Anda di halaman 1dari 2

KPK WHISTLEBLOWER'S SYSTEM (KWS)

Apakah KWS itu? (WHAT)


Media atau sarana yang diberikan oleh KPK untuk menerima pengaduan
masyarakat yang ingin menyampaikan laporan dugaan TPK secara online
Siapa saja yang dapat menjadi pelapor dan target pelapor di KWS? (WHO)
Yang dapat jadi pelapor adalah mereka yang ingin identitasnya tetap dirahasiakan,
lalu tidak punya waktu untuk melakukan pengaduan bentuk lainnya, misalnya secara
langsung; melalui Surat; Faks; e-Mail; Telepon; SMS, karena berbagai alasan, dan

juga tidak ingin publikasi


Target Pelapor : pegawai/pihak internal organisasi
Sejak
kapan
KPK
memberikan

sarana

pengaduan

masyarakat/mengimplementasikan whistleblowing? (WHEN)


Implementasi Whisteblowing di KPK sudah sejak tahun 2009. Hasil evaluasi
tahun pertama menyatakan diperlukan target yang lebih spesifik.kemudian
dilakukan kustomisasi dan perubahan nama menjadi KPK Whistleblowers

System (KWS) mulai September 2010


Dimana pelapor dapat memberikan informasi dugaan TPK? (WHERE)
Mengunjungi laman website KPK: www.kpk.go.id , lalu pilih menu
Whistleblower's

System",

atau

langsung

"KPK

mengaksesnya

melalui: http://kws.kpk.go.id
Mengapa layanan ini diadakan oleh KPK dan mengapa target pelapornya
adalah pegawai/pihak internal organisasi? (WHY)
Layanan ini diadakan oleh KPK adalah agar masyarakt bisa lebih dekat dan lebih
mudah menghubungi KPK dengan kerahasiaan pelapor dijamin dari kemungkinan
terungkapnya identitas kepada publik. Selain itu, melalui fasilitas ini pelapor juga
dapat secara aktif berperan serta memantau perkembangan laporan yang
disampaikan dengan membuka kotak komunikasi rahasia tanpa perlu merasa
khawatir identitasnya akan diketahui orang lain
Target pelapor adalah pihak internal organisasi, dengan alasan :
- Berdasarkan survey Institute of Business Ethics (2007) menyimpulkan
bahwa 1 diantara 4 karyawan mengetahui kejadian pelanggaran, tetapi 52%

diantaranya tetap diam, dengan alasan-alasan keamanan diri


- Akses data lebih dapat diandalkan
- Dugaan TPK yang aan terjadi, dapat ditindaklanjut cepat
Bagaimana agar pengaduan pelapor dapat ditangani KPK, sehingga akan
diproses lebih lanjut oleh petugas KPK? (HOW)
Agar pengaduan dapat diproses maka harus memenuhi kriteria Pengaduan berikut:
1. Memenuhi ketentuan Pasal 11 UU RI No. 30 Tahun 2002.

a. melibatkan aparat penegak hukum, penyelenggara negara, dan orang lain


yang ada kaitannya dengan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh
aparat penegak hukum atau penyelenggara negara;
b. mendapat perhatian yang meresahkan masyarakat; dan/atau
c. menyangkut kerugian negara paling sedikit Rp. 1.000.000.000,00 (satu
milyar rupiah).
2. Menjelaskan siapa,

melakukan apa, kapan, di

mana, mengapadan bagaimana.


3. Dilengkapi dengan bukti permulaan (data, dokumen, gambar dan rekaman)
yang mendukung/menjelaskan adanya TPK.
4. Diharapkan dilengkapi dengan data sumber informasi untuk pendalaman.