Anda di halaman 1dari 16

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN PPOK

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah NC Respiratory System

Oleh :
Kelompok 4 K3LN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Fahmelia Nour Hayati


Firdaus Kristyawan
Siti Maulidiyatul K.
Sanda Prima Dewi
Siti Nur Afifah
Slamet Eko Raharjo
Iskadarsih

125070201131014
125070201131015
125070201131016
125070201131017
125070201131018
125070201131019
125070201131020

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2014
Kasus
Tn. K, usia 65 tahun datang ke IRD RS dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang dengan ditemani
oleh anaknya. Menurut cerita dari anaknya Tn. K satu hari yang lalu kehujanan setelah
menengok cucunya yang ada diluar kota. Serangan sesak nafas yang dialami saat ini

dirasakan sejak tadi malam jam 23.15, dan bertambah sesak sampai pagi ini sehingga
keluarga memutuskan dibawa ke UGD RSSA. Tn. K mengeluh nafasnya terasa sesak sekali
berbunyi ngik-ngik bertambah sesak bila digunakan untuk berjalan dan mengangkat bendabenda berat. Tn. K juga mengeluh batuk sejak 3 bulan yang lalu dan mengeluarkan banyak
dahak berwarna putih kental. Pada saat dilakukan pengkajian saat ini Tn. K duduk dengan
kedua tangan memegang tepi brankart, Menurut anaknya Tn. K pada waktu muda suka
merokok dengan rata-rata 1 pak perhari selama 20 tahun. Serangan batuk yang saat ini
dialami ayahnya sudah terjadi sejak 5 tahun yang lalu. Pasien dalam kondisi sadar, GCS 456,
dan tampak gelisah. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik didapatkan hasil RR: 29 x/menit,
ronki dan wheezing terdengar di kedua lapang paru, bentuk dada barrel chest, Pernafasan
cuping hidung, terdapat penggunaan otot bantu pernafasan retraksi otot area supraklavikular
dan sternocleidomastoideus, nadi: 115 x/menit, regular, tekanan darah: 145/100 mm Hg,
Suhu: 37,5C. akral dingin dan berkeringat, sianosis pada mukosa bibir, CTR 3. Rongent
toraks: terdapat pelebaran antar iga, diafragma letak rendah, penumpukan udara daerah
retrosternal, tampak penurunan vaskuler dan peningkatan bentuk bronkovaskuler, jantung
tampak membesar. ECG: deviasi aksis kanan, gelombang P pada lead II, III tinggi dan lebih
panjang. Spirometri : FEV1/FVC 60%, BGA: Pa CO2: 52 mmHg, Pa O2: 70 mmHg, Sa O2:
79%, PH: 7,25, H CO3 -: 20 mEq/L, Therapi: IV Line Na Cl 0,9% : 20 tts/menit, Amofilin
250 mg IV (5 mg/kg BB), Metilpredisolon 260 mg IV (4 mg/kg BB), Nebulizer: Ventolin :
Bisolvon : Na CL 0,9% = 1:1:2, Venturi Masker 6 lpm.

PENGKAJIAN DASAR KEPERAWATAN


a. Identitas Klien
Nama
: Tn. K
Usia
: 65 tahun
Jenis kelamin
: laki-laki
Status pernikahan : menikah
Sumber informasi : klien dan anaknya
b. Status kesehatan saat ini
Keluhan utama
:

klien mengeluh nafasnya terasa sesak sekali berbunyi ngik-ngik bertambah sesak
bila digunakan untuk berjalan dan mengangkat benda-benda berat. Klien juga
mengeluh batuk sejak 3 bulan yang lalu dan mengeluarkan banyak dahak berwarna
putih kental. Pada saat dilakukan pengkajian saat ini Klien duduk dengan kedua

tangan memegang tepi brankart.


Lama keluhan
:
batuk berdahak selama 3 bulan dan batuk nonproduktif selama 5 tahun.
Kualitas keluhan : Factor pencetus
:
kehujanan serta kelelahan setelah menjenguk anaknya yang ebrada di luar kota.
Factor pemberat :
usia, jenis kelamin, riwayat kebiasaaan merokok
Upaya yang telah dilakukan :
dibawa ke UGD oleh anaknya
Diagnose medis
:
PPOK (penyakit paru obstruksi kronik)

c. Riwayat kesehatan saat ini


Menurut cerita dari anaknya Tn. K satu hari yang lalu kehujanan setelah menengok
cucunya yang ada diluar kota. Serangan sesak nafas yang dialami saat ini dirasakan
sejak tadi malam jam 23.15, dan bertambah sesak sampai pagi ini sehingga keluarga
memutuskan dibawa ke UGD RSSA.
d. Status kesehatan terdahulu
Penyakit kronis
: batuk nonproduktif selama 5 tahun
Penyakit akut
: batuk berdahak selama 3 bulan dengan sputum yang banyak
Kebiasaan
: Menurut anaknya, klien pada waktu muda suka merokok
dengan rata-rata 1 pak perhari selama 20 tahun.
e. Pemeriksaan fisik
1. Kesadaran umum : Pasien dalam kondisi sadar, tampak gelisah, saat dilakukan
pengkajian saat ini pasien duduk dengan kedua tangan memegang tepi brankart,
2. Kesadaran
: GCS 456, kompos mentis
3. TTV :

RR : 29 x/menit
Nadi : 115 x/menit

TD
: 145/100 mm Hg
Suhu : 37,5C

4. Hidung
: Pernafasan cuping hidung.
5. Mulut dan tenggorokan : Sianosis pada mukosa bibir.
6. Thoraks dan dada
Paru :
Inspeksi : regular, dan bentuk dada barrel chest.

Palpasi

: terdapat penggunaan otot bantu pernafasan retraksi otot area

supraklavikular dan sternocleidomastoideus.


Perkusi : Auskultasi : ronki dan wheezing terdengar di kedua lapang paru.
7. Kulit dan kuku : CTR 3, akral dingin dan berkeringat.
f. Hasil pemeriksaan penunjang
1. Rongent toraks: terdapat pelebaran antar iga, diafragma letak rendah, penumpukan
udara daerah retrosternal, tampak penurunan vaskuler dan peningkatan bentuk
bronkovaskuler, jantung tampak membesar.
2. ECG: deviasi aksis kanan, gelombang P pada lead II, III tinggi dan lebih panjang.
3. Spirometri : FEV1/FVC 60%,
4. BGA: Pa CO2: 52 mmHg, Pa O2: 70 mmHg, Sa O2: 79%, PH: 7,25, H CO3 -: 20
mEq/L
g. Terapi
IV Line Na Cl 0,9% : 20 tts/menit
Amofilin 250 mg IV (5 mg/kg BB)
Metilpredisolon 260 mg IV (4 mg/kg BB)
Nebulizer
Ventolin : Bisolvon : Na CL 0,9% = 1:1:2
Venturi Masker 6 lpm

ANALISA DATA
Data
DS :
- klien mengeluh nafasnya

Etiologi
Merokok

terasa sesak sekali berbu

Memicu inflamasi dan secara

nyi ngik-ngik, bertam

langsung bisa merusak paru-paru

bah sesak bila digunakan

Menghambat pemebersihan

untuk berjalan dan meng


angkat
berat.
- Klien

benda-benda
juga

mengeluh

batuk sejak 3 bulan yang


lalu dan mengeluarkan
banyak dahak berwarna
putih kental.
- Pada saat

dilakukan

mukosiliar

Proliferasi sel goblet dan pergantian

epitel yang bersilia dengan tidak


bersilia

Iritan tidak dapat dikeluarkan

iritasi bronkus dan paru-paru

pengkajian, klien duduk

(dinding alveolus)

dengan kedua tangan me

hyperplasia, hipertrofi dan

megang tepi brankart.


- Klien suka merokok
DO :
- RR: 29 x/menit
- Klien tampak gelisah
- Irama nafas regular
- Bentuk dada barrel
chest.

proliferasi kelenjar mukosa

hipersekresi mucus dan sumbatan di

bronkus dan alveoli

obstruksi jalan napas

Masalah keperawatan
Ketidakefektifan bersihan
jalan nafas

- Penggunaan otot bantu


pernafasan retraksi otot
area supraklavikular dan

sesak napas

adanya penggunaan otot bantu

sternocleidomastoideus
- Ronki dan wheezing di

pernapsan+mucus dalam berlebih

kedua lapang paru.


- Sianosis di mukosa bibir

napas

karena ada materi asing di jalan

ketidakefektifan bersihan jalan

napas
DS :
- klien mengeluh nafasnya

Merokok (adanya laergen)

Gangguan pertukaran

Memicu inflamasi dan secara

Gas

terasa sesak sekali berbu


nyi ngik-ngik, bertam

langsung bisa merusak paru-paru

bah sesak bila digunakan

Inflamasi mengeluarkan mediator

untuk berjalan dan meng


angkat

benda-benda

berat.

redistribusi udara ke alveoli

DO :
- BGA:
mmHg,

Menyebabkan peningkatan ruang

Pa
Pa

CO2:

52

rugi (area paru dimana tidak ada

O2:

70

pertukaran gas yang dapat terjadi)

mmHg, Sa O2: 79%


- PH: 7,25, H CO3 -: 20
-

Pembengkakan pada bronkus dan

mEq/L
RR: 29 x/menit
N : 115x/mnt
Pernafasan cuping hidung
Penggunaan otot bantu

Kerusakan difusi oksigen

Hipoksemia, hiperkapnea dan

asidosis respiratory, sianosis, CRT


meningkat, penggunaan otot batu

pernafasan retraksi otot

pernapsan

area supraklavikular dan

Kerusakn terus menerus pada

sternocleidomastoideus
- Bentuk dada barrel
chest.
- akral

dingin

dan

dinding alveolar sehingga jaringan


kapiler pulmonal berkurang

berkeringat
Ketidakefektifan pertukaran oksigen
- Sianosis di mukosa bibir
dan CO2 di paru2
- Rongent toraks: terdapat

pelebaran

antar

iga,

diafragma letak rendah,


penumpukan

Gangguan pertukaran gas

udara

daerah

retrosternal,

tampak

penurunan

vaskuler dan peningkatan


bentuk

bronkovaskuler,

jantung

tampak

membesar.
- Spirometri : FEV1/FVC
60%,
- ECG:

deviasi

aksis

kanan, gelombang P pada


lead II,III, tinggi dan
lebih panjang
DS :
-

Tn. K mengeluh sesak


napas sekali, berbunyi
ngik-ngik,

bertambah

berat saat digunakan


untuk

berjalan

dan

mengangkat

benda

berat

kecil

Jalan napas menyempit atau kolaps

Udara tertahan diantara ruang

alveoli dan parenkim paru

Peningkatan ventilator

Kerja napas meningkat (respon

DO :
-

RR: 29 x/menit

ronki

tekanan abnormal terhadap

dan wheezing

terdengar

di

kedua

lapang paru
-

Hilangnya elastisitas paru

Merusak lveoli dn sluran napass

tekanan darah: 145/100


mm Hg,

nadi: 115 x/menit

ECG:

deviasi

aktivitas)

Kekurangan fungsi jaringan paru

untuk melakukan pertukan O2 dan


CO2

Perubahan EKG (aritmia)

aksis

Kelemahan secara umum

Intoleran Aktifitas

kanan, gelombang P
pada lead II, III tinggi
dan lebih panjang.
DS :
- klien mengeluh nafasnya

Intoleran aktifitas

Riwayat merokok, Batuk tidak


tertangani (selama 5 tahun)

terasa sesak sekali berbu


nyi ngik-ngik, bertam
bah sesak bila digunakan
untuk berjalan dan meng
angkat

Imunnya lemah
Antigen masuk
Masuk kedalam tubuh

benda-benda

berat.
- Menurut anaknya Tn. K
pada waktu muda suka

Tubuh memiliki pertahanan imun


untuk melawan
Terjadi inflamasi

merokok dengan ratarata 1 pak perhari selama


20

tahun.

batuk

Serangan

yang

saat

ini

Terjadi 3 hal
Sekresi mucus
Edema mucus
Vasokonstriksi

dialami ayahnya sudah

Gangguan ventilasi dan difusi tan

terjadi sejak 5 tahun

bertambah berat

yang lalu
- Klien juga

mengeluh

Sesak

batuk sejak 3 bulan yang

Oksigenasi jaringan tidak memadai

lalu dan mengeluarkan

gangguan perkusi

banyak dahak berwarna


putih kental.
- Pada saat

dilakukan

Hipoksia dan hipoksemia


Mempengaruhi kerja otak (saraf

pengkajian, klien duduk

karena saturasi oksigen tidak

dengan kedua tangan me

terpenuhi optimal)

megang tepi brankart.


- Klien suka merokok

tubuh (berupa manifestasi terlampir)

DO :
- RR: 29 x/menit
- Klien tampak gelisah
- Bentuk

dada

Ketidaktahuan apayang terjadi pada

barrel

chest.
- Penggunaan otot bantu

Ansietas

Ansietas

pernafasan retraksi otot


area supraklavikular dan
sternocleidomastoideus
- Ronki dan wheezing
terdengar

di

kedua

lapang paru.
Sianosis di mukosa bibir

DAFTAR PRIORITAS

No

Tanggal

1.

Diagnosa Keperawatan

Paraf

Ketidakefektifan bersihan jalan napas berhubungan dengan


penyakit paru obstruksi kronis ditandai dengan suara naps
tambahan(ronkhi), perubahan frekuensi napas, dipsnea,
sputum dalam jumlah berlebih, batuk tidak efektif dan
gelisah
Gangguan pertukaran Gas berhubungan dengan gangguan

2.

kapasitas penggangkutan oksigen dalam darah ditandai


dengan dipsnea dan takikardi
Intoleran Aktifitas berhubungan dengan ketidakseimbangan

3.

antara suplai dan kebutuhan O2 ditandai dengan sesak dan


bunyi ngik-ngik
Ansietas berhubungan dengan lingkungan dan status

kesehatan ditandai dengan gelisah, gerakan yang irrelevant,


penurunan produktivitas, peningkatan TD, peningkatan
RR, denyut nad idan kesulitan bernafas
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

Dx1

: Ketidakefektifan bersihan jalan napas berhubungan dengan penyakit paru obstruksi


kronis ditandai dengan suara naps tambahan(ronkhi), perubahan frekuensi napas,
dipsnea, sputum dalam jumlah berlebih, batuk tidak efektif dan gelisah

Tujuan. : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selam 3x24 jam bersihan jalan napas
adekuat
KH

: pada evaluasi didapatkan skor 5 dari NOC

NOC

: Respiratoty status: Airway Patency

No
Indikator
1
Respiratory rate normal= 16-24x/menit

5
V

Kemampuan untuk membersihkan secret

PCH

Batuk

5
Akumulasi sputum
Keterangan :
1.
2.
3.
4.
5.

Parah
Berat
Sedang
Ringan
Tidak ada

NIC:
Airway suction

Intervensi
Pastikan kebutuhan oral
Auskultasi suara nafas

sesudah suctioning
Informasikan pada keluarga dan klien

tentang suctioning
Minta klien nafas dalam sebelum suction

dilakukan
Berikan O2 dengan menggunakan nasal

untuk memfasilitasi suction nasotrakheal


Gunakan alat yang steril setiap melakukan

tindakan
Monitor status O2 pasien
Ajarkan
keluarga
bagaimana

melakukan suksion
Hentikan suction dan berikan O2 apabila
pasien

meunjukkan

peningkatan saturasi O2, dll.

sebelum dan

cara

bradikardi,

Rasional
Kebutuhan oral pasien terpenuhi
Indikasi dasar gangguan saluran

pernafasan
Meningkatkan

mencegah terjadinya kekambuhan


Mengurangi
rasa
sakit
saat

memasukkan kateter suction


Meningkatkan perfusi

Mencegah terjadinya infeksi

Mengetahui kebutuhan O2 pasien


Meningkatkan pengetahuan tantang

cara melakukan suksion


Mempertahankan kebutuhan O2

pengetahuan

dan

Airway Management

Intervensi
Buka jalan nafas, gunakan teknik chin

lift atau jaw thrust bila perlu


Posisikan pasien untuk memaksimalkan

ventilasi
Identifikasi pasien perlunya pemasangan

alat jalan nafas buatan

Lakukan fisioterapi dada bila perlu


Keluarkan sekret dengan batuk atau

suction
Auskultasi suara nafas, catat adanya

suara tambahan
Lakukan suksion pada mayo
Berikan pelembab udara kassa basah

Rasional
Mendapatkan keadekuatan ventilasi

Meningkatkan pengembangan paru


Membantu klien memenuhi kebutuhan O2
Membantu mengeluarkan sekret
Memperlancar saluran jalan nafas

Indikasi dasar adanya gangguan saluran

pernafasan
Meningkatkan pertukaran gas
Memberikan rasa nyaman

NaCl lembab
Atur intake cairan mengoptimalkan
keseimbangan

Monitor respirasi dan status O2

Membantu mengencerkan secret


Mengetahui kebutuhan O2 pasien

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

Dx2

: Gangguan pertukaran Gas berhubungan dengan gangguan kapasitas penggangkutan


oksigen dalam darah ditandai dengan dipsnea dan takikardi

Tujuan. : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selam 3x24 jam pasien mengalami
peningkatan denyut nadi, dipsnea berkurang, niulai gas darah normal
KH
NOC

: pada evaluasi didapatkan skor 5 dari NOC


: Respiratoty status: Gas Exchange

No
Indikator
1
Tekanan O2 dalam darah arteri(PO2)

5
V

Tekanan CO2 dalam darah arteri(PCO2)

pH arteri

saturasi oksigen

X-ray thorax

Sianosis

Somnolen

Impared cognition

Keterangan :
6. Parah
7. Berat
8. Sedang
9. Ringan
10. Tidak ada
NIC : Acid Based management, Airway Management, Vital Sign Monitoring
Intervensi
Rasional
Kaji frekwensi, kedalaman dan kemudahan manifestasi distress pernafasan tergantung
bernafas.

pada indikasi derajat keterlibatan paru dan

status kesehatan umum.


Obnservasi warna kulit, membran mukosa dan Sianosis kuku menunjukkan vasokontriksi
kuku, catat adanya sianosis

atau espon tubuh terhadap demam /

perifer ( kuku ) atau sianosis sentral.


Kaji status mental

menggigil.
Gelisah, mudah terangsang, bingung dan
somnolen dapat menunjukkan hipoksemia /

penurunan oksigenasi serebral.


Kolaborasikan pemberian analgesic sesuai Dapat menurunkan demam
dengan indikasi
Awasi suhu tubuh sesuai indikasi

Demam
kebutuhan

Berikan terapi oksigen dengan benar.

tinggi

sangat

metabolik

meningkatkan
dan

kebutuhan

oksigen dan mengganggu oksigenasi selular.


Tujuan
terapi
oksigen
adalah
mempertahankan PaO2 di atas 60
mmHg. Oksigen diberikan dengan metode
yang memberikan pengiriman tepat dalam

toleransi pasien.
Identifikasi pasien perlunya pemasangan alat Untuk memenuhi kebutuhan oksigen pasien
napas buatan

sehingga tidak terjadi hipoksia, dan untuk

Keluarkan secret dengan batuk atau suction

memenuhi O2 melalui O2 nasal 2 Ipm


Untuk membuka jalan napas klien sehingga
tidak terjadi sumbatan jalan napas klien

Berikan bronkodilator bila perlu


Monitor respirasi dan status O2

Untuk mengencerkan secret


Untuk memantau O2 yang masuk dan

keluar paru-paru
Monitor IV line
Kaji tetesan yang keluar dari IV 14tts/menit
Berikan terapi cairan IV line D5+NS 0,225 % Pemberian cairan sangat penting bagi klien
14 tetes/ menit dan pemberian antipiretik

yang

suhu

merupakan

tinggi.

Pemberian

wewenang

dokter

cairan
sehingga

perawat perlu berkolaborasi dalam hal ini

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN


Dx 3 : Intoleran Aktifitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai dan
kebutuhan O2 ditandai dengan sesak dan bunyi ngik-ngik
Tujuan : setelah di lakukan tindakan keperwatan 3x24 jam aktifitas pasien tidak tergangggu
KH

: skala 5 dari NOC

NOC : Activity Intolerance


NO INDIKATOR
1
Saturasi O2 saat aktifitas

Nadi saat aktifitas

RR saat aktifitas

Kemudahan bernapas saat aktifitas

Tekan sistolik darah saat aktifitas

Tekanan Diastolik darahsaat aktifitas

ECG

NIC :
Activity Therapy
v Bantu klien untuk mengidentifikasi aktivitas yang mampu dilakukan

v Bantu untuk memilih aktivitas konsisten yangsesuai dengan kemampuan fisik, psikologi
dan social
v Bantu untuk mengidentifikasi dan mendapatkan sumber yang diperlukan untuk aktivitas
yang diinginkan
v Bantu pasien/keluarga untuk mengidentifikasi kekurangan dalam beraktivitas
v Monitor respon fisik, emoi, social dan spiritual
Energy Management
v Observasi adanya pembatasan klien dalam melakukan aktivitas
v Kaji adanya factor yang menyebabkan kelelahan
v Monitor pasien akan adanya kelelahan fisik dan emosi secara berlebihan
v Monitor respon kardivaskuler terhadap aktivitas

RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN


Dx 3 : Ansietas berhubungan dengan lingkungan dan status kesehatan ditandai dengan
gelisah, gerakan yang irrelevant, penurunan produktivitas, peningkatan td, peningkatan RR,
denyut nadidan kesulitan bernafas
Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam kecemasan pasien
teratasi
KH

: Skala 5 dari NOC

NOC : Anxiety Level


No
1.
2.

Indikator
Kegelisahan
Masalah Kebiasaan

NIC :
Ansietas Reduction
1. Gunakan pendekatan yang menenangkan
2. Pahami perspektif apa yang menyebabkan pasien gelisah
3. Berikan informasi actual mengenai diagnosis, prognosis tentang penyakit
4. Dengarkan keluahan pasien (keluarga jika tidak bisa) dengan penuh perhatian untuk
xmengurangi kecemasan dan menenangkan kondisinya.
5. Identifikasi tingkat kecemasan pasien
6. Instruksikan pasien untuk menggunakan teknik relaksasi untuk mengurangi kegelisahan
7. Berikan obat untuk mengurangi kecemasan (jika perlu)

Health Education
1. Identifikasi factor internal dan eksternal dari keluarga yang mana dapat
meningkatkan atau mengurangi dari kebiasaan keluarga tersebut
2. Menentukan pengetahuan dan gaya hidup kesehatan dari keluarga tersebut
3. Menghindari sesuatu hal yang mana dapat memotivasi kebiasaan buruk ( merokok )
4. Menggunakan sumber informasi yang terpercaya dan lengkap untuk mengedukasi

EVALUASI
NO
1

Tanggal

Evaluasi
S : klien mengatakan dapat melakukan
batuk efektif dan produksi sputumnya
berkurang dan klien juga mengatakan jika
sesak nafasnya juga jauh berkurang.
O : Pernafasan klien normal (20-24x/mnt)
tanpa

ada

penggunaan

otot

bantu

pernafasan, Bunyi nafas normal, Rh (-), Wh


(-), regular, TTV normal.
A : masalah teratasi
P : lanjutkan intervensi
2

S : Klien melaporkan dispnea berkurang,


warna kulit tampak kemerahan normal
merasa

lega

ketika

bernafas

dan

mengeluarkan nafas tanpa merasa kesulitan.


O : Pernafasan klien normal (20-24x/mnt)
tanpa

ada

penggunaan

otot

bantu

pernafasan, Bunyi nafas normal, Rh (-), Wh


(-), regular, TTV normal.hasil pemeriksaan
lab GDA normal. Sianosis (-).
A : masalah teratasi
P : lanjutkan intervensi

TTD

S : klien mengatakan bahwa klien sudah


mampu melakukan aktivitas secara normal
kembali dan bisa membedakan aktivitas
yang mampu dilakukan dan yang tidak
mampu dilakukan
O :
-

Nadi : 92x/menit

RR : 18x/menit

TD : 110/80 mmHg

A :
NOC
1
2
3
4
5
6
7
4

5
V
V
V
V
V
V
V

P : Intervensi tercapai, hentikan intervensi


S : klien mengatakan bahwa klien tidak lagi
cemas dan gelisah , karena sudah mengerti
kondisi pada dirinya
O : RR normal 12xmmhg
TD normal 110/80 mmhg
Nadi normal 92x/menit
Tidak gelisah/ cemas lagi
A:
No
1.
2.

5
V
V

P : intervensi tercapai ,hentikan intervensi