Anda di halaman 1dari 3

Penerapan SAP Berbasis Akrual Belum Efektif

[http://gorontalopost.com]

LIMBOTO Menjadi sebuah kebanggaan, Kabupaten Gorontalo menjadi salah satu daerah
yang dipilih Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)-RI untuk penerapan Standar Akuntasi
Pemerintahan (SAP) berbasis akrual. Sayangnya, dari hasil penelitian, pemerintah Kabupaten
Gorontalo dinilai belum efektif menerapkan sistem ini.Hasil ini diterima Penjabup Gorontalo
Nurlan Darise dari Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi Gorontalo Bingkros Hutabarat di
Ruang Auditorium Kantor Perwakilan BPK RI Provinsi Gorontalo, kemarin (5/11). Basis
Akrual adalah suatu basis akuntansi dimana transaksi ekonomi atau peristiwa akuntansi
diakui, dicatat, dan disajikan dalam laporan keuangan pada saat terjadinya transaksi tersebut,
tanpa memperhatikan waktu kas diterima atau dibayarkan.
Dalam SAP Berbasis Akrual baik pendapatan, beban, aset, utang, dan ekuitas dalam
pelaporan finansial harus berbasis akrual, serta mengakui pendapatan, belanja dan
pembiayaan dalam pelaporan pelaksanaan anggaran berdasarkan basis yang ditetapkan dalam
APBD. Hasil ini harus kita terima. Kedepan perlu adanya komitmen bersama untuk lebih
mengefektifkan implementasi SAP berbasis akrual di Kabupaten Gorontalo agar pengelolaan
keuangan dan akuntansi daerah lebih efisien, transparan dan akuntabel, tutur Nurlan.
Dijelaskan Nurlan, Akuntansi dan SAP yang berbasis akrual akan meningkatkan kualitas
informasi pelaporan keuangan pemerintah daerah dan menghasilkan pengukuran kinerja yang
lebih baik, serta memfasilitasi manajemen keuangan dan aset sesuai dengan amanat undangundang, sehingga dapat menyediakan informasi yang paling komprehensif karena seluruh
Sub Bagian Hukum BPK Perwakilan Provinsi Gorontalo

arus sumber daya dicatat. Pengelolaan keuangan yang baik menjadi cermin jalannya roda
pemerintahan, tandasnya. Hadir pula dalam kegiatan tersebut diantaranya, Wakil Gubernur
Gorontalo Idris Rahim dan para kepala daerah se kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo. Ikut
hadir pula Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Sahmid Hemu. (and)

Sumber :
http://gorontalopost.com/2015/11/06/penerapan-sap-berbasis-akrual-belum-efektif/, diakses
pada tanggal 10 November 2015

Catatan :

Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang


Standar Akuntansi Pemerintahan yang merupakan pengganti dari Peraturan
Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintah. PP tersebut
berfungsi sebagai pedoman bagi pemerintah daerah dalam pengimplementasian SAP

berbasis akrual.
Pengertian SAP Berbasis Akrual menurut PP Nomor 71 Tahun 2010 adalah SAP yang
mengakui pendapatan, beban, aset, utang, dan ekuitas dalam pelaporan finansial
berbasis akrual, serta mengakui pendapatan, belanja, dan pembiayaan dalam
pelaporan pelaksanaan anggaran berdasarkan basis yang ditetapkan dalam

APBN/APBD.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2013 tentang Penerapan Standar
Akuntansi

Pemerintah

Berbasis

Akrual

pada

Pemerintah

Daerah

telah

mengamanatkan kepada seluruh jajaran Pemerintah Daerah se-Indonesia untuk

menerapkan SAP berbasis Akrual paling lambat mulai tahun Anggaran 2015
Pasal 5 ayat (2) Permendagri Nomor 64 Tahun 2013 menyebutkan bahwa Penyajian
laporan keuangan terdiri atas:
1. laporan realisasi anggaran;
2. laporan perubahan saldo anggaran lebih;
3. neraca;
4. laporan operasional;
5. laporan arus kas;
6. laporan perubahan ekuitas; dan
7. catatan atas laporan keuangan.

Sub Bagian Hukum BPK Perwakilan Provinsi Gorontalo

Perbedaan pencatatan berbasis akrual dengan pencatatan berbasis kas adalah Di dalam
basis akrual, suatu transaksi ekonomi dan peristiwa-peristiwa lain diakui dan dicatat
dalam catatan akuntansi dan dilaporkan dalam periode laporan keuangan pada saat
terjadinya transaksi tersebut, bukan pada saat kas atau ekuivalen kas diterima atau

dibayarkan.
Pemerintah Indonesia menerapkan basis akuntansi akrual karena basis akrual
memiliki manfaat sebagai berikut:
1. Memberikan gambaran yang utuh atas posisi keuangan pemerintah 24 Gambaran
Umum Akuntansi Berbasis Akrual
2. Menyajikan informasi yang sebenarnya mengenai hak dan kewajiban pemerintah
3. Bermanfaat dalam mengevaluasi kinerja pemerintah terkait biaya jasa layanan,

efisiensi, dan pencapaian tujuan


Penjelasan PP No. 71 Tahun 2010 menyebutkan bahwa Laporan keuangan yang
dihasilkan dari penerapan SAP Berbasis Akrual dimaksudkan untuk memberi manfaat
lebih baik bagi para pemangku kepentingan, baik para pengguna maupun pemeriksa
laporan keuangan pemerintah, dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan. Hal ini
sejalan dengan salah satu prinsip akuntansi yaitu bahwa biaya yang dikeluarkan
sebanding dengan manfaat yang diperoleh.

Sub Bagian Hukum BPK Perwakilan Provinsi Gorontalo