Anda di halaman 1dari 26

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perbedaan nilai tukar suatu negara (kurs) pada prinsipnya ditentukan oleh
besarnya permintaan dan penawaran mata uang (Tajul, 2000: 129). Kurs dapat
dijadikan alat untuk mengukur kondisi perekonomian suatu negara. Pertumbuhan nilai
mata uang yang stabil menunjukkan bahwa negara tersebut memiliki kondisi
Ekonomi yang relatif baik atau stabil (Dornbusch, 2008:453). Seperti yang telah diketahui,
nilai mata uang suatu Negara terhadap mata uang Negara lain relatif tidak konstan atau
bersifat fluktuatif. Setiap mata uang selalu menghadapi kemungkinan terjadinya
apresiasi atau depresiasi nilai tukar terhadap mata uang Negara lain. Demikian halnya
yang terjadi dengan mata uang Indonesia yakni Rupiah yang mengalami fluktuasi
terhadap dollar Amerika Serikat.
Krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia pada tahun 1997-1998 merupakan
salah satu krisis ekonomi terparah sepanjang sejarah negara Indonesia. Hal ini terlihat jelas
melalui penurunan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang ditutup pada level

Rp 4.850/dollar AS pada tahun 1997 dan meluncur dengan cepat ke level Rp


13.800/dollar AS pada 22 Januari 1998, begitu pula harga Emas yang kurang lebih
harganya tidak stabil beriringan dengan Kurs Dolar. Data dari tahun 2004 sampai
2013 menunjukan kecenderungan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar dari
tahun ke tahun terus ada, dapat dilihat pada table 1.

Tahun

Kurs Rupiah
Terhadap
Dolar**
8.935
9.712
9.167
9.136
9.680
10.394
9.084
8.779
9.465
12.189

Penjualan
Bersih*

2004
2.858,54
2005
3.251,24
2006
5.629,40
2007
12.008,20
2008
9.591,98
2009
8.711,37
2010
8.744,30
2011
10.346,43
2012
10.449,88
11.298,32
2013
Catatan :
* Dalam milliar Rupiah
** Harga rata-rata harian spot rate pertahun

Harga
Emas**
409,87
445,42
604,65
697,32
872,40
974,39
1.227,50
1.619,63
1.711,85
1.411,23

Prosentase (%)
0.0867
0.3575
0.1533
0.2511
0.1169
0.2598
0.3195
0.0569
(0.1756)

Fluktuasi nilai tukar yang terjadi akan sangat mempengaruhi berbagai aspek
dalam perusahaan pada khususnya. Seperti dikutip dalam Jurnal yang berjudul The
Impact of Real Exchange Rate Movements on Service Sector bahwa dalam jurnal ini,
ditemukan implikasi yang signifikan yaitu Fluktuasi nilai tukar, yang mana nilai tukar

mempengaruhi profit (Baggs, Beaulieu, and Fung

2008:22). Penelitian tersebut

menjelaskan bahwa faktor nilai tukar juga dapat mempengaruhi besarnya jumlah
penerimaan profit sebuah perusahaan.
Seperti yang dikatakan, ketidakstabilan nilai tukar ini menyebabkan adanya
perubahan peneriamaan pendapatan dan perubahan profit. Sebenarnya hal ini tidak
luput

dari

kebijakan

Pemerintah

yang

menggunakan

sistem

nilai

tukar

mengambang bebas (freely floating exchange rate). Yang mana kebijakan ini
menyebabkan
pergerakan nilai tukar menjadi bebas tanpa adanya pengendalian.
Indonesia mulai menerapkan sistem nilai tukar mengambang bebas pada
periode 1997 hingga sekarang. Dikatakan pula dalam buku sejarah Bank Indonesia di
Bidang Moneter periode 1997 1999 bahwa sejak pertengahan Juli 1997, Rupiah
mengalami tekanan yang mengakibatkan semakin melemahnya nilai Rupiah
terhadap US Dollar. Untuk mengatasi tekanan tersebut, Bank Indonesia melakukan
intervensi baik melalui spot exchange rate (kurs langsung) maupun forward exchange
rate (kurs
berjangka) dan untuk sementara dapat menstabilkan nilai tukar Rupiah. Namun
untuk selanjutnya tekanan terhadap depresiasi Rupiah semakin meningkat. Oleh
karena itu
3

dalam rangka mengamankan cadangan devisa yang terus berkurang, pada tanggal 14
agustus 1997, Bank Indonesia memutuskan untuk menghapus rentang intervensi
sehingga nilai tukar Rupiah dibiarkan mengikuti mekanisme pasar.
Kebijakan ini yang membuat nilai tukar berdampak lebih besar bagi
perusahaan dibandingkan apabila terdapat intervensi dari Pemerintah. Sistem ini berpotensi
mengakibatkan adanya fluktuasi kurs yang tidak terkendali yang nantinya akan
berdampak pada operasi sebuah perusahaan. Hal tersebut dapat tercermin dari profit
yang diterima perusahaan akan sangat bergantung pada besarnya selisih kurs.
Apabila nilai tukar rupiah terhadap Dollar AS mengalami penguatan maka
akan membuat kerugian bagi perusahaan yang melakukan ekspor karena mata
uang dollar AS sedang melemah, dan sedangkan apabila nilai tukar Rupiah sedang
melemah terhadap Dollar AS maka akan mendatangkan keuntungan bagi
perusahaan. Hal ini disebabkan karena menguatnya nilai Rupiah berarti semakin
sedikitnya Rupiah yang dikeluarkan untuk mendapatkan senilai satu Dollar AS, begitu
juga sebaliknya. Apalagi ditambah dengan proses penukaran mata uang asing ke
mata

uang domestic yang secara langsung dapat memperlihatkan kenyataan bahwa akan
ada selisih didalamnya.
Tidak dapat dipungkiri bahwa dampak dari fluktuasi kurs ini sangan terasa bagi
perusahaan domestic swasta maupun milik pemerintah. Dalam konteks
perusahaan negara salah satu perusahaan pertambangan yang terdiversifikasi dan
terintegrasi secara vertikal yang berorientasi ekspor. Yang kegiatannya mencakup
eksplorasi, penambangan, pengolahan serta pemasaran dari komoditas bijih nikel,
feronike, emas, perak, bauksit dan batubara. Memiliki konsumen jangka panjang
yang loyal di Eropa dan Asia yang melakukan beberapa kegiatan dengan pihak luar
dengan nilai mata uang menggunakan dollar AS, sehingga secara langsung terdapat
keterkaitan antara nilai tukar kurs dengan profit PT Aneka Tambang Tbk yang
diterima melalui kegiatan ekonominya.
Menurut Requena dan Walker (2005:231) dalam jurnalnya yang berjudul
The Impact of Exchange Rate Fluctuation on Profit Margin : The UK Car Market,
dalam pembahasan mengenai dampak fluktuasi kurs pada perusahaan tersebut,

memberikan gambaran tentang pengaruh kurs terhadap profit khususnya


kurs.
Sejalan dengan Jurnal diatas, Menurut Hamdy Hady (2005:10)
mengemukakan bahwa pengaruh keuangan internasional melalui ekspor dan
impor dapat dilihat dari analisa input impor atau output ekspor yang dipengaruhi oleh
fluktuasi nilai tukar atau kurs mata uang dalam negeri dan mata uang luar negeri .
.

BAB II

LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN


2.1 Kajian Pustaka
2.1.1. Fluktuasi Nilai Tukar
Fluktuasi nilai tukar merupakan gejolak naik turunnya nilai kurs suatu mata uang
terhadap mata uang lainnya. Yang dimana gejolak tersebut akan mempengaruhi
dan memberikan efek bagi perusahaan melalui selisih kurs. Menurut Mann
(dalam Yaw Yin Wang, 2002:2) yaitu dikatakan bahwa perubahan nilai tukar akan
terserap atau masuk kedalam profit, dimana pada akhirnya akan mempengaruhi
kondisi sebuah perusahaan. Kondisi fluktuasi kurs bukan hanya mempengaruhi pada
bidang perdagangan namun juga pada nantinya akan mempengaruhi keadaan laba.
Semua ini termasuk didalam kegiatan perusahaan, yang bisa dikatakan bahwa
fluktuasi kurs juga mempengeruhi perusahaan itu sendiri khusunya dalam hal
keuangan. Sehingga faktor nilai tukar patut untuk diperhatikan dalam ruang lingkup
perusahaan, sebagai salah satu faktor yang harus dipertimbangkan untuk melakukan
operasi perusahaan.
2.1.2 Nilai Tukar

Nilai tukar atau yang sering juga disebut dengan kurs menurut Hamdy Hady
(2012:65) adalah mata uang asing dan alat pembayaran lainnya yang digunakan untuk
melakukan atau membiayai transaksi ekonomi keuangan internasional dan yang
mempunyai catatan kurs resmi pada bank sentral. Definisi lain menurut Herlinawati
(2004:81) mengemukakan bahwa nilai tukar adalah harga suatu mata uang terhadap
mata uang negara lainnya. Beberapa pengertian lain dari nilai tukar :
a. Pengertian lain dari nilai tukar yang diungkapkan oleh Sawaldjo Puspopranoto
(2004:121) yaitu harga dimana mata uang suatu negara dipertukarkan
dengan mata uang lainnya.
b.

Adapun pengertian lain oleh Floyd A. Bea, (2003:390) yaitu foreign


exchange rates are essentially prices for currencies expressed in units of
other currencies.

c. Dan menurut Frank J. Fabozzi (2002) dalam bukunya Foundations of


Financial Markets Institution memberikan definisi tentang nilai tukar yaitu
An exchange rate is defined as the amount of one currency that

can be exchanger per unit of another currency, of the price if one


currency in terms in another currency.
Dari pengertian-pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa nilai tukar
merupaka suatu nilai atau harga yang digunakan untuk menukar mata uang suatu
Negara dengan mata uang Negara lain. Atau dalam arti lainnya yaitu sejumlah uang
dari suatu mata uang tertentu yang dapat dipertukarkan dengan satu unit mata uang
Negara lainnya. Nilai tukar akan digunakan sebagai variabel dalam penelitian ini adalah
nilai tukar Rupiah terhadap dollar Amerika Serikat atau Rp/US$ . Dengan berdasarkan
pengertian nilai tukar diatas maka nilai Rupiah terhadap Dollar AS dapat diartikan
sebagai besarnya rupiah yang harus dikeluarkan untuk memperoleh satu Dollar AS.
Dalam mekanisme pasar, kurs dari suatu mata uang akan selalu mengalami
fluktuasi (perubahan-perubahan) yang berdampak langsung pada harga barang ekspor
dan impor. Perubahan yang dimaksud adalah:
a. Apresiasi, yaitu peristiwa menguatnya nilai tukar mata uang secara
otomatis akibat adanya kekuatan-kekuatan penawaran dan permintaan

atas mata uang yang bersangkutan dalam sistem pasar bebas. Sebagai
akibat dari ini, harga pokok Negara itu bagi pihak luar negeri akan
semakin mahal, sedangkan harga impor bagi penduduk domestik
menjadi lebih murah.
b. Depresiasi, yaitu berlawanan

dengan Apresiasi dimana merupakan

peristiwa penuruanan nilai tukar mata uang secara otomatis akibat adanya
kekuatan-kekuatan penawaran dan permintaan atas mata uang yang
bersangkutan dalam sistem pasar bebas. Sebagai akibat dari ini, harga
pokok Negara itu bagi pihak luar negeri akan semakin murah, sedangkan
harga impor bagi penduduk domestik menjadi lebih mahal.
Ada dua macam transaksi nilai tukar, yaitu :
a. Forward

transaction, dimana transaksi dalam valuta asing di sini

penyerahannya dilakukan pada tanggal tertentu yang telah disetujui,


dengan nilai tukar ditentukan pada saat kontrak dan nilai tukar pada
Forward transaction ini disebut dengan forward exchange rate (Agus
Budi Santoso, 2003 : 116)

10

b. Spot transaction, dimana valuta asing di sini penyerahannya dilakukan


segera dalam jangka waktu maksimal dua hari setelah transaksi. Pada
transaksi ini nilai tukar ditentukan pada saat terjadinya transaksi dan nilai tukar
untuk spot transaction disebut dengan spot exchange rate.
Sejalan dengan berubahnya kondisi ekonomi, nilai tukar juga bisa berubah
secara substansional. Selain itu nilai tukar dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :
a. Nilai tukar normal , dimana nilai tukar merupakan harga relatif dari mata
uang dua Negara
b. Nilai tukar riil, dimana nilai tukar riil merupakan harga relative dari barangbarang kedua Negara. Nilai tukar riil juga bisa disebut dengan term of trade.
2.1.3 Sistem Nilai Tukar
Perdagangan internasional melibatkan penggunaan mata uang valuta asing.
Secara umum, nilai tukar tergantung pada kebijakan moneter suatu Negara.
Menurut Hady (2012: 24-29) sistem penting dalam nilai tukar, yaitu:

11

a. Sistem nilai tukar tetap, sistem di mana nilai tukar mata uang domestic
ditetapkan berdasarkan keputusan pemerintah. Kelebihan dari sistem ini
adalah

adanya kepastian

nilai tukar yang dapat meningkatkan

ekspektasi. Tetapi kelemahannya adalah hurs yang beraku tidak selalu


menggambarkan tingkat kelangkaan yang sebenarnya. Bisa terjadi nilai
tukar yang ditetapkan permintah terlalu tinggi dibandingkan dengan kurs
pasar (overvalued). Atasu sebaliknya, nilai tukar yang ditetapkan
pemerintah terlalu rendah dibanding dengan kurs pasar (undervalued).
b. Sistem nilai tukar mengambang (floating exchange rate), adalah sistem
kurs mengambang yang ditetapkan melalui mekanisme kekuatan
permintaan dan pemawaran pada bursa valas.

Sistem

kurs

mengambang dibagi atas sistem kurs mengambang murni (freely


floating system), yaitu penentuan kurs valas di bursa valas terjadi tanpa
campur tangan pemerintah. Dan sustem kurs mengambang
terkendali (managed floating system ), yaitu penentu kurs valas di bursa valas
terjadi dengan campur tangan pemerintah yang mempengaruhi
penawaran dan

12

permintaan valas melalui berbagai kebijakan di bidang moneter, fiscal,


dan perdagangan luar negeri.
c.

Sistem nilai tukar terkait (pagged exchange rate), sistem nilai tukar ini
ditetapkan dengan cara mengaitkan nilai tukar mata uang suatu negara
dengan nilai tukar mata uang negara lain atau sejumlah mata uang
tertentu.

Berdasarkan keputusan Bank Indonesia, Indonesia menggunakan sistem nilai


tukar mengambang bebas sejak 14 Agustus 1997 sampai sekarang. Dalam sistem
ini Bank Indonesia melakukan intervansi di pasar valuta asing karena semata-mata
menjaga kestabbilan nilai tukar Rupiah yang lebih banyak ditentukan oleh kekuatan
pasar. Hal inilah yang menyebabkan pergerakan nilai tukar yang tidak konsisten
sehingga muncul fluktuasi nilai tukar dimana kebabasan begerak dari Dollar AS pada
khususnya tidak dikendalikan.
Mata uang yang sering digunakan sebagai alat pembayaran dan kesatuan
hitung dalam transaksi ekonomi dan keuangan internasional disebut sebagai hard
currency, yaitu mata uang yang nilainya relatif stabil dan kadang-kadang mengalami

13

apresiasi atau kenaikan niali terhadap mata uang lainnya. Hard currency pada
umumnya berasal dari negara-negara industri maju, seperti Amerika Serikat (USD),
Jepang (JPY) dan Uni Eropa (EUR).

Sedangkan Soft Currency adalah mata uang lemah yang jarang digunakan
sebagai alat pembayaran dan kesatuan hitung karena nilainya relatif tidak stabil dan sering
mengalami depresiasi atau penurunan nilai terhadap mata uang lainnya. Soft currency
ini umumnya berasal dari negara-negara berkambang, seperti Rupiah
Indonesia, Peso - Filipina, Bath - Thailand, dan Rupee - India.
Menurut Hamdy Hady kurs dinyatakan penting karena :
a. Dengan adanya kurs maka perdaganan internasional (ekspor impor)
dapat dilakukan.
b. Dengan adanya kurs maka pembayaran transaksi komersial dan
financial antara Negara dapat terlaksana.
c. Dengan adanya kurs maka kerjasama lalu lintas pembayaran antar bank
devisa di dunia dapat terlaksana.

14

d. Dengan adanya kurs maka transaksi jual beli valuta asing (valas) dapat
dilalukan.
e. Dengan adanya kurs maka uang kartal berfungsi sebarai barang
komoditi yang dapat diperjual belikan
f. Karena adanya kurs maka cek perjalanan valas dapat diterbitkan dan
diedarkan oleh bank-bank devisa dunia.
g. Dengan adanya kurs, orang dapat bepergian antarnegara.
Menurut Hamdy Hady (2012:69) sistem penulisan harga atau nilai
suatu valuta asing yang dinyatakan dalam baluta asing lainnya dikenal ada 2(dua)
macam, yaitu:
a. Direct Quotation
Merupakan sistem yang menyatakan nilai mata uang suatu Negara
(domestic currency) yang diperlukan atau yang diperoleh untuk satu unit
valuta asing. Penulisannya dilakukan dengan menempatkan nilai
domestic currency didepan dan unit foreign currencynya dibelakang.
Contoh: Rp. 9.000,-/ USD: Rp Rp. 5.500,-/SGD

15

b.

Indirect Quotation
Merupakan sistem yang menatakan niali valusa asing (foreign currency)
yang di perlukan atau di perolleh untuk satu unit domestic currency.
Penulisannya dilakukan dengan menmpatkan nilai foreign currency
didepan dan unit domestic currency dibelakang.
Contoh: USD 0, 0000833/Rp; SGD 0,
001176/Rp

2.1.4

Faktor yang mempengaruhi nilai tukar

Aliran valuta asing yang besar dan cepat untuk memenuhi tuntuan
perdagangan, investasi, dan spekulai dari suatu tempat yang surplus ke tempat yang
deficit dapat terjadi karena adanya faktor faktor atau kondisi yang berbeda sehingga
berpengaruh dan menimbulkan perbedaan kurs valas asing di masing - masing
tempat. Menurut Hamdy HAdy (2012:109) faktor yang menyebabkan mengapa
kurs berubah:
a. Supply dan demand foreign currency
b. Posisi Balance of Payment (BOP)
c. Tingkat income

16

d. Pengawasan pemerintah
e. Ekspektasi, spekulasi, dan rumor
2.1.5 Profit (Laba)
Setiap perusahaan umumnya ingin mendapatkan profit yang optimal, karena
dengan adanya profit maka menejemen akan dapat memprediksi apakah
perusahaan tersebut akan terus berjalan atau justru harus berhenti. Keberhasilan
perusahaan dapat dilihat dari tingkat laba yang diperoleh perusahaan itu sendiri karena
tujuan utama perusahaan pada umumnya adalah untuk memperoleh profit yang
maksimum dan laba merupakan faktor yang menentukan bagi kelangsungan
hidup perusahaan itu sendiri.
Mengenai pengertian profit itu sendiri, banyak orang yang memberikan
pendapat yang berbeda, seperti beberapa pengertian profit menurut para ekonom dan
sumber-sumber penelitian.
Commite on Terminology (Sofyan Syarif H., 2004) mendefinisikan laba sebagai
jumlah yang berasal dari pengurangan harga pokok produksi, biaya lain dan kerugian
dari penghasilan atau penghasilan operasional.

17

Menurut FASB (Financial Accounting Standards

Board) statement

mengartikan laba (rugi) sebagai kelebihan penghasilan atas biaya selama satu periode
akutansi.
Menurut Stise Skousen (2009:240) laba adalah pengambilan investasi kepada
pemilik. Hal ini mengukur nilai yang dapat diberikan oleh entitas kepada investor dan
entitas masih memiliki kekayaan yang sama dengan porsi awalnya.
Menurut Suwardjono (2008:464) laba dimaknai sebagai imbalan atas upaya
perusahaan menghasilkan barang dan jasa. Ini berarti laba merupakan kelebihan
pendapatan diatas biaya (biaya total yang melekat dalam kegiatan produksi dan
penyerahan barang / jasa).
Menurut Soermarsono SR (2004:227) angka terakhir dalam laporan laba rugi
adalah laba bersih (net income). Jumlah ini merupakan kenaikan bersih terhadap
modal. Sebaliknya, apabila perusahaan menderita rugi, angka terakir dalam laporan
laba rugi adalah rugi bersih (net loss).
Jenis Jenis Laba:
Menurut Soemarsono S.R (2002:74) jenis jenis laba terdiri dari:

18

a.

Laba bersih adalah selisih lebih pendapatan atau beban - beban dan
merupakan kenaikan bersih atas modal yang berasal dari kegiatan
usaha.

b.

Laba bruto adalah selisih antara penjualn bersih dengan harga pokok
penjualan.

c. Laba usahan adalah jumlah akumulasi laba besih dari beban usaha atau
laba usaha adalah laba yang diperoleh semata-mata dari kegiatan
utama perusahaan.
d.

Laba ditahan adalah jumlah akumulasi laba bersih dari sebuah


perseroan terbatas dikurangi distribusi laba yang dilakukan dan menurus
Soemarsono S.R (2002:76) faktor faktor yang mempengaruhi laba :

a. Biaya
Biaya yang timbul dari perolehan atau mengolah suatu produk atau jasa
akan mempengaruhi harga jual produk yang bersangkutan
b. Harga jual

19

Harga jual pokok atau jasa akan mempengaruhi besarnya volume


penjualan produk atau jasa yang besangkutan
c. Volume penjualan dan produksi
Besarnya volume penjualan berpengaruh terhadap volume produksi
produk

atau

jasa tersebut, selanjutnya volume produksi akan

mempengaruhi besar kecilnya biaya produksi.


2.1.6

Pengaruh fluktuasi nilai terhadap profit

Tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu faktor yang dapat mempengaruhi laba
secara jelas adalah nilai tukar. Hal tersebut dibuktikan dari banyak jurnal yang
mengangkat penelitian tersebut dan teori teori yang menggabarkan keterkaitan antara
keduanya. Disamping itu hal ini disebabkan adanya transaksi perdagangan internasional
perusahaan dimana perusahaan menggunakan mata uang asing sebagai alat
pembayaran. Efek yang diberikan dari nilai tukar cukup kuat terasa apabila pergerakan
nilai tukar sedang melemah otomatis akan membuat laba meningkat dan
sebaliknya, selisih kurs translasi yang menyebabkan hal tersebut. Pada saat translasi mata
uang, terdapat selisih nilai antara mata uang domestik dengan mata uang asing.

20

Yang mana selisih tersebut yang menentukan apakah perusahaan mengalami


surplus
atas defisit laba.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Imam Agus Setiyantoro (2011)
dalam sekripsinya yang berjudul Pengaruh tingkat inflasi, suku bunga SBI, nilai tukar
rupiah, dan ukuran perusahaan terhadap laba perusahaan pertambangan memiliki
kesimpulan bahwa nilai tukar rupiah berpengaruh terhadap laba perusahaan, baik secara
parsial maupun simultan. Fluktuasi kurs merupakan pergerakan nilai tukar, dalam
penelitian tersebut nilai tukar sangat berpengaruh berarti fluktiasi kurs juga sangat
berpengaruh karena fluktuasi adalah pergerakan dari nilai tukar itu sendiri.
Dan menurut Baggs, Beaulieu, and Fung (2008:23) yang menyatakan
bahwa dalam pembahasaan yang dilakukan, ditemukan hubungan yang signifikan
bahwa nilai tukar mempengaruhi profit. Contoh kasus yang dapat dijadikan referensi
adalah perusahaan berbasis global yaitu McDonald Corp. yang merasakan pukulan
bagi profitnya diakibatkan oleh adanya perubahan nilai tukar (www.cbsnews.com).
Selain kasus McDonald Corp. terdapat pula beberapa perusahaan yang
merasakan pengaruh nilai tukar yang berfluktuasi yang mengakibatkan perubahan

21

profit yaitu Cocacola, Pepsi, Revlon dan Nestle (www.cbsnews.com) .hal ini dapat
menambah acuan bahwa memang terjadi hubungan dan juga terdapat pengaruh
antara
nilai tukar dan profit.
Selain beberapa penelitian yang menyatakan terdapat pengaruh antara nilai
tukar dan profit, adapun penelitian yang menyatakan sebaliknya. Seperti yang dikutip
yaitu:
a. Menurut Saghil Ahmed (2009) yang menyatakan bahwa tidak terlalu
banyak menelitian yang menyatakan bahwa nilai tukar dapat
mempengaruhi profit.
b.

Menurut Ben. U.O dan Godwin. A. (2010) bahwa dalam


kenyataan studi tidak terdapat pengaruh penting antara nilai tukar dengan
profit.

c.

Diungkapkan oleh Baldwin dan Lyons (2005:17) yaitu berapapun


perubahan nilai tukar atau pergerakannya tidak berpengaruh secara
signifikan terhadap profit.

Dari beberapa sumber yang menyatakan dukungan dan kontra tersebut,


penulis memiliki pemahaman dan pemikiran yang sama dengan penelitian yang

22

mengatakan bahwa nilai tukar memiliki pengaruh terhadap profit. Hal ini dikarenakan
penulis memiliki objek penelitian yang merupakan perusahaan yang berbeda.
Selain itu penulis melihat perbedaan pendapat yang terjadi dikarenakan
memang dari segi hal yang di teliti penulis memiliki penelitian yang berbeda dengan
para pakar. Disisi lain terdapat kemungkinan bahwa penelitian yang mereka lakukan
bukan merupakan penelitian tentang suatu perusahaan melainkan lebih kepada suatu
Negara. Untuk itu pendapat pendukung dan kontradiksi tidak menjadi permasalahan.
2.1.7 Hasil penelitian yang relevan
Penelitian yang dilakukan oleh Putri Nataya Harahap (2013) dalam
skripsinya yang berjudul

Analisis pengaruh kurs Dollar terhadap pendapatan

perusahaan pelayaran Niaga (Studi kasus : PT. Burung Laut periode 1997 2002)
menunjukan pengaruh positif antara fluktuasi kurs dollar AS dengan terhadap
pendapatan, yang nantinya juga pasti berkaitan dengan laba perusahaan. Penelitian ini
mengindikasikan bahwa semakin kuat / tinggi nilai tukar rupiah terhadap dollar
Amerika maka pendapatan perusahaan akan semakin menurun. Dan hal tersebut
dapat berdampak pada laba (profit) yang menurun.

23

skripsinya yang berjudul Pengaruh tingkat inflasi, suku bunga SBI, nilai tukar
rupiah, dan ukuran perusahaan terhadap laba perusahaan pertambangan memiliki
kesimpulan bahwa secara simultan dan parsial nilai tukar rupiah berpengaruh terhadap
laba perusahaan.

2.3 Hipotesis
Hipotesis merupakan pernyataan tentang sesuatu atau nilai suatu parameter
yang untuk sementara waktu diangkap benar atau dengan kata lain hipotesis
merupakan

jawaban

terhadap

pertanyaan

yang

dikemukakan

didalam

perumusan masalah. Jadi hipotesis adalah kesimpulan sementara yang diambil,


kesimpulan dapat benar atau salah. Hipotesis diambil berdasarkan teori - teori yang ada,
yang mengatakan bahwa apa yang diteliti memang berhubungan. Berikut teori teori
yang penulis kumpulkan sebagai landasan hipotesis:
Teori tentang hubungan antara fluktuasi kurs dan profit melalui penelitian yang
dilakukan oleh Imam Agus Setiantoro(2011) dalamnya yang berjudul Pengaruh
tingkat inflasi, suku bunga SBI, nilai tukar rupiah, dan ukuran perusahaan terhadap laba
perusahaan pertambangan memiliki kesimpulan bahwa

nilai tukar rupiah

berpengaruh terhadap laba perusahaan , baik secara parsial maupun simultan. Fluktuasi
kurs merupakan pergerakan nilai tukar dalam penelitian tersebut nilai tukar sangat
berpengaruh berarti fluktuasi kurs juga sangat berpengaruh karena fluktuasi adalah
29

pergerakan dari nilai tukar itu sendiri .

30

Dan mengutip pernyataan Requena and Walker (2005:231) bahwa dalam


hasil penelitian yang dilakukan dinyatakan penerimaan profit disesuaikan atau
dipengaruhi oleh fluktuasi nilai kurs.
Selain itu menurut Beggs, Beaulieu, and Fung (2008:23) yang menyatakan
bahwa dalam pembahasan yang dilakukan, ditemukan hubungan yang signifikan
bahwa nilai tukar mempengaruhi nilai profit.

30