Anda di halaman 1dari 11

ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN KERETA CEPAT JAKARTA BANDUNG

makalah

diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan yang diampu oleh
Dr. Rina Marina Masri, MP.

oleh :
FAZA ADITYA FARIZKI

(1304448)

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL S1


DEPARTEMEN PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2016

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan atas khadirat Tuhan YME karena berkat rahmat dan
karunia-Nya lah saya dapat menyelesaikan makalah mengenai Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan Kereta Cepat Jakarta Bandung untuk memenuhi tugas Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan.
Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam
menyelesaikan tugas ini terutama pada Dr. Rina Marina MP selaku dosen pengampu mata
kuliah AMDAL. Saya menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari kesempurnaan dan masih
memiliki kekurangan, maka saya sangat mengharapkan kritik dan saran demi kemajuan tugas
ini.
Akhir kata saya berharap tugas ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan khususnya
bagi saya sendiri.

Bandung, Februari 2016

Penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................................................................i
DAFTAR ISI.........................................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN......................................................................................................................1
1. 1.

Latar Belakang.......................................................................................................................1

1. 2.

Rumusan Masalah..................................................................................................................1

1. 3.

Tujuan Penulisan....................................................................................................................1

1. 4.

Metode Penulisan Makalah....................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN.......................................................................................................................3
2. 1.

Alasan Pembuatan Kereta Cepat Jakarta Bandung..............................................................3

2. 2.

Masalah AMDAL Kereta Cepat Jakarta Bandung...............................................................3

BAB III PENUTUP...............................................................................................................................7


3. 1.

Simpulan................................................................................................................................7

3. 2.

Saran......................................................................................................................................7

DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................................8

BAB I
PENDAHULUAN
1. 1.

Latar Belakang

Jokowi telah meresmikan pembangunan kereta cepat Jakarta Bandung, jalur kereta
cepat Jakarta-Bandung akan berjarak 140,9 km, menghubungkan empat stasiun: Halim
(Jakarta, Karawang, Walini dan Tegal Luar (Bandung.)

Kereta cepat Jakarta Bandung ini diperkirakan dapat mengangkut 583 orang dengan
kecepatan 350 km/jam. Di setiap stasiun, akan dibangun Transit Oriented Development
(TOD) untuk mendorong lahirnya sentra ekonomi baru di koridor Jakarta-Bandung.
Sebagian orang ada yang menilai, perkiraan dampak ekonomi kereta cepat JakartaBandung perlu direvisi. Karena menurut kajian awal, jumlah penumpang akan mencapai
60.000 per hari dan direncanakan, nantinya dengan kereta cepat ini, Bandung Jakarta akan
ditempuh dalam 35 menit, dan harga tiketnya sekitar Rp225.000. Proyek kereta cepat ini
sempat dibayangi ketidakpastian, termasuk kabar penolakan proyek ini oleh Presiden Joko
Widodo, serta persaingan antara Jepang dan Cina.
Di sisi lain, sebagian pengamat juga mempermasalahkan belum matangnya analisis
dampak lingkungan untuk pembangunan jalur kereta itu.
1. 2.

Rumusan Masalah

1. Apa pertimbangan pemerintah untuk membangun jalur Kereta Cepat Jakarta


Bandung?
2. Apa saja yang menjadi masalah AMDAL pada proyek pembangunan Kereta Cepat
Jakarta Bandung?
1. 3.

Tujuan Penulisan

1. Dapat mengetahui

pertimbangan pemerintah dalam membangun jalur Kereta

Cepat Jakarta Bandung


1

2. Dapat mengetahui masalah AMDAL yang terjadi pada proyek Kereta Cepat
Jakarta Bandung.
1. 4.

Metode Penulisan Makalah

Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah metode kualitatif dengan
mengambil data dan informasi dari berbagai sumber yang dipercaya.

BAB II
PEMBAHASAN
2. 1.
Alasan Pembuatan Kereta Cepat Jakarta Bandung
Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengungkapkan, proyek
kereta api cepat Jakarta-Bandung telah direncanakan sejak 2008. Namun, karena dana yang
dibutuhkan besar proyek tersebut tidak kunjung diimplementasikan.
Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla memutuskan untuk membangun proyek
tersebut. Direktur Transportasi Bappenas Bambang Prihartono mengungkapkan, alasan
pemerintahan Jokowi mengambil proyek tersebut lantaran hasrat politik yang timbul berbeda
dibanding pemerintahan sebelumnya.
Hasrat politik yang dimaksud disini adalah keinginan untuk mencapai target
pertumbuhan ekonomi 5% - 6%. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 6%
dibutuhkan investasi besar. Maka, pulau jawa yang dijadikan andalan untuk mendatangkan
investasi besar tersebut.
Berikut hal terkait AMDAL Kereta Cepat Jakarta Bandung, antara lain:
1. Jarak Tempuh
PT Kereta Api Cepat Indonesia China (PT KCIC) berencana melakukan
pembangunan jalur kereta cepat Jakarta-Bandung dengan panjang jalur 142,3
kilometer, dimulai dari stasiun Halim di Jakarta hingga ke stasiun Tegalluar di
Kabupaten Bandung.
2. Jalur Stasiun Pemberhentian
Trase jalan kereta cepat Jakarta-Bandung ini akan melewati 9 kabupaten-kota
yang terdiri dari Jakarta Timur (di Provinsi DKI Jakarta), Kota Bekasi, Kabupaten
Bekasi, Kabupaten Karawang, Kota Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung
Barat, Kota Cimahi, Bandung, dan Kabupaten Bandung (di Provinsi Jawa Barat) dan
akan terdapat sebanyak 3 stasiun (Halim, Karawang, Walini) dan 1 Tegalluar stasiun
berikut Depo untuk pemeliharan gerbong dan lokomotif.

3. Jenis Konstruksi Jalur Kereta Cepat


Jenis konstruksi jalur kereta cepat terdiri dari 3 (tiga) jenis:
-

Konstruksi di atas permukaan tanah (At Grade) sepanjang 71,630 km.

Konstruksi di atas jembatan (Elevated) sepanjang 53,540 km.

Konstruksi terowongan (Tunnel) sepanjang 15,630 km.

4. Lahan yang akan digunakan


Lahan yang akan digunakan untuk pembangunan kereta cepat adalah dengan
memanfaatkan sisi kiri ataupun sisi kanan Ruang Milik Jalan (Rumija) Tol JakartaCikampek, Tol Cipularang, Tol Padaleunyi, lahan PTPN VIII, kawasan hutan produksi
dan lahan milik masyarakat.
5. Jadwal Konstruksi dan Operasional
Kegiatan konstruksi pembangunan jalan kereta cepat direncanakan dimulai
pada 2016 dan kegiatan operasional direncanakan dimulai pada 2019.

2. 2.

Masalah AMDAL Kereta Cepat Jakarta Bandung

1. Proses AMDAL Kereta Cepat


Dalam instrumen AMDAL terdapat tiga strata penelitian, yaitu pada tingkat
proyek yang dianalisisisi dampaknya atau disebut Environmental Impact Assessment
(IEA).
Selain itu, terdapat penelitian tingkat strategis, seperti pembangunan wilayah
dan pembangunan sektoral, misalnya, yang disebut sebagai analisis tingkat strategis,
atau secara teori disebut strategic environmental assessment (SEA), atau dalam aturan
kita disebut Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).

2. Sosialisasi ke Publik Untuk AMDAL


Selanjutnya dilakukan upaya sosialisasi, antara lain dengan pengumuman di
Harian Terbit dan Pikiran Rakyat edisi Sabtu, 12 Desember 2015. Selain itu
dilaksanakan Konsultasi Publik untuk Kota Jakarta Timur dan Kota Bekasi di Jakarta,
pada 21 Desember 2015; untuk Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi,
Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat di Bandung, 22 Desember 2015
dan untuk Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang dan Kabupaten Purwakarta di
Cikarang, 23 Desember 2015.
3. Pengambilan Keputusan AMDAL
Pada 28 Desember dilakukan persiapan Rapat Tim Teknis oleh Sekretariat
Komisi AMDAL dan Rapat Tim Teknis untuk membahas KA AMDAL dilaksanakan
pada 11 Januari 2016. Peserta rapat memberikan catatan-catatan untuk perbaikan dan
kemudian perbaikan disampaikan pada 12 Januari 2016.
Selanjutnya dilakukan pembahasan dokumen AMDAL, dan RKL-RPL pada
Rapat Teknis AMDAL tanggal 18 Januari 2016 dan Rapat Komisi Penilai AMDAL
tanggal 19 Januari 2015. Kedua rapat tersebut juga memberikan masukan-masukan,
yang menjadi dasar perbaikan ANDAL, RKL-RPL.
Penerimaan dokumen perbaikan ANDAL, RKL-RPL dengan Surat Direktur
Utama PT KCIC 2016 tanggal 20 Januari 2016. Setelah semua perbaikan dilakukan
maka

dapat

diterbitkan

Surat

Keputusan

Kelayakan

Lingkungan

Nomor

SK.35/Menlhk-Setjen/PKTL.0/1/2016 dan Izin Lingkungan Nomor SK.36/MenlhkSetjen/PKTL.0/1/2016 tanggal 20 Januari 2016.

4. Pengambilan Sampel Terkait Dampak Sosial dan Lingkungan

Sebagai penguatan social and environmental safeguard (Pasal 50 ayat 2 huruf


b PP 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan), KLH minta kepada KCIC untuk
melengkapi pengambilan sampel dan analisa sampel udara, air dan kebisingan di
laboratorium dalam rangka memperbarui data rona mulai tanggal 21 Januari 2016.

Selain itu juga diminta untuk melakukan sosialisasi lanjut mulai 1 Februari 2016 dan
pengumuman di surat kabar. KLHK terus memantau dan rencana evaluasi hasil
pembaruan data rona dan sosialisasi akan dilakukan pada 15 Februari 2016.
Pengembangan wilayah di sepanjang jalur terutama di sekitar stasiun Kereta
Api Cepat tidak termasuk dalam lingkup AMDAL, terkait revisi Rencana Tata Ruang
dan Tata Wilayah (RTRW) untuk rencana pengembangan wilayah dalam Surat
Keputusan Kelayakan Lingkungan (SKKL) telah diperintahkan kepada Gubernur DKI
Jakarta, Gubernur Jawa Barat, dan 9 Bupati dan Wali Kota untuk segera melakukan
revisi terhadap Rencana Tata Ruang dan Wilayah dengan memperhatikan aspek
lingkungan hidup dengan instrumen penjaga berupa Kajian Lingkungan Hidup
Strategis (KLHS).
5. Aspek Potensi Bencana di Jalur Kereta Cepat
Aspek potensi resiko kebencanaan seperti keberadaan struktur geologi antara
lain sesar, gerakan tanah, gempa, dan curah hujan tinggi telah dikaji dalam AMDAL
dan telah disediakan upaya mitigasi dan sistem deteksi dini (early warning system).
Ahli peneliti AMDAL Rusdian Lubis termasuk yang mengkritisi begitu
cepatnya proses AMDAL kereta api cepat. Berdasarkan pengalamannya melakukan
studi AMDAL dengan proyek besar, dibutuhkan sedikitnya proses selama 5 tahun
untuk menganalisis secara lengkap.

BAB III
PENUTUP
3. 1.

Simpulan

Kereta Cepat Jakarta Bandung diadakan agar pemerintah dapat mewujudkan


pertumbuhan ekonomi di Indonesia menjadi

6%, Akan tetapi AMDAL yang dilakukan

proyek Kereta Cepat ini terlalu tergesa-gesa dan tidak sesuai aturan, sehingga AMDAL
Kereta Cepat Jakarta Bandung ini dapat direvisi kembali.

3. 2.

Saran

Seharusnya pengerjaan AMDAL Kereta Cepat Jakarta Bandung ini tidak dilakukan
dengan tergesa-gesa dan harus dilakukan sesuai prosedur agar pembangunan yang dilakukan
dapat sesuai rencana dan tidak menyalahi aturan.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. (2016, Februari 16). 10 hal yang perlu diketahui tentang Kereta Api
Cepat Jakarta-Bandung. Retrieved Februari 26, 2016, from
www.Rappler.com: http://www.rappler.com/indonesia/122108-10-haltentang-kereta-api-cepat-jakarta-bandung
Anonim. (2016, Februari 12). Alasan Pemerintah Jokowi Bangun Kereta Cepat
Jakarta - Bandung. Retrieved Februari 25, 2016, from
ekbis.sindonews.com:
http://ekbis.sindonews.com/read/1084819/34/alasan-pemerintah-jokowibangun-kereta-cepat-jakarta-bandung-1455272619
Anonim. (2016, Januari 21). Presiden Jokowi resmikan pembangunan kereta
cepat Bandung-Jakarta. Retrieved Februari 25, 2016, from www.bbc.com:
http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/01/160121_indonesia
_kereta_groundbreaking

Anda mungkin juga menyukai