Anda di halaman 1dari 4

PEMBAHASAN

Tanaman akan mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan. Tahap


awal pertumbuhan tanaman adalah proses perkecambahan. Perkecambahan
diawali dengan penyerapan air dari lingkungan sekitar biji, baik tanah, udara
maupun madia lainnya. Perubahan yang akan terjadi berupa membesarnya ukuran
biji, tahap ini disebut tahap imbibisi. Efek dari imbibisi ini adalah membesarnya
ukuran biji karena sel-sel embrio membesar dan melunak. Membesar dan
melunaknya biji ini disebut proses perkecambahan secara fisik.
Kemudian proses perkecambahan secara kimia, dimulai dengan masuknya
air ke dalam biji. Biji kemudian menggembung dan kulit biji akan pecah. Air yang
masuk ke dalam biji ini akan mengaktifkan embrio untuk melepaskan hormon
giberalin. Hormon ini akan mendorong alleuron untuk mensintesis dan
mengeluarkan enzim. Enzim bertugas menghidrolisis cadangan makanan dalam
kotiledon dan endosperm. Hasil dari hidrolisis ini berupa molekul kecil enzim
amilase, kemudian amilase ini akan menghidrolisis pati menjadi gula. Selanjutnya
gula dan zat-zat lainnya diserap dari endosperm oleh kotiledon selama
pertumbuhan embrio menjadi bibit tanaman.
Perkecambahan biji terdiri dari dua tipe yaitu epigeal dan hipogeal. Tipe
epigeal yaitu munculnya radikel diikuti dengan memanjangnya hipokotil secara
keseluruhan dan membawa serta kotiledon dan plumula ke atas permukaan tanah
(Lita 2005). Setelah hipokotil menembus permukaan tanah, kemudian hipokotil
meluruskan diri. Melalui cara ibi kotiledon yang masih tertelungkup tertarik ke
atas permukaan tanah juga. Kulit benih akan tertinggal di permukaan tanah,
selanjutnya kotiledon akan membuka daun pertama (plumula) muncul ke udara.
Beberapa saat kemudian, kotiledon meluruh dan jatuh ke tanah (Tri 2009). Biji
yang ditanam pada tipe perkecambahan epigeal ini adalah biji kacang tanah
(arachis hypogeal). Sedangkan perkecambahan tipe hipogeal adalah biji jagung.
Tipe hipogeal yaitu munculnya radikel diikuti dengan pemanjangan plumula.
Hipokotil tidak memanjang ke atas permukaan tanah sedangkan kotiedon tetap
berada didalam kulit biji di bawah permukaan tanah (lita 2005).

Praktikum acara III kali ini mengamati tinggi tanaman, panjang akar dan
jumlah daun pada hari setelah tanamn (HST) ke 3, HST ke 5 dan HST ke 7. Hasil
pengamatan menunjukkan bahwa tinggi kacang tanah (Arachis Hypogeal) dan
jagung (zea mays) mengalami kenaikan dari waktu ke waktu. Panjang akarnya
juga menunjukkan penambahan seiring dengan penambahan waktu. Jumlah daun
mulai muncul pada hari ke 5 setelah tanam dan pada hari ke 7 bertambah lagi
jumlahnya.
Tanaman yang mempunyai tipe perkecambahan epigeal dan hipogeal tidak
hanya kacang tanah dan jagung saja. Namun terdapat contoh tanaman lain. Contoh
yang berkecambah tipe epigeal yaitu cherry (), kacang merah, jarak, bit, kubis,
kapas, selada, bawang merah, cabai, pinus, bayam, bunga matahari dan tomat
(Lita 2005). Perkecambahan benih sengon () juga termasuk epigeal dimana
perkecambahan yang menghasilkan kecambah denga kotiledon muncul ke atas
(marthen 2013). Contoh lain dari perkecambahan hipogeal adalah peach, ercis,
palem dan famili graminae (Lita 2005).
Hasil pengamatan menunjukkan adanya pertumbuhan bibit. Hal ini
ditandai dengan penambahan tinggi tanman dan panjang akar serta jumlah daun.
Biji memiliki kemampuan berkecambah yang bereda-beda. Kecepatan
berkecambah tergantung pada foktor fisik biji ( ketersediaan cadangan makanan
dan kerasnya kulit biji) serta teknik scarifikasi yang diterapkan. Selain
kemampuan berkecambah persentase tumbuh setiap jenis biji juga bervariasi
(gunawan 2011).
Berbagai faktor internal dan eksternal berpengaruh besar terhadap
pertumbuhan biji. Faktor internal termasuk keturunan yang diperoleh dari
indukannya, tingkat kemasakan biji dan ukuran biji. Semantara itu, faktor
eksternal merupakan faktor yang dapat dimanipulasi misalnya suhu, kelembaban,
pencahayaan dan sulai hara.
Tingkat kemasakan benih juga berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit.
Benih yang dipanen sebelum tingkat kemasakan fisiologisnya tercapai tidak
mempunyai viabilitas tinggi. bahkan pada beberapa jenis tanaman, benih yang
demikian tidak akan dapat berkecambah. Kemudian ukuran benih juga

berpengaruh terhadap pertumbuhan benih. Benih yang ukurannya besar dan


ukurannya kecil memiliki perbedaan dalam proses pertumbuhan tanam. Benih
yang berukura kecil memiliki kandungan cadangan makanan dengan ukuran
embrio yang lebih sedikit sehingga menyebabkan pertumbuhan kurang optimal
berbeda dengan ukuran besar yang mengandung cadangan makanan lebih banyak
sehingga pertumbuhan optimal (Hendra 2014).
Faktor eksternal yaitu temperatur. Temperatur menjadi syarat penting bagi
pertumbuhan benih. Tanaman mempunyai kalsifikasi temperatur tersendiri supaya
bisa tumbuh. Temperatur optimal adalah temperatur yang paling menguntungkan
bagi berlangsungnya perkecambahan benih. Pada kisaran temperatur ini terdapat
perkecambahan yang tinggi (lita 2005). Kemudian cahaya juga berpengaruh
dalam pembentukan hormon auksin berfungsi mendorong pertumbuhan tanaman.
Salah satu penunjang dalam pertumbuhan bibit adalah suplai hara. Suplai hara
bisa dilakukan dengan melakukan pemupukan. Pemupukan untuk meningkatkan
pertumbuhan bibit, sabaiknya dilakukan pemupukan malalui daun, dengan
pelengkap cair (pupuk daun) misalnya Fosfo N (Bambang 2005).
Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan perkecambahan adalah
adalah kedalaman tanam. Semakain dalam kedalaman tanam maka benih yang
ditanam akan semakin sulit tumbuh. Sebaliknya apabila benih ditanam pada
kedalaman yang dangkal, benih akan mudah tumbuh. Hal ini disebabkan oleh
kadar oksigenyang terdapat di dalam tanah akan semakin menurun dengan
semakain dalamnya tanah. Proses respirasi akan meningkat disertai pula dengan
meningkatnya pengambilan oksigen dan pelepasan karbondioksida, air dan energi.
Terbatasnya oksigen yang dipakai akan mengakibatkan terhambatnya proses
perkecambahan benih ( aprilia 2011).
Melalui praktikum tipe bibt ini kita dapat mengetahui tipe perkecambahan
biji, mengetahui ciri dari epigeal dan hipogeal. Sehingga kita bisa
mempertimbangkan bagaimana supaya biji bisa bibit bisa tumbuh dan
berkembang dengan baik. Mempertimbangkan faktor apa saja yang
mempengaruhinya.

Kesimpulan :
Setelah melakukan praktikum acara III tentang Tipe bibit dapat diambil beberapa
kesimpulan yaitu :
1. Terdapat 2 tipe bibit yaitu epigeal dan hipogeal
2. Bibit yang ditanam mengalami pertumbuhan dan perkembangan ditandai
dengan pertambahan tinggi tanaman, panjang kaar dan jumlah daun.
3. Faktor internal yang mempengaruhi pertumbuhan bibit yaitu faktor
keturunan, ukuran biji dan kemasakan biji
4. Faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan bibit adalah
temperatur, cahaya, kelembapan, suplai hara dan oksegen.
Saran :
Sebaiknya bibit yang diumbuhkan tidaj sama antar kelompok. Supaya mahasiswa
bisa mengetahui jika bibit lain juga termasuk dalam tipe perkecambahan epigeal
maupun hipogeal.