Anda di halaman 1dari 13

1

SISTEM SIRKULASI
Dibedakan : Sistem kardiovaskuler
Sistem lymfatika
Sistem kardiovaskuler

Pada embrio, sistem kardiovaskulare merupakan sistem


yang berfungsi paling awal. Sirkulasi darah di mulai
pada akhir minggu. III

Hal ini diperlukan karena pertumbuhan embrio cepat


membutuhkan nutrisi dan pembuangan sampah efisien
mungkin

Pembentukan vasa darah = angiogenesis, dimulai dari


mesoderm extraembrional: - sakus vitelinus
- khorion
- connecting stalk
pada hari ke 15 16 sedang vasa embrional
berkembang 2 hari kemudian

Awal pembentukan sistem kardiovaskuler dihubungkan


dg. kurangnya jumlah vitelus di dalam ovum dan sacus
vitelinus dan dibutuhkannya saluran membawa nutrisi
dan oksigen dari sirkulasi maternal.

Urutan pembentukan darah dan vasa darah :


1)
2)
3)
4)
5)

sel mesensimal=angioblas berkumpul membentuk


massa disebut pulau darah
kemudian terbentuk rongga
angioblas tersusun sekeliling rongga membentuk
endotel primitif
rongga mengadakan fusi membentuk anyaman
endotel
fusi dilanjutkan dengan vasa yang lain

Plasma dan sel darah primitif berkembang dari sel


endotel vasa di sakus vitelinus dan alantois

Pembentukan darah oleh embrio belum mulai sampai


bulan kedua. Mula mula terjadi di hepar, selanjutnya
lien, sumsum tulang dan limfonodi.

Sel mesensim yang mengelilingi vasa endotel primitif ber


diferensiasi menjadi otot dan jaringan pengikat vasa.

Sel endotel pipa jantung primiif dengan jalan yang sama


terbentuk dari sel mesensim di area kardiogenik,
Sepasang tabung jantung berkembang sebelum akhir
minggu III, berfusi menjadi satu tabung jantung.

Pada hari ke 21 tabung jantung yang masih sepasang


berhubungan dg. vasa umbilicalis, khorion, sakus
vitelinus membentuk sistem kardiovaskuler primitif

Pada akhir minggu . III sistem kardiovaskulare


merupakan organ pertama yang berfungsi.

Fusi pipa jantung dari kranial ke kaudal secara cepat

Pipa jantung memanjang dan berkembang, ada yang


dilatasi dan konstriksi

Terbentuklah bulbus cordis, ventrikulus, atrium diikuti


trunkus arteriosus, sinus venosus

Trunkus lanjut sbg. sakus dan arcus aorticus

Sinus venosus menerima v. umbilicalis, v. vitelina, dan v.


cardinalis communis dari khorion, sakus vitelinus dan
embrio

Polus arterialis dan polus venosus tabung jantung


terfiksasi oleh arcus branchialis dan septum
transversum..

Bulbus cordis dan ventrikulus tumbuh cepat, pipa


jantung membengkok terbentuk huruf S. Akibatnya
atrium dan sinus venosus terdapat di dorsal bulbus
cordis, truncus arteriosus dan ventriculus.

Ujung sinus venosus berkembang ke lateral menjadi


cornu dexter dan cornu sinister.

Pembentukan cavum pericardii

Saat pipa jantung memanjang dan melengkung, lambat


laun masuk dinding dorsal rongga pericardium.

Awalnya digantung ke dinding dorsal oleh mesocardium


dorsale. Bagian sentral mesenterium mengalami
degenerasi. Antara cavum pericardii kanan dan kiri
terjadi komunikasi, terbentuklah sinus transversus
pericardii.

Mesocardium dorsale yang masih ada di polus cranialis


dan caudalis.

Pebentukan dinding jantung

Setelah pipa jantung berfusi, mesensim sekeliling pipa


jantung berproliferasi membentuk selubung
miioepicardiale. Sel sel berdiferensiasi menjadi l).
mioblast yang membentuk myocardium, 2) sel mesotel
epicardium atau pericardium viscerale

Selubung mioepicardiale dipisah dari endotel pipa


jantung oleh jeli jantung (jar. pengikat longgar, gelatinus)
membentuk jaringan subendokardial

Terbentuklah dinding jantung, terdiri dari


a. epicardium
b. miocardium
c. endocardium
Sirkulasi jantung primitif

Sirkulasi jantung primitifS

Kontraksi jantung mulai pada hari 22, asal miogenik

Kontraksi menyerupai peristaltik dimulai dari sinus


venosus

Sirkulasi awal memakai tipe ebbandflow tetapi pada


akhir minggu IV terjadi koordinasi kontraksi satu arah

a.
b.
c.

darah kembali ke sinus venosus dari :

embrio = v. cardinalis communis


plasenta = v. umbilicalis
sacus vitelinus = v. vitelina
Darah dari sinus venosus ke atrium dikontrol oleh
valvula sinuatrialis, selanjutnya darah melalui canalis
a
atrioventricularis masuk ventriculus.
Bila ventriculus kontraksi darah dipompa melalui bulbus
cordis dan truncus arteriosus masuk sacus aorticus dan
arcus aorticus dari arcus branchialis. Selanjutnya melalui
aorta dorsalis didistribusi ke embrio, sacus vitelinus dan
placenta.

PERKEMBANGAN ATRIUM DAN VENTRIKEL

Pembentukan sekat canalis atrioventricularis, atrium dan


ventriculus, kira kira pertengahan minggu ke IV dan
selesai akhir minggu ke V.
Pemisahan canalis atrioventricularis

Terjadi tonjolan subendokardial di dinding dorsal


ventral canalis atrioventricularis

Pada minggu V tonjolan tumbuh, berfusi dan membagi


canalis atrioventricularis ka-ki

Suatu membran tumbuh dari dinding dorso-kranial


atrium primitivum ke arah tonjolan endokardial disebut
septum primum

Ujung bebas tidak dapat mencapai tonjolan terjadilah


foramen primum. Foramen mengecil karena
pertumbuhan septum kearah tonjolan

Terjadi perforasi di atas septum primum, terjadilah


foramen secundum

Akhir minggu V tumbuh septum secundum dari dinding


ventrokranial atrium ke tonjolan menutup foramen
secundum

Septum secundum meninggalkan lubang foramen


ovale

Bagian atas septum primum hilang, sisa sbg. valvula


foraminis ovalis

Darah masuk atrium dextrum dan melalui foramen.


ovale masuk ke atrium sinistrum

Sesudah lahir foramen. ovale menutup

ada anastomose v. cardinalis anterior ka-ki v.


brachiocephalica

v. cardinalis ant. ka dan v. cardinalis communis v.


cava superior

v. cardinalis post ka menjadi v. azygos

v. cardinalis ant-post kiri hilang

v. cardinalis com. kiri mengecil menjadi v. obliqua

sinus venosus kiri menjadi sinus coronarius

sinus venosus kanan menjadi atrium dextrum

atrium sinistrum derivat v. pulmonalis primitivum

v. pulmonalis communis bermuara pada atrium sinistrum


primitivum

atrium bertambah lebar vena terabsorbsi


atau menjadi terpisah 4 vv. pulmonales bermuara
terpisah

VENTRIKULUS

Awalnya tumbuh septum interventriculare ( muskular ) dari dasar ventriculus dekat apeks

Di sebelah luar ditandai oleh sulcus interventricularis

septum tumbuh ke arah tonjolan subendocardial masih ada lubang disebut foramen interventriculare

foramen tertutup oleh pars membranacea septum interventriculare minggu VII

pada minggu V terjadi septum aorticopulmonalis membagi bulbus dan trunkus menjadi aorta dan truncus
pulmonalis

dinding ventrikulus mengalami kavitasi, terjadilah trabeculae carnae, m. papillaris dan chorda tendinae
yang berhubungan dengan valvula

lapisan otot atrium lanjut sebagai otot ventrikel

atrium primitivum bekerja sebagai pacemaker, selanjutnya diambil alih sinus venosus

timbul serabut Purkinye sebagai derivat mesensim kardiogenik

serabut Purkinye membentuk nodus sinoauricularis, nodus atrioventricularis dan tractus atrioventricularis
yang mempunyai spesifikasi konduksi

Arcus arteriosus

tiap arcus branchialis ( minggu IV ) memperoleh


arteria dari jantung arcus arteriosus

arcus arteriosus 1 dan 2 hilang

arcus arteriosus 3 bagian proksimal menjadi


a. carotis communis
distal menjadi a. carotis interna

arcus arteriosus 4 bagian dari arcus aortae

bagian proksimal arcus aortae berasal dari


sacus aorticus, bagian distal berasal dari aorta dorsalis

arcus arteriosus 4 ka a. subclavia dextra,


aorta dorsalis dan a. intersegmentalis 7.

arcus arteriosus 6 ki
bag. proksimal a. pulmonalis kiri bag. proksimal
bag. distal ductus arteriosus

arcus arteriosus 6 ka
bag. proksimal a. pulmonalis dexter
bag. distal degenerasi

darah teroksigenasi dari plasenta v. umbilicalis


-

melalui sinus hepaticus

sisa melalui ductus venosus v. cava inferior


( diatur oleh sphineter )

setelah melalui v.cava inferior atrium dextrum


asal dari : - ekstremitas bawah
- abdomen
- pelvis
darah masuk melalui tepi bawah septum secundum = crista dividens for. ovale atrium
sinistrum

sebagian kecil darah mengandung O 2 dari v.cava inferior dibalikkan oleh crista dividens tetap
berada di atrium dextrum

darah tercampur dengan darah dari v.cava superior, sinus coronaries, ventriculus dexter
darah melalui truncus pulmonalis ductus arteriosus aorta
hanya 10 15% pergi ke paru adekuat karena paru belum berfungsi

Sistem sirkulasi
Gerakan dalam pergantian material dalam medium cair dilakukan melalui difusi. Keperluan vital dalam jumlah
besar dan kompleks ditransport ke seluruh tubuh sampai ke seluruh sel dalam waktu cepat.

9
Darah, adalah alat angkut sangat cepat, mengangkut bahan-bahan kimia, hormon, oksigen, nutrien antibodi,
katabolit, sel darah merah dan sel darah putih dan komponen balik.
Sistem sirkulasi cepat dan mempunyai kapasitas tinggi karena sifat darah, karena value darah dan karena
sifat mekanis jantung dan otot arteri.
Sistem sirkulasi dilakukan oleh jantung, sebagai pompa sentral dan sistem motor, dengan pembuluh yang
membawa keluar darah dari jantung ke perifer dan dari organ dan jaringan kembali ke jantung.

Dari pusat ke perifer dikenal 3 percabangan vasa darah :


a

Jumlah arteria bertambah banyak akibat adanya percabangan baik sirkulasi sistemik maupun sirkulasi
pulmonal.

Diameter arteria makin berkurang walaupun tidak sama dengan bertambahnya dalam jumlah. Diduga
jumlah luas penampang makin jauh dari jantung makin tambah. Mengalirnya darah lebih cepat di
dekat jantung di banding dengan perifer

Dengan perubahan struktur, dinding arteria berkurang dalam ketebalan, walaupun tidak seimbang
dengan reduksi diameter vasa darah.

Jika arteria bercabang menjadi 2 yang kira-kira sama besar disebut cabang terminal. Arteria dapat di
hubungkan satu sama lain oleh anastomosis yang memungkinkan dapat memberi darah area yang lain.
Anastomose end to end terjadi bila dua buah arteria berterminal langsung satu dari yang lain misalnya : a.
vaginalis dan arteria ovarica, a. gastroepiploica dextra dan sinistra, arteria ulnaris dan r. p almaris superficialis
a.radialis
Anastomosis konvergensi, terjadi bila 2 buah arteria berjalan konvergensi dan selanjutnya menjadi satu,
misalnya : a. vertebralis menjadi a. basillaris.
Anastomosis transversalis, terjadi bila arteria pendek menghubungkan 2 buah arteria besar secara
transverssal misalnya : anastomose antara 2 arteria cerebralis anterior, a. tibialis posterior dan a. per inealis, a.
radialis dan a. ulnaris di sendi pergelangan.
Kadang-kadang 1 arteria diikuti oleh 2 vena, vena satelit (vena comitantes). Sebuah arteria dan 2 vena satelit
sering diikuti dengan sebuah saraf, jika dibungkus oleh selubung jaringan pengikat terbentuklah fasciculus
vasculo-nervosus.

10

Klasifikasi vasa darah


Secara anatomis vasa darah (arteri) dibedakan menjadi elastik dan muskular. Secara fungsional dibagi
menjadi 3 kelompok :
- vasa resistence
- vasa exchange = vasa microsirculare
- vasa capasitance
Vasa conducting, arteria besar berasal dari jantung dan cabang utamanya, bersifat elastik
Vasa distributik, arteria kecil mencapai organ dan bercabang ke dalamnya, dan dindingnya terdiri dari
komponen otot yang menyolok.
Vasa resistansi, terutama arteriola, sangat sedikit dan berotot merupakan sumber utama resistansi perifer
aliran darah dan menyebabkan drop tekanan darah.
Vasa exchange, merupakan kumpulan kapiler, sinusoid dan venula postkapiler, Dindingnya memungkinkan
pertukaran antara darah dan cairan jaringan sekeliling sel, merupakan fungsi esensial sistem sirkulasi.
Pertukaran termasuk oksigen, karbondiokside, nutrien, air dan vena anorganik, vitamin, hormon, produk
metabolisme, antibodi dan sel pertahanan. Arteriola, kapiler dan venula merupakan mikrovaskular tempat
mikrosirkulasi.
Vasa kapasitan / vasa tandon, venula besar dan vena membentuk suatu kumpulan tetapi berbeda-beda,
volume besar, tekanan yang rendah menyebabkan darah kembali ke jantung. Besar kapasitas vasa
tergantung distensibilitas dindingnya, sehingga isi darah banyak meskipun tekanan transmural rendah.
Karena volume relatif vena besar bagian vaskular mengandung darah sangat besar.
Aspek dinamis sirkulasi
Kekuatan mendorong dihasilkan bukan hanya oleh jantung, tetapi juga oleh otot arteria dan vena, kompresi
vena terutama akibat kontraksi otot skelet dan ketegangan fascia dan ligamentum. Faktor yang lain ialah
elastisitas arteria, viskositas darah dan friksi antara darah dan permukaan vasa dan aliran laminer.
Ada pengaruh gravitasi dalam sistem kardiovaskuler ditunjukkan dalam tekanan hydrostatis yang dipengaruhi
oleh posisi tubuh, misalnya posisi tegak atau tiduran.
Tekanan hydrolik yang dihasilkan untuk mengatasi resistensi oleh arteria dan viskositas darah
Tekanan darah dan kecepatan aliran darah tidak konstan tetapi pulsatik. Kira-kira seperempat banyak darah
terdapat di sirkulasi minor dan sisanya di sirkulasi major. Tigaperempat volume darah divena, terutama di
vena kecil.
Dinding vasa darah
Dinding vasa darah terdiri dari 3 lapisan : t. interna, t. media dan t. adventitia.
Jadi komponen dinding vasa darah yang terpenting adalah endothelium, jaringan elastis, otot, kolagen dan
jaringan pengikat.
Endothelium Adalah selapis sel polygonal pipih yang meluas secara berkesinambungan di permukaan
cabang-cabang vasa.
Endothelium mempunyai peranan penting.

mempengaruhi aliran darah


mengatur difusi substansia dan sel keluar masuk sirkulasi darah, melewati cell junction dan melalui
sitoplasmanya.
berpartisipasi dalam proses koagulasi dengan mengeluarkan faktor pembekuan dan dalam proses
fibrinolisis

11

mempunyai aktivitas fagositose spesifik dan memeras substansia (bahan-bahan) dari darah, aktivitas
metabolisme yang lain misalnya : endothelium di vasa pulmonalis melepas dan mengurangi aktivitas
polypeptide, biogenic amines, bradykinin prostaglandin
sel endothel mensekresi endothelium releasing factor dan endothelium yang mempengaruhi
vasomotilitas, dan mungkin juga mempengaruhi pertumbuhan endothelium sendiri.
sensitif terhadap tarikan misalnya : denyut (pulsus)
mensintesis fibronectin, laminin, kolagen, elastin dan komponen subendothelium yang lain.
mampu berproliferasi mengganti sel endotel yang rusak.

Otot polos
Tersusun konsentris, volume konstan
Fungsi :

mengurangi lumen vasa


memperlambat aliran darah
mengubah kekakuan dinding
motilitas dinding vasa
mensintesis elastin, kolagen, mukopolysacharida dan komponen ekstraselular.

Sesudah endothelium rusak, sel otot migrasi ke tunika intima dan berproliferasi membentuk bundel sel
longitudinal.
Malformasi sistem sirkulasi
1). dekstrokardi (jantung di sebelah kanan)
biasanya diikuti dengan situs inversus
2). ectopia cordis
-

jantung terletak sebagian atau seluruh di luar tubuh


sering extrathorakal ectopia cordis, jantung menonjol melalui defek sternal
o incomplete ectopia cordis, jantung dalam tubuh. Defek sternal dan mediastinal sering
menyebabkan posisi jantung abnormal
3). Defek septum atriorum (Atrial septal defect = ASD)
Terdapat 4 macam
o tipe secundum ASD
o defek tonjolan endokardial dengan tipe primum ASD, septum primum tidak berfusi dg tonjolan
subendocardial
o tipe sinus venosus ASD
o atrium communis, tidak ada septum atriorum
Tetralogi Fallot :
- stenosis pulmonalis
- defek septum ventriculare
- overiding aorta
- hipertropi ventriculus dexter
Coarctatio aortae
- postductal coarctation : konstriksi aorta sesudah ductus arteriosus Botalii
- preductal coarctation : konstriksi sebelum ductus arteriosus
Akibat :
o faktor genetik
o faktor lingkungan atau
o keduanya
Persistensi ductus arteriosus

12

Systema Lymphaticum

Vasa lymphatica mulai berkembang akhir minggu V

Dimulai adanya 6 saccus lymphaticus primer


1). saccus lymphaticus jugularis (2), terletak di hubungan v. subclavia dg v. cardinalis anterior
( v. jugularis interna )
2). saccus lymphaticus iliacus (2), terletak di pertemuan v. iliaca dan v. cardinalis posterior
3). saccus lymphaticus retroperitonealis, di radix mesenterii
4).cisterna chili, terletak di dorsal saccus lymphaticus retroperitonealis

vasa lymphatica tumbuh dari sakus tersebut, sepanjang vena pokok ke kepala, leher dan lengan dari
saccus yugularis ke batang tubuh bagian bawah dan tungkai dari saccus iliacus ke usus dari saccus
retroperitonealis dan cisterna khili

duktus thoracicus ka ki menghubungkan sakus yugularis dengan sisterna, segera terbentuk


anastomose antara saluran saluran tersebut

duktus thoracicus dewasa berkembang dari :

bagian kaudal duktus thoracicus dexter


anastomosis
bagian kranial duktus thoracicus sinister

duktus thoracicus dan duktus limfatikus dexter dihubungkan dengan sistema venosa di pertemuan v.
jugularis ext. dan v. subclavia

sakus limfatikus berganti menjadi nodus limfaticus

perkembangannya dimulai dari sel mesensim menginvasi sakus limfatikus dan membuat rongga di
dalam anyaman saluran limfa disebut sinus limfatikus

beberapa sel mesensim membentuk selubung dan anyaman jaringan pengikat limfonodi

limfosit sebelum lahir berasal dari thymus, sacus pharyngialis III

selanjutnya terjadi diferensiasi, sel mesensim di nodus menjadi limfosit

13

limfonodi dan pusat produksi limfosit belum tampak di limfonodi sampai sebelum atau sesudah lahir

lien, berkembang dari agregasi sel mesensim di mesenterium dorsale

tonsila palatina dari sakus pharyngealis II

tonsila pharyngotympanica berkembang dari agregasi limfonodi sekeliling muara tuba auditiva

tonsila pharyngea berkembang dari agregasi limfonodi di nasofarings

tonsila lingualis berkembang dari agregasi limfonodi di akar lidah

limfonodi juga berkembang dari mukosa sistem respirasi dan digesti