Anda di halaman 1dari 32

LAPORAN PERHITUNGAN SETTLEMENT DARI PONDASI

TIANG PANCANG
PROYEK PERENCANAAN RUMAH SAKIT ABUNAWAS
Tugas ini diberikan sebagai tugas dalam mata kuliah Rekayasa Pondasi Lanjut
(Advance Foundation Engineering) TSI-317

Disusun oleh:
Indah Eva Yuashari W.A
1122004004

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS BAKRIE
JAKARTA
2015

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT
yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga laporan
yang berjudul Laporan Perhitungan Settlement dari Pondasi
Tiang Pancang; Proyek Perencanaan Rumah Sakit Abunawas
ini dapat diselesaikan dengan baik.
Laporan ini merupakan salah satu aspek penilaian mata kuliah
Rekayasa Pondasi Lanjut (Advanced Foundation Engineering) TSI-317
pada Semester Genap tahun ajaran 2014/2015.
Penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak
Sugiarto, ST., MT. selaku Dosen mata kuliah Rekayasa Pondasi Lanjut
(Advanced Foundation Engineering) atas bimbingannya dan temanteman

seperjuangan

yang

selalu

memberikan

dukungan

dan

semangat selama proses penyusunan dan penyelesain laporan ini.


Dalam penyusunan laporan ini, penulis menyadari pula bahwa
masih

terdapat

kekurangan

di

dalamnya

yang

disebabkan

keterbatasan pengetahuan dan kurangnya pemahamahan penulis.


Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik dari para
pembaca demi perbaikan yang lebih baik.
Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih dan semoga ini
dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Jakarta, Mei 2015

Indah Eva Yuashari

LAPORAN PERHITUNGAN SETTLEMENT KELOMPOK TIANG 1


PANCANG |

DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR........................................................................................................1
DAFTAR ISI......................................................................................................................2
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................4
1.1 Deskripsi Proyek..............................................................................................4
1.2 Tujuan Penulisan Laporan.............................................................................4
1.3

Tujuan Penulisan.................................................................................................4

1.4

Tujuan Perhitungan Perencanaan Daya Dukung Pondasi Tiang Pancang..........5

1.5

Sistematika Penulisan Laporan...........................................................................5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA.......................................................................................6


2.1

Umum.................................................................................................................6

2.2

Kelompok Tiang (Pile Group)............................................................................6

2.2.1
2.3

Jarak antara tiang dalam kelompok.............................................................6

Gaya Terhadap Tiang..........................................................................................7

2.3.1
2.4

Perhitungan Penurunan Gaya Pondasi Pada Kelompok Tiang Pancang.....7

Daya Dukung Kelompok Tiang (Pile Group).....................................................9

2.4.1

Kelompok tiang yang terdiri dari Point Bearing Piles..........................10

2.4.2

Kelompok tiang yang terdiri dari Friction Piles....................................10

2.5

Penurunan (Settlement).....................................................................................15

2.5.1

Settlement pada end-bearing pile..............................................................15

2.5.2

Settlement pada friction pile......................................................................18

BAB III METODOLOGI PENELITIAN........................................................................19


3.1

Data Umum Perencanaan..............................................................................19

3.1.1
3.2

Data Teknis Perencanaan...........................................................................19


Kondisi Umum Lokasi Studi.........................................................................20

3.2.1

Data Penyelidikan Lapangan (Field Investigation)...................................20

3.2.2

Data Penyelidikan Laboratorium...............................................................20

BAB IV ANALISA DAN HASIL PERHITUNGAN......................................................22


4.1

Letak Kolom-Kolom Gedung Rumah Sakit Abunawas....................................22

4.1.1

Pembebanan Pondasi Kelompok Tiang.....................................................22

LAPORAN PERHITUNGAN SETTLEMENT KELOMPOK TIANG 2


PANCANG |

4.2

Perhitungan Penurunan (Settlement)................................................................24

4.2.1

Total Beban Pada Kelompok Tiang...........................................................24

4.2.2

Data dan Perhitungan Settlement..............................................................25

4.3

Contoh Perhitungan (Penurunan) Settlement...................................................25

4.4

Rekapitulasi Hasil Perhitungan Settlement.......................................................26

4.5

Analisa Hasil Perhitungan................................................................................26

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI...........................................................27


5.1

Kesimpulan.......................................................................................................27

5.2

Rekomendasi.....................................................................................................27

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................28
LAMPIRAN

LAPORAN PERHITUNGAN SETTLEMENT KELOMPOK TIANG 3


PANCANG |

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Deskripsi Proyek
Rumah Sakit Abunawas merupakan rumah sakit yang
diperuntukkan khusus untuk penderita kanker. Proyek pembangunan
Rumah Sakit Abunawas ini berlokasi di Jl. Bonorogo No.17 Pamekasan
yang terdiri dari 4 lantai. Dalam pembangunan rumah sakit tersebut
maka diperlukan perencanaan struktur atas (up structure) dan
struktur bawah (sub structure). Pada penulisan ini dibahas tentang
perencanaan pondasi tiang pancang dengan dimensi 45 cm
khususnya untuk tiang pancang yang berada di lokasi titik sondir S-2.
Tujuan dari penulisan ini adalah menghitung daya dukung pondasi
berdasarkan data sondir yang diperoleh dari penyelidikan tanah untuk
proyek pembangunan Rumah Sakit Abunawas yang dilakukan sejak
19 Mei 2013 sampai selesai.
1.2 Tujuan Penulisan Laporan
Tujuan yang ingin dicapai dari penyusunan tugas ini adalah
sebagai berikut.
a. Sebagai tugas pada mata kuliah Rekayasa Pondasi Lanjut pada
Program Studi Teknik Sipil Semester VI.
b. Untuk lebih memahami dan mendalami langkah-langkah
perhitungan dalam perencanaan daya dukung pondasi tiang
pancang.
c. Dapat mengetahui spesifikasi dari tiang pancang yang akan
digunakan sebagai pondasi dalam berdasarkan hasil perhitungan
yang telah dilakukan nantinya.
d. Perencanaan ini dapat digunakan sebagai latihan awal sebelum
menerapkan ilmu yang telah dipelajari pada dunia kerja.
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan yang hendak dicapai dari penyusunan Tugas Perencanaan Daya Dukung
Pondasi Tiang Pancang ini adalah sebagai berikut :
a. Sebagai tugas pada mata kuliah Rekayasa Pondasi Lanjut/Advanced Foundations
Engineering (TSI 317) pada Semester Genap tahun ajaran 2014/2015 tepatnya pada
Semester VI.
b. Untuk lebih memahami dan mendalami langkah-langkah yang dilakukan dalam
perhitungan perencanaan daya dukung pondasi tiang pancang/pile dan menghitung
besarnya penurunan yang terjadi dengan menerapkan disiplin ilmu yang telah
diterima pada saat pembelajaran di mata kuliah Rekayasa Pondasi Lanjut/Advanced

LAPORAN PERHITUNGAN SETTLEMENT KELOMPOK TIANG 4


PANCANG |

Foundations Engineering (TSI317) pada Semester Genap tahun ajaran 2014/2015


tepatnya pada Semester VI.
c. Dapat melakukan perhitungan dengan teliti dan mengambil asumsi yang tepat dalam
menyelesaikan perhitungan perencanaan daya dukung pondasi sehingga dapat
mendukung tercapainya keamanan dan keekonomisan pada saat pelaksanaan
konstruksi.
d. Perencanaan ini dapat digunakan sebagai latihan awal sebelum menerapkan ilmu
yang dipelajari, khususnya dalam dunia kerja dan juga pada masyarakat.
1.4 Tujuan Perhitungan Perencanaan Daya Dukung Pondasi Tiang Pancang
Tujuan dari perhitungan perhitungan perencanaan daya dukung pondasi tiang
pancang ini adalah sebagai berikut :
a. Menghitung daya dukung kelompok tiang pancang pada proyek Pembangunan
Rumah Sakit Abunawas.
b. Menghitung besarnya penurunan yang terjadi pada Proyek Pembangunan Rumah
Sakit Abunawas.
1.5 Sistematika Penulisan Laporan
Sistematika penulisan laporan perencanaan daya dukung kelompok pondasi tiang
pancang dan penurunan kelompok ini dibuat dengan tujuan agar memudahkan para
pembaca dalam memahami isi dari laporan tugas ini. Sistematika penulisan laporan ini
adalah sebagai berikut :
BAB I
: Pendahuluan
Dalam bab pendahuluan ini dijelaskan mengenai latar deskripsi proyek,
tujuan penulisan, tujuan perencanaan pondasi tiang pancang, dan
sistematika penulisan laporan.
BAB II
: Tinjauan Pustaka
Dalam bab ini membahas tentang teori-teori dan sumber acuan yang
digunakan dalam perencanaan daya dukung pondasi kelompok tiang
pancang khususnya daya dukung tiang pancang berdasarkan data sondir
dan besarnya penurunan yang terjadi.
BAB III
: Metodologi Penulisan
Dalam bab ini membahas tentang data teknis proyek, proses
pengumpulan data, cara atau metode menganalisis data dan penguraian
data dari penyelidikan tanah yang dilaksanakan.
BAB IV
: Analisa dan Hasil Perhitungan
Dalam bab ini membahas tentang hasil perhitungan dan analisa hasil
perhitungan perencanaan pondasi tiang pancang dan penurunan
kelompok pondasi tiang pancang.
BAB IV
: Kesimpulan dan Rekomendasi
Dalam bab ini membahas tentang kesimpulan dan beberapa
rekomendasi yang akan diberikan oleh perencana berdasarkan hasil
perhitungan yang telah diperoleh.
LAPORAN PERHITUNGAN SETTLEMENT KELOMPOK TIANG 5
PANCANG |

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Umum
Pada keadaan sebenarya jarang sekali ditemukan bahwa tiang pancang yang
digunakan berdiri sendiri (single pile), akan tetapi pada pelaksanaannya, penggunaan
tiang pancang digunakan secara berkelompok (pile group). Tiang pancang umumnya
dipasang secara berkelompok dimana sekempulan tiang dipasang secara relatif
berdekatan dan biasanya diikat menjadi satu dengan menggunakan pile cap di atasnya.
Oleh sebab itu, dalam menghitung kapasitas daya dukung kelompok tiang, ada beberapa
hal yang harus diperhatikan, yaitu jumlah tiang dalam satu kelompok tiang, jarak tiang,
susunan tiang dan efisiensi kelompok tiang.
Pada perhitungan, pile cap/poer dianggap/dibuat kaku sempurna sehingga :
a. Bila beban-beban yang bekerja pada kelompok tiang tersebut menimbulkan
penurunan maka setelah penurunan bidang poer akan tetap merupakan bidang datar.
b. Gaya-gaya yang bekerja pada tiang berbanding lurus dengan penurunan tiang-tiang
tersebut.
2.2 Kelompok Tiang (Pile Group)
2.2.1

Jarak antara tiang dalam kelompok


Dalam perencanaan pondasi tiang pancang yang perlu diperhatikan yaitu besarnya
jarak antar tiang dalam kelompok. Besarnya jarak antar kelompok tiang tersebut diatur
oleh Dirjen Bina Marga Departemen P.U.T.L yang menyaratkan bahwa :

LAPORAN PERHITUNGAN SETTLEMENT KELOMPOK TIANG 6


PANCANG |

S 2,5 D
S3D
Dimana :
S = Jarak masing-masing tiang
D = Diameter tiang
Biasanya jarak antara dua tiang dalam kelompok diisyaratkan
minimum 0,6 m dan maksimum 2 meter. Ketentuan ini berdasarkan
pada pertimbangan pertimbangan sebagai berikut :
a. Bila S < 2,5 D
Pada pemancangan tiang no. 3 akan menyebabkan :
1) Kemungkinan tanah disekitar tiang kelompok akan naik terlalu
berlebihan karena terdesak oleh tiang tiang yang dipancang
terlalu berdekatan.
2) Terangkatnya tiang tiang sekitarnya yang dipancang lebih
dahulu.

2
s

b. Bila S > 3D
Apabila S > 3D, maka tidak ekonomis karena akan memperbesar
ukuran atau dimensi dari poer (floating).
LAPORAN PERHITUNGAN SETTLEMENT KELOMPOK TIANG 7
PANCANG |

Pada perencanaan pondasi tiang pancang biasanya setelah jumlah


tiang pancang dan jarak antara tiang tiang pancang yang diperlukan
kita tentukan, maka kita dapat menentukan luas poer yang diperlukan
untuk tiap tiap kolom portal. Bila ternyata luas poer total yang
diperlukan lebih kecil dari pada setengah luasbangunan, maka
digunakan pondasi setempat dengan poer diatas tiang pancang. Akan
tetapi jika luas poer total diperlukan lebih besar dari pada setengah
luas bangunan, maka biasanya dipilih pondasi penuh (raft foundation)
diatas tiang tiang pancang.
2.3 Gaya Terhadap Tiang
Gaya terhadap tiang dapat dihitung dengan menggunakan beberapa metode
diantaranya adalah sebagai berikut :
2.3.1 Perhitungan Penurunan Gaya Pondasi Pada Kelompok Tiang Pancang
Perhitungan Penurunan Gaya Pondasi Pada Kelompok Tiang Pancang di bagi
menjadi dua sebagai berikut :
a. Kelompok tiang pancang yang menerima beban normal sentris
Beban yang bekerja pada kelompok tiang pancang dinamakan bekerja secara sentris
apabila titik tangkap resultan beban beban yang bekerja berhimpit dengan titik
berat kelompok tiang tersebut. Dalam hal ini beban yang diterima oleh tiap tiap
tiang adalah :
N

V
n

Dimana :
N
V
n

= Beban yang diterima tiap tiap tiang pancang (ton)


= Resultan gaya gaya normal sentris (ton)
= Banyaknya tiang pancang
V

P oer

LAPORAN PERHITUNGAN SETTLEMENT KELOMPOK TIANG 8


PANCANG |

b. Kelompok tiang pancang yang menerima beban normal eksentris


Reaksi total atau beban aksial pada masing masing tiang adalah jumlah dari reaksi
akibat beban beban dari V dan My yaitu :

Pi

V My.xi

n
x2

Dimana :
Pi

= Beban yang diterima oleh tiang pancang ke-I (ton)

= Jumlah beban vertikal yang bekerja pada pusat kelompok tiang (ton)

xi

= Absis atau jarak tiang ke pusat berat kelompok tiang ke tiang lainnya (m)

My

= Momen terhadap sumbu y (tm)

x2

= Jumlah kuadrat jarak tiang ke pusat berat kelompok tiang (m2)

c. Kelompok tiang yang menerima beban normal sentris dan momen yang bekerja pada
dua arah.
Kelompok tiang yang bekerja dua arah (x dan y) yang akan mempengaruhi terhadap
kapasitas kuat dukung tiang tiang pancang.
V

P oer

V/n

V/n

V/n

P2

P1

x2
x1

P3

V/n

P4

x3
x4

LAPORAN PERHITUNGAN SETTLEMENT KELOMPOK TIANG 9


PANCANG |

Untuk menghitung tekanan aksial pada masing masing tiang adalah sebagai
berikut :

Pi

V My.xi Mx. yi

n
x2
y2

Dimana :
Pi

= Beban yang diterima oleh tiang ke-I (ton)

= Jumlah beban vertikal yang bekerja pada pusat kelompok tiang (ton)

xi

= Absis atau jarak tiang ke pusat berat kelompok tiang ke tiang lainnya (m)

yi

= Absis atau jarak tiang ke pusat berat kelompok tiang ke tiang lainnya (m)

Mx

= Momen terhadap sumbu x (tm)

My

= Momen terhadap sumbu y (tm)

x2

= Jumlah kuadrat absis absis tiang pancang (m2)

y2
= Jumlah kuadrat ordinat ordinat tiang pancang (m2)
n

= Jumlah tiang dalam satu kelompok

2.4 Daya Dukung Kelompok Tiang (Pile Group)


Dalam menentukan daya dukung kelompok tiang tidak cukup hanya meninjau daya
dukung satu tiang yang berdiri sendiri (single pile) dikalikan dengan banyaknya tiang
dalam kelompok tiang tersebut. Hal ini dikarenakan daya dukung kelompok tiang (pile
group) belum tentu sama dengan daya dukung satu tiang (single pile) dikalikan dengan
jumlah tiang.
Sepertinya halnya pada tiang pancang yang berdiri sendiri (single pile), maka tiang
pancang dalam kelompok (pile group) menurut cara pemindahan beban ke tanah dibagi
menjadi dua yaitu :
2.4.1 Kelompok tiang yang terdiri dari Point Bearing Piles
Tiang-tiang dalam kelompok ini dipancang sampai mencapai tanah keras sehingga
perhitungan daya dukung tiang ini berdasarkan pada tahanan ijung (end-bearing).
Dalam hal ini, maka kemampuan tiang dalam kelompok tiang adalah sama dengan
kemampuan tiang yang berdiri sendiri dikalikan dengan banyaknya tiang.
Q pg=n Q s
Dimana :
Q pg
= Daya dukung kelompok tiang (pile group)
Qs

= Daya dukung tiang yang berdiri sendiri (single pile group)


LAPORAN PERHITUNGAN SETTLEMENT KELOMPOK TIANG 10
PANCANG |

= Banyaknya tiang pancang

2.4.2 Kelompok tiang yang terdiri dari Friction Piles


Tiang-tiang pancang dalam kelompok tiang ini tidak dipancang sampai mencapai tanah
keras yang dikarenakan lapisan tanah keras letaknya terlalu dalam sehingga
pemancangan tiang sampai ke lapisan tanah keras tidak mungkin atau sangat sukar
untuk dilakukan. Jika kelompok tiang pancang ini dipancang dalam lapisan lempung
atau lanau yang mana kemungkinannya harga konus = 0, maka daya dukung kelompok
tiang pancang dihitung berdasarkan cleef atau konus. Dalam hal ini, ada kemungkinan
terjadi keruntuhan secara keseluruhan termasuk di antara tiang-tiang tersebut.

LAPORAN PERHITUNGAN SETTLEMENT KELOMPOK TIANG 11


PANCANG |

Untuk menghitung daya dukung kelompok tiang (pile group) berdasarkan cleef dan
konus ada beberapa perumusan, yaitu :
a. Berdasarkan perhitungan Daya Dukung Tanah Direktorat Jenderal Bina
Marga Dept. P.U.T.L.
1. Tekanan maksimum yang dapat ditahan pada dasar kelompok tiang.
2. Perlawanan geser (shear resistance) pada permukaan luar keliling kelompok
tiang tersebut.
Daya dukung keseimbangan :
Qt =c . N c . A+2 ( b+Y ) l . c

LAPORAN PERHITUNGAN SETTLEMENT KELOMPOK TIANG 12


PANCANG |

Daya dukung kelompok tiang yang diijinkan :


Q 1
Q pg= t = [ c . N c . A +2 ( b+Y ) l. c ]
3 3
Dimana :
Qpg
: Daya dukung yang diijinkan pada kelompok tiang.
Qt
: Daya dukung keseimbangan pada kelompok tiang.
3
: Faktor keamanan.
c
: Kekuatan geser tanah (Indrained)
Nc
: Faktor daya dukung yang dapat diperoleh dari grafik menurut skempton.
A
: Luas kelompok tiang B x Y.
B
: Lebar kelompok tiang pancang.
Y
: Panjang kelompok tiang pancang.
l
: dalam tiang pancang.
Daya dukung kelompok tiang dapat pula dihitung berdasarkan beban yang diijinkan di
atas satu tiang.
Q pg=n . Qa
Dimana :
Qpg
: Daya dukung yang diijinkan pada kelompok tiang.
n
: Banyaknya tiang pancang.
Qa
: Beban yang diijinkan di atas satu tiang pancang tersendiri.
b. Berdasarkan efisiensi kelompok tiang pancang (pile group)
Apabila pengaturan tiang pada satu poer telah mengikuti persyaratan
maka kuat dukung grup tiang tidak sama dengan kapasitas kuat
dukung satu tiang pancang dikalikan dengan banyaknya tiang tetapi
dikalikan lagi dengan efisiensi grup tiang pancang atau di tulis
dengan rumus sebagai berikut :
Qg = Qa . n . Eg
Dimana :
Qg = Kuat dukung maksimum grup tiang pancang (ton)
Eg = Efisiensi grup tiang pancang
n
= Banyaknya tiang
Qa = Kuat dukung maksimum satu tiang (ton)

LAPORAN PERHITUNGAN SETTLEMENT KELOMPOK TIANG 13


PANCANG |

Ada beberapa persamaan untuk mencari efisiensi grup tiang


pancang diantaranya sebagai berikut :
a. Methode feld
C

Tiang A
Dipengaruhi oleh 8 tiang yang berada di sekelilingnya.
8
8
Eff . A=1 = tiang
16 16
Tiang B
Dipengarudi oleh 5 tiang yang berada di sekittarnya.
5 11
Eff . B=1 = tiang
16 16
Tiang C
Dipengarudi oleh 3 tiang yang berada di sekittarnya.
3 13
Eff . B=1 = tiang
16 16
Effisiensi dari kelompok tiang (pile group)
8 32
4 buahtiang A=4 Eff . A=4 = tiang
16 16
8 buah tiang B=8 Eff . B=8

11 88
= tiang
16 16

4 buahtiang A=4 Eff .C=4

Total Eff .=

13 52
= tiang
16 16

172
tiang=10,75tiang
16

Jadi efisiensi dari satu tiang dalam kelompok tiag adalah :


10,75
Efisiensi satu tiang N =
0,672 tiang
16
Daya dukung tiap tiang dalam kelompok tiang
LAPORAN PERHITUNGAN SETTLEMENT KELOMPOK TIANG 14
PANCANG |

N Qtiang
Disini kelompok tiang pancang terdiri dari 16 buah tiang pancang
dimana total efisiensinya adalah 10,75. Jadi efisiensi satu tiang adalah
0,672 tiang.
b. Rumus dari Uniform Building Code dari AASTHO
Rumus dari Uniform Building Code tergantung dari jumlah tiang
dan posisi tiang pada sebuah grup tiang seperti pada Gambar 3.12.
d

n =4

m =3

Efisiensi satu tiang dalam kelompok :

(n 1) m ( m 1)n

90.m.n

Eg 1

Eg

1,57 D.m.n
m ( m n)

Syarat : S
S = Jarak antara tiang as as (cm)
D = Diameter tiang (cm)
m = Jumlah baris
n
= Jumlah tiang dalam satu baris
= Arc tg D/s
c. Menurut Los Angeles Group action formula
d
E ff : N 1
m n 1 m 1 2 m 1 n 1
nSm

LAPORAN PERHITUNGAN SETTLEMENT KELOMPOK TIANG 15


PANCANG |

Dimana :
n
: Banyaknya tiang pancang per-baris
m
: Banyaknya baris.
d
: diameter tiang.
S
: Jarak tiang ke tiang (as as)
d. Menurut rumus : Seiler -Keeny
11 S
m+n2
0,3
Efesiensi N = 1

+
2
m+n1
m+n
7 ( S 1 )

Dimana :
S
: Jarak tiang ke tiang (as-as).
m
: Banyak baris.
n
: Banyak tiang per baris.
2.5 Penurunan (Settlement)
Pada tiang dibebani tiang akan mengalami pemendekan dan
tanah disekitarnya akan mengalami penurunan. Selain dari kegagalan
kuat dukung
tanah, pada setiap proses penggalian
selalu
dihubungkan dengan perubahan keadaan tegangan di dalam tanah.
Perubahan tegangan pasti akan disertai dengan perubahan bentuk.
Pada umumnya hal ini menyebabkan penurunan pada pondasi tiang
pancang.
Penurunan tiang pancang kelompok sama dengan perpindahan
sebuah tiang pancang sama dengan perpindahan sebuah tiang
pancang ditambah pemendekan elastis diantara lingkup titik. Untuk
tiang pancang dukung titik maka perpindahan titik relatif kecil
sedangkan perpindahan utama adalah pemindahan elastis dari tiang
pancang. Untuk tiang pancang gesekan perpindahan titik merupakan
kuantitas penting yang menyebabkan penurunan. Tapi perhatikan
bahwa perpindahan titik disebabkan oleh bahan titik dan penurunan
dari tanah yang mendasari tegangan tegangan pada gesekan poros
atau urugan luas ataupun penurunan (Subsidence) tambang tanah.
Dalam kelompok tiang pancang (pile group) ujung atas tiang-tiang
tersebut dihubungkan satu dnegan yang lain dengan poer yang kaku
sehingga merupakan satu kesatuan yang kokoh. Dengan poer ini
diharapkan apabila kelompok tiang tersebut dibebani secara merata
akan terjadi settlement (penurunan) yang merata pula.
a. Penurunan kelompok tiang selalu lebih besar daripada penurunan
tiang pancang yang berdiri sendiri (single pile) terhadap beban
yang sama.
LAPORAN PERHITUNGAN SETTLEMENT KELOMPOK TIANG 16
PANCANG |

b. Dengan beban yang sama penurunan kelompok tiang akan lebih


besar bila jumlah tiang bertambah.
c. Dengan memperbesar spacing (jarak) antar tiang yang satu dengan
yang lain dalam kelompok tiang pancang, maka penurunan
kelompok tiang pancang tersebut akan berkurang. Pada spacing 6
x diameter tiang pancang, maka penurunan dari kelompok tiang
pancang tersebut akan mendekati penurunan tiang pancang
tunggal (single pile).
2.5.1 Settlement pada end-bearing pile
Penurunan kelompok tiang pancang yang dipancang sampai lapisan tanah keras (lapisan
pasir padat) akan bernilai kecil sehingga tidak mempengaruhi bangunan di atasnya.
Oleh sebab itu, perhitungan settlement tidak perlu diperhitungkan. Kecuali apabila
dibawah lapisan tanah keras (lapisan pasir padat) tersebut terdapat lempung, maka
penurunan kelompok tiang pancang tersebut perlu diperhitungkan.
Pada perhitungan settlement kelompok tiang pancang dengan tahanan ujung (endbearing), tegangan pada tanah akibat berat bangunan dapat diperhitungkan merata pada
bidang yang melalui ujung bawah tiang. Kemudian tegangan ini disebarkan merata ke
lapisan tanah sebelah bawah dengan sudut penyebaran 30o.

Menurut literarur Mekanika Tanah olhe L.D. Wesley, perhitungan settlement dapat
dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
a. Lapisan tanah di bawah ujung tiang pancang sampai lapisan tanah keras dibagi-bagi
menjadi beberapa lapis. Dalam praktik biasanya cukup dibagi menjadi 3 atau 4 lapis.
Pembagian ini semakin banyak akan semakin terliti.
b. Kemudian dihitung settlement untuk tiap-tiap lapisan dengan cara sebagai berikut :
1. Dihitung PO dan p untuk masing-masing lapisan, dimana :
LAPORAN PERHITUNGAN SETTLEMENT KELOMPOK TIANG 17
PANCANG |

Po
: Tegangan tanah semula sebelum ada bangunan.
p
: Penambahan tegangan setelah ada bangunan.
Misalnya untuk lapisan 1 di titik I adalah :
1
Po= 1 h1+ 2 h2 h kg /cm2
2

q=

W
BL

dimana B

: Lebar kelompok tiang

: Panjang kelompok tiang


( B L ) c
p=
kg/cm2
1
1
B+ h. tg 30 L+ h . tg30
2
2

)(

Tegangan tanah setelah bangunan selesai :


2. Dengan menggunakan Po dan p1 dihitung
Untuk dapat menghitung

P1=Po+ p

untuk masing-masing lapisan.

harus ada grafik penurunan terhadap beban dari

hasil percobaan konsolidasi untuk tiap-tiap lapisan tanah di bawah pondasi


tersebut. Misalnya untuk lapisan pasir padat dimana terdapat titik I dengan hasil
percobaan konsolidasi sebagai berikut.

Dari grafik di atas dihitung penurunan h. Jadi besarnya penurunan yang terjadi
pada lapisan 1 dapat dihitung dengan persamaan di bawah ini:
h
S=
H
h
Dimana :
S
: Settlement.
h : Penurunan.
h
H

: Tebal contoh tanah untuk percobaan konsolidasi.


: tebal lapisan yang ditinjau.

LAPORAN PERHITUNGAN SETTLEMENT KELOMPOK TIANG 18


PANCANG |

Dengan menggunakan persamaan di atas, kemudian dihitung besarnya settlement


yang terjad pada tiap-tiap lapisan. Kemudian dijumlahkan untuk menentukan
besarnya settlement total yang terjadi pada bangunan tersebut.
3. Besarnya settlement juga dapat dihitung dengan cara Buisman index of
compressibility dari pasir yang dapat ditentukan dengan persamaan di bawah ini:
1,5 P
C=
Po
Dimana :
P
: Nilai konus dari percobaan sondir (kg/cm2)
Po
: Tekanan vertikal efektif pada kedalaman yang bersangkutan.
Settlement:
P
H
S= log o 1
C
Po
Dimana :
S
: Settlement.
H
: Tebal lapisan yang ditinjau.
P1
: Tekanan vertikal efektif setelah bangunan selesai.
PO
: Tekanan vertikal efektif sebelum ada bangunan.
C
: Index of compressibiity
2.5.2

Settlement pada friction pile


Untuk kelompok tiang pancang yang daya dukungnya didasarkan pada geseran
antara tiang dengan tanah (friction pile) perlu diadakan perhitungan settlement .
Tegangan pada tanah akibat berat bangunan dan muatannya dapat diperhitungkan
merata pada kedalaman 2/3 lp (panjang tiang pancang) dan disebarkan dengan sudut
penyebaran 30o. Selanjutnya langkah-langkah perhitungan sama dengan perhitungan
settlement pada end-bearing pile.

LAPORAN PERHITUNGAN SETTLEMENT KELOMPOK TIANG 19


PANCANG |

BAB III METODOLOGI PENELITIAN


3.1 Data Umum Perencanaan
Data umum dari proyek Pembangunan Rumah Sakit Abunawas adalah sebagai berikut :
a. Nama Proyek
: Gedung Rumah Sakit Abunawas
b. Lokasi Proyek
: Jl. Bonorogo No.17 Pamekasan
c. Penggunaan
: Rumah Sakit
d. Tinggi Bangunan : 4 Lantai.
e. Luas Bangunan
: 3.600 m2/lantai (Rata-rata, dengan ukuran 90 x 40 m)

Gambar As Tiap Lantai

LAPORAN PERHITUNGAN SETTLEMENT KELOMPOK TIANG 20


PANCANG |

3.1.1 Data Teknis Perencanaan


Data ini merupakan data perencanaan yang akan digunakan pada Proyek Pembangunan
Hotel The Village Changes, dengan data sebagai berikut :
a. Panjang Tiang Pancang : 14 m (kedalaman pondasi total)
b. Dimensi Tiang Pancang : 45 x 45 cm
c. Panjang Satu Tiang: 7 m
d. Tulangan
: 16 25
e. Tinggi Bangunan
1) Lantai 4/Roof
2) Lantai 3
3) Lantai 2
4) Lantai 1

:
:4m
:4m
:4m
:4m

3.2 Kondisi Umum Lokasi Studi


Lokasi studi perencanaan terletak di Jl. Bonorogo No.17 Pamekasan. Data yang
diperoleh pada lokasi ini adalah sebagai berikut :
a. Data sondir tanah asli sebanyak 2 titik.
b. Data laboratorium.
3.2.1 Data Penyelidikan Lapangan (Field Investigation)
Dari data hasil percobaan manometer pada alat sondir yaitu
perlawanan ujung/konus (end resistance/cone resistant) dengan CR
dinyatakan dalam kg/cm2 dan total perlawanan (total resistant)
dinyatakan dalam kg/cm2, maka dilakukan perhitungan hambatan
lekat (skin friction) simbol SF dinyatakan dalam kg/cm dan jumlah
hambatan lekat (total skin friction) simbol TSF dinyatakan dalam
kg/cm dan selanjutnya digambarkan dalam bentuk grafik sondir
(graphic sondering test) yaitu hubungan perlawanan penetrasi konus
(cone resistant) dengan kedalaman (depth). Hasil pengujian yang
telah dilakukan berupa data dan perhitungan serta grafik sondir dapat
dilihat pada lampiran 1.
Berdasarkan hasil pengujian penetrasi sondir yaitu data dari
perlawanan konus atau cone resistant (CR), tingkat kepadatan relatif
dari lapisan tanah dapat diketahui yaitu :

LAPORAN PERHITUNGAN SETTLEMENT KELOMPOK TIANG 21


PANCANG |

Tabel 2.5-1 Deskripsi Tanah BH-1

Kedalaman (m)
0,0 1,0

1,0 3,0

3,0 5,0

Deskripsi Tanah
Lapisan
Tanah
Berlempung
Kemerahan
Lapisan
Tanah
Berlempung
Kemerahan
Lapisan
Tanah
Berlempung Berpasir
Merah Kecoklatan

Keterangan

Lanau
Warna
Lanau
Warna
Lanau
Warna

Pada titik bor BH-1, Tanah didominasi dengan tanah lanau


berlempung pada kedalaman 0 s/d -3m, sedangkan tanah berjenis
lanau berlempung berpasir pada kedalaman -3m s/d -5m.
Adapun data sondir terlampir.
3.2.2

Data Penyelidikan Laboratorium


Hasil pemeriksaan laboratorium ini adalah hasil dari contoh
(sample) yang dibawa dari lapangan. Contoh tanah yang dibawa dari
lapangan ini ada yang bersifat terganggu (disturbed sample) dan
contoh tanah (sample) tidak terganggu (undisturbed sample). Hasil
pengujian laboratorium dapat dilihat pada tabel 3 di bawah ini.
Tabel 2.5-2 Hasil Analisa Volumetri - Gravimetri BH-1

Kedalaman
(m)
0,5 1,0

2,5 3,0

4,5 5,0

Deskripsi Tanah

Keterangan

t
Lapisan
tanah
lanau
Wc
berlempung kemerahan
Gs
t
Lapisan
tanah
lanau
Wc
berlempung kemerahan
Gs
Lapisan
tanah
lanau t
berlempung berpasir merah Wc
kecoklatan
Gs

= 1,627 t/m3
= 17,29%
= 2.600
= 1,700 t/m3
= 18,70%
= 2.682
= 1,716 t/m3
= 18,11%
= 2.559

Tabel 2.5-3 Hasil Analisa UU (Unconsolidated Undrained) dan Vane Shear

No.

Kedalaman (m)

Bacaan

LAPORAN PERHITUNGAN SETTLEMENT KELOMPOK TIANG 22


PANCANG |

1
2
3

-1,00 (UU)
-3,00 (UU)
-5,00 (VS)

C kg/cm2

4,30
4,80
-

0,244
0,389
0,197

BAB IV ANALISA DAN HASIL PERHITUNGAN

4.1 Letak Kolom-Kolom Gedung Rumah Sakit Abunawas

Gambar Denah Letak Kolom-Kolom Gedung Rumah Sakit Abunawas


LAPORAN PERHITUNGAN SETTLEMENT KELOMPOK TIANG 23
PANCANG |

Dari denah di atas diketahui jumlah kolom pada bagunan Rumah


Sakit Abunawas yaitu 40 kolom per lantai.
Perhitungan pembebanan tiap kolom dilampirkan.
4.1.1 Pembebanan Pondasi Kelompok Tiang
a. Pembebanan akibat struktur atas
Pembebanan yang ada pada struktur bangunan Rumah Sakit
Abunawas menggunakan asumsi berikut ini :
1) Beban struktur atas per lantai
: 2 ton/m2.
2) Kelompok tiang pancang yang dihitung merupakan kelompok
tiang yang mempunyai tiang pancang yang paling banyak.

No.

Jenis Beban
Struktur
Atas

Jumlah
Lantai

Estimasi Beban per


lantai (ton/m2)

Luas per
lantai (m2)

Total Beban
Vertikal
(Ton)

Beban
Lantai

3600

28800

b. Pembebanan akibat poer dan berat tiang pancang


Berat
Dimensi
Jenis
Jenis
No.
Beton
Beban
Ukura
(beton)
Sisi
n (m)
(ton/m3)
1

Berat
Poer
Berat
Tiang
Pancan
gn=6
tiang

Panjang

3,2

Lebar

2,2

Tinggi

Sisi

0,45

Panjang

14

Total Beban
Formula

Total
Beban
(ton)

= B x L x 1 m x beton
2,4

= 3,2 m x 2,2 m x 1m x
2,4 ton/m3

16,90

=nxSxSxlxx
beton
2,4

= 6 x 0,45 m x 0,45 m x
14 m x 2,4 ton/m3

40.82

LAPORAN PERHITUNGAN SETTLEMENT KELOMPOK TIANG 24


PANCANG |

c. Pembebanan pada tiap-tiap kolom


Berdasarkan besarnya beban yang bekerja pada bangunan di atas, maka digunakan
profil kelompok tiang sebagai berikut :
60cm

100cm

100cm

60cm

60cm
100cm

60cm
4.2 Perhitungan Penurunan (Settlement)

LAPORAN PERHITUNGAN SETTLEMENT KELOMPOK TIANG 25


PANCANG |

4.2.1

Total Beban Pada Kelompok Tiang

Perhitungan Settlement untuk beban kolom 1068 ton (2B, 2C, 2D, 2E, 2F, 2G, 2H, 2I, 2J, 3B,
3C, 3D, 3E, 3F, 3G, 3H, 3I, 3J)
No.
1
2
3

Sumber Pembebanan

Total Beban ton)

Beban dari Kolom


Berat Poer
Berat Tiang Pancang
Total Beban

1000
20,74
40,82
1052,992

Jadi besarnya total beban rencana yang digunakan sebagai perhitungan settlement
adalah kolom yang mempunyai rasio beban vertikal yang besar tepatnya pada kolomkolom yang telah disebutkan di atas.
4.2.2

Data dan Perhitungan Settlement


Data yang diketahui :
Spacing (S)
= 100cm
Spacing terluar
= 60cm
Dimensi Tiang
= 45cm
Berat Jenis Tanah
= 2700kg/m3
Muka Air Tanah
= -4m
Berat Jenis Air
= 1000kg/m3
Tebal Lapisan
= 100cm

= 1,0m
= 0,6m
= 0,45m
= 2,7ton/m3
= 4m (dibawah permukaan tanah)
= 1ton/m3

No
.

L (m)

B (m)

A (m2)

q (ton/m2)

(2 x S) + d

(1 x S) + d

(B x L)

(V/A)

2.45

1.45

3.5525

316.8799

LAPORAN PERHITUNGAN SETTLEMENT KELOMPOK TIANG 26


PANCANG |

4.3 Contoh Perhitungan (Penurunan) Settlement

Berat Vertikal=1068 ton


Berat Poer =3,2 m2,2 m 1m 2,4

ton
=16.90 ton
m3

Berat Tiang Pancang=6 x 0,45 m x 0,45m x 14 m x 2,4 ton /m3=40,82 ton


Berat Total=Beban Vertik al+Berat Poer+ Berat Tiang Pancang
Berat Total(V )=1068 ton +16,90 ton+ 40,82ton=1125,716 ton

L=2. S +d=( 2 1,0 m ) +0,45 m=2,45 m


B=1. S +d=( 1 1,0 m ) +0,45 m=1,45 m
A=B L=1,45 m2,45 m=3,55 m

LAPORAN PERHITUNGAN SETTLEMENT KELOMPOK TIANG 27


PANCANG |

q=

V 1125,716 ton
=
=316,8799 ton/m2
2
A
3,55 m

Titik I (Lapisan 1)
Kedalaman = -10,93 m
L1
= L + 2 . 1,00 tg 30o = 2,45 + 2. 1,00 tg 30o = 3,605
B1
= B + 2 . 1,00 tg 30o = 1,45 + 2. 1,00 tg 30o = 2,605
A1
= B1 x L1 = 3,605 x 2,605 = 9,389 m2
2
p
= (A/A1) x q = (3,55/ 9,389) x 316,8799ton/m
= 119,895 t/m2
Po
+

= (10,93 x 2.7) - (10,93-4) x 1)

22,581

t/m2

P1 = Po + p = 14,248 kg/cm2
eo
e2
e

= 2,620
= 2,470
= 0,150

Sehingga S1 = 0,150/ ((1+2,620) x 100) = 4,144 cm


4.4 Rekapitulasi Hasil Perhitungan Settlement
Rekapitulasi hasil perhitungan settlement terlampir pada lampiran.
Diperoleh Total Settlement yang terjadi pada bangunan Rumah Sakit Abunawas 4
Lantai yaitu 24,09 cm.
4.5 Analisa Hasil Perhitungan
Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan didapatkan untuk penurunan elastic
kelompok tiang sebesar 24,09 cm tidak aman karena masih kurang dari besar
penurunan yang diizinkan yaitu 25 mm atau 2,5 cm. Selain itu dengan menggunakan
rumus Sizin = L/250, dimana panjang tiang adalah 14 m, sehingga S izin = 1400/250 = 5.6
cm masih tetap lebih kecil dari pada penurunan yang terjadi sehingga perlu dilakukan
perencanaan ulang, termasuk didalamnya dimensi dan jumlah tiang yang digunakan.
BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
5.1 Kesimpulan
1. Jumlah kolom yang direncanakan adalah 40 kolom per lantai, yang masingmasing meneruskan beban ke tiap kelompok tiang dimana dalam satu grup ada 6
tiang.
LAPORAN PERHITUNGAN SETTLEMENT KELOMPOK TIANG 28
PANCANG |

2. Besar penurunan yang terjadi pada perencanaan ini yaitu 24,09 cm lebih besar
dari penurunan yang diizinkan 25 mm ataupun 5,6 cm (dengan formula Sizin =
L/250)
5.2 Rekomendasi
Seperti yang telah diketahui bahwa penurunan yang terjadi saat perencanaan awal
lebih besar dari pada penurunan yang diizinkan maka perlu dilakukan re-desain
terutama pada jumlah tiang pancang yang digunakan yang juga dipengaruhi oleh jumlah
kolom tiap lantai, beban yang diterima oleh kelompok tiang, serta jarak antar tiang
dalam kelompok tiang.

DAFTAR PUSTAKA

(2013). Laporan Hasil Penyelidikan Tanah CV. Kosa Matra Graha Proyek
Perencanaan Gedung Penunjang Medik. Surabaya: Insitut Teknologi Sepuluh
Nopember.

LAPORAN PERHITUNGAN SETTLEMENT KELOMPOK TIANG 29


PANCANG |

A, H. T. (2006). Hand Out Rekayasa Pondasi 2. Semarang: Universitas Negeri


Semarang.
Erni. (-). Perencanaan Pondasi Tiang Pancang Dalam Berbagai Bentuk Tiang Pada
Gedung Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok. Jurusan Teknik Sipil, Fakultas
Teknik Sipil. Universitas Gajah Mada.
Hardiyatmo, H. C. (2010). Analisis dan Perancangan Fondasi II. Yogyakarta: Gadjah
Mada University Press.
HS, S. (1998). Pondasi Tiang Pancang Untuk Universitas dan Umum. Surabaya: Sinar
Wijaya.
Sihotang, I. E. (2009). Analisa Daya Dukung Pondasi Tiang Pancang Pada Proyek
Pembangunan Gedung Kanwil DJP dan KPP Sumbagut I Jalan Suka Mulia
Medan.

LAPORAN PERHITUNGAN SETTLEMENT KELOMPOK TIANG 30


PANCANG |

LAMPIRAN

LAPORAN PERHITUNGAN SETTLEMENT KELOMPOK TIANG 31


PANCANG |