Anda di halaman 1dari 12

Laporan Praktikum Besar

m.k. Industri Perbenihan


Organisme Akuatik

Hari/tanggal : Rabu/ 3 Juni 2015


Kelompok : II
Asisten
: M. Ahya Rafiuddin, S.Pi., M.Si.

BUDIDAYA IKAN SILVER DOLLAR


(Metynnis argenteus)

Oleh:
Kelompok II

Ahmad Fajrin Fadhilah


Nurfitriani Siti Yumaidawati
Mohammad Sapta Juhdi
Kikim Abdul hakim
Sherly Yustinawati Suryatna
Annisa Maulidza
Citra Clara Pasaribu
Muhammad Rizky Mandani
Rikzan Fadillah
Lucia Kinanti Rahayu

C14120002
C14120017
C14120034
C14120041
C14120042
C14120060
C14120066
C14120079
C14120083
C14120090

DEPARTEMEN BUDIDAYA PERAIRAN


FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2015

I.
1.1.

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Ikan hias air tawar merupakan salah satu komoditas perikanan yang dapat

dibudidayakan di Indonesia. Banyak jenis ikan hias air tawar yang dibudidayakan
di Indonesia, sehingga ikan hias air tawar saat ini tidak hanya diminati oleh pasar
lokal, tetapi juga telah memasuki pasar ekspor. Ikan yang diminta oleh negaranegara tujuan ekspor tentunya mengikuti selera konsumen di negara tersebut.
Umumnya negara-negara tersebut menginginkan ikan yang berukuran kecil,
misalnya 2 inci atau 5 cm. Namun, terdapat pula beberapa negara yang
menginginkan ikan yang berkuran lebih besar dari ukuran 5 cm, seperti ikan silver
dollar (Metynnis argenteus) ( Effendi 2004).
Ikan silver dollar menjadi favorit untuk komoditas ikan hias air tawar
karena memiliki bentuk tubuh dan warna yang menarik (Bachtiar 2004). Ikan ini
memiliki bentuk tubuh seperti layang-layang dengan warna tubuh silver. Warna
tubuh nya yang cerah membuat ikan ini digemari di kalangan penggemar ikan
hias. Ikan silver dollar merupakan salah satu komoditas unggulan ikan hias air
tawar. Ikan silver dollar memiliki peluang bisnis yang potensial. Ikan jenis ini
belum banyak dikenal oleh masyarakat di Indonesia, tetapi saat ini telah banyak
pengusaha ikan hias yang membudidayakan ikan ini. Pada kenyataannya,
produksi ikan hias dari para petani relatif rendah karena petani umumnya
memiliki sarana produksi yang terbatas serta semakin menurunnya sumberdaya air
tawar, baik kualitas maupun kuantitasnya. alternatif dalam menciptakan
lingkungan budidaya yang optimal (Yulianti 2007).
1.2.

Tujuan
Mempelajari kegiatan budidaya ikan silver dollar serta menganalisis

kelayakan usaha budidaya ikan silver dollar.

II.
2.1

METODOLOGI

Waktu dan Tempat


Budidaya ikan silver dollar dilakukan selama 40 hari, bertempat di PT

Kampung Ikan, Bekasi, Jawa Barat.


2.2

Prosedur Kerja

2.2.1

Persiapan Wadah
Wadah berupa akuarium berukuran 1 m x 1.5 m x 0.5 m dibersihkan

terlebih dahulu menggunakan sabun kemudian dibilas dengan air. Akuarium diisi
dengan air dengan ketinggian 40 cm dan diberi aerasi kemudian ditambahkan
desinfektan menggunakan methylene blue (MB) dengan dosis 5 mg/L lalu
didiamkan selama 24 jam. Akuarium kemudian dikuras lalu dijemur. Akuarium
kemudian diisi air dengan ketinggian 40 cm dan diberi substrat berupa rumput
sintetis.
2.2.2

Pemijahan Induk
Induk ikan silver dollar diseleksi kematangan gonadnya. Induk jantan dan

betina kemudian ditebar kedalam akuarium pemijahan dengan perbandingan 1:1.


Induk diberi pakan berupa cacing sutera secara ad libitum (selalu tersedia).
Penyiponan dilakukan sebanyak 2 kali sehari pada pagi pukul 08.00 dan sore
pukul 16.00 yang disertai dengan penambahan air. Pemijahan dilakukan secara
alami. Induk dibiarkan hingga memijah dan mengeluarkan telur.
2.2.3

Pemeliharaan Larva
Telur yang mempel di substrat rumput sintetis dikeluarkan dari akuarium

pemijahan untuk dipindakan ke akuarium pembenihan yang telah diberi desinfektan


methylene blue (MB). Telur dibiarkan hingga menetas. Larva diberi pakan berupa naupli
artemia pada hari ke-4 dan ke-5 kemudian diberi cacing sutra yang telah dicacah saat
memasuki hari ke-6 dan seterusnya. Frekuensi pemberian pakan sebanyak 4 kali sehari
yaitu pada pukul 07.00, 11.00, 16.00, dan 21.00. Pemeliharaan kualitas air dilakukan
dengan melakukan penyiponan dilakukan sebanyak 2 kali sehari pada pagi pukul

08.00 dan sore pukul 16.00 yang disertai dengan penambahan air.
2.2.4

Pemanenan Benih

Benih ikan silver dollar disortir yang berukuran 1-2 inchi. Benih-benih tersebut
kemudian dimasukan kedalam plastik packing yang sudah diisi air sebanyak 1/3 volume
plastik lalu ditambahkan oksigen. Plastik yang sudah berisi benih ikan silver dollar
dimasukan kedalam box styrofoam untuk dikemas.

III.
3.1

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Target produksi benih

: 30000 ekor benih/siklus

Asumsi fekunditas

: 1765 butir telur/pasang induk

Produksi benih

: 1200 ekor/pasang induk

Panen

: 1000 ekor/pasang induk


Berikut merupakan tabel pengamatan kegiatan budidaya ikan silver dollar,

Tabel 1 Pengamatan kegiatan budidaya ikan silver dollar


Parameter

Satuan

Nilai

Fekunditas
HR
SR

butir/pasang induk
%
%

1765
68
83.00

Berdasarkan tabel 1 dapat diketahui bahwa ikan silver dollar memiliki


fekunditas 1765 butir telur/pasang induk dengan derajat penetasan telur (HR)
yang mencapai 68 % dan derajat kelangsungan hidup (SR) yang mencapai 83 %.
3.2

Pembahasan
Ikan silver dollar (Metynnis argenteus) merupakan ikan introduksi yang

didatangkan dari sungai amazon, Amerika Selatan. Ikan silver dollar ini salah satu
komoditas ekspor dan mempunyai potensi tinggi untuk dikembangkan. Menurut
Bellies (2010), klasifikasi ikan silver dollar adalah sebagai berikut,
Filum

: Chordata

Kelas

: Actinopterygii

Ordo

: Characiformis

Famili

: Characidae

Genus

: Metynnis

Spesies

: Metynnis argenteus
Ikan silver dollar merupakan salah satu ikan introduksi dari sungai

Amazon, Amerika Serikat. Ikan silver dollar ini termasuk kedalam family
characidae. Bentuk tubuhnya yang pipih, panjangnya bisa mencaoai 15 cm, dan
memiliki warna tubuh yang

mengkilap serta aga keabu-abuan di bagian

punggungnya. Dalam melakukan pembenihan ikan silver dollar. Ikan betina


memiliki bentuk depannya meruncing dan berwarna jingga cerah atau merah. Ikan

jantan memiliki ciri-ciri memilikisirip anal yang bundar di bagian depannya serta
berwarna jingga namun warna ini kurang mencolok dibandingkan dengan betina
(Lingga dan Susanto 2001).
Melakukan pembudidayan ikan ini sangat diperlukan dalam pemeliharaan
induk, pemijahan dan penetasan telur. Pemijahan induk silver dollar jantan dan
betina dilakukan dengan terpisah dalam akuarium kaca yang diletakan pada
ruangan tertutup. Pemeliharaan dengan cara terpisah ini ditunjukan agar ikan
dapat lebih mudah matang gonad secara serentak serta tidak berlangung
pemijahan liar. Pemberian pakan pada induk dikerjakan 2 x 1 hari yaitu pada pagi
dan sore hari dengan diberi pakan berupa cuk merah, beku, atau fresh, atau cacing
rambut yang diselingi dengan selada air. Induk ikan dipelihara sampai ikan makan
gonad dan siap untuk dipijahkan.
Indukan silver dolar yang telah matang gonad dapat dibedakan dengan
cara melihat pinggir sirip ekornya yang berwarna merah tua kehitaman,
operculum insang berwarna kemerahan, pada bagian badan dibelakang operkulum
terdapat dua bintik hitam, serta pada induk ikan betina terlihat perutnya
membesar. Pemijahan dapat dilakukan dengan cara alami ataupun dengan cara
semi alami yaitu dengan menyuntikan hormon untuk menyeragamkan telur serta
merangsang terjadinya pemijahan.
Ikan ini memijah dengan ditandai banyak telur yang menyeber didasar
wadah pemijahan dan kedua induk di angkat dan dipindahkan ke wadah
pemeliharaan induk. Pencegahan penyakit sangat diperlukan untuk mencegah
indukan terserang penyakit dengan memberikan 1-2 sendok garam dapur dan
Methylene Blue 1 mg/L. telur yang didalam wadah dikeluarkan dengan cara
menyipon dengan selang, dan telur yang keluar ditampung dengan menggunakan
baskom lalu dimasukan ke dalam wadah penetasan. Setelah telur menetas
pemberian pakan pada larva dilakukan setelah larva berumur 4 hari. Pakan yang
diberikan ke larva berbentuk naupli Artemia. Frekuensi pemberian pakan
dilakukan 3 kali sehari pada pagi, siang, sore hari. Setelah benih cukup besar
diberikan pakan berypa cacing rambut
(Lesmana dan Darmawan 2001).

atau kutu air sampai ikan siap jual

Pemijahan ikan silver dollar di PT Kampung ikan ini dilakukan secara


alami, dimana sepasang induk jantan dan betina dimasukkan kedalam akuarium.
Pada pemijahan ikan ini diberikan substrat, karena sifat telurnya yang menempel
dan akan menetas pada hari ke 3-4 setelah pembuahan. Menurut Yeo (1982),
induk ikan silver dollar ini saat memijh akan menghasilkan 2000 telur dan ikan ini
mencapai dewasa kurang lebih 12 bulan dengan panjang 7,6-8,9 cm. Untuk
pemijahan

diperlukan

air

bersih.

Selain

cacing

dan

jentik

nyamuk,

induknya akan senang jika diberi pakan sayuran seperti selada air. Pakan sayuran
inipun dapat membantu menambah perbaikan kualitas telur (Lesmana dan Iwan
2001).
3.3
Analisis Usaha Budidaya Ikan Silver Dollar
Biaya Investasi
No
1
2
3
4
6
7
8

Keperluan
Akuarium
Set aerasi
Sipon, ember, seser
Peralatan desinfeksi
Lampu
Induk ilver dollar
Pompa

Satuan
Buah
Set
Set
Set
Buah
Pasang
Buah

Jumlah
30
60
1
1
4
30
2

Harga Satuan (Rp)


75000
10000
200000
50000
50000
30000
50000

Total

Harga Total (Rp)


2250000
600000
20000
50000
200000
900000
100000
4120000

Biaya Variabel
No
1
2
3
4

Keperluan
Artemia
Cacing sutera
Obat-obatan
Keperluan packing ikan

Satuan
Kaleng
Takar
Set
Set

Jumlah
1
30
1
1

Harga Satuan (Rp)


500000
8000
50000
350000

Total

Harga Total (Rp)


500000
240000
50000
350000
1140000

Biaya Tetap
No
1
2
3
4

Keperluan
Gaji
Perawatan akuarium
Sewa bangunan
Listrik
Total

Satuan
Orang
Bulan
Bulan
Bulan

Jumlah
2
30

Harga Satuan (Rp)


1000000
15000
500000
1000000

Harga Total (Rp)


2000000
450000
500000
1000000
3950000

Biaya Total
Biaya total (Rp)

= Biaya Investasi + Biaya Variabel + Biaya Tetap


= 4.120.000 + 1.140.000 + 3.950.000
= 9.210.000

Penerimaan
No
1

Keperluan
Benih ukuran 1-2 inchi
Total

Satuan
ekor

Jumlah
30000

Harga Satuan (Rp)


500

Harga Total (Rp)


15000000
15000000

Keuntungan
Keuntungan (Rp)

= Penerimaan Biaya total

= 15.000.000 9.210.000
= 5.790.000

R/C Rasio
R / C Rasio

= Penerimaan : Biaya total


= 15.000.000 : 9.210.000
= 1.62

BEP (Rp)

= 3.209.147,916

BEP (unit)

= 580,0111749

HPP

= 0.571

PP

= 0.048102744
Berdasarkan analisis usaha yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa

usaha budidaya ikan silver dollar yang telah dilakukan layak untuk dilanjutkan.
Hal tersebut dapat dilihat adanya keuntungan yang dihasilkan dari usaha sebesar
Rp 5.790.000 dalam satu siklus produksi. Keuntungan yang didapat menandakan
bahwa pemasukan keuangan yang diperoleh telah menutupi modal yang
dikeluarkan untuk memulai usaha yang dapat menyebabkan usaha menjadi lebih
berkembang akibat dari adanya pemasukan lebih. Selain itu R/C rasio dari usaha
budidaya ikan silver dollar yang sebesar 1.62 menunjukan bahwa usaha tidak
layak untuk dijalankan. Nilai R/C rasio lebih dari 1 menandakan bahwa usaha
layak untuk dilanjutkan. R/C rasio sebesar 1.62 menunjukkan bahwa setiap Rp 1

yang dikeluarkan dalam usaha mendapat Rp 1.62 sebagai hasil dengan


keuntungan sebesar 0.62.

IV.
4.1

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Ikan silver dollar merupakan salah satu komoditas unggulan ikan hias air

tawar. Ikan ini memiliki banyak keunggulan diantaranya memiliki bentuk tubuh
dan warna yang menarik, selain itu ikan ini juga mudah untuk dipijahkan. Hasil
analisis usaha budidaya ikan silver dollar menunjukkan bahwa usaha ini memiliki
prospek yang cukup menjanjikan karena dapat menghasilkan keuntungan dalam
satu siklus produksi.
4.2

Saran
Peningkatan perbandingan jumlah induk jantan dan betina yang akan

dipijahkan dalam akuarium untuk mendapatkan jumlah telur yang lebih banyak..

DAFTAR PUSTAKA
Bachtiar Y. 2004. Budi Daya Ikan Hias Air Tawar untuk Ekspor. Jakarta (ID):
AgroMedia Pustaka.
Bellies H. 2010. Metynnis argenteus. USA: Chapman and Hall.
Effendi I. 2004. Pengantar Akuakultur. Jakarta (ID): PT Penebar Swadaya
Lesmana DS, Darmawan I. 2001. Budidaya Ikan Hias Air Tawar Populer. Cet
ke- 2. Jakarta (ID) : Penebar Swadaya.
Lingga P, Susanto H. 2001. Ikan Hias Air Tawar. Jakarta (ID) : Penebar Swadaya.
Yeo RR. 1982. Silver dollar fish for biological control of submersed aquatic
weeds in weeds. Journal of the Weed Society of America. 15(1): 34-38.

LAMPIRAN
Contoh perhitungan
Target produksi benih

: 30000 ekor benih/siklus

Asumsi fekunditas

: 1765 butir telur/pasang induk

Produksi benih

: 1200 ekor/pasang induk

Panen

: 1000 ekor/pasang induk

Fekunditas

: 1765 butir telur/pasang induk

HR :

HR :

= 68%

SR :

SR :

= 83%