Anda di halaman 1dari 2

Nama : Alfi Rachmad Kautsar Triadi

NIM

: 145070400111029

PSDPG 2014

1. Demineralisasi
Demineralisasi merupakan proses hilangnya atau terbuangnya garam mineral yaitu
hidroksiapatit (Ca10(PO4)6(OH)2) pada enamel gigi. Faktor yang terbesar penyebabnya
adalah makanan dan minuman yang asam. Suasana yang asam dapat melarutkan enamel
sehingga merusak mineral-mineral pendukung gigi. Tidak hanya asam, karbohidrat (gula)
juga menyebabkan hal ini karena bakteri (streptococcus mutans) memfermentasikan gula
menjadi asam laktat dalam mulut. Proses demineralisasi terjadi bahwa enamel bereaksi
dengan ion asam asam (H+) akan melarutkan hidroksiapatit (Ca10(PO4)6(OH)2 menjadi ion
kalsium (Ca2+), air (H2O) dan ion phospat (PO4)3+. Proses ini terjadi jika pH saliva dibawah
5,5. Proses ini berlangsung hanya dalam waktu setengah jam.
Proses Terjadinya Karies :
Proses terjadinya karies gigi dimulai dengan adanya plak di permukaan gigi, sukrosa (gula)
dari sisa makanan dan bakteri berproses menempel pada waktu tertentu yang berubah
menjadi asam laktat yang akan menurunkan pH mulut menjadi kritis (5,5) yang akan
menyebabkan demineralisasi email berlanjut menjadi karies gigi (Suryawati, 2010).
Secara perlahan-lahan demineralisasi interna berjalan ke arah dentin melalui lubang fokus
tetapi belum sampai kavitasi (pembentukan lubang). Kavitasi baru timbul bila dentin terlibat
dalam proses tersebut. Namun kadang-kadang begitu banyak mineral hilang dari inti lesi
sehingga permukaan mudah rusak secara mekanis, yang menghasilkan kavitasi yang
makroskopis dapat dilihat.
Pada karies dentin yang baru mulai yang terlihat hanya lapisan keempat (lapisan
transparan, terdiri atas tulang dentin sklerotik, kemungkinan membentuk rintangan terhadap
mikroorganisme dan enzimnya) dan lapisan kelima (lapisan opak/ tidak tembus penglihatan,
di dalam tubuli terdapat lemak yang mungkin merupakan gejala degenerasi cabang-cabang
odontoblas). Baru setelah terjadi kavitasi, bakteri akan menembus tulang gigi.
Pada proses karies yang amat dalam, tidak terdapat lapisan-lapisan tiga (lapisan
demineralisasi, suatu daerah sempit, dimana dentin partibular diserang), lapisan empat dan
lapisan lima (Suryawati, 2010).

2. Mikroorganisme
Peran bakteri dalam menyebabkan terjadinya karies sangatlah besar. Bakteri yang
sangat dominan dalam karies gigi adalah Streptococcus mutans. Bakteri ini sangat kariogen
karena mampu membuat asam dari karbohidrat yang dapat diragikan. Akibatnya bakteribakteri terbantu untuk melekat pada gigi serta saling melekat satu sama lain.
Streptococcus mutans berperan dalam proses awal karies yaitu lebih dulu masuk lapisan
luar email. Selanjutnya Lactobacillus acidophilus mengambil alih peranan pada karies yang
lebih merusakkan gigi. Mikroorganisme menempel di gigi bersama plak. Plak terdiri dari
mikroorganisme (70 %) dan bahan antar sel (30 %). Plak akan tumbuh bila ada karbihidrat,
sedang karies akan terjadi bila ada plak dan karbohidrat (Suwelo, 1992).