Anda di halaman 1dari 8

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

1.

Latar Belakang

Konsumsi karet dunia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, baik


berupa karet alam, maupun sintetis (Pusat Penelitian Karet, 2015). Hal
tersebut dapat menjadi peluang bagi Indonesia, sebagai produsen karet
terbesar kedua dunia untuk meningkatkan dan mengembangkan
produksi karet nasional. Kabupaten Landak merupakan salah satu
Kabupaten di Indonesia yang memiliki potensi karet dengan produksi
yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, yaitu dari 32.575
ton di tahun 2009, hingga mencapai 39.420 ton di tahun 2012 (BKPM,
2013). Peningkatan produksi karet di Kabupaten Landak diikuti dengan
peningkatan pembangunan sarana dan prasarana pengolahan industri
karet, salah satunya adalah pembangunan Pabrik Pengolahan Karet.
Setiap kegiatan atau usaha pada dasarnya dapat menimbulkan dampak
terhadap lingkungan hidup, kegiatan pembangunan yang makin
meningkat mengandung risiko pencemaran dan perusakan lingkungan
hidup sehingga struktur dan fungsi dasar ekosistem yang menjadi
penunjang kehidupan dapat rusak. Melihat kenyataan tersebut perlu
dilakukannya analisa sejak awal perencanaannya sampai pada saat
operasional kegiatan atau usaha tersebut, agar langkah pengendalian
dampak negatif dan pengembangan dampak positif dapat disiapkan
sedini mungkin untuk pencegahan kerusakan lingkungan. Dimana
perusahaan industri wajib melaksanakan upaya keseimbangan dan
kelestarian sumber daya alam serta pencegahan timbulnya kerusakan
dan pencemaran terhadap lingkungan hidup akibat kegiatan industri
yang dilakukannya.
Pembangunan yang memadukan lingkungan hidup, termasuk sumber
daya alam, menjadi sarana untuk mencapai keberlanjutan
pembangunan dan menjadi jaminan bagi kesejahteraan dan mutu hidup
generasi masa kini dan generasi masa depan. Oleh karena itu,
pelaksanaan suatu kegiatan harus dikelola dengan prinsip melestarikan
fungsi lingkungan hidup untuk menunjang pembangunan berkelanjutan
yang berwawasan lingkungan hidup bagi peningkatan kesejahteraan
dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan.
Undang-undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup pasal 6 ayat 1 menegaskan bahwa
setiap orang berkewajiban memelihara kelestarian fungsi lingkungan
hidup, mencegah serta menanggulangi pencemaran dan perusakan
lingkungan hidup. Salah satu kebijaksanaan Pemerintah RI dalam
pembangunan yang berwawasan lingkungan yang dapat menilai apakah
suatu kegiatan pembangunan termasuk kegiatan industri dapat
menimbulkan dampak terhadap lingkungan atau tidak adalah dengan
menerapkan studi UKL-UPL.
Berdasarkan hat tersebut maka disusunlah Penyusunan Dokumen
Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan
(UKL-UPL) Pembangunan Pabrik Pengolahan Karet di Kabupaten
Landak, Provinsi Kalimantan Barat.
Dokumen teknis ini disusun agar dapat menjadi acuan dalam melihat
uraian ataupun langkah langkah apa saja yang akan dilakukan dalam
studi UKL-UPL kegiatan rencana pembangunan Pabrik Karet Kabupaten
Landak Kalimantan Barat yang meliputi latar belakang, ruang lingkup
studi serta pelaksanaan studi.

2.

Maksud dan
Tujuan

Maksud dilaksanakannya studi UKL UPL kegiatan rencana


pembangunan pabrik pengolahan karet ialah memelihara kelestarian

fungsi lingkungan hidup, mencegah serta menanggulangi pencemaran


dan perusakan lingkungan hidup.
Tujuan studi UKL UPL pabrik pengolahan karet ialah
1. Memperkirakan dampak dan mengevaluasi dampak yang dapat
terjadi.
2. Memberikan arahan Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya
Pemantauan Lingkungan (UPL).
3.

Sasaran

Sasaran yang ingin dicapai dalam studi UKL UPL pabrik pengolahan
karet ialah
1. Mengidentifikasi kegiatan yang diperkirakan berpotensi menimbulkan
dampak terhadap komponen lingkungan.
2. Mengidentifikasi rona lingkungan hidup awal, yaitu kondisi awal dan
tatanan Iingkungan wilayah setempat sebelum adanya kegiatan,
terutama yang akan terkena dampak.

4.

Lokasi
Kegiatan

Lokasi Kegiatan yaitu di Kecamatan Mandor Kabupaten Landak

5.

Sumber
Pendanaan

Kegiatan ini dibiayai dari sumber pendanaan : APBD Kabupaten Landak


Tahun Anggaran 2015

6.

Nama dan
Organisasi
Pejabat
Pembuat
Komitmen

Nama Pejabat Pembuat : MARDIMO, SE, ME


Komitmen
NIP
: 19740129 200212 1 004
Jabatan
: Kabid Sarana dan Prasarana
Organisasi
: Badan
Perencanaan
Pembangunan
Daerah Kabupaten Landak

7.

Data Dasar

8.

Standar Teknis

9.

Studi-Studi
Terdahulu
Referensi
Hukum

10
.

Data Penunjang
Data yang disediakan oleh pengguna jasa (Bappeda) yang dapat
digunakan dan harus dipelihara oleh penyedia jasa antara lain Dokumen
AMDAL, RKL dan RPL Kawasan Industri Mandor
Analisa/Pedoman terkait yang Relevan serta masih berlaku dan diakui
oleh pemerintah Republik Indonesia
Dokumen terkait Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya
Pemantauan Lingkungan Hidup
Beberapa peraturan perundangan yang digunakan sebagai bahan
pertimbangan untuk kegiatan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup
dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Pabrik Pengolahan Karet Di
Kabupaten Landak sebagai berikut:
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2009 tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;
2. Undang-Undang Nomor 3 tahun 2014 tentang Perindustrian;
3. Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;
4. Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014 tentang
Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 20 tahun 2006 tentang Irigasi.
7. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2012
tentang Jenis Rencana Kegiatan yang Wajib AMDAL;
8. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2012
tentang Keterlibatan Masyarakat dalai Proses AMDAL;
9. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 01 Tahun 2010
tentang Tata laksana Pengendalian Pencemaran Air;
10. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 12 Tahun 2010

tentang Pelaksanaan Pengendalian Pencemaran Udara di Daerah;


11. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492 Tahun 2010 tentang
Persyaratan Kualitas Air Minum;
12. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor16 Tahun 2012
tentang Pedoman Penyusunan AMDAL UKL UPL;
13. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin
Lingkungan;
14. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2014 tentang
Baku Mutu Air Limbah;
15. Peraturan Daerah Kabupaten Landak Nomor Tahun 2012 tentang
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten
Landak Tahun 2012-2016
16. Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi Kalimantan Barat.
17. Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Landak.
Ruang Lingkup
11
.

Lingkup
Kegiatan

Secara keseluruhan lingkup Penyusunan Upaya Pengelolaan


Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL
UPL) Pabrik Pengolahan Karet meliputi :
A. Lingkup Materi
Lingkup materi penyusunan dokumen Upaya Pengelolaan
Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL
UPL) Pabrik Pengolahan Karet meliputi :
1. Lingkup upaya kegiatan yang ditelaah, dimana mencakup
identitas dari pemrakarsa dan penyusun dokumen UKL UPL.
2. Karakteristik limbah dan cemaran dari kegiatan industri.
Identifikasi Kondisi Kualitas Lingkungan
Komponen Geofisika Kimia
Flora Fauna
Komponen Sosial, Ekonomi, dan Budaya
Kesehatan Masyarakat
Transportasi
Upaya Pengelolaan Lingkungan Industri
Upaya Pemantauan Lingkungan
Upaya pemantauan limbah dan cemaran
Pemantauan lingkungan industri
B. Metode Pengumpulan dan Analisis Data
Pengumpulan data komponen/parameter dalam studi UKL UPL pabrik
pengolahan karet dilaksanakan dengan menggunakan 5 (lima)
metode yaitu:
1. Pengumpulan data sekunder
Pengumpulan data sekunder dilakukan dari berbagai
penelitian, kajian dan laporan yang pernah diadakan. Metode
ini merupakan metode studi kepustakaan dan studi
instansional. Data dari metode ini dipergunakan untuk
melengkapi data primer hasil uji lapangan maupun
laboratorium.
2. Pengumpulan data dengan observasi dan orientasi lapangan
Data yang dikumpulkan dengan cara ini terutama untuk
beberapa
komponen
lingkungan
Sosekbudkesmas.
Pengumpulan data cara ini merupakan dasar dari penentuan
pengumpulan data primer untuk komponen lingkungan lain.

3. Pengumpulan data dengan pengamatan


Pengumpulan data lapangan/pengamatan menghasilkan data
primer. Data ini dari berbagai komponen geofisik yang diteliti
merupakan gambar kondisi saat studi lapangan dilaksanakan.
Kondisi lingkungan saat studi lapangan dilaksanakan adalah
suatu kondisi pada saat sebelum pembukaan perkebunan
mulai dilaksanakan. Metode pengamatan berbagai komponen
geofisik dan biotik dilakukan secara Grap Sampling
(pengamatan sesaat).
4. Pengumpulan data dan analisis laboratorium
Beberapa sampel komponen geofisik-kimia dan biologi di
sekitar lokasi kawasan pabrik karet Yaitu kualitas udara, air
sungai, air tanah, analisis kualitas tanah dan data biotik akan
diambil di lapangan kemudian akan dianalisis di laboratorium.
5. Pengumpulan data dan informasi melalui public hearing dan focus
group discussion (FGD)
Informasi persepsi dan preferensi masyarakat diperoleh dari
tanggapan masyarakat, melalui tanggapan tertulis dan
wawancara pada pertemuan Focus Group Discussion. Kegiatan ini
dilakukan bekerjasama dengan Desa setempat Dengan
mengundang masyarakat., tokoh-tokoh masyarakat, Badan
Perwakilan Daerah Desa serta Kecamatan setempat, organisasi
masyarakat dan pemuda setempat.
12
.

Keluaran

Keluaran dari kegiatan ini adalah Dokumen Penyusunan Upaya


Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan
Hidup (UKL UPL) Pabrik Pengolahan Karet yang terdiri dari:
A. Laporan Pendahuluan Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan
Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL)
Pabrik Pengolahan Karet;
B. Laporan Akhir Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup
(UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) Pabrik
Pengolahan Karet.

13
.

Peralatan,
Material,
Personil dan
Fasilitas dari
Pejabat
Pembuat
Komitmen

Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen


selaku Pengguna Jasa yang dapat digunakan dan akan dipelihaara oleh
Penyedia Jasa:
A. Laporan dan data yang akan diberikan kepada Penyedia Jasa yaitu
berbagai laporan dan data yang tersedia dari hasil studi terdahulu
(jika ada).
B. Akomodasi dan Ruangan Kantor (sesuai kesepakatan).
C. Pengguna jasa akan menunjuk petugas atau wakilnya yang bertindak
sebagai pengawas atau pendamping (countepart), atau project officer
(PO) dalam rangka pelaksanaan kegiatan.

14
.

Peralatan,
Material,
Personil dan
Fasilitas dari
Penyedia Jasa
Konsultansi

Penyedia Jasa memfasilitasi : peralatan yang sesuai untuk mencapai


rencana mutu .
Penyedia Jasa harus memberikan hasil pekerjaan sesuai dengan
rencana mutu. Pekerjaan akan diperiksa sewaktu-waktu untuk menjamin
terpenuhinya persyaratan teknis yang telah ditetapkan. Penyedia Jasa
menanggung biaya pekerjaan tambahan/pengulangan bila ternyata hasil
pekerjaannya tidak memenuhi persyaratan teknis menurut penilaian
pihak Direksi Pekerjaan atau Nara Sumber yang ditunjuk oleh Pengguna
Jasa.

Lingkup
Kewenangan &
Tanggung
Jawab
Penyedia Jasa

A. Konsultan Perencana berwenang secara teknis terhadap Jasa


Perencanaan dan bertanggung jawab secara profesional atas jasa
perencanaan yang dilakukan sesuai ketentuan dan kode tata laku
profesi yang berlaku.

16
.

Jangka Waktu
Penyelesaian
Kegiatan

Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini diperkirakan 90 (sembilan


puluh) hari kalender sejak SPMK.

17
.

Personil

15
.

B. Secara umum tanggung jawab konsultan adalah sebagai berikut :


1. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus memenuhi
persyaratan standar perencanaan yang berlaku.
2. Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah
mengakomodasi batasan-batasan yang telah diberikan oleh
Pejabat Pembuat Komitmen, termasuk melalui KAK ini, seperti dari
segi pembiayaan, waktu penyelesaian pekerjaan dan mutu produk
perencanaan yang akan diwujudkan.

Posisi

Jumlah
Orang Bulan/Hari

Kualifikasi

Profesional Staff
1 Ketua Tim (Team Leader)

Sarjana S-2 Ilmu


Lingkungan,

OB

S-2

1,5

OB

Kesehatan Sarjana
S-2
Kesehatan
Masyarakat
Sarjana
S-2
3 Ahli Bidang Teknik Industri
Teknik Industri

1,5

OB

1,5

OB

Sub Profesional Staff


1 Ahli Bidang
Lingkungan

Bidang
2 Ahli
Masyarakat

Geofisik

Sarjana
GeofisikLingkungan

S-2
1
1,5
OB
4 Ahli Bidang Sosial Ekonomi Sarjana
Dan Budaya
Sosial Ekonomi
Budaya
1. Team Leader (Ketua Tim)
Adalah sarjana (S2) bidang kajian ilmu lingkungan yang
berpengalaman minimal 3 tahun di bidangnya sebagai team
leader dan pengalaman minimal 5 (lima) ) tahun sebagai tenaga ahli
di bidangnya dalam pekerjaan sejenis setara dengan Sarjana
Magister (S2) dibidangPengelolaan Sumberdaya Alam dan
Lingkungan Hidup (PSL).
2. Ahli Bidang Geofisik-Lingkungan
Adalah sarjana (S2) geofisik-lingkungan berpengalaman 3 tahun
dalam bidang keahlian tersebut.
3. Ahli Bidang Kesehatan Masyarakat
Adalah sarjana (S2) Kesehatan masyarakat berpengalaman 3 tahun
dalam bidang keahlian lingkungan Kesehatan masyarakat.

4. Ahli Bidang Teknik Industri


Adalah sarjana (S2) Teknik Industri berpengalaman 3 tahun dalam
bidang keahlian Teknik Industri.
5. Ahli Bidang Sosial Ekonomi Dan Budaya
Adalah sarjana (S2) Sosial Ekonomi Budaya berpengalaman 3
tahun dalam bidang keahlian lingkungan Sosial Ekonomi Budaya.
18
.

Jadwal
Tahapan
Pelaksanaan
Kegiatan

Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan ini diperkirakan sekitar 90


(sembilan puluh hari) atau 3 bulan, terhitung sejak ditanda-tanganinya
SPMK (kontrak),
N
o
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13

Bulan I
1
2 3

Jenis Kegiatan

Bulan II
1 2 3

Bulan III
1 2 3

Tanda tangan kontrak/ SPK


Persiapan
Penyusuunan laporan
pendahuluan
Pembahasan laporan
pendahuluan
Survey lapangan
Analisi laboratorium &
pengolahan data
Pengumpulan data sekunder
Penyusunan akhir UKL- UPL
Konsultasi penyusunan
UKL-UPL dengan BLH
Peyerahan dokumen ke
pemrakarsa & koreksi
Perbaikan dokumen UKL-UPL
Sidang komisi Amdal yang
dipimpin BLH Kab.Landak
Perbaikan dokumen UKL-UPL
pengesahan/persetujuan

Laporan
19
.

Laporan
Pendahuluan

Laporan Pendahuluan secara umum memaparkan tentang pemahaman


konsultan mengenai kerangka acuan kerja yang diberikan antara lain
meliputi latar belakang pelaksanaan kegiatan, maksud, tujuan, sasaran,
ruang lingkup, dasar hukum terkait, karakteristik umum wilayah
perencanaan, pendekatan dan metodologi perkerjaan, serta rencana
kerja pihak konsultan yang berisi struktur organisasi pelaksana, susunan
tenaga ahli yang terlibat, jadwal rencana kegiatan, dan tahapan
pelaporan pekerjaan.
Laporan Pendahuluan merupakan acuan dan pengendali kegiatan
secara keseluruhan. Selain itu, pada tahap ini diharapkan konsultan
telah merumuskan informasi/data yang perlu di inventarisir guna
menyusun UKL ULP Pabrik Pengolahan Karet di Kabupaten Landak
Pelaksana Kegiatan dalam tahap ini harus menyerahkan laporan
pendahuluan sebanyak 10 (sepuluh) eksemplar ukuran A4, yang
diserahkan kepada pemberi tugas 3 (tiga) minggu setelah Surat
Perintah Kerja (SPK) diterbitkan.

20
.

Laporan Akhir

Laporan Akhir ini merupakan hasil penyempurnaan/perbaikan dokumen


berdasarkan masukan-masukan dari tim teknis serta stakeholders
pembangunan lainnya pada saat ekspose/paparan draft laporan akhir.
Penyusunan UKL UPL Pabrik Pengolahan Karet di Kabupaten Landak
Tahun Anggaran 2015 ini harus diselesaikan oleh tim konsultan dalam
waktu 10 (sepuluh) minggu dengan jumlah laporan akhir yang harus

diserahkan kepada pemberi tugas sebanyak 10 (sepuluh) eksemplar


ukuran A4.
Pihak konsultan juga diwajibkan menyerahkan soft copy file laporan
pendahuluan, laporan antara, laporan akhir, dokumentasi kegiatan dan
lain sebagainya yang menyangkut substansi laporan ke dalam Flasdisk
dan diserahkan sebanyak 1 (satu) buah Flasdisk.
Dengan masuknya semua laporan dan soft copy dalam Flasdisk
tersebut, maka seluruh pekerjaan Roadmap Ketahanan Pangan
Kabupaten Landak Tahun Anggaran 2015 dinyatakan selesai.
Hal-hal Lain
21
.

Pedoman
Pengumpulan
Data Lapangan

Pengumpulan data lapangan harus memenuhi persyaratan berikut :


1. Sosialisasi/ pemberitahuan kepada Muspida setempat.
2. Pendampingan oleh masyarakat dari muspida setempat untuk survey
lokasi.
3. Penyerapan aspirasi masyarakat sepanjang tidak bertentangan
dengan prinsip-prinsip teknis perencanaan.
4. Pengumpulan data masalah sosial pada lokasi yang akan
direncanakan.
5. Pengumpulan data primer dan pengukuran.

22
.

Alih
Pengetahuan

Jika diperlukan, Penyedia Jasa Konsultansi berkewajiban untuk


menyelenggarakan pertemuan dan pembahasan dalam rangka alih
pengetahuan kepada personil proyek/ satuan kerja Pejabat Pembuat
Komitmen berikut :
1. Diskusi Pendahuluan dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk
keperluan koordinasi awal pelaksanaan pekerjaan yang meliputi
kegiatan survey, investigasi lapangan dan persetujuan produk yang
berupa laporan pendahuluan
2. Diskusi Antara/ Interim dilakukan denga Pihak Pengguna Jasa untuk
menentukan arah pembahasan pemecahan masalah berdasarkan
data kondisi lapangan dan proses persetujuan produk yang berupa
laporan antara/interim
3. Diskusi Akhir dilakukan dengan Pihak Pengguna Jasa untuk
keperluan pembahasan seluruh kegiatan pekerjaan

Ngabang,
Juli 2015
Pejabat Pembuat Komitmen
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
Kabupaten Landak

MARDIMO, SE, ME
NIP. 19740129 200212 1 004

PEMERINTAH KABUPATEN LANDAK

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH


Jalan Raya Ngabang Sanggau KM.1,8 Kode Pos 78357
Telepon. (0563) 21912, Faks.(0563) 21911

KERANGKA ACUAN KERJA


(KAK)

BELANJA JASA KONSULTANSI:


PENYUSUNAN DOKUMEN
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAN UPAYA
PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (UPL- UKL)
PABRIK PENGOLAHAN KARET

TAHUN ANGGARAN 2015