Anda di halaman 1dari 4

Pergerakkan Gigi

Pergerakan gigi dapat terjadi secara fisiologis dan patologis, dan kedua jenis pergerakan
ini tidak diharapkan karena terjadinya pergerakan tersebut dapat diketahui bahwa keadaan gigi
dan struktur jaringan pendukungnya mengalami perubahan, misalnya pada gigi yang terdapat
diantara daerah diastema maka gigi tersebut akan bergerak ke daerah yang kosong.1,2
Pergerakan gigi secara fisiologis dapat terjadi pada gigi-geligi dalam masa perkembangan
yaitu bergerak ke mesial, distal, dan anterior, sebagai contoh pergerakan ke depan ( anterior )
dari gigi-geligi disebut migrasi mesial fisiologis. Pergerakan gigi fisiologis ini diperkirakan dapat
berlangsung sepanjang hidup apabila ada kesempatan gigi-geligi untuk bergerak. Pergerakan gigi
patologis adalah berpindahnya posisi gigi akibat terganggunya keseimbangan antara faktor-faktor
yang memelihara posisi gigi yang fisiologis oleh penyakit periodontal, misalnya mobiliti gigi
yang menyebabkan posisi gigi berpindah dari posisi yang sebenarnya dan susunan gigi menjadi
tidak teratur serta terjadinya maloklusi. Untuk mengembalikan posisi gigi agar mendapatkan
oklusi yang normal maka diperlukan perawatan yang memerlukan pergerakan gigi yaitu dengan
perawatan ortodonti.2
Perawatan ortodonti adalah salah satu jenis perawatan yang dilakukan di bidang
kedokteran gigi yang bertujuan mendapatkan penampilan dentofasial yang menyenangkan secara
estetika yaitu dengan menghilangkan susunan gigi yang berjejal, mengoreksi penyimpangan
rotasional dan apikal dari gigi-geligi, mengoreksi hubungan antar insisal serta menciptakan
hubungan oklusi yang baik.3
Pergerakan gigi adalah basis dari perawatan ortodonti. Untuk dapat melakukan perawatan
tersebut maka harus terjadi pergerakan gigi untuk mengembalikan posisi gigi yang menyimpang
ke posisi yang baik sesuai dengan oklusinya, dan untuk dapat menggerakkan gigi tersebut
diperlukan alat ortodonti, yang terdiri dari dua jenis yaitu alat lepasan dan alat cekat. 3 Alat
lepasan menghasilkan pergerakan gigi yang terbatas. Pada umumnya menghasilkan pergerakan
tipping dari gigi, tetapi dapat juga menghasilkan pergerakan intrusi, ekstrusi dan rotasi dimana
tidak seefektif dari alat cekat sedangkan pergerakan bodily atau torque sulit atau tidak mungkin
dihasilkan.1,3,4

Sumber :
HR;

Profit WR; Fields


Ackerman JL;
Contemporary
Orthodonthics,
1986;236

Klasifikasi Pergerakkan Gigi


Pergerakan Tipping
Pergerakan tipping ialah pergerakan gigi dimana gigi yang miring dapat ditegakkan dan
gigi yang tegak dapat dimiringkan untuk mendapatkan hasil yang baik juga oklusi yang harmonis
sesuai dengan bentuk lengkung gigi. Tipe pergerakan ini merupakan yang paling sederhana dan
mudah dilakukan.1,3 Tekanan ortodonti diaplikasikan pada satu titik di mahkota gigi yang
menyebabkan gigi miring menjauhi arah tekanan. Mahkota gigi bergerak searah dengan gaya
sedangkan apeks gigi bergerak dalam arah yang berlawanan. 1,3 Bila gerakan tipping terjadi,
ligamen periodontal akan tertekan tetapi tidak remuk. Pembuluh darah masih vital dalam waktu
24-48 jam setelah pemberian tekanan ortodonti, osteoklas terlihat sepanjang permukaan tulang
dan terjadi resorpsi tulang pada sisi tekanan dan deposisi pada sisi tegangan . 6
Pergerakan Rotasi
Pergerakan rotasi adalah gerakan gigi berputar di sekeliling sumbu panjangnya. Rotasi
merupakan suatu penjangkaran gigi yang paling rumit dilakukan dan sukar untuk dipertahankan.
Rotasi gigi dalam soketnya membutuhkan aplikasi tekanan ganda. Pergerakan rotasi ini dapat
diperoleh dengan memberikan kekuatan pada satu titik dari mahkota dan stop untuk mencegah
bergeraknya bagian mahkota yang lain ( Gambar 2 ). 1,3 Pada pergerakan rotasi kecendrungan
untuk relaps lebih besar, ini disebabkan karena serat-serat yang melekatkan gigi ke tulang
menjadi sangat mudah terorganisasi kembali selama dan sesudah pergerakan gigi, serat-serat
yang menyatukan gigi dengan jaringan gingival masih utuh, hanya mengalami distorsi selama
pergerakan gigi dan kebanyakan serat-serat gingival tersebut meregang.2
Pergerakan bodili
Bodili adalah pergerakan translasi menyeluruh dari sebuah gigi ke posisi yang baru,
dengan semua bagian dari gigi bergerak dalam jumlah yang setara. Tekanan harus diaplikasikan
pada daerah mahkota yang lebar dan setiap pergerakan tilting harus dibatasi. Pergerakan bodily
mengakibatkan resorpsi tulang terjadi pada daerah tekanan dan pembentukan tulang terjadi pada
daerah tarikan.3
Pergerakan torque
Pergerakan torque adalah pergerakan akar gigi dengan hanya sedikit pergerakan
mahkota. Pergerakan torque mengakibatkan pada daerah tekanan akan terjadi resorpsi jaringan
dan pada daerah tarikan terjadi aposisi yang menyebabkan gigi miring disekitar apeksnya.2,6
Pergerakan vertikal
Pergerakan vertikal ada dua jenis yaitu pergerakan ekstrusi dan intrusi dimana kedua
pergerakan ini memperoleh kekuatan dengan arah yang berlawanan. Ekstrusi adalah pergerakan
gigi keluar dari alveolus dimana akar mengikuti mahkota. Ekstrusi gigi dari soketnya dapat
terjadi tanpa resorpsi dan deposisi tulang yang dibutuhkan untuk pembentukan kembali dari
mekanisme pendukung gigi. Pada umumnya pergerakan ekstrusi mengakibatkan tarikan pada
seluruh struktur pendukung.2,6 Intrusi adalah pergerakan gigi secara vertikal kedalam alveolus.

Intrusi gigi menyebabkan resorpsi tulang, terutama di sekitar apeks gigi. Dalam pergerakan ini,
terjadi daerah tekanan pada seluruh struktur jaringan pendukung, tanpa adanya daerah tarikan.

Dakpus :
1.Balajhi S.I. Orthodontics the Art and Science. 1 ed. New Delhi : Arya ( Medi ) Publishing
House, 1997 : 187-219
2. Foster T.D. Buku Ajar Ortodonti. Edisi 3. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC, 1997 :
168-83
3. William J.K. Prinsip dan Praktik Alat-alat Ortodonti Cekat. Jakarta : Penerbit Buku
Kedokteran EGC, 2000: 1-8
4. Profitt W.R. Contemporary Orthodontics. London : C.V Mosby Company, 1986 : 228-40
5. Houston W.J.B. Orthodontics Walther. Edisi 4. Jakarta : Hipokrates, 1990 : 45-8
6. Salzman J.A. Practice ortopedi fasial Orthodontics Volume two. Philadelphia : J.B.Lipincott

Biomekanik Perawatan Gigi


Biomekanik adalah ilmu yang berkenaan dengan efek gaya yang bekerja pada tubuh
manusia. Pemahaman dasar tentang biomekanik pergerakkan gigi akan membantu pembaca
untuk memahami efek suatu gaya yang diaplikasikan terhadap arah gerakan gigi.