Anda di halaman 1dari 9

TUGAS-3

Mata Kuliah Analisis Sistem


Hidrologi (GFM632)
Review Modelling System DawdyODonnel
Oleh :

Haki Yusdinar

Dosen Pengampu :
Prof. Dr. Ir. Hidayat Pawitan, M.Sc

PROGRAM STUDI ILMU PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN


SUNGAI SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN
BOGOR - 2014

Mata Kuliah Analisis Sistem Hidrologi


(GFM632)
PENDAHULUAN
Model Dawdy-ODonnel merupakan model konsepsi dan deterministik menggunakan
persamaan matematik yang dikembangkan dengan menyusun parameter model
dengan cara optimasi. Model ini dapat digunakan untuk mensimulasi kurva debit
suatu sungai dengan hanya memerlukan masukan data hujan harian dan
evapotranspirasi potensial (ETP) harian.
Dengan mengetahui model simulasi Dawdy-ODonnel, maka dapat dibuat
prakiraan kurva debit dengan berbagai alternatif masukan data hujan harian dan ETP
tanpa perlu mengukur debit secara langsung. Hal ini akan bermanfaat terutama untuk
mengetahui debit di suatu sungai yang tidak memiliki peralatan pengukur duga muka
air.
Kebutuhan akan jenis dan kualitas data hidrologi (hujan dan debit) pada saat
ini dan terlebih lagi di masa mendatang, akan semakin meningkat sejalan dengan
tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan air. Kecenderungan ini terlihat dari
pemanfaatan data hidrologi yang beragam/bervariasi, mulai dari prediksi debit sesaat,
prediksi banjir sampai pada penetapan koefisien aliran permukaan untuk evaluasi
kerusakan DAS (Irianto,1996)
Sehubungan dengan jumlah DAS yang sangat banyak di Indonesia, maka
dibutuhkan alat pengukur duga muka air yang hingga saat ini semakin sulit
ditemukan pada sebagian besar ruas-ruas sungai, akibatnya hanya beberapa DAS dan
Sub DAS tertentu (umumnya di Jawa) yang dilengkapi dengan alat pengukur duga
muka air, sedangkan DAS lainnya (umumnya di luar Jawa) belum. Kondisi demikian
akan mempersulit evaluasi kondisi DAS serta antisipasi risiko yang akan terjadi,
karena evaluasi sebagian besar DAS dilakukan secara kualitatif.
Untuk itu diperlukan suatu model simulasi yang dapat membangkitkan data
debit di suatu DAS yang tidak mempunyai alat pengukur debit.
Saat ini banyak sekali model matematik dalam bentuk simulasi untuk
keperluan analisis hidrologi. Simulasi model hidrologi terdiri dari berbagai
persamaan dan rumus yang terkait dengan proses hidrologi sebagaimana gambar-1.
Proses hidrologi tersebut mempunyai rumus dasar parameter fisik yang dapat
diukur atau dihitung maupun ditentukan melalui suatu proses kalibrasi.
Gambar - 1 Komponen utama dalam hidrologi system

DAS 2015

Page 2

Mata Kuliah Analisis Sistem Hidrologi


(GFM632)

(Sumber Hydrological Modelling System, Cornell University 2003)


Model simulasi hidrologi untuk DAS umumnya menggunakan model
sederhana dan model parameter terdistribusi. Model sederhana mengubah hujan
sebagai masukan menjadi aliran permukaan sebagai keluaran dengan suatu konsep
bahwa proses dari seluruh luas DAS yang terjadi, diasumsikan sebagai suatu titik
ruang yang di dalamnya merupakan proses suatu kotak hitam (black box). Sedangkan
model terdistribusi secara teoritis mengasumsikan bahwa DAS dibangun menjadi
struktur oleh elemen-elemen homogen yang luasnya cukup kecil yang setara dengan
titik di dalam DAS (Beasley et al., 1980).
Sebagai analisis untuk DAS, kategori utama dapat dibedakan menjadi model
dengan lumped parameter berlawanan dengan parameter terdistribusi, model kejadian
sesaat (event) berlawanan dengan model berkesinambungan (continous) dan
stochastic versus deterministic, model empirik dan mekanistik, model deskriptif
versus model numerik, model dinamik versus model statik. beberapa model hidrologi
dengan sistem lumped parameter antara lain : Mock's model, Dowdy-O'Donell, NAM
Model, TANK model, Simple Deterministic Model, Stanfford Model, Hanya sedikit
sekali tersedia model skala dengan parameter yang terdistribusi untuk pemodelan

DAS 2015

Page 4

Mata Kuliah Analisis Sistem Hidrologi


(GFM632)
NPS (non point source) dari suatu DAS, disini termasuk ANSWERS (Huggins and
Monke 1966; Dillaha dan Beasley 1983), FESHM (Ross et al,1982), AGNPS (Young
et al,1987), dan SHE (Abott et al, 1986).
Model-model hidrologi memerlukan input data yang tersusun dalam sistem
database yang memadai, sehingga mudah diakses apabila diperlukan. Model
ANSWERS yang dikemukakan oleh Huggins and Monke (1977), Beasley et al.
(1980) and Dillaha (1981) merupakan model yang mempelajari karakteristik DAS
akibat perubahan penggunana lahan. Pada tahun 1978 laboratorium USDA-ARS
(United State Department for Agriculture-Agricultural Research Service) mulai
mengembangkan model model CREAMS (Chemical, Runoff, Erosion and
Agricultural Management System).
MODEL DAWDY-ODONNEL
Model Dawdy-ODonnel dirancang oleh Badan U.S. Geological Survey di Menlo
Park, California dan pertama kali dikenalkan pada tahun 1965. Model asli dari
Dawdy-ODonnel dibuat dengan menyusun parameter model dengan cara optimasi.
Model Dawdy-ODonnel merupakan gabungan antara konsepsi dan
deterministik. Disebut konsepsi karena basisnya didasari dari beberapa konsep
hidrologi, sedangkan sebagai deterministic karena masukan yang diketahui dan
keluaran yang dihasilkan merupakan suatu unit berupa angka angka dalam bentuk
data.
Model Dawdy ODonnel mempunyai sifat yang dimiliki oleh karakteristik
siklus hidrologi pada suatu model sedemikian rupa mengikuti prinsip kontinuitas
ysng selalu menjaga neraca air secara keseluruhan antara masukan dan keluaran serta
perubahan dalam tampungan.
Model tersebut dibangun dengan pendekatan Unit Hidrograf yang dihasilkan
oleh satu kejadian hujan atau lebih. Masukan model Dawdy-ODonnel terdiri dari
hujan harian dan evapotranspirasi potensial (ETP).
Struktur Model
Proses simulasi Dawdy-ODonnel pada suatu DAS telah mengubah aliran pada
permukaan tanah dan bawah tanah. Proses simulasi ini terurai dalam empat macam
perbedaan tampungan yang satu dengan lain berkaitan dalam suatu system DAS.
Adapun proses dari keempat tampungan tersebut adalah:
1. Tampungan permukaan (surface storage); R

DAS 2015

Page 6

Mata Kuliah Analisis Sistem Hidrologi


(GFM632)
Tampungan permukaan diperbesar oleh hujan P dan menjadi kering oleh evaporasi
Er, infiltrasi Fm, dan apabila R melebihi suatu ambang batas tertentu R*, maka
terjadi masukan aliran untuk saluran Q1.
2. Tampungan saluran (channel storage); S
Tampungan saluran diperbesar oleh Q1 dan mengecil oleh limpasan permukaan
(runoff) pada stasiun pengamat duga muka air Qs, dan diarahkan perjalanannya
(routing) dari Q1 masuk ke saluran hingga ke saluran keluar dari DAS yang
diamati.
3. Tampungan kelembaban tanah (soil moisture storage); M
Tampungan kelembaban tanah diperbesar oleh infiltrasi Fm, naiknya air kapiler C,
dan berkurang oleh transpirasi Em. Apabila M melewati ambang batas M*, maka
terjadi perkolasi D.
4. Tampungan air tanah (ground water storage); G
Tampungan air tanah diperbesar oleh perkolasi D, berkurang oleh air kapiler C dan
aliran dasar pada stasiun pengamat duga muka air B. Jika G melebihi ambang
batas G*, maka M disedot masuk ke tampungan G, sedangkan C dan D sama
dengan nol (tidak aktif bekerja) tetapi Em dan Fm diambil dari G.
Secara skematis proses dari keempat tampungan tadi disajikan pada Gambar 2.

Gambar 2. Skema model Dawdy-ODonnel

DAS 2015

Page 8

Mata Kuliah Analisis Sistem Hidrologi


(GFM632)

Keterangan:
R = tampungan permukaan
S = tampungan saluran
M = tampungan kelembaban tanah
G = tampungan air tanah
B = limpasan dari tampungan air tanah
G* = ambang batas dari G
Q1 = limpasan dari tampungan permukaan
Qs = limpasan dari tampungan saluran

P = hujan
Er = evaporasi
Em = transpirasi
Fm = infiltrasi
C = aliran kapiler
D = perkolasi
R* = ambang batas dari R
M* = ambang batas dari M

Parameter Model
Input model Dawdy-ODonnel adalah curah hujan dan evapotranspirasi,
sedangkan keluarannya adalah aliran permukaan total (total runoff) meliputi surface
runoff dan baseflow. Model ini menggunakan sembilan parameter yang mengontrol
fungsi kerja model (Dooge, J.C.I, 1973). Skema dari model yang terdapat pada
Gambar 1 dapat mempermudah dalam mengenali Sembilan parameter tersebut.
Dari setiap selang waktu (interval), volume di dalam tampungan R nilainya
terletak antara 0 dan R* (parameter ke-1). Hujan P ditambahkan dengan R, dan
dikurangi Er jika ada. Akumulasi infiltrasi F dihitung dengan persamaan Horton
dengan parameter fo, fc, dan K yang merupakan tiga parameter dari model ini. Untuk
selang waktu berikutnya, F potensial digunakan sebagai perhitungan selanjutnya.
Kemudian Q1 terjadi apabila terdapat kelebihan volume tampungan R terdhadap
ambang batas R* setelah dikurangi Er dan F. Tampungan saluran S diasumsikan
sebagai tampungan linear yang mempunyai tampungan konstan, Ks (parameter ke-5).
Pada interval permulaan, M terletak antara 0 dan M* (parameter ke-6).
Apabila Er dapat memenuhi besarnya Ep dari tampungan R maka Em = 0, tetapi jika
tidak maka kekurangannya diambil dari tampungan M.
Selanjutnya beberapa alternatif tergantung dari besarnya G terhadap G*
(parameter ke-7), apabila pada permulaan selang waktu lebih besar dari G* dan M
lebih besar dari M*, maka C = 0 apabila D ada, selain itu bersaran M disuplai oleh G
dengan laju maksimum aliran kapiler Cmaks (parameter ke-8). Kemudian G
diasumsikan sebagai tampungan linear yang mempunyai konstanta tampungan Kg
(parameter ke-9). B kemudian menjadi fungsi dari volume G dari permulaan selang
waktu, masukan G dan pengurangan C serta keluarnya Ks. Dari hasil neraca air,
dengan sisa volume G akan dipergunakan untuk selang waktu berikutnya. Mekanisme
operasi model Dawdy-ODonnel disajikan pada Gambar 2.

DAS 2015

Page 10

Mata Kuliah Analisis Sistem Hidrologi


(GFM632)

Gambar 3. Mekanisme operasi model Dawdy-ODonnel

Kapasitas infiltrasi F merupakan integrasi dari persamaan tersebut di atas


sehingga menjadi:

Evaluasi/validasi model

DAS 2015

Page 12

Mata Kuliah Analisis Sistem Hidrologi


(GFM632)
Pengujian model Dawdy-ODonnel dilakukan dengan membandingkan
hidrograf hasil perhitungan (simulasi) dengan pengamatan/pengukuran sebenarnya,
baik pola maupun besarnya.

2
Dimana,
F
N
Qsimulasi
Qpengaturan
Qrataan pengaturan

= kriteria Nash dan Sutcliffe


= jumlah observasi
= debit simulasi (m3/s)
= debit pengukuran (m3/s)
= debit pengukuran rata-rata (m3/s).

Aplikasi Model Dawdy-ODonnel untuk Mensimulasi Debit


Untuk mensimulasi debit, maka model Dawdy-ODonnel harus divalidasi dengan
membandingkan antara debit simulasi dengan debit pengukuran sebenarnya.
Suatu model hidrologi yang handal setelah melalui tahap validasi memiliki
koefisien Nash dan Sutcliffe mendekati 1. Selain mempunyai nilai mendekati satu,
kehandalan model dapat dilihat dari grafik hidrograf hasil simulasi dan hasil
pengukuran mempunyai pola yang sama atau hampir sama Nash dan Sutcliffe (1970).

DAS 2015

Page 14

Mata Kuliah Analisis Sistem Hidrologi


(GFM632)

DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, S. 1989. Konservasi Tanah dan Air. Jurusan Tanah. Fakultas Pertanian.
Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Asdak Chay (1995). Hidrologi dan Pengeloaan daerah Aliran Sungai. Yogyakarta:
Gadjah Mada Press.
Chow, V. T., Handbook of Applied Hydrology, McGraw Hill Book. Company Inc.,
New York (1964).
Popi

Rejekiningrum

(2012).

MODEL

DAWDY-ODONNEL

UNTUK

REKONSTRUKSI DEBIT SUATU DAS YANG TIDAK MEMILIKI


ALATPENGUKUR DUGA MUKA AIR (Studi Kasus di DAS Ciliwung)
http://balitklimat.litbang.deptan.go.id/ didownload pada tanggal, 01- 04 -2015.
Indarto, (2010). Dasar Teori dan Contoh Aplikasi Model Hidrologi.
Taufik, I., Analisis Pengaruh Perubahan Posisi Penggunaan Lahan di DAS Cipeles
terhadap Hubungan Hujan, Debit, dan Erosi, Program Magister Teknik Sipil,
Institut Teknologi Bandung (2003).

DAS 2015

Page 16