lain agar sesuai dengan aspek kesehatan.


5. Mengembangkan system manajemen dan informasi kesehatan.
Kesehatan merupakan kebutuhan yang esensial dari setiap
individu, keluarga, masyarakat dan juga merupakan perwujudan
dari tingkat kesejahteraan suatu masyarakat atau bangsa. Oleh
karena itu, kesehatan mempunyai arti yang strategis dalam
pembangunan dan juga modal dasar dalam pembangunan. Hanya
masyarakat yang sehat memiliki tingkat produktivitas kerja yang
tinggi, yakni manusia yang amat dibutuhkan dalam pembangunan
(Zulkarnaen, 1991). Tujuan utama Pembangunan Kesehatan adalah
peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang optimal, sehat
secara fisik, mental dan sosial serta beriman dan bertaqwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa.
Fasilitas kesehatan di Indonesia dikatakan ideal apabila jumlah
fasilitas

kesehatan

yang

disediakan

sudah

sesuai

dengan

kebutuhan masyarakat. Hal tersebut merupakan tanggung jawab


pemerintah sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia No.
44 Tahun 2009. Dalam Undang-Undang tersebut dikatakan bahwa
skala kebutuhan dihitung berdasarkan jumlah tempat tidur ataupun
fasilitas kesehatan lainnya dibanding jumlah penduduk. Angka
3

Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH)

Puskesmas Cukir
Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang
2014

perbandingan jumlah tempat tidur dan penduduk yang ideal


memang tidak disebutkan dalam pasal khusus, tapi jika mengikuti
aturan World Health Organization (WHO) yaitu satu tempat tidur
untuk 500 penduduk atau 1:500.
Puskesmas

merupakan

salah

satu

sarana

kesehatan

yang

diupayakan oleh Pemerintah Kabupaten Jombang sebagai langkah


nyata

dalam

pembangunan

di

bidang

kesehatan.

Kehadiran

puskesmas diharapkan dapat melayani kebutuhan masyarakat


setempat akan layanan kesehatan yang memuaskan dan kuantitas
fasilitas kesehatan yang memadai. Keterjangkauan lokasi di tingkat
kecamatan dan biaya pelayanan kesehatan yang relatif rendah
menjadikan puskesmas menjadi alternatif pilihan terutama bagi
masyarakat ekonomi lemah.
Salah satu puskesmas yang ada di Kabupaten Jombang adalah
Puskesmas Cukir. Pada awalnya Puskesmas Cukir merupakan
puskesmas

non

perawatan

(puskesmas

pembantu),

dan

ditingkatkan menjadi puskesmas perawatan (puskesmas) pada


tahun 1989. Dalam melakukan aktivitasnya selama ini, kegiatan
Puskesmas Cukir Kabupaten Jombang masih belum dilengkapi
dengan dokumen lingkungan. Puskesmas Cukir Kabupaten Jombang
merupakan kegiatan skala UKL-UPL yang berarti dikenakan wajib
menyusun DPLH, sehingga UPTD Puskesmas Cukir Kabupaten
Jombang sebagai pemrakarsa menyusun dokumen lingkungan
berupa
(DPLH).

Dokumen
Hal

ini

Pengelolaan Pengelolaan
sesuai

dengan

Lingkungan

Keputusan

Menteri

Hidup
Negara

Lingkungan Hidup No. 14 Tahun 2010 tentang Dokumen Lingkungan


Hidup Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Yang Telah Memiliki Izin Usaha
dan/atau Kegiatan tetapi Belum Memiliki Dokumen Lingkungan
Hidup.

Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH)

Puskesmas Cukir
Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang
2014

Kegiatan Puskesmas Cukir Kabupaten Jombang merupakan kegiatan


skala UKL-UPL yang dikenakan wajib DPLH karena memenuhi
kriteria sebagai berikut :
1.

Kegiatan telah memiliki izin usaha dan/atau kegiatan


sebelum ditetapkannya Undang Undang No. 32 Tahun 2009
tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

2.

Telah melakukan kegiatan tahap konstruksi sebelum


ditetapkannya

Undang - Undang No. 32 Tahun 2009

tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.


3.

Lokasi usaha dan/atau kegiatan sesuai dengan Rencana


Tata Ruang Wilayah dan/atau Rencana Tata Ruang Kawasan.

4.

Tidak memiliki dokumen lingkungan hidup atau memiliki


dokumen lingkungan hidup tetapi tidak sesuai dengan peraturan
perundang-undangan.
Dengan disusunnya Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup ini
diharapkan

dapat

memberikan

informasi

terkait

pengelolaan

dampak yang telah terjadi selama ini maupun dampak lanjutan


yang akan terjadi, sehingga dampak yang timbul dapat diupayakan
langkah - langkah penanganannya. Dokumen ini merupakan
pedoman bagi pemrakarsa dan instansi/lembaga yang terkait
dalam pengelolaan dan pemantauan lingkungan serta sebagai
pedoman perbaikan pengelolaan dan pemantauan lingkungan
hidup menjadi lebih baik sehingga tercapai prinsip pembangunan
yang berwawasan lingkungan dan bekelanjutan.
1.4.1.
A.

Maksud, Tujuan dan Kegunaan

Maksud
Penyusunan Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup Puskesmas
Cukir Kabupaten Jombang dimaksudkan untuk mengantisipasi
5

Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH)

Puskesmas Cukir
Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang
2014

terjadinya dampak terhadap lingkungan dan mengelola dampak


tersebut

sesuai

dengan

ketentuan

yang

berlaku.

Maksud

penyusunan Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup kegiatan


Puskesmas Cukir Kabupaten Jombang adalah sebagai berikut:
1.

Sebagai salah satu acuan dalam upaya menjaga daya


dukung sumber daya alam. Sesuai maksud tersebut, maka
pemrakarsa harus benarbenar menjaga daya dukung sumber
daya alam yang ada.

2.

Mewujudkan kebijaksanaan pemerintah dalam memberikan


ijin

usaha/pembangunan

yang

harus

dilengkapi

dengan

Dokumen Lingkungan sehingga mutu lingkungan hidup di


sekitarnya tidak akan rusak atau menurun, tetapi lebih dapat
ditingkatkan.
3.

Mendapatkan pedoman teknis pengelolaan lingkungan dan


pemantauan

lingkungan

untuk

mengantisipasi

adanya

dampak-dampak yang bersifat negatif dan meningkatkan


dampak positif yang timbul akibat kegiatan Puskesmas Cukir
Kabupaten Jombang.

B.

Tujuan
Sedangkan

tujuan

dari

penyusunan

Dokumen

Pengelolaan

Lingkungan Hidup kegiatan Puskesmas Cukir Kabupaten Jombang


adalah sebagai berikut :
-

Mengidentifikasi

seluruh

kegiatan

Puskesmas

Cukir

Kabupaten Jombang, terutama yang berpotensi menimbulkan


dampak baik dampak positif maupun dampak negatif terhadap
lingkungan hidup.

Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH)

Puskesmas Cukir
Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang
2014

Mengidentifikasi komponen rona lingkungan saat ini di

lokasi kegiatan dan sekitarnya untuk menentukan komponen


lingkungan hidup apa saja yang akan terkena dampak oleh
adanya kegiatan Puskesmas Cukir Kabupaten Jombang.
Mengpengelolaan terjadinya dampak terhadap komponen

lingkungan

sebagai

akibat

kegiatan

Puskesmas

Cukir

Kabupaten Jombang beserta berbagai fasilitasnya baik dampak


positif maupun dampak negatif.
Merumuskan

pencegahan,

bentuk

langkah

penanggulangan

pengelolaan

dan

lingkungan,

pengendalian

dampak

negatif serta meningkatkan dampak positif yang diakibatkan


oleh Puskesmas Cukir Kabupaten Jombang.
Melakukan pemantauan lingkungan yang dipandang baik

dan tepat untuk dilaksanakan oleh berbagai pihak yang


berkepentingan pada ruang dan waktu tertentu sebagai akibat
kegiatan Puskesmas Cukir Kabupaten Jombang.
C.

Kegunaan Studi
Adapun

kegunaan

Pengelolaan

dilaksanakannya

Lingkungan

Hidup

penyusunan

kegiatan

Dokumen

Puskesmas

Cukir

Kabupaten Jombang adalah sebagai berikut:


1.

Bagi Pemerintah
-

Sebagai instrumen pengikat, serta pedoman bagi pihak


pengelola kegiatan Puskesmas Cukir Kabupaten Jombang
beserta fasilitasnya, sekaligus sebagai alat pengelolaan
dalam proses kegiatan operasi yang tertuang dalam DPLH.

Sebagai

pedoman

bagi

dinas/instansi

terkait

dalam

melaksanakan pengawasan dan pemantauan lingkungan.


-

Sebagai sarana uji efektifitas kegiatan dan teknologi yang


digunakan dalam pencegahan atau pengendalian dampak
negatif dan meningkatkan dampak positif.
7

Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH)

Puskesmas Cukir
Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang
2014

2.

Bagi Pemrakarsa
-

Untuk mendapatkan informasi pengelolaan dampak dan


pengelolaan pengelolaan secara dini mengingat kegiatan
telah beroperasi sehingga langkah penanggulangan dampak
dapat dilaksanakan secara lebih efektif.

Kepedulian pihak pemrakarsa dalam upaya menjalankan


pembangunan yang berwawasan lingkungan dan memenuhi
peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Memberikan

pedoman

upaya

dalam

mengantisipasi,

mencegah, mengendalikan dan menggulangi kemungkinan


dampak yang timbul dengan adanya kegiatan Puskesmas
Cukir Kabupaten Jombang beserta fasilitasnya.
-

Mengupayakan
dalam

pengelolaan

menekan,

bertanggung

lingkungan

mengurangi

jawab

dalam

secara

dampak

melestarikan

optimal

negatif

serta

kemampuan

lingkungan hidup di lokasi kegiatan.


-

Memberikan gambaran dalam upaya perlindungan terhadap


komponen lingkungan di lokasi kegiatan, serta bertanggung
jawab

atas

pemantauan

biaya
baik

yang

secara

harus
rutin

dikeluarkan

maupun

berkala

dalam
pada

kegiatan Puskesmas Cukir Kabupaten Jombang beserta


fasilitasnya.
3.

Bagi Mayarakat Sekitar


-

Sebagai pedoman bagi keikutsertaan dalam pengawasan


pengelolaan lingkungan di wilayah kerja rencana kegiatan
Puskesmas Cukir Kabupaten Jombang.

Sebagai

sarana

untuk

memberi

kepastian

bahwa

pemrakarsa dalam melaksanakan kegiatan Puskesmas Cukir


Kabupaten Jombang tidak akan menimbulkan kerugian,

Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH)

Puskesmas Cukir
Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang
2014

keresahan masyarakat dan konflik sosial di antara anggota


masyarakat dan diantara masyarakat dan pelaksana proyek.
-

Untuk mendapatkan kesempatan kerja dan terciptanya


keselarasan hubungan antara masyarakat dengan kegiatan
Puskesmas Cukir Kabupaten Jombang.

1.4.2.

Peraturan Perundangan

Dalam rangka mengatur pengelolaan dan pemanfaatan sumber


daya alam dan lingkungan hidup berdasarkan kebijaksanaan
nasional

secara

terpadu,

ditetapkan

peraturan

perundang-

undangan yang pada prinsipnya mengatur pemanfaatan

sumber

daya alam secara berkesinambungan. Beberapa bentuk peraturan


perundangan yang mendasari pelaksanaan penyusunan DPLH
kegiatan Puskesmas Cukir Kabupaten Jombang adalah sebagai
berikut :
1. Undang-Undang Republik Indonesia No. 3 tahun 1992 tentang
Jaminan Sosial Tenaga Kerja; sebagai dasar dalam pemberian
jaminan sosial kepada tenaga kerja Puskesmas.
2. Undang-Undang Republik Indonesia No. 5 Tahun 1990 tentang
Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya;
sebagai dasar dalam melakukan upaya-upaya pengelolaan
lingkungan yang terkait dengan sumber daya air, udara,
maupun sumber daya alam lainnya.
3. Undang-Undang Republik Indonesia No. 13 tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan;

sebagai

dasar

hukum

di

bidang

ketenagakerjaan.
4. Undang-Undang Republik Indonesia No. 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan

Daerah,

digunakan

sebagai

dasar

dalam

penentuan tatanan organisasi yang terkait dengan institusi

Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH)

Puskesmas Cukir
Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang
2014

pemerintah yang terlibat dalam proses DPLH maupun kebijakankebijakan yang dibuat oleh masing-masing daerah / wilayah.
5. Undang-Undang Republik Indonesia No. 26 Tahun 2007 tentang
Penataan Ruang, digunakan sebagai dasar penetapan kelayakan
lokasi terkait dengan rencana tata ruang yang ada.
6. Undang-Undang Republik
Pengelolaan

Sampah,

Nomor 18 Tahun 2008 Tentang


yang

digunakan

sebagai

dasar

pengelolaan persampahan di wilayah studi


7. Undang-Undang Republik Indonesia No. 32 Tahun 2009 tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup sebagai dasar
dalam kegiatan pengelolaan lingkungan hidup yang dituangkan
dalam Dokumen DPLH
8. Undang-Undang No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan; sebagai
dasar hukum dalam penyelenggaraan Puskesmas.
9. Peraturan Pemerintah No. 85 Tahun 1999 tentang Perubahan
atas

Peraturan

Pemerintah

No.

18

Tahun

1999

tentang

Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.


10.

Peraturan Pemerintah RI No. 82 Tahun 2001 tentang

Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air;


Sebagai

dasar

pedoman

untuk

pengelolaan

kualitas

air

permukaan.
11.

Peraturan pemerintah RI No. 27 Tahun 2012 tentang Izin

Lingkungan; Sebagai pedoman pengurusan izin lingkungan


kegiatan Puskesmas
12.

Peraturan Menteri Kesehatan No. 528/MENKES/PER/XII/1982

tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air Tanah yang


Berhubungan dengan Kesehatan; sebagai pedoman mengenai
persyaratan kualitas air tanah.

10

Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH)

Puskesmas Cukir
Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang
2014

13.

Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 416/MENKES/PER/IX/90

tentang Syarat & Pengawasan Kualitas Air Bersih; Sebagai dasar


pedoman mengenai persyaratan kualitas air bersih.
14.

Peraturan Menteri Kesehatan No. 876/Menkes/SK/XI/2002,

tentang

Pedoman

Teknis

Analisis

Dampak

Kesehatan

Lingkungan.
15.

Peraturan Menteri Kesehatan No. 715/Menkes/SK/V/2003

tentang Persyaratan Hygiene Sanitasi, sebagai dasar dalam


persyaratan dan hygiene dan sanitasi Puskesmas Cukir.
16.

Peraturan

Menteri

Kesehatan

RI

No.

741/MENKES/PER/VII/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal


Bidang

Kesehatan

di

Kabupaten/Kota;

sebagai

pedoman

pelayanan kesehatan
17.

Peraturan Menteri Kesehatan RI No.492/Menkes/Per/IV/2010

tentang Syarat-Syarat Pengawasan Kualitas Air, Minum sebagai


dasar dalam menetapkan kelayakan kualitas air bersih/minum
yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat.
18.

Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 028/Menkes/Per/I/2011

tentang Klinik.
19.

Keputusan

Menteri

Kesehatan

718/MENKES/PER/IV-/1987

tentang

RI
Kebisingan

No.
Yang

Berhubungan Dengan Kesehatan; sebagai dasar menentukan


tingkat kebisingan yang dapat diterima oleh masyarakat
20.

Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 876/MENKES/VIII/2001

tentang

Pedoman

Teknis

Analisis

Dampak

Kesehatan

Lingkungan, sebagai dasar untuk mengkaji dampak dampak


yang terjadi pada aspek kesehatan masyarakat
21.

Keputusan

Menteri

1407/MENKES/SK/XI/2002

Kesehatan

tentang

11

Pedoman

RI

No.

Pengendalian

Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH)

Puskesmas Cukir
Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang
2014

Dampak

Pencemaran

Udara;

Sebagai

dasar

terhadap

perwujudan kualitas lingkungan


22.

Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 004/Menkes/SK/I/2003

tentang Kebijakan dan Strategi Desentralisasi Bidang Kesehatan.


23.

Keputusan

Menteri

Kesehatan

RI

No.

288/MENKES/SK/III/2003 tentang Pedoman Penyehatan Sarana


dan Bangunan Umum; Sebagai dasar dalam pengendalian faktor
resiko penyebab timbulnya penyakit.
24.

Keputusan

Menteri

Kesehatan

RI

No.

1457/Menkes/SK/X/2003 tentang Standar Pelayanan Minimal


Bidang Kesehatan di Kabupaten / Kota.
25.

Keputusan

Menteri

828/MENKES/SK/IX/2008

Kesehatan

tentang

Petunjuk

RI
Teknis

No.

Pelayanan

Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota; sebagai pedoman


dalam pelayanan kesehatan
26.

Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 06 Tahun

2009

tentang

Laboratorium

Lingkungan;

Sebagai

dasar

pemilihan laboratorium untuk pengujian parameter komponen


lingkungan hidup.
27.

Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.18 Tahun

2009 tentang Tata Cara Perizinan Pengelolaan Limbah Bahan


Berbahaya dan Beracun; Sebagai dasar untuk melakukan
pengelolaan terhadap limbah B3
28.

Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 14 Tahun

2010 tentang Dokumen Lingkungan Hidup Bagi Usaha dan/atau


Kegiatan Yang Telah Memiliki Izin Usaha dan/atau Kegiatan tetapi
belum

memiliki

Dokumen

Lingkungan;

sebagai

dasar

penyusunan DPLH.
29.

Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.05 Tahun

2012 tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan Yang Wajib


12

Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH)

Puskesmas Cukir
Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang
2014

Dilengkapi Dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan


Hidup; sebagai penapisan jenis kegiatan yang wajib AMDAL,
sehingga kegiatan Puskesmas Cukir Kabupaten Jombang tidak
perlu menyusun AMDAL.
30.

Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 14

Tahun 2013 tentang Simbol dan Label Limbah Bahan Berbahaya


dan Beracun (B3); sebagai pedoman dalam pemberian simbol
dan label limbah medis
31.

Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 45 Tahun

2005 tentang Panduan Pelaporan RKL dan RPL, yang digunakan


sebagai panduan dalam pelaporan RKL dan RPL.
32.

Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 02/KPTS/1985

tentang Ketentuan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran


Pada Gedung; sebagai pedoman upaya pencegahan kebakaran
pada gedung
33.

Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 10/KPTS/2000

tentang

Ketentuan

Teknis

Pengamanan

Terhadap

Bahaya

Kebakaran pada Gedung dan Lingkungan; sebagai pedoman


teknis upaya pencegahan kebakaran pada gedung Puskesmas.
34.

Keputusan Kepala Bapedal Nomor Kep-01/ Bapedal/09/1995

tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Penyimpanan dan


Pengumpulan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).
35.

Keputusan Kepala Bapedal Nomor Kep-02/Bapedal/09/1995

tentang Dokumen Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).


36.

Keputusan Kepala Bapedal Nomor Kep-03/Bapedal/09/1995

tentang

Persyaratan

Teknis

Pengelolaan

Limbah

Bahan

Berbahaya dan Beracun (B3).


37.

Peraturan Daerah Jawa Timur No. 3 Tahun 1999 Tentang

Pemakaian Air.

13

Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH)

Puskesmas Cukir
Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang
2014

38.

Peraturan Daerah Propinsi Jawa Timur No. 2 Tahun 2006

tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi Jawa Timur 20052020; Pedoman pemrakarsa dalam rencana tata ruang wilayah
di Provinsi Jawa Timur.
39.

Peraturan Daerah Propinsi Jawa Timur Nomor 2 Tahun 2008

Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran


Air di Jawa Timur, sebagai dasar dalam kegiatan pengelolaan
kualitas air di wilayah proyek.
40.

Peraturan Gubernur Jawa Timur No. 10 Tahun 2009 Tentang

Baku Mutu Kualitas Udara Ambien dan Emisi Sumber Tidak


Bergerak di Jawa Timur, yang digunakan sebagai dasar dalam
penentuan baku mutu kualitas udara di areal proyek.
41.

Peraturan Gubernur Jawa Timur No. 72 Tahun 2013 Tentang

Baku Mutu Air Limbah Bagi Kegiatan Industri dan/atau Kegiatan


Usaha Lainnya; sebagai dasar dalam pengolahan limbah cair
Puskesmas
42.

Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Timur

Nomor 14 Tahun 2001 tentang Pengambilan contoh Uji Air,


Limbah Cair dan Udara di Propinsi Jawa Timur yang digunakan
sebagai dasar dalam kegiatan pengambilan sampel lingkungan.
43.

Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 29 Tahun 2009

tentang Tata Cara Permohonan Ijin Pembuangan Limbah Cair ke


Sumber-Sumber Air di Propinsi Jawa Timur sebagai dasar dalam
melakukan perijinan pembuangan limbah cair ke badan air.
44.

Peraturan Daerah Kabupaten Jombang No. 21 Tahun 2009

tentang RT/RW Kabupaten Jombang.


45.

Peraturan

Pemerintah

Nomor 85 Tahun 1999

tentang

Pengelolaan LB3.
46.

Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2014


tentang Rumah Sakit.
14