Anda di halaman 1dari 8

MANAGEMENT ARCHIVES FIELD

FACILITIES AND INFRASTRUCTURE


AT UPTD PEMBINAAN SEKOLAH DASAR
KECAMATAN MEDAN SATRIA BEKASI
(2016)

Cabinet, and an office desk employees /


employee.
Keyword:
Management
Infrastructure and Facilities

DEA ANGGUN NOVIA., Mukhneri Mukhtar


*Eliana Sari* *Dosen Pembimbing
Manajemen Pendidikan FIP UNJ
Dhea.anggun11@gmail.com
ABSTRACT
This study aimed to obtain data
empirically information regarding records
management infrastructure and facilities. This
research was conducted at the Primary School
Development UPTD district of Medan Satria
Bekasi in September to November 2015. The
method used in this research is a descriptive
study with qualitative approach, data collection
techniques using interview, documentation and
observation studies. Source data from this study
is the Head of the field of infrastructure, head of
primary education and staff development of
infrastructure. Management Archives in the field
of infrastructure UPTD Elementary School
Guidance Bekasi district of Medan Satria
performed with the existing procedure, where
the archive procedure starting from archive
storage, archive and recovery of depreciation
archives. Storage is done not maximized
because the storage system is still using the
system archives the recorded title in the file box.
Rediscovery of records required to fill out a
specific procedure of borrowing books and
report to the head of licensing UPTD, after
allowed allowed borrowed in a matter of hours.
Depreciation archives held in a different time
period there were 5 years old and some are 7
years old. Education Office in Bekasi should
complete the infrastructure work in the office
UPTD Elementary School Guidance by adding
computers, Air Conditioner, Fax, Filling

Pendahuluan
1

Archives,

Pelaksanaan manajemen kearsipan yang


baik, diperlukan oleh sebuah lembaga
pendidikan,
karena
kegiatan
kearsipan
mencangkup proses penyusunan sampai
pemusnahan arsip. Oleh karena itu manajemen
kearsipan menjadi hal yang sangat penting dan
menjadi keharusan untuk terus ditingkatkan
dalam pelayanannya. Penyelenggaraan kearsipan
yang baik dan benar, selain merupakan aset
suatu lembaga, juga berguna sebagai bagian
pengambilan keputusan yang dapat dilakukan
secara
cepat
dan
tepat.
Dengan
penataan/pengelolaan yang professional maka
arsip sebagai bahan penyaji informasi dan bukti
otentik sebuah lembaga dapat ditemukan dengan
cepat dan mudah. Pokok masalah tentang
kearsipan adalah pada bagaimana pemeliharan
arsip dan pemusnahan arsip. Informasi yang
tertulis disimpan untuk kemudian dipergunakan
pada waktu yang akan datang.

Penelitian
ini
difokuskan
pada
Manajemen Arsip Bagian Sarana dan
Prasarana. Sedangkan sub fokus penelitiannya
adalah penyimpanan arsip, penemuan kembali
arsip, penyusutan arsip. Tujuan umum dari
penelitian ini yaitu bertujuan untuk memperole
data da informasi secara empiris mengenai
manajemen arsip bagian sarana dan prasarana di
Unit Pelaksana Teknis Dinas Pembinaan
Sekolah Dasar Kecamatan Medan Satria Bekasi.
Manfaat penelitian dibagi menjadi dua
yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis.
Manfaat teoritis dari penelitian ini yaitu sebagai
bahan pengembangan keilmuan manajemen
pendidikan khususnya mengenai manajemen
arsip. Sedangkan, manfaat praktis pada
penelitian ini terbagi menjadi tiga manfaat yaitu
manfaat bagi pihak UPTD medan satria
khususnya bagian Sarana dan Prasarana sebagai
bahan masukan dan evaluasi serta informasi
untuk
merumuskan
sistem
pengelolaan
kearsipan yang tepat bagi lembaga tersebut.
Selanjutnya manfaat praktis bagi mahasiswa
yaitu sebagai bekal pengalaman dalam
membahas penelitian-penelitian selanjutnya
dalam upaya mengembangkan ilmu pengetahuan
yang telah diterima pada Jurusan Manajemen
Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan. Manfaat
praktis bagi peneliti yaitu sebagai bahan
menambah pengalaman, bahan masukan untuk
lebih memahami mengenai manajemen arsip.

Berdasarkan hasil pengamatan mengenai


manajemen kearsipan di UPTD Pembinaan
Sekolah Dasar kecamatan Medan Satria Wilayah
Bekasi Utara, terdapat 5 sub bagian yaitu: sub
bagian Kepala Urusan Tata Usaha, sub bagian
Pendidikan Dasar, sub bagian Kepegawaian, sub
bagian Keuangan, dan sub bagian sarana dan
prasarana. Dalam pengelolaan arsipnya sistem
penyimpanan yang digunakan di UPTD bagian
sarana dan prasarana ini adalah secara manual
dan juga komputerisasi. Secara manual yakni
dimana arsip tersebut disimpan dengan
menggunakan odner kemudian disimpan di
dalam rak/lemari arsip ada juga yang disimpan
di filling cabinet. Bukti fisik ini merupakan arsip
hardcopy yang dimana sewaktu-waktu akan
dimintai pertanggungjawabannya oleh pimpinan.
Sistem komputerisasi merupakan database yang
dimana data-data disimpan di dalam komputer
yaitu yang berupa softcopy. Oleh karena itu,
database dan bukti fisik tentang kearsipan
tersebut perlu diperhatikan pemeliharaannya dan
perawatannya agar tidak terjadi hal-hal yang
tidak diinginkan

Kajian Pustaka
Selain itu, S. Muller, J.A. Feith dan R.
Fruin (1996:21) menjelaskan bahwa, The
whole of the written documents, drawings and
printed matters, officially received or produces
by an administrative body or one of its official,
in so far as these documents were intended to
remain in the custody of that body or of that of
ficial.
Artinya,
keseluruhan
dokumen-dokumen
tertulis, lukisan-lukisan dan barang-barang
2

cetakan yang secara resmi diterima atau


dihasilkan oleh suatu badan pemerintahan atau
salah satu seorang dari pejabat resmi sejauh
dokumen tersebut dimaksudkan untuk berada di
bawah pemeliharaan dari badan itu atau pejabat
tersebut).

b. Memberi kode adalah tanda-tanda yang


harus dicantumkan pada arsip yang
disimpan setelah arsip tersebut selesai
diproses, sebagai pengganti pokok masalah.
Member kode atau coding adalah kegiatan
menentukan atau member tanda atau kode
pada arsip yang disimpan. Dalam
lingkungan organisasi atau perusahaan, kode
yang digunakan dapat berupa huruf, angka,
atau gabungan huruf dan angka. Sesuai
fungsinya, kode memiliki cirri-ciri sebagai
berikut: (1) sederhana (2) singkat (3) mudah
diingat (4) mudah ditulis, terutama dengan
menggunakan mesin ketik.
c. Mensortir adalah kegiatan memilih dan
memisahkan arsip untuk dikelompokkan
menjadi satu kelompok menurut kode yang
ada pada arsip. Arsip yang memiliki kode
penyimpanan yang sama dikelompokkan
menjadi
satu
agar
dimudahkan
penyimpanandalam folder atau alat lainnya
yang digunakan, seperti ordner.
d. Menggunakan arsip yang telah disortir dan
dikelompokkan
e. Menyimpan arsip pada map/folder yang ada
dalam laci filling cabinet.

Penyimpanan Arsip
Menurut Ignatius, Sistem penyimpanan
adalah sistem yang dipergunakan pada
penyimpanan dokumen agar kemudahan dalam
penyimpanan dokumen dapat diciptakan dan
penemuan dokumen yang sudah disimpan dapat
dilakukan dengan cepat apabila dokumen
tersebut sewaktu-waktu dibutuhkan. Perlu
diperhatikan bahwa dengan penyimpanan surat
yang benar dan tepat maka dalam mencari
kembali surat akan dapat dilakukan dengan
cepat dan mudah, sehingga informasi yang
diperlukan dapat segera terselesaikan dengan
hasil yang efisien dan efektif.
Menurut Amsyah, Sistem penyimpanan
yang dapat dipakai sebagai sistem penyimpanan
yang standar adalah sistem abjad (sistem-nama),
sistem-numerik, sistem geografis, dan sistemsubjek. Disamping sistem-sistem tersebut ada
juga yang menambahkan sistem-bentuk. Sistembentuk ini adalah sistem pengelompokkan yang
sudah lama dipergunakan dan sekarang sudah
tidak termasuk sebagai sistem standar.
Menurut Wursanto, agar penyimpanan
arsip dapat berlangsung dengan cepat dan tepat,
serta untuk menjamin ketelitian dan kecermatan,
penyimpanan arsip harus melalui tahap-tahap
berikut:
a. Mengindeks,
merupakan
kegiatan
menentukan tanda pengenal masalah,
terdapat dalam surat yang berupa persoalan,
perihal,
gagasan,
atau
kegiatan.
Mencocokkan pokok masalah yang terdapat
dalam surat dengan daftar indeks atau daftar
klasifikasi yang telah ditentukan untuk
mendapatkan kode penyimpanan.

Penemuan kembali arsip


Menemukan kembali arsip, tidak hanya
sekedar menemukan kembali arsip dalam bentuk
fisiknya, akan tetapi juga menemukan informasi
yang terkandung didalamnya. Oleh karena itu,
penemuan kembali ini sangat berhubungan
dengankeakuratan sistem pemberkasan atau
penyimpanannya.
Kegiatan penemuan kembali merupakan
barometer efisiensinya penyajian informasi
kearsipan. Siklus penemuan kembali arsip yang
dibutuhkan (retrieval/finding cyclus), dan siklus
penempatankembali (filing cyclus) merupakan
prosedur yang memerlukan penanganan
tersendiri.

Salah satu hal penting yang sering


diabaikan dalam penemuan kembali arsip ialah,
tidak melakukan pencatatan dalam transaksi
peminjaman. Kita seringmengambil arsip tanpa
melatui bukti tertulis, atau hanya meminjam
lisan saja, bahkan mungkin menggunakannya
tanpa seijin petugas, karena merasa sesama
teman kantor. Akibatnya, bila kita lupa
mengembalikannya, maka arsip itu bisa hilang
atau tercecer disembarang tempat. Oleh karena
itu, bila kita meminjam arsip sebaiknya
mempergunakan surat pinjam atau kartu
permintaan pinjam melalui petugas yang
menanganinya. Untuk menghindari hal itu, maka
perlu dibuat lembar/kartu pinjam arsip.

penggunaan
ruangan,
(b)
Penghematan
pemakaian
peralatan
dan
perlengkapan
kearsipan, (c) tempat arsip yang agak longgar
akan memudahkan petugas bekerja dengan arsip.

Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif dengan metode penelitian deskriptif.
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan data
deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari
orang-orang dan perilaku yang diamati yang
berhubungan dengan manajemen arsip bagian
sarana dan prasarana di Unit Pelaksana Teknis
Dinas Pembinaan Sekolah Dasar Kecamatan
Medan Satria Bekasi. Penelitian ini dilaksakan
selama kurang lebih 3 bulan tepatnya pada bulan
September sampai dengan desember 2015
bertempat di Unit Pelaksana Teknis Dinas
Pembinaan Sekolah Dasar Kecamatan Medan
Satia Bekasi yang beralamat di Jl. Taman
Harapan Baru, utara Medan Satria Kota Bekasi.
Data yang digunakan adalah data primer
yang diperoleh dari pengamatan peneliti dan
dikumpulkan dalam bentuk catatan lapangan dan
data sekunder yang diperoleh terkait yakni Unit
Pelaksana Teknis Dinas Pembinaan Sekolah
Dasar serta dari pustaka yang relevan. Pemilihan
informan dalam penelitian kualitatif dilakukan
dengan cara snow ball sampling yaitu informan
kunci akan menunjuk orang-orang yang
mengetahui masalah yang akan diteliti untuk
melengkapi keterangannya dan bila keterangan
yang diberikan kurang memadai orang-orang
yang ditunjuk tersebut akan menunjuk orang lain
yang dirasa mengerti dan begitu pula seterusnya.
Dalam penelitian kualitatif data dapat diperoleh
dari semua pihak yang bersangkutan baik
melalui wawancara, observasi, partisipasi dan
dokumen.

Penyusutan Arsip
Menurut Martono, Penyusutan arsip
adalah kegiatan di dalam rangka pengurangan
arsip dengan pedoman pada jadwal retensi arsip.
Tujuannya untuk efisiensi dan penghematan
serta pemantapan pemeliharaan arsip permanen.
Menurut Sugiarto, Penyusutan arsip
merupakan kegiatan yang penting dalam proses
pengelolaan arsip dalam suatu lembaga. Pada
dasarnya dengan melakukan penyusutan, maka
pengelolaan arsip dapat memungkinkan
pengelolaan arsip yang dilakukan dapat lebih
efektif. Pengelolaan arsip yang sedikit dapat
lebih mudah dilaksanakan dari pada pengelola
arsip yang jumlahnya terlalu banyak.
Menurut Amsyah, Penyusutan arsip
merupakan kegiatan akhir dari siklus daur hidup
arsip. Ada dua bentuk kegiatan penyusutan arsip,
yaitu pemindahan dan pemusnahan arsip.
Pemindahan dan pemusnahan arsip penting
dilakukan untuk menjamin efektifitas dan
efisiensi program kearsipan. Untuk menentukan
kelayakan sebuah arsip harus dipindahkan atau
dimusnahkan harus melalui penilaian terhadap
nilai guna suatu arsip atau sesuai jadwal retensi
arsip. Keuntungan dari adanya pemindahan dan
pemusnahan arsip adalah: (a) penghematan

Hasil dan pembahasan

dilakukan dengan cara dibuatkan surat pengantar


ke kepala UPTD untuk menyimpan arsip,
kemudian setalah kepala UPTD menyetujui
bahwa arsip itu boleh dipinjam maka kasubag
sarana dan prasarana maka melakukan proses
penemuan kembali arsip. Akan tetapi dengan
catatan bahwa arsip tersebut tidak dapat dibawa
pulanh, hanya boleh dipinjam dalam hiyungan
jam atau di foto saja.

Penyimpanan arsip
Tahap penyimpanan arsip di UPTD
Pembinaan Sekolah Dasar Kecamatan Medan
Satria ini pada penyimpanannya dalam bentuk
fisik belum menggunakan sistem abjad, sistem
numeric maupun sistem geografis. Penyimpanan
arsip berupa dokumen surat, proposal dan
laporan sarana dan prasarana dari berbagai
macam sekolah yang ada di kecamatan medan
satria.
Di dalam penyimpanan arsip pastinya
memiliki banyak dokumen yang harus di
arsipkan. Arsip memiliki prosedur, dimana
prosedur arsip itu mulai dari tahap penciptaan
arsip,
tahap
pencatatan
arsip,
tahap
pendistribusian arsip, tahap penyimpanan arsip,
tahap pengklasifikasian arsip, tahap penemuan
kembali arsi dan yang terakhir tahap penyusutan
arsip.
Dilihat dari kantor yang peneliti teliti di
UPTD Pembinaan Sekolah Dasar Kecamatan
Medan Satria ini, penyimpanan yang dilakukan
oleh kasubag sarana dan prasarana masih belum
maksimal karena sistem penyimpanannya yang
digunakan belum menggunakan sistem abjad,
numeric atau sistem geografis seperti yang ada
pada tahap prosedur arsip. Sistem yang
digunakan oleh kasubag sarana dan prasana ini
masih menggunakan sistem judul arsip yang
dicatat di box file.

Penemuan kembali arsip ini yang


sebenarnya memiliki tahapan sendiri, agar
mudah dan cepat dalam mencarinya. Tahapan
yang dimaksud yaitu (1) memeriksa formulir
peminjaman
arsip,
merupakan
formulir
peminjaman arsip yang digunakan untuk
meminjam arsip. Formulir peminjaman arsip
dibuat rangkap tiga, masing-masing untuk (a)
disertakan pada arsip yang dipinjam (b) tinggal
dipenata arsip sebagai arsip pengganti
sementara, dan (c) disimpan pada berkas
(folder). (2) mengetahui pokok masalahnya,
dalam lembar pinjam arsip sudah dijelaskan
beberapa keterangan tentang arsip yang akan
dipinjam. (3) mengetahui kode arsip, apabila
kode diketahui maka dapat diketahui juga di
dalam laci mana, belakang guide, dan di dalam
folder kode apa arsip tersebut disimpan.
Beberapa keterangan yang perlu dicantumkan
pada kartu indeks: (a) judul arsip (b) nomor
surat (c) tanggal surat (d) kode surat.

Penemuan kembali arsip


Tahap penemuan kembali arsip yang ada
di UPTD Pembinaan Sekolah Dasar Kecamatan
Medan Satria ini masih belum maksimal, karena
dalam proses penemuan kembali arsip tidak ada
tahapan-tahapan tersendiri, tidak seperti pada
proses penemuan kembali arsip yang sebenarnya
yang mempunyai tahapan-tahapan sendiri dalam
penemuan kembali arsip.
Dilihat dari tempat penelitian yang
peneliti teliti manajemen arsip dalam bidang
sarana dan prasarana di UPTD Pembinaan
Sekolah Dasar Kecamatan Medan Satria ini

Penyusutan arsip
Tahap penyusutan arsip yang ada di
UPTD Pembinaan sekolah dasar kecamatan
medan satria sudah sesuai dengan prosedur arsip
yang sebenarnya, yaitu melakukan penilaian
kegunaan arsip, melakukan pemindahan arsip
dan yang terakhir melakukan pemusnahan arsip.
Namun pada pemusnahan arsip, karena tidak
memiliki mesin penghancur kertas jadi
pemusnahan ini sedikit terhambat,sehingga
dalam pemusnahan arsip terjadi banyak
5

penumpukan arsip-arsip yang sudah tidak


terpakai tetapi ada sebagian arsip yang dikubur.
Dilihat dari kantor UPTD yang peneliti teliti di
UPTD Pembinaan Sekolah Dasar Kecamatan
Medan Satria Bekasi, tahap penyusutan arsip ini
dilakukan dengan proses pengklasifikasian arsip,
dilihat dari nilai kegunaan arsip, kemudian
dipindahkan ke file arsip-arsip lama setelah
melakukan pemindahan melapor ke kepala
UPTD bahwa arsip yang sudah memiliki jangka
waktu sudah dipindahkan ke ruang masingmasing, dimana arsip-arsip yang lama disimpan.
Lalu saat kepala UPTD mengarahkan bahwa
arsip tersebut sudah harus dimusnahkan maka
kasubag mengambil tindakan dengan cara
menghancurkannya atau dengan cara dikubur.

pemusnahan arsip yang tidak layak untuk


dipindahkan. Atau bagi organisasi kecil. Dengan
penerapan sistem penyimpanan sentralisasi.
Penyusutan dilakukan untuk memindahkan arsip
dari file aktif ke file inaktif. Pada dasarnya
penyusutan dilakukan sejak pelaksanaan
pemberkasan. Pada saat sekaligus dilakukan
pensortiran untuk mendapatkan arsip-arsip yang
tidak layak disimpan.

Kesimpulan, Implikasi, dan Saran


1. Penyimpanan arsip pada bagian sarana dan
prasarana di UPTD Pembinaan Sekolah
Dasar Kecamatan Medan Satria, ini
dilakukan oleh Koordinator bagian sarana
dan prasarana. Sistem penyimpanan arsip ini
ada 2 yaitu penyimpanan secara fisik arsip
(dokumen) dan penyimpanan dengan
computer. Sistem penyimpanan yang
digunakan dalam bentuk fisik arsip belum
menggunakan sistem penyimpanan arsip
pada umumnya seperti penyimpanan arsip
dengan menggunakan abjad, numeric,
geografis, dan subyek, sistem penyimpanan
arsip yang digunakan oleh kantor UPTD
Pembinaan Sekolah Dasar Kecamatan
Medan Satria ini baru menggunakan dengan
sistem judul arsip, jadi folder yang ada
diberi nama arsip sarana dan prasarana.
2. Penemuan kembali arsip pada bagian sarana
dan prasarana di UPTD Pembinaan Sekolah
Dasar Kecamatan Medan Satria, dilakukan
pada saat arsip tersebut akan dipinjam dalam
keperluan penting untuk pihak sekolah yang
membutuhkan. Pada tahap penemuan
kembali arsip ini memiliki beberapa tahap
yang harus dilalui yaitu pertama harus
menyertakan surat ijin atasan (kepala
UPTD) setelah itu mengetahui pokok
masalahnya (arsip yang dipinjam) lalu
dicarikan berdasarkan judul arsip yang
dibutuhkan. Penemuan kembali arsip ini

Pembahasan
Sejalan dengan pengertian penyimpanan
arsip menurut Ignatius, Sistem penyimpanan
merupakan sistem yang dipergunakan pada
penyimpanan dokumen agar kemudahan dalam
penyimpanan dokumen dapat diciptakan dan
penemuan dokumen yang sudah disimpan dapat
dilakukan dengan cepat apabila dokumen
tersebut sewaktu-waktu dibutuhkan.
Sejalan dengan pengertian penemuan
kembali arsip menurut Ignatius, adalah Untuk
menemukan kembali arsip, diperlukan prosedur
tertentu. Pokok masalah arsip yang akan
dikeluarkan (dipinjam) dapat diketahui melalui
kartu lembar pinjam arsip.dalam lembar pinjam
arsipsudah dijelaskan beberapa keterangan
tentang arsip yang akan dipinjam. Oleh karena
itu, setiap peminjaman arsip harus menggunakan
lembar pinjam arsip.
Sejalan dengan pengertian penyusutan
arsip menurut Martono, adalah Kegiatan
penyusutan dilakukan baik di lingkungan central
file maupun di pusat arsip. Di central file
penyusutan dilakukan untuk memindahkan arsip
inaktif ke pusat arsip (unit kearsipan) dan
6

dilakukan oleh Kasubag Sarana dan


prasarana dan koordinasi bidang sarana dan
prasarana.
3. Penyusutan arsip pada bagian sarana dan
prasarana di UPTD Pembinaan Sekolah
Dasar Kecamatan Medan Satria merupakan
tahap akhir dari terciptanya arsip, pada saat
arsip tersebut tidak digunakan lagi maka
arsip tersebut perlu disusutkan kemudian
dimusnahkan. Tahap penyusutan ini
memiliki beberapa tahap sebelum akhirnya
akan dimusnahkan, yaitu yang pertama
dilihat dari nilai guna arsip tersebut,
kemudian diklasifikasikan berdasarkan nilai
guna dan jangka waktu arsip, setelah itu
dilakukan pemindahan ke arsip in-aktif, lalu
pada saat arsip itu benar-benar sudah tidak
digunakan lagi maka arsip itu akan
dimusnakan dengan cara di buang atau di
hancurkan. Yang berhak melakukan
penyusutan dan pemusnahan arsip ini yaitu
tata usaha dan koordinator bidang sarana
dan prasarana, dan kepala UPTD berperan
sebagai pengarah ketika arsip tersebut sudah
boleh dimusnahkan.

Pada tahap penyusutan arsip dalam bidang


sarana dan prasarana di UPTD Pembinaan
Sekolah Dasar Kecamatan Medan Satria
dilakukan agar tidak terjadi penumpukan arsip
yang berlebih. Dan pada saat dilakukannya
penyusutan arsip ada beberapa tahap yang akan
dilakukan, yaitu pertama dilihat dari nilai guna
arsip
tersebut,
kemudian
diklasifikasi
berdasarkan nilai guna dan jangka waktu arsip,
setelah itu dilakukan pemindahan ke arsip
inaktif, lalu pada saat arsip itu benar-benar
sudah tidak digunakan lagi maka arsip itu akan
dimusnahkan dengan cara disobek dan dikubur.

Saran
1. Untuk Kepala Unit Pelaksana Teknis
Dinas Pembinaan Sekolah Dasar
Diadakan pelatihan bagi para staf pada
pengelolaan arsip. Agar para staf lebih
memahami bagaimana cara pengelolaan
arsip yang sebenarnya. Selain itu,
sebaiknya dibuatkan ruangan khusus untuk
menyimpan berkas arsip yang sudah tidak
terpakai agar terlihat lebih rapih dan
disediakan perlengkapan atau alat untuk
memusnahkan arsip agar mudah dalam
pengolahan berkas.

Implikasi
Manajemen Arsip bagian sarana dan
prasarana yang dilaksanakan di UPTD
Pembinaan Sekolah Dasar Kecamatan Medan
Satria Bekasi, dengan adanya prosedur arsip
pada tahap penyimpanan arsip pada bagian
sarana dan prasarana, maka tahap penyimpanan
arsip
ini
terbatasnya
ruangan
untuk
penyimpanan arsip sehingga penyimpanannya
belum maksimal dan kurang rapih dalam
penataan arsip sehingga kegiatan pengelolaan
arsip pun tidak terarah. Namun Arsip-arsip yang
ada dapat dijaga kelestariannya sehingga tidak
mudah hilang dan rusak. Tahap penemuan
kembali arsip pada bidang sarana dan prasarana
merupakan kegiatan yang dilakukan oleh
Kasubag
Sarana
dan
prasarana
yang
bekerjasama dengan koordinator bidang sarana
dan prasarana dalam proses peminjaman arsip.

2. Untuk koordinator bidang sarana dan


prasarana dan staff
Kerja sama antar staf yang bersangkutan
ditingkatkan lagi agar pada pengelolaan
dan penyimpanan arsip indapat lebih tertata
lagi. Terutama pada penyusunan dan
penyimpanan arsip sebaiknya lebih
diperhatikan lagi baik untuk ruangannya
maupun lemari yang digunakan untuk
menyimpan arsip.
3. Untuk Peneliti Lain
Saran yang dapat diberikan bagi
peneliti lain yaitu hendaknya lebih kreatif
dalam mengembangkan kajian penelitian,
dengan menggunakan metode dan teknik
penelitian yang lebih variatif agar informasi
yang diperoleh lebih akurat dan lengkap
7

dalam rangka memperkaya kajian tentang


manajemen arsip bidang sarana dan
prasarana di UPTD Pembinaan Sekolah
Dasar Kecamatan Medan Satria Bekasi.

Muhammadiyah 31 Jakarta Timur. Jakarta:


Program Sarjana Universitas Negeri Jakarta
Moleong, Lexy J. 2013. Metodologi Penelitian
Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: Remaja
Rosdakarya

Daftar Pustaka
Amsyah, Zulkifli. 2005. Manajemen Kearsipan.
Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Sedarmayanti. 1992. Tata Kearsipan Dengan


Memanfaatkan Teknologi Modern.

Barthos, Basir. 2003. Manajemen Kearsipan


Untuk Lembaga Negara, Swasta, dan
Perguruan Tinggi. Jakarta: Bumi Aksara

Bandung: Ilham Jaya


Sugiarto, Agus. 2005. Manajemen Kearsipan
Modern. Yogyakarta: Gava Media.

Frank B. Evan Css. 1996. A Golossary of Basic


Term. Committee on Society of American
Archivists, Ann Arbor

Sugiyono,
2009.
Memahami
Kualitatif. Bandung: Alfabeta

Gie, The Liang. 2000. Administrasi Perkantoran


Modern. Yogyakarta:Liberty

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Manajemen.


Bandung: Alfabeta

Hendi Haryadi. 2009. Administrasi Perkantoran.


Jakarta: Transmedia Pustaka

Suraja, Yohannes. 2006. Manajemen Kearsipan.


Malang: Dioma

Martono, E. 1994. Rekod Manajemen dan


Filling Dalam Praktek Perkantoran Modern.

Sutarto. 1987. Sekretaris dan tata warkat.


Gadjah Mada University Press, Yogyakarta

Jakarta: Karya Utama

Penelitian

Wursanto,
Ignatius.
2006.
Kompetensi
Sekertaris Professional. Yogyakarta: C.V Andi
Offset

Martono, Boedi. 1997. Penyusutan dan


Pengamanan Arsip Vital Dalam Manajemen
Kearsipan. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan
Maratussholeha, Zenith. 2014. Manajemen
Arsip Bidang Kesiswaan di SMP