Anda di halaman 1dari 23

Residu Logam Berat pada Sapi Potong yang Dipelihara

di TPA Jatibarang, Kota Semarang Pasca Proses


Eliminasi Selama 90 Hari

TOKSISITAS LOGAM PADA


HEWAN
Kelompok V:
Didit Prasetyo (130210102066)
Ainul Safitri

(130210102090)

Aprilia Dwi L.S

(130210102099)

Qorifa Damarani (130210102103)


Firdha Choirun N

(130210102108)

Risalatun Nur R (130210102109)


Dian Bakhtiar (130210102113)

TOKSIK
Adalah sifat suatu zat kimia untuk
dapat meracuni suatu zat lain

LOGAM
Logam merupakan

komponen

alami

yang

terdapat di kulit bumi yang tidak dapat


didegradasi

ataupun

dihancurkan

dan

merupakan zat yang berbahaya karena dapat


terjadi bioakumulasi.

Logam berat ialah


logam yang
Logam Berat

mempunyai berat
5 g atau lebih
untuk setiap cm3

LOGAM
logam yang
Logam

beratnya kurang

Ringan

dari 5 g
Setiap cm3

Logam berat sejatinya unsur penting yang


dibutuhkan setiap makhluk hidup. Sebagai
trace element, logam berat yang esensial
seperti tembaga (Cu), selenium (Se), Besi
(Fe) dan Zink (Zn) penting untuk menjaga
metabolisme tubuh dalam jumlah yang tidak
berlebihan,

jika

berlebihan

menimbulkan toksik pada tubuh.

akan

Unsur-unsur logam berat adalah unsur


yang mempunyai nomor atom dari 22
sampai 92 yaitu sejumlah unsur seperti
merkuri (Hg), arsen (As), timbal (Pb).

Sifat Toksisitas Logam Berat

Menurut

Kementrian

Negara

Kependudukan

dan

Lingkungan Hidup (1990) sifat toksisitas logam berat


dapat dikelompokan ke dalam 3 kelompok, yaitu :
a.Bersifat toksik tinggi yang terdiri dari atas unsurunsur Hg, Cd, Pb, Cu, dan Zn.
b.Bersifat toksik sedang terdiri dari unsur-unsur
Cr,Ni,

dan Co.

c.Bersifat tosik rendah terdiri atas unsur Mn dan Fe.

Apa itu Toksisitas Logam???


Terjadinya keracunandalam tubuhmakhluk
hidupyang

diakibatkan

berbahaya

yang

oleh

bahan

mengandunglogam

beracun.

TUMBUHA
N

HEWAN

MANUSI
A

Darimana sumber kontaminasi logam??


kontaminan logam berat sesungguhnya berasal
dari udara dan air yang mencemari tanah.

tanaman yang tumbuh di


atas
tanah yang telah
tercemar akan
mengakumulasikan
logam-logam
tersebut pada semua
bagian (akar,
batang, daun dan buah).

Hewan akan
memanen logamlogam berat yang ada
pada tanaman dan
menumpuknya pada
dagingnya.

Di dalam tubuh hewan, logam diabsorpsi darah,


berikatan dengan protein darah yang kemudian
didistribusikan ke seluruh jaringan tubuh.
Akumulasi logam yang tertinggi biasanya dalam
detoksikasi (hati) dan ekskresi (ginjal).

Toksisitas Logam Pada


Hewan
Ikan
Logam berat masuk ke dalam jaringan
tubuh makhluk hidup melalui beberapa
jalan,

yaitu

saluran

pernafasan,

pencernaan, dan penetrasi melalui kulit.

1. Pengaruh toksisitas logam pada insang.


Pengaruh

toksisitas

logam

pada

morfologi

insang : ikan akan mengalami hipoksia (karena


kesulitan
mengambil oksigen dari air), sehingga terjadi
penebalan pada sel epitel insang dan berakibat
ikan kurang mampu berenang.

2.Pengaruh toksisitas logam pada alat pencernaan


Ikan
Toksisitas logam dalam saluran pencernaan terjadi melalui
pakan yang terkontaminasi logam. Toksisitas logam pada
saluran pencernaan juga dapat terjadi melalui air yang
mengandung dosis toksik logam.
3. Pengaruh logam pada ginjal ikan.
Ginjal ikan ini berfungsi untuk filtrasi dan mengekskresikan
bahan yang biasanya tidak dibutuhkan tubuh, termasuk
bahan racun seperti logam berat. Hal ini menyebabkan ginjal
sering mengalami kerusakan akibat daya toksik logam.

4. Pengaruh akumulasi logam dalam


jaringan (bioakumulasi).
Proses akumulasi ini terjadi setelah absorpsi
logam dari air atau melalui pakan yang
terkontaminasi. Kondisi ini berpengaruh terhadap
nilai ekonomi, terutama dalam sistem perikanan
komersial, baik ikan air tawar maupun air laut.
Lebih jauh, ikan yang mengalami bioakumulasi
logam ini bila dipandang dari segi ekonomi dan
pengaruhnya bila dikonsumsi manusia, adalah
dapat menghambat daya reproduksi ikan dan
akhirnya terjadi kemusnahan suatu spesies ikan
tertentu, dapat menurunkan hasil tangkapan
atau hasil tambak; dan dapat menurunkan nilai
jual.

Toksisitas Cd pada hewan darat


(Unggas)
Toksisitas logam pada ayam komersial (pedaging dan
petelur) jarang dilaporkan , tetapi derajad konsentrasi Cd
dalam pakan komersial baik ayam pedaging maupun ayam
petelur telah dilaporkan.
Dari hasil penelitian laboratorium pada ayam broiler yang
diberi pakan mengandung Cd dalam dosis tinggi, terlihat
adanya hambatan

pertumbuhan ayam tersebut. Hal ini

mungkin disebabkan tejadinya

inefisiensi penggunaan

unsur nutrisi dalam pakan karena pengaruh tosisitas Cd.

Dalam

strata

cadmium(Cd)

lingkungan,
dan

logam

persenyawaannya

ditemukan dalam banyak lapisan. Secara


sederhana

dapat

diketahui

bahwa

kandungan logam Cd akan dapat dijumpai


di daerah penimbunan sampah dan aliran
air hujan, selain dalam air buangan.

Toksisitas Pb pada hewan darat


(Sapi)
Sapi dapat menderita keracunan Pb karena
memakan makanan yang terkontaminasi atau
melalui inhalasi di lingkungan yang tercemar.
Hal ini merupakan akibat dari udara sekitar
yang mengandung Pb atau perpindahan Pb
dari tanah ke tumbuhan yang tumbuh di atas
tanah yang mengandung Pb.

Pengaruh

Faktor yang memengaruhi daya toksisitas


logam dalam air terhadap makhluk yang
hidup di dalamnya
Bentuk ikatan kimia dari logam yang terlarut.
Pengaruh interaksi antara logam dan jenis toksikan lainnya.
Pengaruh lingkungan seperti suhu, kadar garam, pH dan kadar
oksigen yang terlarut dalam air.
Kondisi hewan, fase siklus hidup (telur, larva, dewasa),
besarnya ukuran organisme, jenis kelamin, dan kecukupan
kebutuhan nutrisi.
Kemampuan hewan menghindar dari pengaruh polusi atau
pencemaran.

Cara Pencegahan
Upaya penanganan pencemaran logam berat sebenarnya dapat
dilakukan

dengan

menggunakan

proses

kimiawi.

Seperti

penambahan senyawa kimia tertentu untuk proses pemisahan ion


logam berat atau dengan resin penukar ion (exchange resins), serta
beberapa metode lainnya seperti penyerapan menggunakan karbon
aktif, electrodialysis dan reverse osmosis. Penanganan logam berat
dengan mikroorganisme atau mikrobia (dalam istilah Biologi
dikenal dengan bioakumulasi, bioremediasi, atau bioremoval),
menjadi alternatif yang dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat
keracunan elemen logam berat di lingkungan perairan tersebut.

TERIMAKASIH