Anda di halaman 1dari 9

MANAJER DAN LEADER

1. Manajer
1.1 Definisi Manajer
Manajer adalah seseorang yang tanggung jawab utamanya adalah
melaksanakan proses manajemen. Manajer juga didefinisikan sebagai seseorang
yang merencanakan dan membuat keputusan, mengorganisasikan, memimpin, dan
mengendalikan sumber-sumber daya manusia, finansial, fisik dan informasi

1.2 Tingkatan Manajer


Manajer dapat dibedakan menurut tingkatan mereka dalam organisasi,
Walaupun organisasi besar biasanya memiliki beberapa tingkat manajemen ( level
of Managemen ), Pandangan yang paling umum menyebutkan tiga tingkat yang
mendasar yaitu Manajer puncak, manajer menengah dan manajer lini pertama
a. Manejemen lini pertama (first-line management), dikenal pula dengan istilah
manajemen operasional, merupakan manajemen tingkatan paling rendah yang
bertugas memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat
dalam proses produksi. Mereka sering disebut penyelia (supervisor), manajer
shift, manajer area, manajer kantor, manajer departemen, atau mandor
(foreman).
b. Manajemen tingkat menengah (middle management), mencakup semua
manajemen yang berada di antara manajer lini pertama dan manajemen
puncak dan bertugas sebagai penghubung antara keduanya. Jabatan yang
termasuk manajer menengah di antaranya kepala bagian, pemimpin proyek,
manajer pabrik, atau manajer divisi.

c. Manajemen puncak (top management), dikenal pula dengan istilah executive


officer. Bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum
dan mengarahkan jalannya perusahaan. Contoh top manajemen adalah CEO
(Chief Executive Officer), CIO (Chief Information Officer), dan CFO (Chief
Financial Officer).
1.3 Peran dan Ketrampilan Manajer
1.3.1 Peran Manajer
Henry Mintzberg, seorang ahli riset ilmu manajemen, mengemukakan
bahwa ada sepuluh peran yang dimainkan oleh manajer di tempat kerjanya. Ia
kemudian mengelompokan kesepuluh peran itu ke dalam tiga kelompok, yaitu:
a. Peran antarpribadi
Merupakan peran yang melibatkan orang dan kewajiban lain, yang bersifat
seremonial dan simbolis. Peran ini meliputi peran sebagai figur kepala (
figurhead ) untuk anak buah, pemimpin ( Leader ) merekrut, melatih dan
memotivasi karyawan, dan penghubung
b. Peran informasional
Meliputi peran manajer sebagai pemantau dan penyebar informasi, serta peran
sebagai juru bicara.
c. Peran pengambilan keputusan
Yang termasuk dalam kelompok ini adalah peran sebagai seorang
wirausahawan, pemecah masalah, pembagi sumber daya, dan perunding.
Tabel 1. Peran Manajerial dasar
Kategori
Penghubung
Interpersonal

Pemberi

Peran
Figurhead
kepala)
Pemimpin

Contoh Aktifitas
(figur Mengajak
tamu
makan
malam,
menghadiri pemotongan Pita
Memberi semangat karyawan untuk
meningkatkan produktifitas
Penghubung ( Liasion ) Mengkoordinasikan aktifitas dari dua
kelompok
Pengawas ( Monitor )
Aktif mencari informasi yang mungkin

Informasi

Pengambil
Keputusan

kan berharga
Contoh Memeriksa laporan untuk
mengetauhi perkembangan
Penyebar
informasi Memberikan informasi yang relevan
(disseminator)
kepada orang lain di tempat kerja,
misalnya mengirimkan memo yang
menggarisbawahi inisiatif organisasi
yang baru
Juru bicara
Secara formal memberikan informasi
kepada orang orang diluar unit atau di
luar organisasi, misalnya membuat
suatu pidato untuk mendiskusikan suatu
rencana pertumbuhan
Wirausahwan
Mengembangkan ide baru untuk
(enterpreuner )
innovasi
Penengah
keributan Memecahkan masalah antara dua
(Disturbance Handler ) bawahan
Pengalokasi
Meninajau dan memperbaiki permintaan
Sumberdaya (resourche anggaran
allocator )
Negosiator ( negotiator) Menegosiasikan kontrak serikat kerja
Membuat kesepakatan dengan pamsok

Mintzberg kemudian menyimpulkan bahwa secara garis besar, aktivitas


yang dilakukan oleh manajer adalah berinteraksi dengan orang lain.
1.3.2 Keterampilan Manajer
Robert L. Katz pada tahun 1970-an mengemukakan bahwa setiap manajer
membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar. Ketiga keterampilan tersebut
adalah:

a. Keterampilan konseptual (conceptional skill)


Manajer tingkat atas (top manajer) harus memiliki keterampilan untuk
membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau
ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana
kegiatan untuk mewujudkan gagasan atau konsepnya itu. Proses penjabaran
ide menjadi suatu rencana kerja yang kongkret itu biasanya disebut sebagai

proses perencanaan atau planning. Oleh karena itu, keterampilan konsepsional


juga meruipakan keterampilan untuk membuat rencana kerja.
b. Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill)
Selain kemampuan konsepsional, manajer juga perlu dilengkapi
dengan keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan
orang lain, yang disebut juga keterampilan kemanusiaan. Komunikasi yang
persuasif harus selalu diciptakan oleh manajer terhadap bawahan yang
dipimpinnya. Dengan komunikasi yang persuasif, bersahabat, dan kebapakan
akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka akan bersikap
terbuka kepada atasan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan, baik pada
tingkatan manajemen atas, menengah, maupun bawah.
c. Keterampilan teknis (technical skill)
Keterampilan ini pada umumnya merupakan bekal bagi manajer pada
tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan
untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu, misalnya menggunakan program
komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain-lain.

Selain tiga keterampilan dasar di atas, Ricky W. Griffin menambahkan dua


keterampilan dasar yang perlu dimiliki manajer, yaitu:
a. Keterampilan manajemen waktu
Merupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan seorang
manajer untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana. Griffin
mengajukan contoh kasus Lew Frankfort dari Coach. Pada tahun 2004,
sebagai manajer, Frankfort digaji $2.000.000 per tahun. Jika diasumsikan
bahwa ia bekerja selama 50 jam per minggu dengan waktu cuti 2 minggu,
maka gaji Frankfort setiap jamnya adalah $800 per jamsekitar $13 per
menit. Dari sana dapat kita lihat bahwa setiap menit yang terbuang akan

sangat merugikan perusahaan. Kebanyakan manajer, tentu saja, memiliki gaji


yang jauh lebih kecil dari Frankfort. Namun demikian, waktu yang mereka
miliki tetap merupakan aset berharga, dan menyianyiakannya berarti
membuang-buang uang dan mengurangi produktivitas perusahaan.
b. Keterampilan membuat keputusan
Merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah

dan

menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat


keputusan adalah yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi
kelompok manajer atas (top manajer). Griffin mengajukan tiga langkah dalam
pembuatan keputusan. Pertama, seorang manajer harus mendefinisikan
masalah dan mencari berbagai alternatif yang dapat diambil untuk
menyelesaikannya. Kedua, manajer harus mengevaluasi setiap alternatif yang
ada dan memilih sebuah alternatif yang dianggap paling baik. Dan terakhir,
manajer harus mengimplementasikan alternatif yang telah ia pilih serta
mengawasi dan mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang benar.
2. Pemimpin (Leader)
2.1 Definisi Pemimpin
a. Pemimpin adalah seseorang yang memiliki kemampuan memimpin, artinya
memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain atau kelompok tanpa
mengindahkan bentuk alasannya. Pemimpin adalah seorang pribadi yang
memiliki kecakapan dan kelebihan khususnya kecakapan dan kclebihan disatu
bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersamasama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu, demi pencapaian satu atau
beberapa tujuan
b. Henry Pratt Faiechild menyatakan Pemimpin dalam pengertian ialah seorang
yang dengan jalan memprakarsai tingkah laku sosial dengan mengatur,

mengarahkan, mengorganisir atau mengontrol usaha/upaya orang lain atau


melalui prestise, kekuasaan dan posisi. Dalam pengertian yang terbatas,
pemimpin ialah seorang yang membimbing, memimpin dengan bantuan
kualitas-kualitas persuasifnya dan akseptansi/ penerimaan secara sukarela oleh
para pengikutnya.
c. Jim Collin mendefinisikan pemimpin memiliki beberapa tingkatan, terendah
adalah pemimipin yang andal, kemudian pemimpin yang menjadi bagian
dalam tim, lalu pemimpin yang memiliki visi, tingkat yang paling tinggi
adalah pemimpin yang bekerja bukan berdasarkan ego pribadi, tetapi untuk
kebaikan organisasi dan bawahannya.
d. J.I. Brown dalam Psychology and the Social Order. Pemimpin tidak dapat
dipisahkan dengan kelompok, tetapi dapat dipandang sebagai suatu posisi
yang memiliki potensi yang tinggi dibidangnya.

Pemimpin (Leader) adalah orang yang melakukan kegiatan atau proses


mempengaruhi orang lain dalam suatu situasi tertentu, melalui proses komunikasi,
yang diarahkan guna mencapai tujuan/tujuan-tujuan tertentu.

3. Perbedaan Pemimpin Dan Manajer


Kita adalah pemimpin. Setidaknya kita adalah pemimpin bagi diri sendiri.
Ungkapan diatas tentu sering kita dengar. Begitu juga dalam dunia bisnis, tanpa
adanya pemimpin tentu sebuah perusahaan tidak akan jalan. Warren Bennis dalam
bukunya berjudul On Becoming Leader, menjelaskan perbedaan peran antara
manajer dan pemimpin.

Tabel 2. Perbedaan Manajer dan Pemimpin (Leader)


Manajer
Administers
Manager is a copy
Maintains
Focuses on system and structure
Relies on control
Short range view
Asks how and when
Manager has his eye on the bottom line
Imitates
Accepts the status quo
Classic good soldier
Do things right

Leader
Innovates
Leader in an original
Develops
Focuses on people
Inspires trust
Long range perspective
Asks what and why
Leaderss eye is on the horizon
Originates
Leader challenges it
Leader is his own person
Do the right things

Pertama, dalam hal perencanaan manajer akan merencanakan sesuatu


berdasarkan hal-hal yang sifatnya prosedural, teknis, terarah, tegas, dan tidak
bertele-tele namun jika pemimpin tidak merencanakan sesuatu karena pemimpin
tidak merancang rencana prosedural, pemimpin lebih memiliki visi atau
pandangan dalam perencanaannya.
Kedua, dalam hal pengaruh manajer memiliki pengaruh hanya dalam
batasan formal, yang artinya dia akan memiliki pengaruh ketika dia secara formal
diberikan jabatan seorang manajer kalau pemimpin memiliki pengaruh luas,
kharismatik, dan energik dalam berpikir, bahkan ketika pemimpin itu sudah tidak
jadi pemimpin lagi, pendapat-pendapatnya akan tetap di pertimbangkan dan
diutamakan.
Ketiga, dalam mengatur sumber daya manusia di organisasinya, Manajer
akan memilih untuk memberikan perintah ini dan itu ketimbang menunggu anak
buahnya melakukan sesuatu untuknya, misalnya manajer akan cenderung selalu
memberikan tugas ini itu dan sebagainya, tugas itu biasanya terkesan menuntut
jika pemimpin justru akan memberikan kekuatan wewenangnya untuk

memberdayakan (empowering) anak buahnya, biasanya pemimpin akan


menjelaskan keinginan yang berkaitan dengan organisasi dengan anak buahnya,
tanpa menjelaskan bagaimana, apa, dan siapa yang harus merealisasikannya,
namun justru anak buahnya akan dengan senang hati merealisasikannya
untuknya.
Keempat, dalam mengontrol organisasi dan anak buahnya Sang manajer
akan cenderung malas untuk memberikan perhatian moral dalam mengontrol
anak buahnya, namun justru lebih sering memberikan control yang sifatnya
prosedural, seperti memberikan sanksi untuk memotivasi anak buahnya yang
sudah menunjukkan gejala penurunan performa hal ini berbeda dengan sang
pemimpin, karena pemimpin(leader) justru akan memberikan kepedulian kepada
anak buahnya jika performa anak buahnya menurun.
Kelima, dalam hal tujuan yang ingin dicapai manajer memiliki tujuan yang
jelas dan memiliki target kuantitatif, yaitu mendapatkan hasil yang sudah
digariskan perusahaan atau organisasi miliknya namun pemimpin akan lebih suka
memperbaiki sistem di organisasinya yang ia rasakan kurang atau belum
sempurna

4. Kesimpulan
a. Manajer membuat perkiraan dan aturan dengan menetapkan sasaran
operasional, membuat rencana tindakan dengan jadwal, mengalokasikan
sumberdaya, mengorganisasi dan menugaskan orang dalam struktur
organisasi dan memantau hasil dan menyelesaikan masalah.
hanya berurusan dengan benda, struktur, sistem dan efisiensi.

Manajer

b. Pemimpin menyusun visi dengan strategi, mengkomunikasikan dan

menjelaskan visi serta memotivasi dan memberikan inspirasi kepada orang


lain untuk mencapai visi tersebut. Artinya, pemimpin berurusan dengan
efektivitas, orang, memberdayakan dan menyalurkan potensi yang dimiliki
oleh orang lain.

DAFTAR PUSTAKA

Bateman, T. S. & Snell, S. A., 2007. Management Leading and Collaborating in a


Competitive World. 7th ed. New York: McGraw Hill.
Bennis, W., 1989. On Becoming a Leader. New York: Addison Wesley.
Griffin, R. W., 2002. Management. 7th ed. USA: Houghton Mifflin Company.
Zaleznik, A., 2001. Les Affaires. Managers and Leaders, are they different?.
[Online] Available at:
http://www.lesaffaires.com/uploads/references/743_managers-leadersdifferent_Zaleznik.pdf [Accessed 05 November 2014].