Anda di halaman 1dari 2

KWASHIORKOR

A.

DEFINISI
Kwashiorkor

adalah

malnutrisi

disertai

edema

dan

hipoalbuminemia,

bermanifestasi sebagai edema pitting yang dimulai dari ekstremitas bawah dan meluas ke
bagian atas tubuh seiring derajat keparahan.
B.

ETIOLOGI
Menurut teori klasik, kwashiorkor disebabkan oleh asupan protein yang tidak
adekuat sedangkan asupan kalori cukup atau mendekati cukup. Faktor lain yang mungkin
berperan adalah infeksi akut, toksin, dan kemungkinan ketidakseimbangan mikronutrien
atau asam amino.
Penderita malnutrisi protein biasanya terjadi pada anak lepas susu (disapih) usia
1-4 tahun dan anak-anak yang sedang dirawat inap karena pembedahan atau
hipermetabolik. Selain itu, tempat daerah tropikal atau subtropikal, dimana ekonomi, sosial,
budaya juga merupakan kombinasi faktor yang sering menimbulkan malnutrisi protein
pada anak-anak (Indrawani, 2007).

C.

GEJALA KLINIS
Dalam buku Nelson edisi ke-6, dikatakan bahwa manifestasi klinis utama
kwashiorkor adalah berat badan menurut usia 60% sampai 80%, tetapi berat badan saja
tidak dapat menjadi indicator status nutrisi yang akurat karena adanya edema. Pemeriksaan
fisik menunjukkan jaringan lemak subkutan yang masih ada disertai atrofi nyata massa
otot. Tanda-tanda klinis yang dapat ditemukan pada kwashiorkor, yaitu :
1. Edema
Edema bervariasi mulai dari edema pitting ringan di punggung kaki sampai edema
generalisata yang mengenai kelopak mata dan skrotum.
2. Rambut

Rambut jarang, mudah dicabut, dan tampak kusam, berwarna coklat, merah, atau
pirang. Tetapi nutrisi memperbaiki warna rambut, meninggalkan sebagian segmen rambut
dengan pigmentasi yang berubah diikuti sebagian segmen rambut dengan pigmentasi
normal (tanda bendera).
3. Kulit
Perubahan

kulit

umum

dijumpai

dan

bervariasi

mulai

dari

hiperkeratosis

hiperpigmentasi sampai ruam macular eritematosa (pellagroid) pada punggung dan


ekstremitas.
4. Keilosis angular, atrofi papilla formis lidah, dan stomatitis maniliasis.
5. Pembesaran kelenjar parotis dan edema wajah menyebabkan wajah membulat seperti
bulan moon face.
6. Apatis dan tidak tertarik untuk makan
7. Pembesaran hati dengan konsistensi lunak dan batas tegas.
8. Jaringan limfatik atrofik.
9. Ronki basah di basal paru.
10. Distensi abdomen dan penurunan bising usus.
Pada bentuk kwashiorkor yang paling berat, terjadi deskuamasi superficial bila
permukaan kulit ditekan (flaky paint rash).