Anda di halaman 1dari 12

PENGANTAR ILMU EKONOMI

INVESTASI MELALUI PERLUASAN PEMBANGUNAN BANDARA


INTERNASIONAL NGURAH RAI

Kelompok III
NAMA KELOMPOK :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Ni Kadek Ayu Yastami


Fauziah Arfiani
Ni Putu Diah Arsari
Gek Aris Veratiani
Ni Putu Karnhura Wetarani
Ni Putu Santi Eka Rahayu
Ni Desak Made Amaeta Raydila

(1221205019)
(1221205020)
(1221205025)
(1521205002)
(1521205004)
(1521205009)
(1521205045)

FAKULTAS ILMU SOSIAL & ILMU POLITIK


ADMINISTRASI NEGARA
UDAYANA
2015
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Perkembangan pariwisata yang terjadi di Indonesia sangat cepat berkembang pesat.


Pemerintahpun semakin memberikan perhatian khusus disegala sektor perkembangan di
daerah pariwisata yang ada di Indonesia sendiri. Jika kita membicarakan sektor pariwisata
yang ada di Indonesia maka kita tidak akan lepas dari Bali. Bali merupakan salah satu dari
beberapa provinsi di Indonesia yang sangat pesat kemajuan dalam sektor pariwisata, hal
tersebut dapat kita lihat dari perkembangan di sektor pariwisata yang dapat terbilang sangat
cepat, jumlah wisatawan yang terus meningkat, penambahan jalur atau rute pesawat menuju
Bali makin banyak dibuka, dan lain sebagainya. Sektor pariwisata juga salah satu dari banyak
sektor yang menyumbangkan pendapatan yang besar terhadap sebuah Negara, oleh karena hal
tersebut pemerintah tentunya harus dapat memenuhi kebutuhan dari sektor pariwisata.
Pulau Bali selayaknya magnet yang mampu menarik kunjungan banyak wisatawan,
tidak hanya wisatawan domestik tetapi juga wisatawan manca negara. Hal ini terlihat dari
statistik angka kunjungan wisatawan mancanegara yang cenderung meningkat dari tahun ke
tahun, tercatat pada tahun 2013 angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali meningkat
sebesar 11,16 %, dari sebelumnya 2.826.709 pada tahun 2012 menjadi 3.278.598 pada tahun
2013 (bali.bps.go.id). Potensi pariwisata ini bagaikan madu yang begitu manis, sehingga
menarik kaum kapitalis nasional maupun internasional untuk menginvestasikan modalnya di
Bali. Bahkan investasi oleh investor asing justru mendominasi dibandingkan dengan investor
nasional maupun lokal.
Penanaman modal atau investasi pada dasarnya merupakan kebutuhan bagi setiap
daerah, karena tidak ada suatu daerah yang mampu memenuhi kebutuhannya sendiri secara
terus menerus dan dalam jangka waktu yang panjang. Setiap daerah selalu mempunyai
keterbatasannya sendiri sehingga membutuhkan kerjasama dengan pihak lain. Mengingat
bahwa investasi itu adalah suatu kebutuhan, maka setiap daerah seharusnya mampu
mengelola investasi sebagai suatu harapan baru dalam artian menuju suatu masyarakat yang
sejahtera, adil dan makmur. Hal itu pasti akan menjadi kenyataan apabila sumber daya yang
tersedia dapat dikelola dengan baik dan cerdas dalam suatu tata kelola yang bertanggung
jawab dalam kerangka peraturan perundang-undangan yang jelas, adil dan ditaati semua
pihak. Kecenderungan globalisasi dan regionalisasi membawa sekaligus tantangan dan
peluang baru bagi proses pembangunan didaerah. Dalam era kondisi persaingan antar pelaku
ekonomi yang semakin tajam ini, tiap pelaku ekonomi dituntut untuk menerapkan dan
mengimplementasikan strategi bersaing yang tepat secara efisien dan efektif.
Sekitar 80 persen dari jumlah investasi di sektor pariwisata Bali berasal dari kapitalis
asing (Republika.co.id, 2014). Investasi tersebut masuk dalam berbagai bentuk seperti

pembangunan akomodasi pariwisata menyangkut di dalamnya resort, hotel, dan akomodasi


lainnya, retail berjaringan maupun sektor tersier lain. Tercatat pada tahun 2014 para investor
dari Inggris mendominasi penanaman modal asing di Provinsi Bali dengan nilai investasi
mencapai Rp 8,24 triliun. Disusul pada urutan kedua adalah investasi dari gabungan negara,
dengan nilai investasi Rp. 358, 4 miliar, sedangkan Korea Selatan di urutan ketiga dengan
nilai investasi 303, 96 miliar. Jumlah total negara asing yang berinvestasi di Bali tahun 2014
sebanyak 23 negara termasuk di dalamnya seperti Australia, Prancis, Belanda, Singapura,
Amerika Serikat, Jepang, Hongkong, Italia, India, Jerman, Malaysia, Rusia, dan Taiwan
(bali.antaranews.com, 2014)
Perkembangan pariwisata di Bali yang sangatlah pesat tersebutlah yang membuat
pemerintah tidak dapat lengah akan pembangunan yang terjadi di Bali. Untuk mewujudkan
pariwisata Bali berskala Internasional tentunya membutuhkan infrastruktur yang tentunya
dapat mendukung hal tersebut sehingga dapat mengembangkan infrastruktur menjadi
meningkat. Sektor infrastruktur menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Joko
Widodo (Jokowi) dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi nasional. Peningkatan yang
banyak terlihat adalah banyaknya peningkatan akomodasi, serta sarana transportasi yang
mulai di bangun oleh pemerintah, hal ini disadari oleh pemikiran bahwa keberadaan sarana
akomodasi dan transportasi merupakan faktor utama pembangunan suatu daerah wisata. Pada
umumnya program kebijakan pembangunan nasional di bidang pariwisata yang ditetapkan
oleh pemerintah dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan penerimaan devisa,
memperluas lapangan kerja, dan memperkenalkan alam dan kebudayaan Indonesia kepada
masayarakat dunia. (Widiartha, 2010).
Salah satu upaya dalam pencapaian pembangunan infrastruktur transportasi dan
konektivitas nasional, pemerintah Indonesia memperkenalkan program MP3EI yakni
Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia. Untuk memenuhi
kebutuhan dalam segi sarana transportasi itu sendiri pemerintah mengadakan perluasan
pembangunan pada Bandara Internasional Ngurah Rai. Seperti diketahui Bandara Ngurah Rai
merupakan pintu gerbang utama Bali tidak hanya bagi wisatawan domestik tetapi juga
internasional. Untuk itu AP I membuka selebar-lebarnya pintu memasuki Pulau Dewata
melalui peningkatan kapasitas terminal. Dengan hal tersebut PT Angkasa Pura I Bandar
Udara Internasional Ngurah Rai, Bali, menginvestasikan Rp 3 triliun untuk mengembangkan
bandara tersebut pada tahun 2015, mengingat tren lalu lintas penerbangan dan penumpang
yang terus meningkat (Republika.co.id, 2015). Berdasarkan uraian diatas, maka penulis

tertarik untuk mengangkat judul Investasi Melalui Perluasan Pembangunan Bandara


Internasional Ngurah Rai

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan uraian diatas maka dapat dirumuskan masalah yaitu:
1. Bagaimanakah dampak investasi melalui perluasan pembangunan Bandara Internasional
Ngurah Rai ?

1.3 Tujuan Penulisan


Sejalan dengan masalah yang diteliti, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui dampak investasi melalui perluasan pembangunan Bandara Internasional Ngurah
Rai.
1.4 Manfaat Penulisan
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah :
1. Untuk memberikan informasi tentang dampak investasi melalui perluasan pembangunan
Bandara Internasional Ngurah Rai.
2. Untuk menambah wawasan pembaca mengenai dampak investasi melalui perluasan
pembangunan Bandara Internasional Ngurah Rai.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Teori Investasi


1. Sadono Sukirno (1997:107)
Investasi dapat diartikan sebagai pengeluaran atau pembelanjaan penanampenanam modal atau perusahaan untuk membeli barang-barang modal dan
perlengkapan-perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi
barang-barang dan jasa-jasa yang tersedia dalam perekonomian.
2. Downes dan Goodman
Investasi adalah investasi keuangan dimana seorang investor menanamkan
uangnya dalam bentuk usaha dalam waktu tertentu dari setiap orang yang ingin
memperoleh laba dari keberhasilan pekerjaannya.
3. Kasmir dan Jakfar (2012)
Investasi dapat diartikan sebagai penanaman modal dalam suatu kegiatan yang
memiliki jangka waktu relatif panjang dalam berbagai bidang usaha. Penanaman
modal yang ditanamkan dalam arti sempit berupa proyek tertentu baik bersifat fisik
atau pun non fisik, seperti proyek pendirian pabrik, jalan, jembatan, pembangunan
gedung dan proyek penelitian, dan pengembangan.
4. Sunariyah (2003:4)
Investasi adalah suatu penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang
dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan
di masa-masa yang akan datang.

BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Keterkaitan Pembangunan Bandara Internasional Ngurah Rai terhadap Jumlah


Investor pada Bidang Pariwisata di Bali.
Indonesia berkomitment untuk mengatasi gap dalam infrastruktur yang merupakan
tantangan utama bagi negara berkembang. Sektor infrastruktur menjadi salah satu prioritas
pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi
nasional. Rendahnya investasi di bidang infrastruktur akan berdampak pada rendahnya daya
saing dan proses produksi negara tertentu yang berdampak pada terciptanya ketiakadilan
dalam distribusi sosial. Infrastruktur merupakan Prioritas Nasional hal ini disebutkan dalam
Rencana Pembangunan Jangka Panjangan Nasional (RPJPN) 2005-2025 sebagai salah satu
fokus dari prioritas nasional Indonesia. Hal ini didasarkan pada berbagai alasan meliputi
percepatan pertumbuhan ekonomi tidak akan tercapai tanpa difasilitasi oleh infrastruktur
nasional, revitalisasi pertanian memerlukan dukungan infrastruktur untuk dapat mengakses
pasar komoditas agrikultural, tanpa adanya infrastruktur masyarakat miskin akan terisolasi
dari kegiatan perekonomian, masalah lingkungan terkait dengan manajemen air dan banjir,
polusi udara dan tanah juga terkait dengan ketiadaan infrastruktur yang memadai. Hal ini
sesuai dengan teori investasi dari Kasmir dan Jakfar (2012) yakni investasi dapat diartikan
sebagai penanaman modal dalam suatu kegiatan yang memiliki jangka waktu relatif panjang
dalam berbagai bidang usaha. Penanaman modal yang ditanamkan dalam arti sempit berupa
proyek tertentu baik bersifat fisik atau pun non fisik, seperti proyek pendirian pabrik, jalan,
jembatan, pembangunan gedung dan proyek penelitian, dan pengembangan. Oleh sebab itu
investasi di bidang infrastruktur menjadi prioritas pembangunan Indonesia melalui
peningkatkan kerjasama pendanaan antara pemerintah dan komunitas bisnis.
Nota Keuangan dan APBN 2010 menyebutkan bahwa arah kebijakan untuk bidang
transportasi diutamakan pada peningkatan kapasitas dan kualitas sarana dan prasarana
transportasi pada koridor atau lintas utama dan strategis lintas antarkota maupun wilayah
perkotaan Salah satu upaya dalam pencapaian pembangunan infrastruktur transportasi dan
konektivitas nasional, pemerintah Indonesia memperkenalkan program MP3EI yakni
Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia. Program ini
diharapkan dapat meningkatkan pembangunan Indonesia melalui penguatan konektivitas
infrastruktur nasional sebagai faktor pendukung aktivitas ekonomi. Secara garis besar MP3EI
menerapkan dua paradigma utama: Percepatan sendiri dimaksudkan kepada situasi dimana
Indonesia harus mendorong terciptanya pertumbuhan tinggi dalam penyelenggaraan
reformasi infrastruktur melalui pendanaan bersama antara sumber publik dan swasta.

Perluasan sendiri mengacu pada integrasi pasar dan produksi Indonesia yang masih
terfragmentasi akibat rendahnya konektivitas inter-koridor, intra-koridor dan antara koridor
dengan ekonomi internasional. Pemerataan infrastruktur dalam program MP3EI menfokuskan
pada perluasan area yang meliputi pembangunan infrastruktur yang menghubungkan sentrasentra produksi se-Indonesia.
Salah satu proyek perluasan dari MP3EI yakni perluasan Bandara Internasional
Ngurah Rai. Bandar udara sebagai gerbang mobilitas kota maksudnya adalah peran bandar
udara sebagai pintu gerbang atau sebagai fasilitator yang menghubungkan antara daerah satu
dengan daerah lainnya. Peran ini cukup vital untuk mobilitas masyarakat di daerah tersebut,
karena transportasi udara adalah salah satu transportasi favorit sekarang ini. Menurut MartinCejas (2006), bandara bukan tujuan akhir dari wisata, tetapi bandara hanya merupakan titik
transit antara tempat asal wisatawan dengan tempat tujuan wisata. Dengan demikian, bandara
akan membawa kesan pertama bagi wisatawan akan daerah tujuan wisata yang
dikunjunginya. Oleh sebab itu, pelayanan yang ada di Bandara secara keseluruhan harus
dapat menumbuhkan citra yang positif terhadap daerah tujuan wisata
Salah satu peran vital dari bandara adalah gerbang pertama bagi masyarakat yang ini
melakukan kegiatan ekonomi. Dari kegiatan ekonomi ini dapat bermanfaat banyak bagi
masyarakat daerah itu sendiri. Bandar udara juga sebagai gerbang wisata bagi turis yang
ingin datang ke daerah tersebut selain itu juga mempunyai peran penting dalam mobilitas
kota karena, di bandara juga banyak terdapat kargo-kargo yang mengirimkan berbagai
keperluan masyarakat kota tersebut. Tak dipungkiri pesona pulau Bali membuat minat
wisatawan untuk berkunjung ke pulau dewata semakin lama kian meningkat. Berdasarkan
catatan dari Kemenhub jumlah wisatawan yang masuk melalui bandara ngurah rai saat ini
mencapai 12 juta orang setiap tahunnya. Jumlah ini akan terus bertambah. Dimana pada
tahun 2017 nanti diperkirakan mencapai 17 juta orang wisatawan pertahun dengan asumsi
tingkat pertumbuhan 20% pertahun.
Bandara berfungsi sebagai unsur penunjang bagi sektor lain seperti pariwisata
melalui jasa transportasinya. Dalam sektor pariwisata, bandara memiliki fungsi sebagai pintu
masuk bagi para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Selain itu bandara juga
berperan dalam menggerakkan dinamika pembangunan melalui kegiatan perekonomian yang
ada di dalamnya. Mengantisipasi lonjakan arus penumpang dan trafik pesawat udara di
bandara-bandara yang dikelola oleh AP I dalam kurun beberapa tahun mendatang, AP I aktif
melakukan investasi bagi perluasan kapasitas bandara melalui renovasi fasilitas yang telah

ada, dan pembangunan bandara baru dengan menginvestasikan Rp 3 triliun untuk merenovasi
bandara Ngurah Rai agar mampu menampung semakin banyak wisatawan dan mampu
memberikan

kenyamanan

bagi

pengunjung yang

datang

ke Bali

serta mampu

memaksimalkan peranan bandara yang cukup penting bagi peningkatan pendapatan suatu
daerah.
Renovasi bandara Ngurah Rai telah dilaksanakan pada awal tahun 2014 dan telah
difungsikan pada tanggal 17 september 2014. Setelah 3 bulan pengoprasian bandara Ngurah
Rai pasca renovasi tesebut, diakhir tahun data menunjukan sepanjang tahun 2013 Bandara
Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali telah melayani 129.484 pergerakan pesawat. Jumlah
tersebut dibagi 78.415 penerbangan domestik dan 51.372 penerbangan internasional. Namun
pada tahun 2014 jumlahnya meningkat 4% dibanding tahun 2013. Peningkatan ini juga
diikuti oleh pergerakan penumpang domestik yang mencapai 8.991.341 jiwa. Sedangkan
untuk jalur penerbangan internasional, tercatat sebanyak 8.226.513 penumpang. Secara
keseluruhan jumlah penumpang yang dilayani di tahun 2014 meningkat 10 persen
dibandingkan tahun 2013. Data tersebut menunjukan bahwa target investasi dari pemerintah
atas renovasi bandara Ngurah Rai hampir tercapai.
Selain itu, dengan adanya renovasi bandara Ngurah Rai, kini jika dibandingkan
dengan infrastruktur sebelum pengembangan, luas terminal internasional dan domestik yang
baru, meningkat hingga lebih dari dua kali lipat. Saat ini luas terminal internasional mencapai
129.000 meter persegi dan terminal domestik mencapai 68.000 meter persegi. Sehingga
luasan tersebut bisa menampung lebih banyak penumpang. Sebelumnya terminal lama
bandara kebanggaan masyarakat Bali itu hanya bisa menampung 8,5 juta penumpang per
tahun, sangat jauh dibandingkan dengan kondisi saat ini yang memiliki daya tampung 25 juta
per tahun atau mengalami peningkatan sebanyak 78,57%. Angka ini merupakan kapasitas
bandara terbesar di Indonesia saat ini. (Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai Bali,
2013).
Dengan daya tampung yang meningkat hampir 200 persen itu tentu sangat
mendukung positif dalam menunjang kepariwisataan Bali. Tak hanya itu, bandara yang
terletak

di

Tuban,

Kabupaten

Badung

itu

merupakan

bandara

pertama

yang

mengoperasionalkan hold baggage screening atau sistem canggih penanganan bagasi yang
dikelola secara komputerisasi. Dengan mengaplikasikan teknologi canggih ini pelayanan
bagasi menjadi lebih cepat dengan tingkat keamanan yang jauh lebih baik. Konsep area

komersial baru yang ditawarkan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ini merupakan
sebuah usaha untuk memberikan pelayanan dan fasilitas kelas dunia bagi para penumpang.
Sedangkan dari segi ekonomi, pendapatan bandara diperoleh dari pajak yang dibayar
penumpang, jumlah penumpang dan kargo, juga dapat dimaksimalkan dari pemanfaatan
peluang komersil yang ada. Namun kebanyakan bandara kurang menyadari peluang tersebut.
Pendapatan yang diperoleh bandara sebagian besar berasal dari tingginya aktivitas di bandara
serta pajak yang dibayar oleh penumpang. Aktivitas bandara yang tinggi mengindikasikan
bahwa terjadi peningkatan jumlah penumpang dan kargo.
Dengan peningkatan aktivitas penerbangan bandara, maka penerimaan pajak yang
diperoleh dari penumpang pun akan bertambah. Dari pendapatan pajak yang diperoleh
tersebut, akan menyumbangkan pendapatan yang didapatkan oleh pemerintah daerah.
Bahkan sejalan dengan jumlah penumpang yang setiap tahun mengalami kenaikan, maka
pendapatan yang diperoleh bandara pun akan meningkat yang akhirnya juga berakibat pada
peningkatan pendapatan daerah.
Dengan semakin diperluasnya pembangunan Bandara Ngurah Rai akan berdampak
pada semakin meningkatnya jumlah kujungan wisatawan yang sekaligus membuat investorinvestor lain tertarik untuk menanamkan modalnya untuk pembangunan di Bali. Dari
kegiatan investasi renovasi Bandara Ngurah Rai menunjukan adanya peningkatan jumlah
pengunjung ke Bali di tahun 2014 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dan hal ini
menunjukan adanya pencapaian tujuan yang diinginkan saat melakukan investasi yakni
memproleh keuntungan untuk pihak pengelola bandara dan investor begitu juga dengan
masyarakat. Hal ini sesuai dengan teori investasi dari Sunariyah (2003:4) yang menyatakan
Investasi adalah suatu penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan
biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa-masa yang
akan datang.

BAB IV

PENUTUP
4.1 Simpulan
Investasi di bidang infrastruktur menjadi prioritas pembangunan Indonesia melalui
peningkatkan kerjasama pendanaan antara pemerintah dan komunitas bisnis. Salah satu
upaya dalam pencapaian pembangunan infrastruktur transportasi dan konektivitas nasional,
pemerintah Indonesia memperkenalkan program MP3EI yakni Masterplan Percepatan dan
Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia. Program ini diharapkan dapat meningkatkan
pembangunan Indonesia melalui penguatan konektivitas infrastruktur nasional sebagai faktor
pendukung aktivitas ekonomi. Salah satu proyek perluasan dari MP3EI yakni perluasan
Bandara Internasional Ngurah Rai. Bandar udara juga sebagai gerbang wisata bagi turis yang
ingin datang ke daerah tersebut selain itu juga mempunyai peran penting dalam mobilitas
kota karena, di bandara juga banyak terdapat kargo-kargo yang mengirimkan berbagai
keperluan masyarakat kota tersebut.
Selain itu, dengan adanya renovasi bandara Ngurah Rai, kini jika dibandingkan
dengan infrastruktur sebelum pengembangan, luas terminal internasional dan domestik yang
baru, meningkat hingga lebih dari dua kali lipat. Sehingga luasan tersebut bisa menampung
lebih banyak penumpang dengan kondisi saat ini yang memiliki daya tampung 25 juta per
tahun atau mengalami peningkatan sebanyak 78,57%. Dengan daya tampung yang meningkat
hampir 200% itu tentu sangat mendukung positif dalam menunjang kepariwisataan Bali.
Dengan semakin diperluasnya pembangunan Bandara Ngurah Rai akan berdampak pada
semakin meningkatnya jumlah kujungan wisatawan yang sekaligus membuat investorinvestor lain tertarik untuk menanamkan modalnya untuk pembangunan di Bali.Dari kegiatan
investasi renovasi Bandara Ngurah Rai menunjukan adanya peningkatan jumlah pengunjung
ke Bali di tahun 2014 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dan hal ini menunjukan
adanya pencapaian tujuan yang diinginkan saat melakukan investasi yakni memproleh
keuntungan untuk pihak pengelola bandara dan investor begitu juga dengan masyarakat

4.2 Saran

Terkait dengan investasi perluasan pembangunan Bandara Ngurah Rai diharapkan


agar pemerintah dan masyarakat Bali tetap mempertahankan identitas maupun jati diri
sebagai masyarakat Bali berbudaya dalam menghadapi investor yang masuk ke Bali. Selain
itu pemerintah juga harus lebih selektif dalam menyaring para investor yang hendak
berinvestasi di Bali.

DAFTAR PUSTAKA

http:hash.b0neI96N.dpuf://bali-airport.com/detail/berita/545-bandara-i-gusti-ngurah-raimeraih-poin-420#st.
https://www.google.co.id/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwiE
2cWPm6PJAhXCKpQKHVecB5YQFggaMAA&url=http%3A%2F
%2Fwww.angkasapura1.co.id%2Fdetail%2Fberita%2Fdaya-tampung-bandara-igusti-ngurah-rai-menjadi-yang-terbesar-di-indonesia-saatini&usg=AFQjCNHVMdu8bvQbm56sBkGI9P9uNmc6fw&sig2=IgZ976W5NBmmwo
Tn8_Qc7w
http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/15/02/24/nk98ek-renovasibandara-ngurah-rai-angkasa-pura-siapkan-rp-3-triliun
https://ratnajea.wordpress.com/2013/04/11/investasi-dan-pasar-modal/
http://industri.kontan.co.id/news/oktober-mendatang-bandara-ngurah-raidiperluas-1
http://bali-airport.com/detail/berita/545-bandara-i-gusti-ngurah-rai-meraih-poin420
http://nasional.news.viva.co.id/news/read/573880-2014--bandara-ngurah-railayani-129-787-penerbangan