Anda di halaman 1dari 35

LAPORAN PERHITUNGAN KAPASITAS TAHANAN IZIN

DAN TULANGAN DARI PONDASI TIANG PANCANG


PROYEK PERENCANAAN RUMAH SAKIT ABUNAWAS
Tugas ini diberikan sebagai tugas dalam mata kuliah Rekayasa
Pondasi Lanjut (Advance Foundation Engineering) TSI-317

Disusun oleh:
Indah Eva Yuashari W.A
1122004004

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS BAKRIE
JAKARTA
2015

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT


yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga laporan
yang berjudul Laporan Perhitungan Kapasitas Tahanan Izin
dan

Tulangan

dari

Pondasi

Tiang

Pancang;

Proyek

Perencanaan Rumah Sakit Abunawas ini dapat diselesaikan


dengan baik.
Laporan ini merupakan salah satu aspek penilaian mata kuliah
Rekayasa Pondasi Lanjut (Advanced Foundation Engineering) TSI-317
pada Semester Genap tahun ajaran 2014/2015.
Penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak
Sugiarto, ST., MT. selaku Dosen mata kuliah Rekayasa Pondasi Lanjut
(Advanced Foundation Engineering) atas bimbingannya dan temanteman

seperjuangan

yang

selalu

memberikan

dukungan

dan

semangat selama proses penyusunan dan penyelesain laporan ini.


Dalam penyusunan laporan ini, penulis menyadari pula bahwa
masih

terdapat

kekurangan

di

dalamnya

yang

disebabkan

keterbatasan pengetahuan dan kurangnya pemahamahan penulis.


Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik dari para
pembaca demi perbaikan yang lebih baik.
Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih dan semoga ini
dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Jakarta, Mei 2015

Indah Eva
Yuashari

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................... 4
1.1 Deskripsi Proyek.............................................................................. 4
1.2 Tujuan Penulisan Laporan................................................................4
1.3Sistematika Penyusunan..................................................................4
BAB II TEORI PERHTUNGAN...........................................................................6
2.1Pengertian Pondasi...........................................................................6
2.2Perhitungan Daya Dukung Pondasi Berdasarkan Jenisnya...............6
2.2.1 Pondasi Dangkal......................................................................6
2.2.2 Pondasi Dalam........................................................................7
2.3Pondasi Tiang Pancang.....................................................................7
2.3.1 Macam-Macam Tiang Pancang................................................7
2.3.2 Perhitungan Tiang Pancang.....................................................8
2.3.3 Penulangan Tiang Pancang...................................................13
BAB III LINGKUP PEKERJAAN.........................................................................16
3.1Pengujian Lapagan (Field Investigation).........................................16
3.2Pengujian Laboratorium.................................................................16
3.3Hasil Pengujian............................................................................... 16
BAB IV PERHITUNGAN DAN ANALISA............................................................18
4.1Contoh Perhitungan Tahanan Izin...................................................18
4.2 Perhitungan Tulangan....................................................................18
4.3 Tabel Hasil Perhitungan.................................................................24
4.4 Analisa Grafik Hubungan Kedalaman dan Tahanan Izin Berdasarkan
Variasi Dimensi Tiang..........................................................................24
4.5 Analisa terhadap Spesifikasi Tiang Pancang..................................25

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI.....................................................28


5.1Kesimpulan..................................................................................... 28
5.2Rekomendasi.................................................................................. 28
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 29

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Deskripsi Proyek


Rumah Sakit Abunawas merupakan rumah sakit yang
diperuntukkan khusus untuk penderita kanker. Proyek pembangunan
Rumah Sakit Abunawas ini berlokasi di Jl. Bonorogo No.17 Pamekasan
yang terdiri dari 4 lantai. Dalam pembangunan rumah sakit tersebut
maka diperlukan perencanaan struktur atas (up structure) dan
struktur bawah (sub structure). Pada penulisan ini dibahas tentang
perencanaan pondasi tiang pancang dengan dimensi 45 cm
khususnya untuk tiang pancang yang berada di lokasi titik sondir S-2.
Tujuan dari penulisan ini adalah menghitung daya dukung pondasi
berdasarkan data sondir yang diperoleh dari penyelidikan tanah untuk
proyek pembangunan Rumah Sakit Abunawas yang dilakukan sejak
19 Mei 2013 sampai selesai.
1.2 Tujuan Penulisan Laporan
Tujuan yang ingin dicapai dari penyusunan tugas ini adalah
sebagai berikut.
a. Sebagai tugas pada mata kuliah Rekayasa Pondasi Lanjut pada
Program Studi Teknik Sipil Semester VI.
b. Untuk lebih memahami dan mendalami langkah-langkah
perhitungan dalam perencanaan daya dukung pondasi tiang
pancang.
c. Dapat mengetahui spesifikasi dari tiang pancang yang akan
digunakan sebagai pondasi dalam berdasarkan hasil perhitungan
yang telah dilakukan nantinya.
d. Perencanaan ini dapat digunakan sebagai latihan awal sebelum
menerapkan ilmu yang telah dipelajari pada dunia kerja.

1.3

Sistematika Penyusunan

Sistematka penyusunan ini dibuat untuk memudahkan para


pembaca dalam memahami isi tugas ini. Sistematika penyusunan
tersebut adalah sebagai berikut :
BAB I
: Pendahuluan
Pada bagian pendahuluan ini diterangkan mengena
deskripsi proyek tujuan penulisan laporan, dan
sistematika penyusunan tugas.
BAB II
: Teori Perhitungan
Dalam bab ini penulis membahas tentang teori
perhitungan yang digunakan untuk menghitung daya
dukung tiang pancang yang mencakup rumus-rumus
serta asumsi-asumsi yang digunakan.
BAB III : Lingkup Pekerjaan
Penjelasan
mengenai
pekerjaan-pekerjaan
yang
dilakukan dalam penyelidikan tanah serta hasil dari
pengujian lapangan ataupun laboratorium.
BAB IV : Perhitungan dan Analisa
Perhitungan daya dukung tiang pancang dengan metode
langsung berdasarkan data sondir S-II serta perhitungan
penurunan tiang pancang tunggal dan penurunan ijin.
Selain itu juga terdapat perhitungan tulangan dari tiang
pancang, dan juga analisa dari hasil perhitungan
terhadap spesifikasi tiang pancang yang dimiliki oleh
perusahaan.
BAB III : Kesimpulan dan Rekomendasi
Simpulan dari hasil perhitungan daya dukung izin
berdasarkan variasi diameter dan rekomendasi untuk
diameter tiang pancang yang lebih efisien untuk
digunakan dalam pembangunan Rumah Sakit Abunawas.

BAB II TEORI PERHTUNGAN


2.1

Pengertian Pondasi

Pondasi merupakan suatu bagian dari konstruksi bangunan yang


bertugas meletakkan bangunan dan meneruskan beban bangunan
diatasnya kedasar tanah atau batuan yang cukup kuat
mendukungnya (Hardiyatmo, 2002). Pondasi terbagi menjadi 2 jenis,
yakni pondasi dangkal dan pondasi dalam.
2.2

Perhitungan Daya Dukung Pondasi Berdasarkan Jenisnya

2.2.1 Pondasi Dangkal


Daya dukung ijin tanah untuk pondasi dangkal di sini dihitung
berdasarkan teori daya dukung keseimbangan tanah menurut
persamaan Terzaghi (local shear) sebagai berikut:
2
Qu= . C . N 'c + . d . N 'q+ 0,5. . B . N '
3
dimana:
Qu
= Ultimate bearing capacity for strip footing
C
= kohesi
Nc', Nq', Ny'
= Terzaghi bearing capacity factor


d
B

= Berat volume tanah


= kedalaman pondasi
= lebar pondasi

Daya dukung ijin (t) didapatkan dengan membagi Ultimate


Bearing Capacity (Qu) dengan faktor keamanan (n) yang diinginkan,
dengan mengambil asumsi lebar pondasi= 1,00 meter dan angka
keamanan n = 2 dan n = 3 didapatkan daya dukung ijin untuk
pondasi dangkal seperti pada Tabel 1 berikut:
Tabel 1 Perhitungan Daya Dukung Pondasi Dangkal BH-1
Kedalaman
(Df) meter
-1.00
-3.00
-5.00

Angka
Keamanan
2
3
2
3
2
3

Tegangan
Tanah
yang
2
diijinkan (t) (kg/cm )
0,618
0,412
1,169
0,793
0,791
0,527

2.2.2 Pondasi Dalam


Daya dukung pondasi dalam seperti: pondasi tiang pancang,
bore pile, mini pile, dan sebagainya dapat dihitung dengan rumus di
bawah ini. Daya dukung pondasi dalam ini memanfaatkan tahanan
ujung (end bearing) dan gesekan samping (skin friction).
P=(( A Cn)/3)+( K JHP)/5

dimana:
P
A
Cn
K
JHP
3 dan 5
2.3

=
=
=
=
=

Daya dukung pondasi tiang pancang/bor pile


Luas penampang tiang pancang/bor pile
Nilai konus rata-rata di ujung tiang
Keliling penampang tiang pancang/bor pile
Jumlah hambatan pelekat
= Angka keamanan

Pondasi Tiang Pancang

Pemakaian tiang pancang dipergunakan untuk suatu pondasi


untuk suatu bangunan apabila tanah dasar di bawah bangunan
tersebut tidak mempunyai daya dukung (bearing capacity), yang

cukup untuk memikul berat bangunan dan bebannya, atau apabila


tanah keras yang mana mempunyai daya dukung yang cukup untuk
memikul berat bangunan dan bebannya letaknya sangat dalam.
Pondasi tiang pancang ini berfungsi untuk memindahkan atau
mentransferkan beban-beban dari konstruksi di atasnya (super
structure) ke lapisan tanah yang paling dalam.
2.3.1 Macam-Macam Tiang Pancang
2.3.1.1

Menurut Cara Pemindahan Beban

Menurut cara pemindahan beban, tiang pancang dibagi 2 yakni:


1. Point bearing pile (End Bearing Pile)
Tiang pancang dengan tahanan ujung. Tiang ini meneruskan
beban melalui tahanan ujung ke lapisan tanah keras.
2. Friction Pile
a. Friction Pile pada tanah dengan butir-butir tanah kasar (coarce
grained). Tiang ini meneruskan beban ke tanah melalui geseran
kulit (skin friction). Pada proses pemancangan tiang-tiang ini
dalam suatu grup, tiang yang mana satu sama lainnya saling
berdekatan akan menyebabkan berkurangnya pori-pori tanah
dan mengcompactkan tanah di antara tiang-tiang tersebut dan
tanah sekeliling kelompok tiang tersebut.
b. Friction Pile pada tanah dengan butir-butir yang sangat halus
(very fine grained). Tiang ini juga meneruskan beban ke tanah
melalui kulit (skin friction), akan tetapi pada proses
pemancangan kelompok tiang tidak menyebabkan tanah
diantara tiang-tiang ini menjadi Compact.
2.3.1.2

Menurut Beban yang Digunakan

Menurut beban yang digunakan, tiang pancang dibagi 4, yakni:


1. Tiang pancang kayu
2. Tiang pancang beton
a. Precast Reinforced Concrete Pile:
Penampangnya dapat berupa:
- Lingkaran
- Segi empat
- Segi delapan
b. Precast Prestressed Concrete Pile
c. Cast in place:
- Franki
- Raymond
- Simplex
- Mac Arthur

3. Tiang pancang baja


- H. Pile
- Pipe File
4. Tiang pancang komposit
a. Kayu Beton
b. Baja Beton
2.3.2 Perhitungan Tiang Pancang
2.3.2.1
End Bearing Pile
Tiang pancang yang dihitung berdasarkan pada tahanan ujung
(End Bearing Pile) ini dipancang sampai pada lapisan tanah keras,
yang mampu memikul beban yang diterima oleh tiang pancang
tersebut.
Perhitungan kemampuan tiang dengan metode ini, terdapat
beberapa cara sebagai berikut.
1. Terhadap kekuatan bahan tiang
Ptiang= bahan A tiang
dimana:
Ptiang
= kekuatan yang diizinkan pada tiang pancang (kg).
bahan

= tegangan tekan izin bahan tiang (kg/cm2)

A tiang

= luas penampang tiang pancang (cm2)

2. Terhadap kekuatan tanah


a. Berdasarkan konus
A p
Qtiang= tiang
3
dimana:
Qtiang

= daya dukung keseimbangan tiang

= nilai konus dari hasil sondir (kg/cm2)

= faktor keamanan

Nilai konus yang dipakai untuk menentukan daya dukung tiang


ini sebaiknya diambil rata-rata dari nilai konus pada
kedalaman:
4D diatas ujung bawah tiang dan
4D dibawah ujung bawah tiang

Dimana D merupakan diameter dari tiang


b. Dengan perumusan Terzaghi
A q
Qtiang= tiang
3
dimana:
Qtiang
A tiang

= daya dukung keseimbangan tiang


= luas penampang tiang (cm2)

= daya dukung keseimbangan tanah (kg/cm2)

= faktor keamanan
q dihiutng dengan rumus Terzaghi.
*untuk penampang bujur sangkar.
q = 1,3 c Nc + Nq + 0.4 BN
*untuk penampang lingkaran.
q = 1.3 c Nc + Z Nq + 0.6 R N
di mana :
C = kohesi dari tanah (kg/cm2)
= berat isi tanah (kg/cm2)
Z = panjang tiang yang berasa
dalam tanah (cm)

Gambar 1 Tiang Pancang

B
R

= ukuran sisi tiang dengan tampak bujur sangkar (cm)


= jari-jari tiang untuk penampang lingkaran (cm)

Harga-harga nilai Nc, Nq, dan N dapat diambil melalui grafik


dibawah ini

Grafik 1 Faktir-Faktor Daya Dukung


Atau bisa juga digunakan rumus KRIZEX:

2.3.2.2
Friction Pile
Tiang pancang yang daya dukungnya berdasarkan Friction Pile
digunakan apabila lapisan tanah keras terletak sangat dalam
sehingga pemasangan tiang pancang sangat sukar dilaksanakan.
Perhitungan kemampuan tiang dengan metode ini, terdapat beberapa
cara sebagai berikut.
1. Berdasarkan hasil sondir (cleef)
Qtiang=

O L c
5

dimana:
Qtiang = daya dukung tiang (kg)
O
= keliling tiang pancang (cm)
L
= panjang tiang yang masuk ke dalam tanah (cm)
c
= harga cleef rata-rata (kg/cm2)
5
= angka keamanan (Safety Factor)
2. Secara teoritis dengan perumusan

Qtiang=c N c A+ k c O L
dimana:
Qtiang = daya dukung tiang (kg)
A
= luas penampang tiang pancang (cm2)
L
= panjang tiang yang masuk ke dalam tanah (cm)
O
= keliling tiang (cm)
c
= kekuatan geser tanah (indrained)
Nc
= faktor daya dukung
k
= nilai perbandingan antara gaya pelekatan dengan
kekuatan geser tanah

Grafik 2 Nilai Nc menurut Skempton


Jadi disini beban yang dapat dipikul tiang adalah:

Grafik 3 Nilai k menurut Tomlinson


2.3.2.3

End Bearing and Friction Pile


Tiang pancang yang daya dukungnya
dihitung berdasarkan Tahanan Ujung
(End Bearing) maupun cleef (Friction
Pile), adalah tiang pancang yang ketika
dilakukan pemancangan melalui tanah
lempung dan juga tanh keras.
Kemampuan
tiang
dihitung
berdasarkan:
a. Terhadap kekuatan bahan tiang
Ptiang= bahan A tiang
dimana:
Ptiang
= kekuatan bahan tiang (kg)
bahan
= tegangan tekan ijin bahan
tiang
(kg/cm2)
A tiang

luas

pancang
(cm2)
Gambar 2 Tahanan Friksi

penampang

tiang

b. Terhadap kekuatan tanah

dimana:
Qtiang
=
p
=
O
=
l
=
c
=

daya dukung keseimbangan tiang (kg)


nilai konus dari hasil sondir (kg/cm2)
keliling tiang pancang (cm)
panjang tiang yang berada dalam tanah (cm)
harga cleef rata-rata (kg/cm2)

Beban yang dapat dipikul tiang adalah


2.3.3 Penulangan Tiang Pancang
Penulangan tiang pancang dihitung berdasarkan kebutuhan
pada waktu pengangkatan.
a)

Pada saat pengangkatan

Gambar 3 Pengangkatan Tiang Pancang ke Trailer

Gambar 4 Grafik Momen Saat Pengangkatan ke Trailer

1
M 1= g . a 2
2
g

: berat tiang pancang (kg/m)

1
1
M 2= g ( l2 a )2 g . a2
8
2
M 1=M 2
1
1
1
g . a 2= g ( l2 a )2 g . a2
2
8
2
4 a2 +4 all 2=0

Dari hasil perhitungan di atas diperoleh panjang

adalah sebagai

berikut :
a = 0,209.l
g= A x l x beton
1
M 1=M 2= g .a 2
2

b)

Pada Saat Pemasangan

Gambar 5 Pemasangan Tiang Pancang dan Grafik Momennya

1
M 1= g . a 2
2
1
2
g.a
1
2
R1= g . (la )
2
la
R 1=

g(la)
g . a2

2
2(la)

R 1=

g .l 22 agl
2(la)

1 2
M X =R 1 x g x
2

Syarat ekstrim :

dMx
dx

=0

R1gx=0
x=

R 1 l 22 al
=
g 2 (la )

l 2 al
l 2 al
M max=M 2=R 1
g
2 ( la )
2 ( la )

l 22 al
g
2 ( la )

l 22 al
M 1=M 2 g a = g
2 ( la )
a

2 a24 al+l 2=0


a=0,29 l
M 1=M 2= g a2

l 22al
2 ( la )

BAB III LINGKUP PEKERJAAN


Ruang lingkup penyelidikan tanah ini terdiri dari pekerjaan
pengujian dilapangan (field investigation), pengujian laboratorium,
dan pembuatan laporan dengan rincian sebagai berikut:
3.1

Pengujian Lapagan (Field Investigation)

Penyelidikan tanah yang dilakukan dilapangan terdiri dari :


a. Penelitian 2 titik sondir (cpt test) kapasitas 2,5 ton
b. Penelitian 1 titik bor dangkal dengan kedalaman 5 (lima) meter
c. Pengambilan contoh tanah tidak terganggu (undisturbed sample)
dengan kedalam -1m, -3m, dan -5m
3.2

Pengujian Laboratorium

Pengujian laboratorium yang dilakukan berupa pengujian indeks


properties dan engineering properties.
3.3

Hasil Pengujian

a. Pengujian Sondir
CR (kg/cm2) : 0 16 Sangat Lepas
CR (kg/cm2) : 16 40
Lepas
CR (kg/cm2) : 40 120
Sedang
2
CR (kg/cm ) : 120 200
Padat
CR (kg/cm2) : > 200 Sangat Padat
Secara umum hasil dari pelaksanan pengujian penetrasi sondir titik
S-1 dan S-2 yaitu Nilai Perlawanan Konus (CR) dan Jumlah
Hambatan Pelekat (JHP) sebagai berikut :
Tabel 1 Hasil Pengujian Sondir

No.

Titik Sondir

Kedalaman
Akhir Titik
Sondir

CR

1.

S-1

14 m

160 kg/cm2

2.

S-2

14 m

160 kg/cm2

JHP
2560
kg/cm
2660
kg/cm

Dari tabel di atas terlihat tanah keras tidak ditemukan untuk kedua
titik sondir. Sacara lebh lengkap hasil pengujian sondir setiap
interval 0,20 m dapat dilihat pada lampiran 1 (Data dan Grafik
Sondir).
b. Pengujian Pengeboran
Hasil Pengujian pengeboran dengan alat bor dangkal berupa
deskipsi tanah secara visual menurut kedalaman lubang bor pada
tiap-tiap kedalaman dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Deskripsi tanah BH-1
Kedalaman
(m)
0,0 1,0

1,0 3,0

3,0 5,0

Deskripsi Tanah

Keterangan

Lapisan Tanah Lanau


Berlempung
Warna Kemerahan
Lapisan Tanah Lanau
Berlempung
Warna Kemerahan
Lapisan Tanah Lanau
Berlempung
Berpasr Warna Merah
Kecoklatan

Pada titik bor BH-1, tanah didominasi dengan tanah lanau


berlempung pada kedalaman 0 s/d 3m, sedangkan tanah berjenis
lanau berlempung berpasir pada kedalaman -3m s/d -5m.
c. Pengujian Laboratorium
Hasil pemeriksaan laboratorium ini adalah hasil dari contoh
(sample) yang dibawa dari lapangan. Contoh tanah yang dibawa
dari lapangan ini ada yang bersifat terganggu (disturbed sample)
dan yang tidak terganggu (undisturbed sample). Hasil pengujian
laboratorium sebagai berikut :

Tabel 3a. Hasil Analisa Volumetri gravimetric BH-1


Kedalaman (m)

Deskripsi Tanah

0,5 1,0

Lapisan Tanah Lanau


Berlempung
Kemerahan

2,5 3,0

Lapisan Tanah Lanau


Berlempung
Warna Kemerahan

4,5 5,0

Lapisan Tanah Lanau


Berlempung
Berpasr Merah Kecoklatan

Keterangan
t = 1.627
t/m3
Wc = 17.29%
Gs = 2.600
t = 1.700
t/m3
Wc = 18.70%
Gs = 2.682
t = 1.716
t/m3
Wc = 118.11%
Gs = 2.559

Tabel 3b. Hasil Analisa UU (Unconsolidated Undrained) dan VS


(Vane Shear)
No.

Kedalaman (m)

1.
2.
3.

-1,00 (UU)
-3,00 (UU)
-5,00 (VS)

CR
()
4.30
4.80
-

JHP
C (kg/cm2)
0.244
0.389
0.197

BAB IV PERHITUNGAN DAN ANALISA


4.1Contoh Perhitungan Tahanan Izin
Diameter tiang (D)
Kedalaman
=
Keliling Tiang Pancang
=
Luas Tiang Pancang =
=

= 45 x 45 cm
14 m
= 4 x 40 cm
180 cm
40 cm x 40 cm
2025

Daya Dukung Tahanan Ujung (Qb) :


Qb = (A x Cn) / 3
= (2015 cm2) x 160 (kg/cm2) / 3

= 108.000 kg
= 108 ton
Daya Dukung Selimut Tiang (Qs) :
Qs = (K x JHP) / 5
= (180 cm x 2660 kg/cm) / 5
= 95.760 kg
= 95,76 ton
Sehingga, total daya dukung tiang yang diizinkan :
Qizin = Qb + Qs
= 108 + 95,76 ton
= 203,76 ton
4.2 Perhitungan Tulangan
Perencanaan pondasi tiang pancang yang digunakan pada Rumah
Sakit Abunawas 4 lantai digunakan data-data tiang pancang sebagai
berikut:
1. Panjang satu tiang : 14 m (7 per segment)
2. Dimensi tiang : 45 x 45 cm (perencanaan awal)
Penulangan tiang pancang dapat direncanakan pada saat
pengangkatan ke dalam truk trailer ataupun pada saat pemasangan
tiang pancang di lapangan.
a. Pada saat pengangkatan

Tiang Pancang
Ukuran 45 x
45
Panjang 7m

Gambar 6 Pengangkatan Tiang Pancang ke Trailer

1
M 1= g . a 2
2
g : berat tiang pancang (kg/m)
1
1
M 2= g ( l2 a )2 g . a2
8
2
M 1=M 2
1
1
1
g . a 2= g ( l2 a )2 g . a2
2
8
2

Gambar 7 Grafik Momen Saat Pengangkatan ke Trailer

4 a2 +4 all 2=0

Dari hasil perhitungan di atas diperoleh panjang


berikut :
a = 0,209.l
=

0,209.7 m

A x l x beton

0,45 m 0,45 m1 2400 kg /m3

486 kg/m

1,463 m

1
1
kg
M 1=M 2= g .a 2= 486 (1,463 m)2=520,11 kg . m
2
2
m

b. Pada saat pemasangan

adalah sebagai

Gambar 8 Pemasangan Tiang Pancang dan Grafik Momennya

1
M 1= g . a 2
2
1
g . a2
1
2
R1= g . (la )
2
la
g(la)
g . a2
R 1=

2
2(la)
R 1=

g .l 22 agl
2(la)

1 2
M X =R 1 x g x
2

Syarat ekstrim :

dMx
dx

=0

R1gx=0
x=

R 1 l 22 al
=
g 2 (la )

{
}

l 2 al
l 2 al
M max=M 2=R 1
g
2 ( la )
2 ( la )

l 22 al
g
2 ( la )

l 22 al
M 1=M 2 g a = g
2 ( la )
2

l 2al
2 ( la )

2 a24 al+l 2=0


a=0,29 l=0,29 7 m=2,03 m

M 1=M 2= g a = 486

kg
2
( 2,03 m ) =1001,38 kg . m
m

Jadi keadaan yang paling menentukan adalah keadaan (b).


Penulangan yang digunakan adalah 16 25 .
Tegangan yang terjadi pada saat pengangkutan

Gambar 9 Perencanaan Tulangan Tiang Pancang

2 n
2n
b
Fe+
F e 2 + Fe . h
b
b
2n

2 15
2 15
45 cm
24,54 cm2+
( 24,54 cm)2 +
24,54 cm 2 .40 cm
45 cm
45 cm
2 15

16.36 cm+30,37 cm=14,01cm

Momen Inersia Penampang Tiang Pancang X


1
1
3
IX
.
b
.
X
=
45 cm ( 14,01cm )3=41.248 cm4
= 3
3
2

n . F e ( X5 cm ) =15 24,54 cm ( 14,01 cm5 cm ) =29.882 cm

n . F e ( hX )2 =15 24,54 cm2 ( 40 cm14,01 cm )2=248.644 cm4


Momen Inersia Total (Ix)
I x =28.890 cm 4 +23.206 cm4 + 179.133 cm4=319.774 cm 4
I x 319.774 cm4
W d= =
=22.825 cm3
X
14,01 cm

W e=

4
Ix
319.774 cm
3
=
=820.249cm
n ( h X ) 15 ( 40 cm14,01 cm )

Tegangan-tegangan yang terjadi pada waktu pengangkatan :


M 100.138 kg . cm
kg
kg
=
=
=4,39 2 < beton =60 2
3
a. Beton :
Wd
22.825 cm
cm
cm
b. Baja :

M 100.138 kg . cm
kg
kg
=
=112,08 2 < baja =1400 2
3
Wd
820,249 cm
cm
cm

Kesimpulan:
Tiang pancang dengan panjang 14m, dimensi 45cm x 45cm dengan
tulangan 16 25, cukup aman karena tegangan-tegangan yang
terjadi pada waktu pengangkatan lebih kecil dari tegangan batas dari
material penyusun tiang.

Kemampuan Tiang Pancang


a. Terhadap kekuatan bahan tiang
A tiang=F b +n F e =( 45 cm 45 cm ) + ( 15 16 4,91 cm2 )=3203,40 cm 2
Ptiang= b A tiang=60

kg
( 3203,40 cm2 )=192.204 kg=192,20ton
2
cm

b. Terhadap kekuatan tanah


1. Akibat tahanan ujung (end-bearing)
Pada kedalaman 14 m harga konus P = 160 kg/cm2.
Luas penampang tiang (Atiang)
A tiang=45 cm 45 cm=2025 cm2
Daya dukung tiang (Qtiang)
2
2
2025 cm 160 kg /cm
Qtiang=
=108000 kg=108 ton
3
2. Akibat Cleef (friction pile)
Perhitungan harga cleef rata-rata. Panjang tiang pancang yang
akan digunakan dibagi menjadi 5 bagian.
( 1400 ) kg / cm
2

C=
=0,7 kg / cm
1) 0,002,00 m
200 cm
2)

2,006,00m

C=

( 540140 ) kg /cm
=1 kg /cm2
400 cm

3)

6,0010,00 m

C=

( 1.340540 ) kg /cm
2
=2 kg / cm
400 cm

4)

10,0012,00 m

C=

( 2.0601.340 ) kg /cm
=3,6 kg/cm2
200 cm

5)

12,0014,00 m

C=

( 2.6602060 ) kg / cm
2
=3 kg / cm
200 cm

Daya dukung tiang (Qtiang)


O L C
Qtiang=
5

Qtiang=

160 cm
2
2
2
{( 200 cm 0,7 kg/cm ) + ( 400 cm 1kg /cm ) + ( 400 cm 2 kg /cm ) + ( 200 cm
5

Qtiang=

160 cm
{2660 kg/cm }
5

Qtiang=

160 cm
{2660 kg/cm }
5

Qtiang=85120 kg=85,12 ton


Daya Dukung Keseimbangan Total (Qtotal)
Qtotal=Qend bearing +Qfriction
Qtotal=108 ton+ 85,12ton
Qtotal=193,12 ton
Berat Sendiri Tiang (Wtiang)
W tiang=0,45 m0,45 m 14,00 m 2400

kg
=6804 kg=6,80 ton
m3

Beban netto yang diperkenankan pada tiang tersebut (N) :


N=Qtotal W tiang
N=193,12 ton6,80 ton=186,32ton< Ptiang=192,20 ton
Kesimpulan : Tiang Pancang Cukup Aman

4.3 Tabel Hasil Perhitungan


Kedalam
an (m)

Qizin3 Qizin3 Qizin4 Qizin4 Qizin5


0 (ton) 5 (ton) 0 (ton) 5 (ton) 0 (ton)

Qizin6
0 (ton)

0
-1
-2
-3
-4
-5
-6
-7

0
5.70
12.36
20.76
20.16
19.56
21.96
31.32

0
7.53
16.17
27.14
25.85
24.57
27.37
39.46

0
9.60
20.48
34.35
32.21
30.08
33.28
48.43

0.00
11.93
25.29
42.39
39.24
36.09
39.69
58.23

0
14.50
30.60
51.27
46.93
42.60
46.60
68.87

-8

39.12

49.14

60.16

72.18

85.20

-9

73.92

95.57

-10

77.16

98.77

-11

81.36

-12

94.44

119.8
9
122.8
8
127.1
5
145.9
2
160.8
5
170.4
5

146.8
8
149.4
9
153.5
4
175.4
1
192.9
6
203.7
6

176.5
3
178.6
0
182.2
7
207.4
0
227.7
3
239.7
3

-13
-14

104.6
4
111.8
4

103.0
9
118.9
3
131.4
1
139.8
1

0
20.40
42.72
71.52
64.32
57.12
61.92
92.64
114.2
4
243.8
4
244.3
2
246.7
2
278.8
8
305.2
8
319.6
8

4.4 Analisa Grafik Hubungan Kedalaman dan Tahanan Izin


Berdasarkan Variasi Dimensi Tiang

Grafik Hubungan Kedalaman dan Tegangan Izin


0
-2

100

200

300

Dimensi 30 x 30

-4

Dimensi 35 x 35

-6
Kedalamn (m)

400

Dimensi 40 x 40

-8

Dimensi 50 x 50
Dimensi 60 x 60

-10

Dimensi 45 x 45

-12
-14
-16
Qizin (ton)

Berdasarkan grafik di atas terlihat bahwa semakin besar dimensi


tiang pancang, maka kapasitas tahanan izin tiang pancang juga
semakin besar. Namun, dimensi yang besar belum tentu efisien untuk
digunakan karena perlu disesuaikan dengan beban upper structurenya.

4.5 Analisa terhadap Spesifikasi Tiang Pancang


Tabel 2 Spesifikasi Prestressed Spun Concrete Piles Ex-WIKA

Tabel 3 Spesifikasi Prestressed Concrete Piles Ex-TONGGAK


AMPUH

Tabel 4 Spesifikasi Prestressed


PACIFIC PRESTRESSED

Concrete

MiniPiles

Ex-

Tabel 5 Spesifikasi Prestressed Concrete MiniPiles Ex-FRANKI


MINIPILE

Tabel 6 Spesifikasi
TONGGAK AMPUH

Prestressed

Concrete

MiniPiles

Ex-

Tabel 7 Spesifikasi Reinforced Concrete MiniPiles Ex-PATON


BUANA SEMESTA

Tabel 8 Spesifikasi Reinforced Concrete MiniPiles Ex-PACIFIC


PRESTRESSED

Untuk tiang pancang dengan panjang 14 dan dimensi 45 x 45 cm


yang direncanakan masih terhitungan aman dan masuk dalam
spesifikasi Prestressed Concrete Piles Ex-TONGGAK AMPUH. Dimana
daya dukung tiang yang diizinkan berdasarkan spesifikasi masih lebih
besar (273,3 ton) dari yang direncanakan (203,76 ton) sehingga
terhitung aman.

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI


5.1

Kesimpulan

1. Hasil Borlog menunjukkan bahwa ada tanah didominasi dengan


tanah berjenis tanah lanau berlempung kedlaaman 0 s/d -3 m,
sedangkan pada kedalaman -3 s/d -5 m tanah didominasi oleh
jenis tanah lanau berlemung berpasir.
2. Berdasarkan data sondir yang telah diperoleh, dapat diketahui
bahwa pada kedalaman 14 meter, tanah keras sebagai dudukan
pondasi dalam belum tercapai, dikarenakan

q c 200 kg/cm2 .

Sehingga nilai Safety Factor yang seharusnya digunakan pada


perhitungan adalah untuk tahanan ujung sebesar 5 dan untuk
tahanan friksi sebesar 10
3. Berdasarkan analisa terhadap spesifikasi Prestressed Concrete
Piles Ex-TONGGAK AMPUH untuk tiang pancang dengan panjang
14 dan dimensi 45 x 45 cm yang direncanakan masih
terhitungan aman.
4. Tiang pancang yang digunakan untuk perencanaan proyek
pembangunan Rumah Sakit Abunawas yaitu tiang dengan
dimensi 45 x 45 cm dengan panjang 14 m dan dengan
penulangan 16 25.
5. Kekuatan bahan yang dimiliki oleh tiang pancang lebih besar
jika dibandingkan dengan kekuatan tanah, sehingga tiang
pancang aman untuk digunakan.
5.2

Rekomendasi

Berdasarkan hasil perhitungan kapasitas tahanan izin ponasi


proyek pembangunan Rumah Sakit Abunawas 4 Lantai, penulis
merekomendasikan :
N
o
1
2

Rekomendasi
Kedalaman Tiang Pancang
Dimensi Tiang Pancang

Keterangan
14m
40x40 cm

Tulangan 16 25

Spesifikasi

Digunakan Spesifikasi
Prestressed Concrete Piles milik
TONGGAK AMPUH sebagai acuan
DAFTAR PUSTAKA

(2013). Laporan Hasil Penyelidikan Tanah CV. Kosa Matra Graha


Proyek Perencanaan Gedung Penunjang Medik. Surabaya:
Insitut Teknologi Sepuluh Nopember.
A, H. T. (2006). Hand Out Rekayasa Pondasi 2. Semarang: Universitas
Negeri Semarang.
HS, S. (1988). Pondasi Tiang Pancang. Surabaya: Sinar Wijaya.
Sihotang, I. E. (2009). Analisa Daya Dukung Pondasi Tiang Pancang
Pada Proyek Pembangunan Gedung Kanwil DJP dan KPP
Sumbagut I Jalan Suka Mulia Medan.